Polwan Cantik

Polwan Cantik
#37 SEASON 2


__ADS_3

" mau makan apa? " (kata Zayn)


" aku ngikut kakak aja lah, lagian selera kita gak jauh beda kan " (kata Rindu)


Mereka bertiga saat ini sudah berada di sebuah restoran, Zayn memesankan Rindu menu makanan & minuman yang sama dengannya, karena memang benar selera makanannya dengan Rindu tak jauh berbeda, sedangkan Faiz memesan menu lainnya, setelah beberapa saat akhirnya pesanan mereka telah tiba, mereka segera menikmatinya.


" makan yang banyak biar gak laper " (kata Zayn)


" kakak mau bikin aku gemuk, ini aja belum tentu abis kak " (kata Rindu)


" harus di habisin, ok " (kata Zayn sambil tersenyum)


" tapi ini banyak banget kak " (kata Rindu)


" tar gue bantu ngabisin, tapi kalo lo nikah ama gue badan gue gendut lo jangan protes soalnya gue gendut gara-gara lo " (kata Zayn)


Rindu tertawa karena kata-kata Zayn, baru kali ini Zayn melihat Rindukan tertawa seperti saat ini semenjak seminggu ini.


" kalo lo gendut tinggal nge-gym aja kali Zayn, lagian hobby kalian sama ini kan, ya udah nge-gym aja bareng " (kata Faiz)


" males gue nge-gym bareng dia Fa, yang ada bukan nge-gym gue tapi, emosi liat dia pake baju ketat-ketat " (kata Zayn)


" hahahah, lah terus mau suruh pake baju apa dia bro?, pake kaos oblong lo yang agak gedean, gak gue bayangin kalo Rindu nge-gym pake baju lo bisa jadi kaya terusan gitu " (kata Faiz)


" awas lo macem-macem ngebayangin, lo keterusan ngebayangin bisa yang aneh-aneh , gue tau otak lo ya Fa " (kata Zayn)


" hahahah, anjie*r lo Zayn, gak lah kalo sama Rindu bro, lagian Rindu kan calon lo " (kata Faiz)


" mulai lagi deh, apaan coba, bikin nafsu makan aku ilang loh " (kata Rindu)


Zayn tiba-tiba terdiam mendengar kata-kata Rindu, ia menatap Rindu & mengambil alih sendok milik Rindu untuk menyuapi Rindu.


" jangan baper tar laper, Aaaaaaak " (kata Zayn menyuapi Rindu)


Zayn tersenyum karena Rindu membuka mulutnya menerima satu sendok suapan darinya.


" gitu dong akur, jangan debat mulu, capek gue liat kalian berdua debat terus dah kaya acara di televisi swasta aja " (kata Faiz)


" lagian suruh sapa lo liatin kita Fa? " (kata Zayn)


" ya gimana gak gue liat kalo di depan mata gue bro " (kata Faiz)


" pura-pura aja lah lo gak liat " (kata Zayn)


" kak Zayn nih gimana sih, kak Faiz punya mata ama telinga loh jadi gimana mau pura-pura gak liat " (kata Rindu)


" bener tuh Rin, nih si Zayn suka aneh-aneh aja emang " (kata Faiz)


Zayn hanya diam sambil menikmati makanan yang ada didepannya, baginya sehari tak berdebat dengan Rindu itu tidak akan seru, karena hanya dengan berdebat dengan Rindu ia bisa melihat wajah menggemukkan Rindu saat sedang cemberut.


" kak aku boleh nanya gak? " (kata Rindu)


" tentu aja , lo boleh nanya apa aja ke Zayn " (kata Faiz)


Zayn menoleh kearah Faiz karena asal bicara, Zayn tidak ingin Rindu bertanya soal masalah pribadinya dulu.


" apaan ngasal aja " (kata Zayn)


" aku mau nanya ke kalian berdua bukan salah satunya ya kak " (kata Rindu)


Zayn & Faiz hanya saling memandang, sepertinya Faiz sama bertanya-tanya sepertinya, mengapa tiba-tiba Rindu ingin bertanya kepada mereka berdua.


