
# Muhammad Desta Hamizan
Bukan Humaira namanya jika tidak bawel & selalu ada saja pembahasan yang ia bahas untuk di jadikan bahan obrolan, Desta hanya bisa tersenyum kala menyaksikan wanita yang beberapa hari ini telah menjadi kekasihnya. Sore ini mereka berdua telah berkendara menuju bandara bersama dengan Bumi, Bumi adalah seorang pemuda yang pernah dekat & menjadi sahabat dari Humaira, beberapa bulan belakangan hubungan persahabatan Humaira & Bumi sempat merenggang.
Dari cerita yang disampaikan Humaira sahabatnya tersebut menghindari dirinya, Desta sempat ikut bertanya-tanya apa penyebab Bumi menghindari kekasihnya pada saat itu, sebagai sesama seorang pria instingnya berpikir jika sebenarnya Bumi memiliki perasaan lebih kepada Humaira, tak ingin berpikir negatif Desta hanya mengacuhkan instingnya karena bagaimanapun juga Humaira kini telah menjadi pacarnya, ia hanya berusaha memberikan Humaira kepercayaan lebih agar tak terkekang dengan status mereka berdua.
" jadi lo di kampus yang sekarang udah punya temen belum nyok? " (kata Humaira)
"ya lo kaya gak tau gue, gak mungkin gak ada yang mau jadi temen gue, yang mau jadi temen gue banyak, sampe ngantri pula, hahahah " (kata Bumi tertawa)
" songong lo " (kata Humaira)
Desta hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum menyaksikan kekasihnya & sahabat baiknya berbincang-bincang sambil bercanda, wajah Humaira nampak ceria & senang saat ini, permasalahan diantara keduanya seolah hilang di telan angin, melihat keakraban keduanya kembali seperti dulu ia juga ikut senang, mengingat kesedihan yang dirasakan oleh Humaira beberapa bulan lalu membuatnya juga ikut bersedih.
" lo sendiri gimana mak di kampus? " (kata Bumi)
" rumit pokoknya " (kata Humaira)
" kenapa? " (kata Bumi)
" rumit soalnya Huma kan primadonanya kampus Bum " (kata Desta yang ikut membuka suara)
Desta tersenyum sambil melirik kearah Humaira yang saat ini telah duduk di bangku belakang sedang dirinya duduk di kursi depan tepat disebelah Bumi yang sedang mengendarai mobil milik Zayn.
" wiss, serius?, percaya gue mah " (kata Bumi juga tersenyum)
" ah lebay tau bang Desta " (kata Humaira)
" emang kenyataannya dek, lagian siapa sih yang gak percaya kalo kamu itu memang primadona di kampus kamu, tapi sayang mah primadonanya kampus sudah ada yang punya, kalo pada tau pasti bakal banyak yang patah hati tuh, hihihi " (kata Desta)
" ih masa iya sih pada patah hati gara-gara aku doang bang, segitunya sih, hahaha " (kata Humaira)
" sok kecakepan lo, ternyata bener kata kak Zayn " (kata Bumi sewot)
" syirik kelaut aja lo, kenapa lagi bawa-bawa kak Zayn " (kata Humaira tak kalah sewotnya)
" soalnya cuman kak Zayn yang suka bilang lo sok cantik, ngpain juga gue kelaut, kan gue bukan dugong, tuh Kevin aja lo suruh kelaut diakan buaya, harusnya hidupnya di laut " (kata Desta)
" hahahaha, apaan sih lo sewot banget, kelamaan jomblo sih lo " (kata Humaira)
" ye biarin yang penting mah gue bahagia, lo gaya banget juga mentang-mentang yang udah boleh " (kata Bumi)
Desta adalah seorang pendengar yang baik, ia hanya menyimak perdebatan antara Humaira & Bumi, sesekali ia tertawa karena perdebatan antara keduanya nampak terdengar lucu.
" lo Des kenapa mau sih pacaran sama cewek bar-bar macam ini " (kata Bumi)
" eh kunyuk, sial*n lo nyok, jangan bikin bang Desta ilfil ama gue napa, ih jahat lo " (kata Humaira), " jangan dengerin set*n ngomong ya bang, biarin mah, Jangan dengarkan orang bicara, Jangan ikuti orang mengarah, Mereka cuma sirik sama kita " (kata Humaira pada Desta dengan diakhiri dengan lagu slank)
" lo lagi audisi nyanyi apa ngomong serius mak?, lo udah kaya bang ipung aja mak dikit-dikit nyanyi, dikit-dikit nyanyi, butuh job mak? " (kata Bumi)
" maksud lo bang ipul Bum? " (kata Desta)
" iya itu maksud gue " (kata Bumi)
" Rada-rada lo Bum, auah males ngeladenin lo, lama-lama lo pergi terus tinggal di London kenapa mulut lo makin pedes kaya mercon " (kata Huma), " maklumin ya bang, nih anak dulu kecilnya di empanin emaknya pake jangkrik makanya berisik " (kata humaira)
kedekatan Humaira & Bumi sekarang ataupun sampai nanti tak akan pernah membuatnya terganggu, jika Humaira menganggap Bumi adalah sahabat baiknya maka begitu juga dirinya.
