
Jam telah menunjukan pukul 09.00 pagi, kegiatan baris berbaris sudah dilakukan selama satu jam, bulir-bulir keringat mulai mengalir dipelipis, matahari mulai meninggi meskipun cahayanya belum terlalu panas, Safitri berada dibarisan paling depan sehingga siapapun yang melihat pasti akan tau jika itu adalah dirinya. Terlihat jelas Safitri selama diasrama SPN adalah salah satu calon bintara polwan yang digadang-gadang akan mendapatkan predikat terbaik pasalnya ia sangat menonjol dibanding calon bintara polwan lainnya baik dalam pelajaran akademik maupun yang lainnya.
Safitri sangat terbiasa dengan kegiatan baris berbaris karena ia adalah purna paskibraka sebagai pembawa baki sang saka merah putih. Para gading & instruktur yang bertugas berdiri disisi-sisi barisan, mereka mempelajari formasi yang membentuk 44 sesuai dengan tahun angkatan mereka. Mereka berlatih membuat formasi ini kurang lebih sudah satu bulan tapi hanya beberapa kali sehingga belum terlalu rapi. Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 12.00siang, waktu istirahat siang telah tiba sambil menunggu sholat dzuhur, snack siang beserta air mineral telah dibagikan untuk disantap.
" bibir gue pegel senyum selama lima jam kaya gini " (kata Fira)
" kalau kita sudah biasa ya Fit, dulu waktu kita berdua di karantina paskibraka latihan baris berbaris kaya gini suruh senyum " (kata Widia)
" untung senyumnya giginya gak diliatin,aduh gak gue bayangin kalau gigi diliatin, bisa kering gigi kaya ikan asin, hahahah " (kata Naya)
" hahahaha " (mereka tertawa bersama)
" mana nih katanya mau ada tamu, gak jadi datang kali ya " (kata Adilla)
" eh iyaya, kena macet kali " (kata Widia)
" adzan dzuhur tuh, sholat dulu yuk " (kata Safitri)
Setelah mereka selesai sholat mereka kembali lagi kelapangan untuk melanjutkan latihan baris berbaris, meskipun latihan belum dimulai mereka sudah berdiri ditempat untuk bersiap.
" hmmm, panas ya " (kata Bripda Randito yang berada disamping Safitri
" engga kok kak " (kata Safitri)
" gimana liburannya? " (kata Bripda Randito)
" lumayan kak, cukup buat ngilangin jenuh selama disini " (kata Safitri)
__ADS_1
" iya sampe lupa loh ngubungin gue " (kata Bripda Randito)
" eh, iyaya, hihihi, maaf ya kak, soalnya selama libur jarang juga pegang hp " (kata Safitri)
" gakpapa kok, lo kayanya makin dekat ya sama Alin? " (kata Bripda Randito)
" iya kak, kenapa kak? " (kata Safitri)
" gak papa kok, Alin suka ngomong apa aja sama lo? " (kata Bripda Randito)
" banyak kak, kakak lagi pdkt sama kak Alin? " (kata Safitri)
" sapa bilang? " (kata Bripda Randito)
" gak ada kak, cuman kakak dari tadi tanya kak Alin terus, jadi Safitri pikir kakak lagi pdkt sama kak Alin, kak Alin baik kok kak, kakak kalau jadian sama kak Alin pasti bakal cocok " (kata Safitri)
" gue gak lagi pdkt sama Alin, emang kalau gue sama Alin lo gak cemburu? " (kata Bripda Randito)
" lo mau gak punya hubungan lagi sama gue? " (kata Bripda Randito)
" hahahah, gak mungkin lah kak " (kata Safitri)
" apa yang gak mungkin?, ayo siap-siap, sudah mau dimulai nanti kita lanjutin ya obrolan kita " (kata Bripda Randito)
Latihanpun segera dimulai karena para instruktus & gading telah berada dilapangan.
#* Bripda Randito Dwi Mahendra
__ADS_1
Dilihatnya wanita yang ia sukai berdiri didepan barisan, sedari tadi Bripda Randito tak melihat Bripda Alin itu membuat dirinya mendapatkan kesempatan tanpa harus diganggu untuk mendekati Safitri. Sebelum ahirnya waktu untuk latihan pun tiba & dia harus mengahiri perbincangannya. Ia berharap supaya dirinya cepat mengungkapkan niatnya untuk menjadi kekasih Safitri kembali sebelum Bripda Alin mengutarakan perasaannya juga kepada Safitri karena saat ini mereka semakin dekat. Dirinya bersama Bripda Sofyan sedang melanjutkan latihan baris berbaris melatih calon bintara polwan, calon bintara polwan sengaja dihadapkan tepat dibawah matahari berdiri tegak oleh Bripda Sofyan, Bripda Randito hanya mengikuti saja.
" siap grak, dirasa-rasa ya panasnya matahari " (kata Bripda Sofyan)
"mata pandangannya kedepan jangan lirik-lirik, jangan lupa senyumnya mana " (kata Bripda Randito
" berdiri dua jam begini kira-kira sanggup " (kata Bripda Sofyan)
" siap sanggup "(kata mereka serentak)
" siap-siap jadi ikan kering ya " (kata Bripda Randito)
" alin mana Ran? " (kata Bripda Sofyan kepada Bripda Randito)
" gak tau gue " (kata Bripda Randito)
" izin kali ya? " (kata Bripda Sofyan)
" semoga aja izin, terus yang lama, kalau perlu gak usah balik, hilang deh saingan " (gumam Bripda Randito dalam hati)
" eh tuh dia datang " (kata Bripda Sofyan menunjuk kearah Bripda Alin)
#* Safitri
Matahari berada di puncaknya panas teriknya seperti membakar kulit, mata sayup-sayup terbuka karena cahayanya menyilaukan mata, berdiri tegak selama tiga puluh menit saja disini bisa-bisa kulitnya akan menjadi kering apalagi sampai satu jam, peluh keringat menetes di sekujur tubuhnya, baju kebesaran membentuk pulau karena basah oleh keringat, berjemur seperti ini anggap saja seperti berada di sauna untuk mengurangi lemak tetapi apa lemak yang akan Safitri kurangi bahkan ia tak punya lemak. Saat ini ia masih tetap berdiri tegak, tetapi tiba-tiba berubah menjadi teduh sepertinya matahari tertutup awan.
" alhamdulillah mataharinya ke tutup awan, begini aja terus " (gumam Safitri sambil tersenyum masih dalam posisi berdiri tegak)
__ADS_1
" panas ya?, gimana sekarang enak kan?, teduhan " (kata suara pria disebelah Safitri)
Tiba-tiba Safitri tersadar ternyata bukan karena matahari tertutup awan tapi karena ada seseorang yang melindunginnya dari panas, tapi ia tidak bisa melihatnya karena pandangan harus lurus kedepan, tetapi tiba-tiba pria itu berdiri didepannya & tersenyum.