" mau nanya apa? " (kata Zayn)


" tapi jangan tersinggung ya, soalnya aku penasaran banget, dua kali ikut kak Faiz nge jemput kak Zayn kenapa selalu pelukan selalu salaman kaya baru ketemu aja sih? , padahal kalian kan cuman berapa jam aja pisahnya, kaya tadi malam cuman semalam aja pisah tidur hari ini ketemu lagi " (kata Rindu)


Zayn tersenyum karena pertanyaan Rindu, sedari ia memutuskan untuk menjadi seorang pilot kebiasaan saat berpamitan & saat bertemu selalu sama, bersalaman & berpelukan seakan-akan hari itu adalah hari terakhir mereka akan bertemu & saat kembali mereka melakukan hal yang sama karena bersyukur masih bisa bertemu lagi, bukanlah menjadi rahasia bahwa resiko kematian menjadi seorang pilot itu lebih tinggi dibandingkan seorang yang bekerja di daratan, banyak kemungkinan yang akan terjadi saat berada di udara diatas ketinggian beribu-ribu puluh kaki, tidak akan ada yang tau bagaimana kendala mereka saat menerbangkan sebuah pesawat.


" lo aja Fa yang ngejelasin " (kata Zayn)


" hem, suatu kehormatan gue bisa ngejelasin ini ke lo calon adek ipar, simak baik-baik ya Rin, jadi gini ya, lo tau kan kerjaan Zayn itu resikonya kaya apa?, amit-amit ini tapi ya gue selalu berdoa Zayn selalu selamat sampe tempat tujuan dengan baik, lo tau kan orang mati di udara, pesawat meledak, tiba-tiba gangguan tau-tau pesawat ngilang, semua kemungkinan itu bisa terjadi, makanya setiap Zayn berangkat kita itu ngelakuin salam perpisahan seolah gak bakal bisa ketemu lagi tapi masih dengan harapan, jadi pas ketemu lagi kaya gini seneng, bersyukur dia baik-baik aja " (kata Faiz)


Zayn hanya diam sembilan menyuapkan suapan demi suapan makanannya kedalam mulutnya, segala kemungkinan harus siap di terima oleh keluarga Zayn jika suatu saat nanti ia mengalami nasib buruk.

__ADS_1


" sebenarnya sih kurang lebih aja kaya gue yang kerja dilautan lepas, tapi kalo gue kan masih bisa berenang pake pelampung buat nyelamatin diri kalo-kalo kapal gue kenapa-kenapa nah kecuali pas gue berenang buat nyelamatin diri tapi gue dimakan ikan hiu pasti gue bakal mati, tapi kalo Zayn kan lain lagi, kalo pesawatnya kenapa-kenapa udah pasti gak bakal selamat, mau kemana coba?, gak usah lah lo jatuh dari ketinggian ribuan kaki lo jatuh aja dari gedung lantai 7 ke lantai bawah lo bisa mati, itu aja intinya " (kata Faiz)


" udah Fa jangan detail banget, tar dia batalin lagi perjodohannya ama gue karena tau resiko jadi istri pilot itu kaya apa " (kata Zayn tersenyum)


" nahas banget sih kak, lagian kenapa juga milih jadi pilot sih? " (kata Rindu)


" keren " (kata Zayn singkat)


" apanya yang keren sih, denger gitu aku malah ngerasa gak ada keren-kerennya tau, kerja hari-hari ninggalin rumah, hari-hari ninggalin keluarga, ya terus apa bedanya coba ama hidup membujang walaupun punya keluarga juga hidupnya misah " (kata Rindu)


Selama ini Zayn terlalu nyaman dengan kesendiriannya karena sama dengan apa yang saat ini Rindu pikirkan, walaupun ia berkeluarga pasti ia akan meninggalkan keluarganya untuk bertugas di rute kota-kota tertentu.


