
#* Raditya Biru Suherman
Dia merupakan seorang pengusaha muda memiliki sebuah tambang batu bara terbesar di kota xxx & juga pabrik triplek terbesar di kota xxx, bahkan memiliki anak cabang pabrik triplek dikota A & B, dia bukan pria biasa, usianya 23thn anak tunggal dari bapak Suherman. Dia baru lima bulan putus dari kekasihnya selama lima bulan ini dia belum bisa mendapatkan pengganti mantannya sampai ketika ia bertemu dengan safitri ia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama, saat melihat Safitri dia merasa tidak asing dengan wajahnya yang cantik bak artis tapi ia bingung dimana ia melihat gadis ini, benar saja saat teman dari Safitri berkata jika Safitri adalah seorang polwan, dia melihat Safitri beberapa minggu yang lalu karena viral polwan cantik yang sedang merajia para pengendara, banyak vidio dengan berseragam polwan bahkan fotonya tersebar bersama para pelajar maupun pemuda bahkan ada juga gadis berfoto dengannya dengan caption "Polwan Cantik" , ia tak menyangka bisa bertemu langsung dimalam itu, tapi hari ini mendapati kenyataan jika Safitri telah memiliki tunangan hatinya hancur berkeping-keping, tapi dalam hatinya ia harus berusaha mendapatkan Safitri dia tidak perduli siapapun tunangan Safitri.
" mas Biru dari mana? " (kata Safitri)
" oh dari pabrik tadi " (kata Biru)
" oh masx kerja di pabrik? " (kata Rani)
Ia hanya menganggukan kepalanya saja, ia tidak mau identitas sebagai pemilik pabrik terbesar terbongkar.
" kerja dipabrik?, gajihnya gak seberapa loh, tapi kok bawaannya woow banget mas? " (kata Bara mengernyitka alisnya)
Ia lupa jika saat ini ia menggunakan mobil sportnya, ia berusaha mencari alasan.
" oh,...ini sebenernya punya anak bos, tadi anaknya nyuruh gue ngantarin ke bandara kebetulan lewat sini pulangnya jadi gue mampir " (kata Biru)
" hemmmm,....gitu ya " (kata Bara)
Biru agak kesal dengan bara yang terlalu banyak ingin tau, mengaku bukan kekasih dari Safitri tapi over melebihi pacarnya.
"ni bocah naksir juga apa sama Safitri, katanya punya cwe tapi over banget " (gumam Biru dalam hati)
# Andriawan Abara Brilian
Matanya semakin sinis melihat kearah Biru seakan ada aliran listrik menyambung kearah matanya & mata Biru, ia mempunyai ide untuk menghubungi abangnya kebetulan jam telah menunjukan 12.00siang waktu istirahat abangnya, diambilnya ponsel miliknya dari saku celananya lalu ia segera mengirimkan pesan WhatsApp untuk abangnya.
****pesan WhatsApp my brother Abimana
Bara : bang lo kalo udah jamnya istirahat buru kerumah calon bini lo, gue disini mulai jengah ada saingan baru lo.
Bara : bang demi tuhan lo harus cepat-cepat kesini sebelum cwe lo terpesona sama nih laki.
Bara : p
Bara : p
Bara : p
Bara mulai gelisah karena tak mendapatkan satu balasanpun dari abangnya, dia berfikir mungkin abangnya sedang sibuk karena sedang menyelidiki laporan tabrak lari yang dialami Safitri, Bara mulai menggaruk-garuk kepalanya mencari ide, lalu dia menguhubungi kekasihnya Widia menyuruhnya untuk menghampiri abangnya dikantor.
****pesan WhatsApp my sweet heart 🥰
Bara : yang...udah jam istirahatkan?
__ADS_1
Widia : iya yang...kenapa?
Widia : sayang masih dirumah Safitri?
Widia : gimana dia yang?
Bara : iya yang masih disini
Bara : yang disini gawat
Bara : samperin bang Abi gih yang
Widia : ha...gawat gimana yang?
Bara : ada pebinor yang
Bara : saingan abang gue lagi nih calonnya
Widia : terus aku harus ngapain yang
Bara : bilng aja sama bang Abi suruh baca wa aku.
