Polwan Cantik

Polwan Cantik
#139


__ADS_3

"Saya terima nikah & kawinnya Lidia Safitri binti ALm. Rosidin Ardian dengan maskawin uang sebesar satu juta dua ratus dua ribu dua puluh rupiah & emas 50 gram beserta seperangkat alat sholat dibayar tunai " (kata Bripka Abimana)


" bagaimana saksi " (kata bapak penghulu)


" saaahhhhhhhh " (kata mereka bersama)


Safitri saat ini segera melangkah keluar untuk menemui suaminya, pria pujaan hatinya, hatinya begitu berbunga-bunga, kini dirinya telah sah menjadi seorang istri dari Bripka Abimana, ia berjalan dengan digandeng oleh dua sahabatnya beserta Widia, dia segera duduk disebelah suaminya, senyum terpancar di wajah keduanya, begitu bahagia, tak lama momen sungkemanpun dilakukan, disinilah keharuan mulai terasa, Safitri menangis saat menyalami ibunya memeluk ibunya, ibu yang sangat ia sayangi, ibu yang selalu bersamanya sampai ia sukses sekarang ini.


" bu terimakasih ibu selalu ada buat safitri, terimakasih udah jadiin Safitri jadi seluar biasa ini, terimakasih udah berjuang selama hidup ibu untuk Safitri, meskipun ayah gak ada disisi kita Safitri janji Safitri bakal selalu ada buat ibu " (kata Safitri)


Safitri dipeluk oleh ibu, mereka berdua menangis merasakan haru, hidup selama 20thn bersama ibunya membuat Safitri seperti anak semata wayang meskipun sebenarnya ia mempunyai dua kakak, setelah ini Safitri akan memboyong ibunya untuk pindah ke rumah Bripka Abimana karena permintaan Abimana.


" sudah nduk ini kan hari bahagiamu, jangan nangis " (kata ibu)


Safitri kembali melakukan sungkeman dengan yang lain, setelah acara sungkem Safitri & Bripka Abimana segera berganti baju, acara pernikahan mereka dilakukan disebuah gedung yang telah mereka pesan tiga bulan yang lalu, setelah berganti baju Safitri & Abimana menuju kursi pengantin, disana sudah ada kedua orang tua Bripka Abimana beserta mba Reina & mas Bagas, sedangkan dikursi sebelahnya sudah ada ibu beserta mas Min & mba Nunik. Safitri & Bripka Abimana segera duduk & menyalami tamu undangan yang naik menghampiri mereka. Dilihatnya diatas panggung sudah ada Bara & Widia sedang menyumbangkan lagu untuk mereka, suara Bara & Widia memang lumayan bagus jadi gak heran jika mereka berdua sangat percaya diri untuk naik pentas.


" cek,...cek....e...oooo....haaaaa,....perkenalkan gue Bara & ini cwe gue Widia kita mau menyumbangkan sebuah lagu dari alghazali buat pangantin kita yang satu minggu lalu dipingit ga bisa ketemu, gak bisa telpon & baru hari ini mereka ketemu,....bang gimana bang rasanya udah sah lega nggak? " (kata Bara)


Safitri berusaha memelototi Bara memberi kode agar tidak berkata sembarangan diatas panggung sana dengan mengggunakan mikenya.


" pengantin cwenya jang melotot gitu ya mbaknya, ntar cantiknya ilang, hahahha.....oke ini lagu buat kalian,kesayanganku...& buat kamu my life, my beloved " (kata Bara menunjuk ke arah Widia), " sudah siap sayang? " (kata Bara kepada Widia lagi)


" ok yang " (kata Widia)


" kesayanganku " (kata Bara)


Jika tak ada kamu


Menemani aku


Dengarlah cinta ku memanggil namamu


Disetiap malamku


Ku memikirkan kamu


Aku sepi sepi sepi sepi


Jika tak ada kamu


Aku mati mati mati mati


Jika engkau pergi


Dengarlah kesayanganku

__ADS_1


Tak mampu jika ku tanpamu


Dengarlah kesayanganku


Hidup matiku untukmu


Kumohon pertahankan aku


Dengarlah cinta hatiku remuk redam


Jika tak ada kamu


Menemani aku


Dengarlah cinta ku memanggil namamu


Disetiap malamku


Ku memikirkan kamu


Aku sepi sepi sepi sepi


Jika tak ada kamu


Aku mati mati mati mati


Jika engkau pergi


Dengarlah kesayanganku


Tak mampu jika ku tanpamu


Dengarlah kesayanganku


Hidup matiku untukmu


Kumohon pertahankan aku


Dengarlah kesayanganku


Tak mampu jika ku tanpamu


Dengarlah kesayanganku


Hidup matiku untukmu

__ADS_1


Kumohon pertahankan aku


Dengarlah kesayanganku


Hidup matiku untukmu


Suara mereka berdua terdengar merdu, Safitri tersenyum melihat duet Bara & Widia, pasangan ini sweat banget dewasa meskipun mereka berdua sama-sama muda, suara tepuk tangan & siulan pun terdengar riuh ramai.


" terimakasih " (kata Bara & Widia)


Mereka berdua turun dari panggung sambil bergandeng tangan setelah bernyanyi, dilihatnya Bara menoleh kearahnya & memainkan matanya sebelah dengan centil, ya seperti itulah bara yang selalu menggodanya & membuatnya kesal.


" is Bara-Bara, untung gak ngomong macem-macem dia " (kata Safitri)


" kenapa sih de? " (kata Abimana)


" abang kan tau gimana si Bara ini mulutnya bang gak bisa direm, takutnya nyeplos yang fulgar, kan malu bang " (kata Safitri)


" ehem " (kata Abimana menggaruk-garuk kepalanya)


Safitri membuat suaminya salah tingkah dengan berkata fulgar membuat pipinya sendiri bersemu merah, dia keceplosan sendiri berkata seperti itu kepada suaminya.


"is malah gue yang keceplosan"(gumam Safitri sambil menutup bibirnya dengan satu tangan)


#*Andriawan Abara Brilian


Setelah berduet dengan pacarnya kini ia turun dari panggung dengan menggandeng pacarnya, tepuk tangan beserta siulan masih terdengar ditelinganya bahkan ada juga yang berkata lagi menyuruh mereka bernyanyi lagi. Mereka berdua melangkah kearah dua sahabat safitri bersama pasangannya masing-masing.


" gila suara lo berdua bagus juga ya " (kata Ega)


" gak nyangka kita ya beb " (kata Risya)


" ah biasa aja yang suara aku juga bagus " (kata Dito)


" kak Dito mah bokis,...lo tau juga kan ris suara laki gue nih sumbang, fales " (kata Ega)


" ih kamu kok gitu sih yang " (kata Dito)


" udah Ran lo gak usah ngaku-ngaku punya suara bagus, mereka berdua lebih tau lo " (kata Aidan)


" hahahahh " (mereka tertawa bersama)


Hari ini dirinya sangat bahagia akhirnya abangnya melepas status lajangnya juga & kini telah sah mempersunting safitri sebaga istrinya, semoga abangnya selalu bahagia & tidak akan ada lagi deraan cobaan rumah tangga abangnya.


__ADS_1


ini Widia & Bara ketika diatas pentas, widia menyambung rambut pendeknya


__ADS_2