" ya makanya lo kan udah tau jadi lo harus siap kalo lo di tinggal Zayn tugas " (kata Faiz)


" kerjaan kak Zayn itu gak jauh beda ama kerjaan aku nantinya kali kak, aku juga bakal ke berbagai daerah buat jadi pramuwisma nemanin turis-turis manca negara " (kata Rindu)


" waduh kerjaan calon bini lo lebih berat bro nemanin turis, kalo Rindu kepincut bule gimana bro? " (kata Faiz)


" gue kasih sianida bro dua-duanya kalo berani, enak aja gue mati-matian kerja mau selingkuh ama bule " (kata Zayn yang akhirnya membuka suara)


" hahaha, sadis " (kata Faiz)


" belum juga nikah udah ngancem pula " (kata Rindu)


" itu bukan ngancem ya, itu cuman memperingatkan, emang lo beneran mau kerja? " (kata Zayn)


" iya lah kak, aku udah kuliah lama-lama terus buat apa aku gak kerja? " (kata Rindu)


Zayn menghadap kearah Rindu, kali ini tatapannya lebih hangat karena ia sangat tulus mengatakan ini dari lubuk hatinya yang paling dalam.


" ilmu lo itu lebih berguna buat anak-anak kita, jadi lebih baik lo di rumah aja ngurus anak kita sama nunggu gue pulang kerumah " (kata Zayn)


" cieh, bisa aja lo ternyata ngegombal bro, hahahah " (kata Faiz)


" kampret lo, bisa gak kalo lo pura-pura gak denger, gue serius ini " (kata Zayn)


" hahahahahah, aneh tau kak, ngacok ah segala mikir anak, kok aku malah gak kepikiran kesana ya " (kata Rindu)


" emang kalo kita nikah lo gak mau kita punya anak? " (kata Zayn)


" lo masa gak ngerti sih Zayn maksudnya Rindu apa? " (kata Faiz)


" apa emang? " (kata Zayn)


" bro sini bro " (kata Faiz)


Zayn mendekat kearah Faiz, lalu Faiz berbisik untuk memberitahu maksud dari kata-kata Rindu yang ia benar-benar tak mengerti.


" lo kan ama Rindu dijodohin, jadi nikah tanpa cinta, dia belum siap buat indehoy ama lo pas nikah makanya dia gak siap buat mikirin anak " (kata Faiz berbisik kepada Zayn)


# Rindu Mentari


Faiz berbisik-bisik dengan Zayn entah apa yang sedang Faiz bicarakan kepada Zayn saat ini ia tak bisa mendengarnya karena sepertinya sangat rahasia.


" apaan sih bisik-bisik, gak sopan loh, kan ada aku " (kata Rindu)


" mau tau banget urusan cowok " (kata Rindu)


" hahahah, bukan apa-apa kok " (kata Rindu)


" jahat banget nih bedua ah " (kata Rindu)


" pulang aja yuk, udah malem, makanan kita juga udah abis, besok kita berdua juga mau jalan lagi kan " (kata Zayn mengalihkan pembicaraan)


Kebetulan jam telah menunjukkan pukul 08.30malam Zayn tak ingin membuat Rindu kekurangan waktunya untuk beristirahat, sehari tadi ia yakin bahkan Rindu belum beristirahat sama sekali.


" Fa lo duluan ke mobil, gue mau bayar dulu " (kata Zayn)


" oke " (kata Faiz)


Faiz akhirnya berdiri berjalan menjauh dari meja makan mereka menuju arah luar ke parkiran mobil.


" lo buruan ikut Faiz sana, takutnya gue lama " (kata Zayn)

__ADS_1


" gak kak, aku nemenin kakak aja, lagian gak mungkin lama " (kata Rindu)


" ya udah ayo " (kata Zayn)


Setelah membayar bill mereka berdua akhirnya keluar juga dari restoran tersebut menuju arah parkiran, mobil milik Zayn telah siap menunggu mereka, terlihat Faiz telah siap di bangku kemudinya. Masih sama seperti saat tadi Zayn membukakan pintu mobil & mempersilakan ia duduk, lalu ia masuk duduk disebelah Rindu, Rindu bergeser agar Zayn bisa duduk disebelahnya. Rindu mulai berusaha mengerti setiap apa yang diinginkan Zayn asalkan masuk akal dalam pikirannya.


