Polwan Cantik

Polwan Cantik
#81 SEASON 2


__ADS_3

# Rindu Mentari


" apa kak? " (kata Rindu)


" emmm, gak jadi deh " (kata Zayn tersenyum)


Rindu penasaran menatap Zayn yang nampak menggaruk-garuk kepalanya seolah bingung dengan apa yang akan ia sampaikan, Rindu membetulkan duduknya hingga bisa menghadap kearah Zayn.


" apa sih?, ngomong aja kali " (kata Rindu yang memang sangat penasaran)


" mau bilang tapi takut salah " (kata Zayn yang lagi-lagi masih tersenyum kembali)


" ngomong aja kak, apa?, aku udah terlanjur penasaran loh " (kata Rindu yang telah menatap Zayn)


Bukannya berbicara Zayn malah menghadap kearahnya, Zayn menatap Rindu sambil tersenyum manis, ditatap oleh Zayn seperti itu membuat Rindu jadi salah tingkah, Rindu sontak membalikan badannya kearah lain.


" kok suaminya malah di belakangin gini sih, gak sopan tau, katanya mau tau aku mau ngomong apa? " (kata Zayn)


Setelah menarik nafas panjang akhirnya Rindu membalikan tubuhnya kembali kearah Zayn, suaminya tersebut masih tetap tersenyum manis seperti tadi membuat wajah Rindu memanas merah merona.


" ih apa sih senyum-senyum mulu kak " (kata Rindu yang ikut tersenyum)


" gak papa dong dari pada manyun, itu kamu juga senyum, cantik deh " (kata Zayn)


" ha apa? " (kata Rindu bertanya)


Ia mencoba memastikan apakah ia tak salah dengar jika Zayn mengatakan dirinya cantik & tak mungkin jika ia salah mendengar.


" kamu cantik " (kata Zayn)


Dirinya memang tak salah mendengar bahkan kata-kata tersebut Zayn ulang kembali, mendengar kata-kata pujian dari Zayn wajahnya kembali merona bak udang rebus.


" ini gak gombal loh ya, tar kamu mikirnya aku gombal, padahal aku ngomong sesuai fakta " (kata Zayn lagi)


" ngomong aja kalo emang gombal kak " (kata Rindu)


Zayn tiba-tiba menatapnya serius, matanya yang tajam membuat Rindu sontak jadi ikut serius, Zayn tak lagi tersenyum membuat Rindu menjadi tegang karena ia berpikir jika dirinya salah berbicara.


" mana mungkin sih aku gombal, aku serius loh kamu itu cantik, gak cuma cantik wajah aja tapi hati kamu juga " (kata Zayn lagi)


Rindu hanya bengong menatap keseriusan kata-kata yang dilontarkan Zayn, suaminya itu benar-benar terlihat berkata jujur dari lubuk hatinya, Rindu tak menyangka suaminya bisa berkata semanis ini.


" aku seneng bisa nikah sama kamu, makasi ya udah mau jadi istri aku " (kata Zayn memegang tangan Rindu)


Rindu sangat suka melihat Zayn dengan wajah seriusnya & cool nya seperti ini, baginya saat melihat Zayn dengan tampang yang serius & cool Zayn lebih terlihat sepuluh kali lipat lebih tampan dari biasanya.


" udah sore nih, aku mau mandi dulu kak " (kata Rindu berdiri)


Ia sengaja mengalihkan pembicaraan lantas pergi meninggalkan Zayn diruang tamu sendiri, Rindu memegang kedua pipinya yang ia rasa saat ini sudah seperti tomat masak, ia tersenyum sendiri sambil terus melangkah keatas menuju kamar utama yang ia & Zayn tempati sebagai kamar tidur mereka berdua. Rindu segera membuka pintu & menutupnya ia berdiri tepat di balik pintu sambil menarik nafasnya untuk menenangkan detak jantungnya yang berdebar-debar.


