Polwan Cantik

Polwan Cantik
#163


__ADS_3

empat bulan kemudian,.....


Usia kandungan safitri kini telah menginjak bulan kelima beberapa bulan lagi ia akan melahirkan anak pertamanya, perutnya saat ini sudah agak gendut membesar meskipun belum terlalu besar, ia masih saja aktif bekerja tetap mengemban tugasnya sebagai seorang polwan. Tidak ada perlakuan istimewa meskipun ia istri seorang AIPDA abimana yang pangkatnya baru saja dinaikan satu tingkat lagi beberapa bulan yang lalu. Selama usia kehamilannya tua sedikit demi sedikit fase nyidamnya sudah berkurang, ia tak lagi mabuk & mual saat mencium bau farfum & bau makanan, bahkan ia juga tidak memilih-milih untuk makanan, selama masa kehamilannya ia terus bolakbalik dari rumahnya kerumah ibunya karena ingin memakan masakan ibunya suaminya selalu menuruti apa saja yang dia inginkan, ia selalu berfikir ternyata menjadi wanita hamil sangat menyenangkan apa saja yang diminta akan dikabulkan bak dongen satu malam. Ia masih terus fokus mengetikan SKCK beberapa pemuda & pemudi yang sedang mengantri diluar setelah selesai ia buru-buru meminta tanda tangan lalu memberikannya kepada briptu doni & duduk kembali kerkursinya yang terletak tepat dibelakang widia.


"bumil cepet banget kerjaannya udah kelaran aja"(kata widia)


"ngebut gue,...biar cepet selesai"(kata safitri)


Saat mereka berbincang-bincang dua teman mereka agung & putra datang menghamipiri mereka.


"dua curut dateng ni"(kata widia)


"biarin,...biarin,...suka-suka lo keong racun"(kata agung)


"asem,.....keong racun yang dipinggiran sawah dong gue"(kta widia)


"hahahah,....iyalah"(kata putra pada widia)


"ni bedua yakin gue gak ada kerjaan, makan gajih buta lo bedua"(kata safitri)


"eits,...sory ya fit tugas kita udah kelar dari tadi"(kata agung)


"bokis mah dia fit gak usah dipercaya ni paimun"(kata widia)


"dih gak percayaan banget si munaroh"(kata putra)


"hahahah,...munaroh itukan orang gila yang saban hari lari pagi ya put"(kata agung)

__ADS_1


"hahahaha,...yang bawa koran ya kemana-mana, jahat lo put ngatain widia munaroh"(kata safitri)


"biarin fit,...gitu memang kalo jones"(kata widia)


"auuuuwwwwww,....sakitnya tuh disini pas kena hatiku"(kata agung)"widia kalo ngomong kenapa suka bener ya bro, sakit ya bro,...sabar ya bro gitu memang kalo jones bro,...hahahah"(kata agung kepada putra)


Mereka bertiga tertawa menertawakan putra karena memang hanya putra yang jomblo diantara mereka berempat.


"wid yang lo lakuin ini....jaaaaahhhhaaaaaaaat"(kata putra)


Putra ekting menghentak-hentakan kakinya ala banci smbil berlari meninggalkan mereka seperti disinetron-sinetron & kembali lagi smabil tersenyum cengengesan, membuat mereka bertiga tertawa terbahak bahak.


"is...is...amit..amit jabang bayi,...lo put apaan si ko cocok banget kalo ngondek"(kata safitri)


"astagfirulloh...mulut lo fit kenapa tiba-tiba pedes si kaya nampar muka gue, masa iya muka seganteng gue ngondek"(kata putra)


"hahaha....ya kali siang putra malam putri"(kata widia)


"hahahah,....jangan buli putra lagi joy,....makanya put buruan lo cari cwe"(kata agung)


"nah gue mau cari cwe dimana gung, kaya cwe dijual aja diswalayan seribu tiga kaya permen karet"(kata putra)


"njayyyyyy,....permen karet...semurah itu cwe kaya permen karet kalo habis manisnya trus dibuang,...kampret lo emang sugiono"(kata widia)


"eh ya gak gitu surti,...gue kan cuman bilang kaya,..lo ngerti gak si perumpamaan,...herman gue sekolah lulusan apa ya"(kata putra)


"gak ngerti gue perumpamaan,...soalnya gue anak ips bukan anak bahasa"(kata widia)

__ADS_1


"gemes banget deh sama widia ni,....pengen gue gibang rasanya"(kata putra)


Mereka kembali tertawa lagi, berkumpul dengan mereka sama dengan menghilangkan stres, sudah pasti akan terhibur.


"eeehhheeemmm,....fit lo kan punya sepupu tuh ya, boleh dong comlangin kegue"(kata putra)


"sepupu,...si rani maksut lo"(kata widia)


"heem"(kata putra mengangguk)


"ogah ah gue put,....gue gak mau ya sepupu gue dapat lo"(kata safitri)


"loh kenapa fit, putra baik loh, gak playboy pula, terbukti sampe sekarang masih jomblo, hihihihi"(kata agung)


"emmm,...terus aja gung, lo belain gue angkat-angkat gue ujung-ujungnya lo nyungsepin juga"(kata putra pada agung)"kalo boleh tau kenapa alasannya gak boleh fit?"(kata putra)


"gue gak mau lo nanti cuman main-main ya sama sepupu gue"(kata safitri)


"astagfirullah,....lo gak percaya banget si sama gue fit,...lagian kan kita kenal udah lama kita juga temenan, lo kan tau gue gimana"(kata putra)


"kalo lo mau sama rani lo harus bae-baein safitri put, beliin dia makan tiap pagi, beliin apa-apa yang dipengen kan dia lagi hamil,...sekalian gue juga beliin ya,...hahahha"(kata widia)


"itu mah mau lo joko"(kata agung)


"nyaut aja nih ropiah"(kata widia)


"eh kenapa jadi becandaan si,...ini si putra lagi serius lo ngerayu gue buat dicomblangin sama rani"(kata safitri)

__ADS_1


"emang ni bedua,..."(kata putra)"eh jadi gimana ni fit"(kata putra kepada safitri)


Safitri hanya mengangguk menyetujui permintaan putra untuk mendekati swpupunya rani dengan syarat putra harus bersungguh-sungguh & tidak mempermainkan rani dengan usahannya sendiri.


__ADS_2