Polwan Cantik

Polwan Cantik
#65 SEASON 2


__ADS_3

# Bumi Samudera


Hari ini ia telah terbang ke negaranya kembali karena beberapa hari yang lalu kedua orangtuanya menghubunginya untuk memberitahu kabar buruk yang menimpa kakaknya yaitu Rindu, ia sungguh tak menyangka jika bisa terjadi kecelakaan seperti ini menimpa kakaknya tersebut, padahal beberapa hari lagi kakaknya akan melangsungkan pernikahannya bersama dengan kakak dari sahabatnya yaitu Zayn, karena sampai hari ini Rindu juga tak sadarkan diri Bumi memutuskan untuk pulang untuk melihat keadaan kakaknya tersebut, khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, tetapi sampai detik ini ia selalu berharap ada keajaiban untuk Rindu agar lekas membaik & sadar dari komanya.


Ia tengah duduk di kursi penumpang didalam pesawat tujuan London ke Indonesia, dalam waktu 17jam ia baru akan sampai di Indonesia, baru satu bulan ini ia berkuliah di Negara London tetapi harus ijin & terbang kembali ke negara asalnya, jika bukan karena cemas dengan keadaan kakaknya yang hingga saat ini masih dalam keadaan koma, ia tak akan pernah pulang ke negara asalnya dalam waktu dekat ini, karena mengingat sampai detik ini dirinya masih belum bisa melupakan rasa cintanya pada Humaira.


Diagnosa sementara yang diberikan dokter untuk kakaknya saat ini ialah cedera kepala atau Glasgow Coma Scale, ini merupakan kondisi ketika seseorang mengalami cedera di bagian kepala, saat terjatuh dari tangga kepala kakaknya memanglah terbentur lumayan keras, bahkan bukan hanya itu kepala kakaknya juga mengeluarkan cukup banyak darah pada saat itu, & itulah yang mengakibatkan sampai detik ini Rindu belum sadarkan diri.


Banyak kemungkinan saat seseorang mengalami koma karena cidera pada kepalanya, kemungkinan terbesarnya adalah pasien tidak akan pernah sadarkan diri atau meninggal, atau kemungkinan lainnya pasien bahkan akan hilang ingatan atau amnesia, akan tetapi ada kemungkinan lainnya yang lebih ringan dari itu semua, bisa saja pasien sembuh & pulih seperti sedia kala jika keadaan berangsur membaik.


Bumi mengingat setiap kenangannya saat bersama kakaknya, Rindu adalah kakak yang terlihat sangat tegar, meskipun ia lebih tua darinya tetapi Rindu nampak seperti lebih muda darinya karena watak Rindu yang mudah menangis, melankolis & terlalu sensitif ketika menghadapi masalah, bahkan kedua orangtuanya memperlakukan Rindu jauh berbeda darinya mungkin karena Rindu adalah seorang anak perempuan yang harus terus dijaga meskipun telah tumbuh dewasa.


Teringat saat kakaknya menangis & kabur dari pertemuan makan malam dua keluarga karena mengetahui perjodohan yang ditetapkan untuknya, Bumi membujuk Rindu agar menerima perjodohan tersebut karena Bumi juga berpikir jika Zayn merupakan pria terbaik pilihan kedua orangtuanya untuk kakaknya, bahkan saat itu Bumi rela mengorbankan perasaan cintanya pada Humaira demi kebahagiaan kakaknya. Sungguh tak disangka pernikahan belum berlangsung justru kakaknya sampai saat ini belum sadar juga.


" semoga allah kasih kesembuhan bu**at lo kak, gue yakin lo pasti sembuh, lo pasti balik sama kita semua, lo gak boleh ninggalin keluarga kita gitu aja, lo harus sembuh & sadar, gue mohon lo harus sadar kak " (kata Bumi dalam hati)


Bumi menutup kedua matanya dengan dua tangannya, ia menatap kearah luar pesawat sambil memperhatikan awan yang seolah berjalan disisi pesawat yang ia naiki saat ini.