Widia : oke yang
Widia : lebay
Bara tersenyum lalu meletakan penselnya diatas meja tepat didepannya, sedikit gelisah beberapa menit tak juga kunjung dibalas pesannya untuk abangnya, melihat Biru berbincang dengan Safitri sambil tersenyum menggoda membuatnya semakin sebal.
" lo kenapa kak?, tumben lo diem baee " (kata Rani)
" anu,...gue sakit perut " (kata Bara)
" lo mah kalo mau kebelakang, masuk aja Bar, langsung aja masuk kamar gue " (kata Safitri)
" gue bukan mau buang aer kali Fit " (kata Bara)
" lo masuk angin kak?, gila ya calon dokter bisa juga masuk angin,..hehehe " (kata Rani)
" calon dokter juga manusia kali Ran " (kata Bara)
Setalah menunggu setengah jam tak disangka mobil milik abangnya melaju menuju pekarangan, senyum Bara pun menyungging ia yakin bahwa Biru bertanya-tanya siapakah yang datang.
"syukur lo datang bang, walau lo gak balas wa gue " (gumam Bara dalam hati sambil tersenyum)
#* Bripka Abimana prasetiya
__ADS_1
Beberapa menit sebelumnya....
Jam telah menunjukan waktu istirahat, siang ini dia harus segara menemukan pelaku penabrak lari calon istrinya, ia masih berada diruangannya, sedari tadi ia belum ada menghubungi kekasihnya, ia tidak terlalu kuatir karena ada adiknya bara menemani kekasinya disana, tiba-tiba pintu ruangannya ada yang mengetuk.
****tot....tok...
" masuk " (kata Abimana)
" maaf bang mengganggu " (kata Widia masuk)
" eh,...kenapa Wid? " (kata Abimana)
" anu bang, tadi Bara nyuruh Widia buat kasih tau abang suruh baca pesan wa dari dia dihp abang " (kata Widia)
" hhmmmm,...oke " (kata Abimana)
" kalo gitu permisi dulu bang " (kata Widia)
Setelah Widia pergi keluar Bripka Abimana membuka pesan WhatsApp dari Bara diponselnya, betapa terkejutnya dia mendapat pesan dari Bara jika dirumah Safitri ada seorang pria yang sepertinya sedang mendekati Safitri, ia segera keluar ruangannya sambil membawa kunci mobilnya menuju parkiran setelah itu dia melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, tanpa butuh waktu lama ia akhirnya sampai juga dipekarangan rumah calon istrinya dilihatnya dari kejauhan sudah ada mobil sport terparkir disana, ia segera memarkirkan mobilnya lalu keluar & berjalan menuju teras rumah Safitri.
"assalamualaikum " (kata Abimana)
" wa'allaikumsalam " (semuannya)
Ia menghampiri Safitri sambil tersenyum & mencium kening calon istrinya lalu ia memeluknya & mengelus-elus kepala Safitri.
" ibu mana sayang? " (kata Abimana)
" disebelah bang " (kata Safitri)
Abimana lalu berlalu menuju arah sebelah untuk menyalami ibu Safitri seperti kebiasaannya, setelah itu ia kembali bergabung bersama Safitri & yang lainnya, karena kursi disana hanya empat Rani pun berdiri lalu berpamit untuk menemani ibu Safitri disebelah & Abimana duduk dismping Safitri.
" hemmm,...bang lo sibuk banget ya ko baru dateng? " (kata Bara)
" iya de,...gue lagi ngurus kasus tabrak lari Safitri sama Rani " (kata Abimana)
" oh iya sayang, kenalin ini mas Biru yang nolong Safitri sama Rani kemaren malam " (kata Safitri)
" Biru " (kata Biru bersalaman)
" Abimana.. terimakasih ya sudah nolongin calon istri gue " (kata Abimana)
" eh....em...iya bro,...oke kalo gitu gue pamit ya,...masih ada kerjaan soalnya " (kata Biru)
Melihat kepergian Biru dirinya sangat lega, ia tersenyum kearah barat & barat memberinya kode dengan menaik turunkan alisnya. Abimana sangat beruntung adiknya kali ini bisa diandalkan untuk menjaga calon kakak iparnya, dia sangat posesif juga ternyata jika ada seorang pria mendekati calon kakak iparnya, Abimana serasa ingin bersorak didalam hati ada sekutu yang membantunya untuk mengusir pebinor.
__ADS_1