" tenang Rindu tenang, baru di bilang cantik aja udah kaya gini jantung kamu gak liat-liat sikon, biasa juga banyak yang bilang cantik tapi kamu biasa, please Rindu jangan baper " (kata Rindu berbicara sendiri)


Rindu masih tetap berdiri & mengingat wajah serius Zayn saat memuji dirinya, lagi-lagi ia tersenyum sendiri, Rindu berpikir jika wajar ia menyukai Zayn karena saat ini Zayn adalah suaminya, sebelumnya ia juga bahkan berharap jika ia harus bisa mencintai Zayn sebagai suaminya, setelah sedikit memiliki rasa mengapa Rindu jadi seolah menolak perasaan tersebut.


" Rindu, Rindu, Rindu, kenapa kamu jadi aneh sih, kan kamu sebelumnya yang berharap bisa suka sama kak Zayn tapi kenapa sekarang kamu malah kaya gini sih, lagian baper sama suami sendiri wajar kali " (kata Rindu masih berbicara sendiri)


Ceklek.......(suara pintu kamar terbuka)


Rindu berbalik kearah pintu yang telah terbuka, dilihatnya Zayn masuk kedalam kamar, ia nampak terkejut dengan kedatangan Zayn.


" loh katanya mau mandi, kok masih berdiri disitu? " (kata Zayn sambil menutup pintu)


" anu kak, aku lagi cari handuk " (kata Rindu mencari alasan)


" oh iya kamu kan suka lupa bawa handuk " (kata Zayn), " handuknya udah ketemu belum? " (kata Zayn lagi)


" udah kak, aku cuman lupa aja tempat handuk dimana " (kata Rindu tersenyum)


Suaminya tersebut hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, Rindu membuang nafasnya pelan lalu masuk kedalam kamar mandi.


" *tadi kak Zayn denger gak ya apa yang aku omongin sendiri dikamar " (kata Rindu dalam hatinya)


" semoga dia gak denger, soalnya kalo dia denger aku malu, aaaaa " (kata Rindu dalam hati sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya*)

__ADS_1


Rindu tak menyangka jika Zayn akan menyusulnya kedalam kamar saat ia berkata akan pergi mandi, ia nyaris lupa jika Zayn sudah menjadi suaminya & bisa masuk kedalam kamar tersebut juga karena kamar tersebut kini telah menjadi kamar tidur mereka berdua. Rindu masih terus berdiri diam didalam kamar mandi seolah ia tiba-tiba menjadi linglung karena didalam pikirannya hanya ada nama Zayn.


" astaghfirullah, mau mandi kok malah diem disini, sadar Rindu sadar, come on " (kata Rindu sendiri)


Ia lalu segera mengisi bathtub & melepaskan pakaiannya, setelah terisi ia segar masuk kedalam bathtub.


# Humaira Shakila Najma


" ya kak Faiz udah mau pulang aja nih, besok aja napa kak bareng gue ama kak Gibran " (kata Humaira membujuk Faiz)


Humaira terus memegang lengan Faiz yang sudah bersiap-siap untuk berangkat ke bandara & kembali ke kota D.


" ya gak bisa lah dek, besok gue juga musti balik kerja, ijin mulu gue lama-lama dipecat tar gue " (kata Faiz)


" alah sehari doang kak, gak mungkin lah lo langsung dipecat " (kata Humaira)


" ya tapi gue juga gak boleh lari dari tugas gitu aja dek, tar kita juga bakal ketemu lagi kok dua bulan lagi " (kata Faiz)


" lama banget dua bulan kak " (kata Humaira)


" udah dek biarin napa bang Faiz berangkat, kan masih ada gue " (kata Gibran)


Humaira menoleh kearah Gibran yang duduk di hadapannya sambil menyilangkan kakinya terlihat santai.


" gak seru tau kalo cuman berdua aja, sepi banget kita " (kata Humaira)


" ya kalo mau rame kita panggil aja orang sekampung, gimana? "(kata Gibran)


" ngacok " (kata Humaira)


" lo mulai rada-rada ya Gib, jangan kelamaan jomblo deh saran gue " (kata Faiz)


" hahahaha " (kata Gibran hanya tertawa)


Humaira menepuk jidatnya reflek mendengar kata-kata Faiz, kali ini Humaira tak berhasil membujuk kakak sepupunya untuk tetap tinggal, Faiz tetap berpamitan untuk berangkat ke kota D karena bagaimana pun juga pekerjaannya sangat penting untuk dirinya.