" ya allah berikanlah kesembuhan untuk kakak hamba, berikanlah ia kesadaran, buatlah ia kembali kepada kami, hamba mohon jangan kau ambil kakak hamba dulu, biarkan dia bersama kami dulu ya allah, hamba mohon, hanya kepadamu lah hamba memohon " (kata Bumi berdoa dalam hati).


Bumi menatap kearah tangannya melihat jam ditangannya, sudah dua jam ia berada di dalam pesawat masih sekitar 15jam lagi ia baru akan sampai di Indonesia.


# Humaira Shakila Najma


Humaira bersama dengan Desta sudah berada di bandara di kota xxx, sekitar tiga puluh menit yang lalu pesawat yang ia naikin telah sampai di kota xxx. Humaira khusus pulang kembali ke kota asalnya untuk menjenguk calon kakak iparnya yang sedang terbaring di rumah sakit, hari ini ia telah meminta ijin kepada pamannya untuk mengijinkan dirinya dari kampusnya, beruntung ia mendapatkan ijin dari kampus dengan mudah berkat pamannya.


Masih belum ada kabar baik dari keluarganya tentang keadaan calon kakak iparnya sampai saat ini membuat Humaira mencemaskan keadaan Zayn kakaknya, jika terjadi sesuatu pada Rindu sudah pasti kakaknya lah yang akan sangat terpukul, karena sebenarnya Zayn selama ini sangat mencintai Rindu meskipun ia belum sempat mengungkapkan perasaannya tersebut pada Rindu.


Ia sangat yakin jika saat ini kakaknya pasti sangat bersedih dengan keadaan calon istrinya yang lemah terkulai tak berdaya& hanya terbaring di rumah sakit. Bukan hanya kesedihan saja yang dirasakan kakaknya saat ini pasti Zayn juga merasa sangat menyesal & menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian yang menimpa Rindu.


Meskipun sebenarnya ini semua tak sepenuhnya kesalahannya, ini semua terjadi karena kehendak sang maha kuasa, semua ini adalah suratan takdir dari sang pemberi hidup, satu persatu cobaan mendera hubungan yang akan kakaknya bina, mengapa allah tidak memuluskan jalan kehidupan kakaknya saat ini, ia juga tak mengerti karena dibalik cobaan pasti ada kebahagiaan, itu lah misteri kehidupan sesungguhnya, seperti pribahasa ada pelangi setelah hujan turun, maka setiap kesusahan pasti akan ada kemudahan yang menunggu.


" ini kita langsung kerumah sakit aja ya dek?, soalnya di rumah sakit juga sudah ada bunda sama ayahnya bang Desta " (kata Desta)


" iya bang, lagian kita juga gak bawa barang yang harus di tarok dulu kok " (kata Humaira)


Saat terbang ke kota xxx memang ia tak membawa apapun selain tas yang ia bawa saat ini yang berisikan ponsel serta charger & dompetnya saja, sedang Desta tak membawa apapun bahkan ia tak sama sekali membawa tas.


" Kita tunggu taksi pesenan abang dulu disinj dek? " (kata Desta)


" mudahan gak lama bang " (kata Humaira).


" gak lama kok " (kata Desta tersenyum)


Saat ini hubungannya dengan Desta sudah ia resmikan sebagai sepasang kekasih, setelah malam tadi ia memberikan kejelasan untuk hubungan mereka yang selama ini sempat ia tunda-tunda karena masih belum yakin untuk menerima Desta, karena sudah sangat mantap dengan hatinya akhirnya Humaira menerima Desta sebagai pacarnya malam tadi.


Mendapatkan jawaban yang mengejutkan Desta sangat senang bahkan raut wajah bahagia pemuda yang telah menjadi pacarnya itu sungguh luar biasa tak bisa ia artikan, Desta seperti mendapat reward piala dalam ajang pemilihan nominasi polisi terbaik, melihat itu Humaira hanya bisa tersenyum-senyum malu-malu sendiri malam tadi.