" jalan bro " (kata Zayn)


" sip " (kata Faiz)


Mobil segera melaju melewati jalan raya semilir angin berhembus sepoi-sepoi menembus ketulang, untung saja saat ini ia memakai pakaian agak panjang sehingga ia tak begitu merasakan dinginnya angin malam, Rindu melipat kedua tangannya di dadanya untuk membuat tubuhnya lebih hangat lagi.


" lo kedinginan? " (kata Zayn)


" mayan kak, tapi gak terlalu untung pake baju lengen panjang " (kata Rindu)


" kalo lo kedinginan peluk gue aja biar anget " (kata Zayn)


" ogah " (kata Rindu)


" emang kenapa lo gak mau meluk gue?, gue aneh loh sama lo, padahal cewek di luar sana banyak yang ngiler pengen gue sentuh nah lo dapat kesempatan buat meluk gue aja bener-bener gak mau " (kata Zayn)


" ya jangan samain aku sama cewek-cewek diluar sana lah kak " (kata Rindu)


Rindu memalingkan wajahnya dari Zayn, kadang pemikiran Zayn membuat Rindu aneh sendiri, mungkin memang benar banyak para kaum hawa mengejar cinta Zayn & haus akan belain Zayn tapi tidak dengan Rindu. Tiba-tiba saja Zayn memaksa memeluknya.


" is apa-apaan sih, pemaksaan banget " (kata Rindu)


" udah diem " (kata Zayn)


# Abdul Zayn Mikail


Rindu benar-benar berbeda dari wanita di luar sana bahkan saat dirinya dengan senang hati membuka lebar tubuhnya untuk memberikan pelukan Rindu justru menolak, karena ulah Rindu inilah Zayn berpikiran untuk memaksa Rindu untuk memeluknya.


" is apa-apaan sih, pemaksaan banget " (kata Rindu)


" udah diem " (kata Zayn)


Ini untuk pertama kalinya lagi Zayn memeluk erat seorang wanita setelah sekian lama, entah mengapa ada perasaan nyaman disana, tiba-tiba detak jantung Zayn menjadi tak beraturan bergejolak tak karuan.


" astaga nih jantung gue kenapa jadi berdebar-debar gini sih, tenang ya jantung tenang jangan bikin malu gue suara lo pasti kedengeran sama Rindu " (kata Zayn dalam hati)


" kak Faiz lajuin dong biar cepet sampe " (kata Rindu)


" kenapa?, lo capek ya? " (kata Zayn)


" enggak, biar cepat terlepas dari neraka dunia " (kata Rindu)


" maksudnya? " (kata Zayn)


" enggak ada " (kata Rindu)


" hahahaha, jangan bilang yang lo maksud neraka dunia Zayn " (kata Faiz)


Zayn menatap kearah Rindu yang berada dalam pelukannya yang menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, ini menandakan tebakan Faiz benar jika Rindu menganggapnya sebagai neraka dunia.


" buka tangan lo " (kata Zayn memaksa Rindu melepaskan tangannya dari wajahnya)


Saat Zayn berhasil melepaskan kedua tangan Rindu dari wajahnya Zayn menaikan satu alisnya, terlihat Rindu tersenyum dengan wajah alami nyengir kudanya.


" lo ngatain gue neraka dunia " (kata Zayn)


" peace kak, hehehe becanda " (kata Rindu)


" lo msih punya utang hukuman ya sama gue, jadi tolong jangan bikin gue tambah hukuman lo lagi " (kata Zayn)


" kirain udah lupa " (kata Rindu)


" siapa bilang gue lupa, gue gak bakal lupa ya " (kata Zayn)


" lah lo di hukum Rin?, dah kaya anak sekolah aja lo dapat hukuman " (kata Faiz)


" tau nih kak " (kata Rindu)

__ADS_1


Zayn tersenyum karena berhasil melihat wajah Rindu yang mulai cemberut kembali karena ia mengingatkan akan hukuman yang ia berikan untuk Rindu beberapa saat lalu.


__ADS_2