Rindu cemberut karena harus berpisah dengan kakak sepupunya tersebut, ia seperti kehilangan sosok Zayn yang telah menikah, ia berpikir setelah menikah pasti Zayn tak akan punya waktu lagi untuknya sehingga ia memilih untuk lebih mendekatkan diri dengan kakak sepupunya.


" udah jangan cemberut, malu lo bukan anak kecil lagi tau " (kata Faiz)


" namanya juga tugas dek, ya udah yuk ikut anter gue sama Gibran " (kata Faiz merangkul Humaira)


Humaira akhirnya ikut bersama Gibran mengantarkan Faiz ke bandara, terkadang ia merasa takut jika ia akan ditinggalkan para kakak-kakaknya, ia takut jika suatu saat ia akan kehilangan kasih sayang mereka, selama ini Humaira terbiasa mendapatkan prioritas utama dari Zayn serta kakak sepupunya, setelah mereka menikah maka semua tak akan sama seperti dulu.


Humaira mendengus menatap kearah luar mobil, ia benar-benar merasa kehilangan Zayn kali ini, bahkan kakaknya tersebut hanya menghubunginya pagi tadi saja saat meminta tolong padanya untuk membelikan kakaknya serta kakak iparnya pakaian setelah itu sampai saat ini Zayn melupakan dirinya.


" nih anak hari ini kenapa sih, gitu banget ya " (kata Faiz yang duduk di depan Humaira disebelah Gibran yang sedang mengemudi), " lagi ribut dia sama Desta Gib? " (kata Faiz bertanya pada Gibran)


" gak tau gue bang " (kata Gibran)


" galau banget " (kata Faiz)


Humaira menatap kearah Faiz & Gibran yang membicarakan tentang dirinya, Gibran melihat dirinya dari sisi kaca spion yang terletak didepannya.


" apa?, gue denger ya " (kata Humaira)


" hahahahaha, lo tuh kenapa?, coba cerita " (kata Gibran)


" lo ribut sama Desta? " (kata Faiz)


" enggak kak, sapa sih yang ribut ama bang Desta " (kata Humaira)


Bahkan hubungannya dengan Desta saat ini baik-baik saja, Faiz & Gibran mungkin tak akan memahami perasaannya yang seolah-olah takut jika ia tak akan mendapatkan perhatian yang sama seperti sedia kala lagi.


" lo kenapa galau banget? " (kata Faiz)


Humaira masih tetap diam tak bisa mengungkapkan isi hatinya sendiri, ia bingung harus menjelaskan seperti apa.


" cerita dek, jelek tau muka lo kek gitu " (kata Gibran), " lo belum pernah denger ya orang mati gara-gara banyak pikiran " (kata Gibran)


" coy amit-amit " (kata Humaira mengetuk-ngetuk kepalanya)


" makanya cerita " (kata Gibran)

__ADS_1


" gue cuman ke ngerasa kehilangan kak Zayn gitu sekarang, makanya gue juga takut kehilangan kalian, bakal gak ada yang meratiin gue lagi, gak ada yang sayang gue lagi " (kata Humaira)


" ya allah kirain apaan sih, muka ampe galau gitu, Huma....Huma, lo tuh udah bikin kita khawatir tau " (kata Faiz)


" atas dasar apa sih lo ampe mikir gitu dek?, meskipun bang Zayn udah nikah dia gak bakal lupa kalo lo adeknya, sayangnya sama perhatiannya juga gak bakal berubah, sama juga kaya kita berdua dek " (kata Gibran)


" ya habis kak Zayn sekarang kalo gak lagi butuh gue gak bakal hubungin gue kaya sekarang ini " (kata Humaira)


" mikir positif aja dek, namanya juga pengantin baru, besok-besok kalo udah puas pasti bakal hubungin lo " (kata Faiz)


" maksudnya? " (kata Humaira bertanya)


" hahahaha, udah gak usah dibahas, yang jelas sekarang lo jangan mikir yang enggak-enggak gitu lagi ya? " (kata Faiz)


Humaira hanya mengangguk tanpa menjawab kata-kata Faiz, ia agak plong setelah menceritakan keluh kesahnya pada Faiz & Gibran.