" permisi mas, bener ini mas Desta?, yang tadi pesen taksi " (kata supir taksi yang baru saja keluar dari mobilnya)


" oh iya pak, bener " (kata Desta tersenyum)


" ini gak ada barang yang di bawa mas? " (kata supir taksi tersebut)


" gak ada pak " (kata Desta)

__ADS_1


" ok mas, mba, kalo gitu silahkan masuk " (kata supir taksi tersebut)


" iya pak " (kata Desta)


Huma hanya tersenyum sambil mengangguk & masuk kedalam taksi tersebut bersama dengan Desta, ia & Desta duduk di kursi belakang.


" mau kemana mas? " (kata sopir tersebut)


" rumah sakit pak " (kata Desta)


" baik mas " (kata pak sopir)


Sebagai seorang polisi memang Desta sangat lah ramah, wajar saja dia menjadi seorang polisi karena profesinya sebagai seorang polisi merupakan pelayan masyarakat.


" bang Desta ijin berapa hari? " (kata Humaira)


" besok malam bang Desta mesti balik udah dek, ini dapat ijin dua hari aja, Huma mau berapa lama disini? " (kata Desta)


" ya jadi besok balik ya, Huma ijinnya satu minggu bang " (kata Humaira)


" ya udah nanti kalo balik kabarin abang ya, tar biar abang jemput " (kata Desta tersenyum)


" emang bang Desta gak sibuk? " (kata Humaira)


" insyallah sesibuk apapun bang Desta pasti bakal abang sempetin buat jemput Huma " (kata Desta)


" tapi kalo bang Desta sibuk Huma gak papa kali balik sendiri " (kata Humaira)


" iya sayang " (kata Desta menarik pelan satu pipi Humaira)


" bang Desta gak bisa ya baliknya barengan aja sama Huma? " (kata Humaira)


" ya gak bisa dong dek, bang Desta kan harus kerja, kan Huma tau bang Desta cuman bawahan " (kata Desta)


" Huma tar kagok kak kalo jalan sendiri " (kata Humaira)


" apa mau abang jemput kesini pas pulang nanti? " (kata Desta)


" buang-buang duit itu mah namanya bang, masa pergi kesini cuman buat jemput aku doang terus balik lagi kesana " (kata Humaira)


" ya gak apa-apa lah demi Huma " (kata Desta)


Mendengar kata-kata Desta membuat Humaira tersenyum, seromantis itu pria yang kini telah menjadi pacarnya ini.


" gak usah aja bang, gak apa-apa balik sendiri aja " (kata Humaira)


" beneran? " (kata Desta menaikan satu alisnya)


" iya bang " (kata Humaira tersenyum)


" ya udah tar kalo emang mau minta dijemput kesini kabarin aja abang ya, jadi abang bisa ijin dulu " (kata Desta tersenyum)


Senyuman Desta membuat jantung Humaira berdebar-debar tak beraturan, benar-benar ia dibuat mabuk kepayang dengan apapun yang Desta lakukan meskipun hanya dengan senyumannya saja, itu cukup membuatnya benar-benar seperti orang gila.


# Abdul Zayn mikail

__ADS_1


Ia baru saja kembali dari musholah yang berada di rumah sakit untuk menunaikan ibadah sholat Dzuhur, dari kejauhan ia melihat para keluarga berdiri bersedih sambil menangis di depan kamar ICU dimana Rindu di rawat, Zayn buru-buru berjalan menghampiri kedua orangtuanya beserta calon mertuanya yang juga nampak menangis sambil berpelukan.


Zayn bertanya-tanya ada apa gerangan yang sedang terjadi sehingga para keluarga menangis seperti ini, tak mungkin ada sesuatu yang terjadi dengan Rindu pikirnya, setelah berada didekat kamar di mana Rindu dirawat Zayn melihat sudah ada Dokter berada di dalam bersama beberapa perawat, saat Zayn akan masuk kedalam ia justru dicegah oleh seorang perawat yang menjaga tepat di pintu.


" maaf mas jangan masuk dulu " (kata perawat tersebut)


" kenapa saya gak boleh masuk mba? " (kata Zayn agak emosi)


" pasien sedang dalam keadaan menurun & Dokter sedang melakukan tindakan lebih lanjut, mohon masnya menunggu sebentar " (kata suster tersebut)


" maksudnya mba? " (kata Zayn)


" Zayn, sudah nak " (kata Abimana merangkulnya)


Ia diajak ayahnya menjauh dari pintu masuk kamar ICU untuk bergabung dengan anggota keluarga lainnya.


" pi ada apa pi? " (kata Zayn)


" kamu yang sabar ya nak " (kata Abimana)


" iya Zayn kamu harus tabah dengan kemungkinan yang bakal terjadi " (kata Aidan)


" maksud papi sama papa apa? " (kata Zayn)


" Sayang " (kata Safitri menangis)


Zayn menatap penuh tanya kepada kedua orangtuanya beserta kepada calon mertuanya, ia berpikir tak mungkin Rindu dalam keadaan kritis karena baru saja pagi tadi dokter mengatakan bahwa Rindu dalam keadaan baik-baik saja, kondisi koma yang Rindu alami ini karena cidera di kepalanya yang mengakibatkan trauma sehingga Rindu tak kunjung sadarkan diri. Ia menatap lekat kedua orang tuanya yang nampak sangat bersedih begitu juga dengan kedua calon mertuanya beserta sahabat mereka yaitu tante Ega & om Randito.


" mi pi Rindu gak mungkin kritis kan?, Rindu baik-baik aja kan?, mi tolong mi bilang sama Zayn kalo Rindu baik-baik aja " (kata Zayn masih berusaha meyakinkan dirinya)


" Zayn, Rindu memang kritis nak, Dokter lagi kasih penanganan yang terbaik buat Rindu " (kata Risya yang masih menangis)


" enggak ma, mama bercanda kan ma?, tadi waktu Zayn tinggal Rindu baik-baik aja ma, Dia masih baik-baik aja " (kata Zayn yang sudah berkaca-kaca)


" sayang kita berdoa aja yang terbaik buat Rindu, kalo memang ini yang terbaik buat dia kita juga harus ikhlaskan itu sayang " (kata Safitri yang juga menangis)


" Zayn yang sabar ya, kamu harus tegar sama apapun nanti yang bakal terjadi " (kata Randito)


Zayn hanya bisa menangis sambil menghadap kedinding tak bisa berbuat apa-apa lagi, ia meratapi nasibnya yang harus rela jika kemungkinan Rindu akan meninggalkannya untuk selamanya ini benar terjadi.


" Keluarga pasien " (kata Dokter yang baru saja keluar dari kamar tersebut)


Melihat Dokter yang baru saja keluar dari kamar tempat Rindu di rawat Zayn beserta yang lainnya langsung berjalan menghampiri Dokter tersebut.


" iya Dokter, bagaimana keadaan anak saya? " (kata Aidan)


" maaf pak kami sudah berusaha keras untuk menyelamatkan nyawa putri bapak, tetapi sepertinya sang maha kuasa menginginkan putri bapak pulang kepangkuannya secepat ini, saya harap bapak ibu & keluarga yang lainnya mengikhlaskan kepergian anak bapak, yang tabah ya pak, saya turut berduka atas meninggalnya putri bapak " (kata Dokter panjang lebar)


Setelah mendengar penjelasan Dokter Zayn langsung berlari masuk kedalam kamar ICU untuk memastikan kebenaran yang diucapkan Dokter, ia tak percaya gadis yang ia cintai benar-benar meninggalkannya untuk selamanya.


" Enggak, kamu gak boleh tinggalin aku, please jangan tinggalin aku, kamu gak boleh pergi, kamu harus bangun, aku mohon Rindu... bangun, jangan tinggalin aku, kamu gak boleh meninggal, kita sebentar lagi mau nikah jadi kamu harus bangun sayang, please aku mohon buka mata kamu sayang " (kata Zayn menangis sambil menggoyangkan tubuh Rindu)


Semua keluarga menangis di hadapan tubuh Rindu yang kini telah terbaring kaku diatas tempat tidurnya, benar-benar hatinya hancur menyaksikan wanita yang ia cinta kini telah tiada.


" kak...kak....kak Zayn " (kata seseorang yang telah memegang bahunya)

__ADS_1


__ADS_2