#Abdul Zayn Mikail


Zayn berpikir jika ia belum sempat memberi surprise untuk ulang tahun istrinya yang sudah lewat satu minggu dari sekarang, ia berencana akan memberi kejutan kepada istrinya mengingat ia juga tak memberikan hadiah apapun pada Rindu, Zayn lalu berdiri mengetuk pintu kamar mandi.


Tok...tok...tok....(suara ketukan pintu)


" iya kak " (kata Rindu dari arah dalam)


" masih lama gak? " (kata Zayn)


" iya kak, kenapa? " (kata Rindu menjawab lagi)


" aku mau keluar dulu ya cari makanan buat makan malam kita, kamu mau makan apa? " (kata Zayn)


" apa aja kak " (kata Rindu)


" kamu berani kak aku tinggal sendiri, aku bentar aja kok, kalo ada apa-apa hubungin aku cepat ya " (kata Zayn)


" iya " (kata Rindu)


Zayn lalu pergi keluar dari kamar lalu menuruni anak tangga, saat berada di tangga Zayn teringat saat Rindu terjatuh dari tangga, Zayn mengurungkan niatnya untuk meninggalkan Rindu sendiri di rumah, ia takut jika terjadi sesuatu pada Rindu lagi seperti waktu itu, Zayn berpikir jika lebih baik ia memesan segala sesuatu yang ia perlukan melalui sebuah aplikasi agar lebih mudah & ia tak perlu meninggalkan Rindu di rumah sendiri.


Zayn turun menuju lantai bawah & duduk di sofa ruang tamu, sambil menunggu pesanannya tiba, agar tak ketahuan Rindu ia akan terus menunggu dibawah karena ia yakin Rindu tak akan turun sampai ia kembali ke dalam kamar. Setelah beberapa jam menunggu akhirnya pesanannya telah tiba, Zayn membawa semua bahan-bahan berupa balon tiup & lain-lain kedalam kamar yang berada dibawah, ia segera meniup balon tersebut & tak lupa hadiah untuk Rindu berupa seikat bunga.


Setelah selesai dengan semua persiapannya tiba-tiba ia mengurungkan niatnya untuk memberikan istrinya tersebut kejutan mengingat sudah terlalu lama hari ulang tahun istrinya berlalu. Zayn keluar dari kamar tamu sambil membawa seikat bunganya & mengunci pintu tersebut, ia hanya akan memberikan bunga tersebut pada Rindu saja. Setelah berada diatas ia segera mengetuk pintu kamar, karena ia yakin pintu kamar saat ini pasti sudah terkunci.


Tok....tok....tok....(suara ketukan pintu)


" iya " (kata Rindu dari arah dalam)


Terdengar suara langkah kaki istrinya mendekat kearah pintu & membuka kunci pintu kamar tersebut, pintu segera terbuka tanpa menunggu lama ia segera masuk ke dalam kamar & memberikan seikat bunga untuk Rindu.


" buat kamu " (kata Zayn tersenyum)


" ya allah cantik banget bunganya kak, makasi " (kata Rindu)


" kamu suka? " (kata Zayn)


" banget " (kata Rindu)


" kalo kamu suka tiap hari bakal aku beliin bunga buat kamu mulai sekarang " (kata Zayn)


" gak usah tiap hari kali kak, namanya pemborosan, mending kakak biliin aku bibitnya aja, biar aku bisa nanem bunganya disebelah " (kata Rindu)


" kamu mau? " (kata Zayn)


" mau banget " (kata Rindu)


" ayo " (kata Zayn mengajak sambil tersenyum)


Zayn langsung menarik tangan Rindu, menggandeng menuju arah tempat tidur mereka berdua.


" kemana? " (kata Rindu)


" cari bibit bunga lah sayang masa mau bikin anak " (kata Zayn)


" carinya kok ditempat tidur? " (kata Rindu)

__ADS_1


" ya kan kita carinya diaplikasi aja, lagian kalo mau keluar suami mu ini kan belum mandi sayang " (kata Zayn)


Rindu hanya menutup mulutnya sambil tertawa pelan, Zayn tersenyum sambil mengelus-ngelus rambut Rindu.


__ADS_2