" hahaha, anji*r lo sangka gue burung murai batu makan jangkrik " (kata Bumi)
Terkadang ia berpikir jika Humaira & Bumi memiliki sifat yang mirip, Bumi & Humaira seperti sosok yang sama hanya saja berada di casing yang berbeda.
" udah lo Bum jangan ribut, pacar gue ampek speechless gara-gara lo banyak ngomong, heran dia mah liat cowok bisa bawel kaya lo, hahahahaa " (kata Humaira)
__ADS_1
" hahahaha, emang gue aneh Des? " (kata Bumi kepada Desta)
" enggak, gue cuman kaget aja ternyata sebegitu gaduhnya kalo kalian sama-sama " (kata Humaira)
" enggak juga kali bang " (kata Humaira)
" masa sih enggak? " (kata Desta)
" iya, kita mah gak saban hari aslinya debat kek gini, kan kita bukan mau lomba " (kata Bumi)
" kocak lo Bum " (kata Humaira pada Bumi), " udah bang jangan didengerin, otaknya agak gesrek makanya gak nyambung " (kata Humaira pada Desta)
Desta kembali lagi tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, tak seperti Bumi dirinya adalah seorang pria yang jarang bercanda.
# Abdul Zayn Mikail
Zayn masih setia duduk di sebelah ranjang Rindu berbaring, masih di tempat yang sama mereka berdua berada di sebuah rumah sakit. Kini ia & Rindu hanya berdua saja di ruangan tersebut, baru saja Humaira beserta Desta & Bumi pergi kebandara untuk mengantarkan Desta kembali ke kota C.
Zayn tak menyangka Bumi bersedia mengantarkan Desta & Humaira yang jelas-jelas seharusnya Desta adalah rival nya untuk mendapatkan hati Humaira karena saat ini Desta telah menjadi pacar Humaira. Bumi saat ini terlihat sok tegar melihat kedekatan Humaira & Desta pada hal Zayn tau jika hatinya juga hancur.
" kenapa kak? " (kata Rindu)
" gak papa kok, kamu gak pengen makan sesuatu? " (kata zayn)
" gak kak, kakak laper? " (kata Rindu)
" enggak juga sih, kamu banyak-banyak ya makannya biar cepet sehat, biar cepet pulang " (kata Zayn tersenyum)
" iya kak, lagian aku juga udah bosen di sini kak, pengen menghirup udara segar " (kata Rindu)
" kamu pengen jalan-jalan keluar? " (kata Zayn)
" enggak kak disini aja ah, keluar juga sama aja suasana rumah sakit juga " (kata Rindu cemberut)
" jangan cemberut gitu, makanya cepet sembuh ya, biar bisa cepet keluar dari rumah sakit " (kata Zayn tersenyum)
" makasih ya kak sudah nemenin aku, jaga aku disini, gak pulang-pulang, jadi gak enak akunya sama kak Zayn " (kata Rindu)
" kenapa gitu? " (kata Zayn)
" ya tetep aja aku gak enak, biasanya kakak tidurnya di hotel sekarang malah tidur di rumah sakit begini gara-gara nungguin aku " (kata Rindu)
" kan ini gimana-mana kamu begini juga karena aku, jadi aku harus tetep tanggung jawab, apa lagu kamu itu calon istri aku " (mata Zayn)
Zayn setenang mungkin menjawab semua perkataan Rindu, ia adalah calon suami Rindu & bagaimanapun juga Rindu tak lama lagi juga akan menjadi tanggung jawabnya sehingga Zayn tak masalah jika harus menunggu Rindu di rumah sakit seperti ini sendirian.
" kak aku seneng deh Bumi sama Huma baikan " (kata Rindu tersenyum)
" Bumi selama ini kenapa menghindar sih dari Huma?, kamu belum cerita loh sama masalah mereka " (kata Zayn)
" sorry kak, aku emang sengaja gak cerita ke kak Zayn, Bumi gak mau Humaira tau kalau dia ngelanjutin sekolahnya di London " (kata Rindu)
" dia emang sengaja menghindar kan? " (kata Zayn)
" ya gitu lah kak, dia pengen ngelupain rasa sukanya ke Huma dengan cara menghindar & pergi dari kehidupan Huma, soalnya kalo terus dekat Huma Bumi gak bakal bisa lupain Huma, tapi aku yakin pergi gak bikin dia segampang itu ngelupain perasaannya ke Hum, aku bisa liat ekspresi wajahnya tadi waktu tau kalo Huma sama Desta udah jadian " (kata Rindu)
Yang dikatakan Rindu memang benar, memang nampak jelas terlihat di raut wajah Bumi tadi sangat tak suka begitu tau jika Humaira & Desta telah berpacaran.
" ini lagi pake acara sok tegar nganter Huma sama Desta, aku kadang gak habis pikir sama Bumi kenapa dia tuh sok dewasa dari aku ya kak, sok kuat, padahal dia yang adek loh aku yang kakak " (kata Rindu)
" kamu nya kali yang emang kurang dewasa " (kata Zayn tersenyum)
" ih enggak lah kak " (kata Rindu)
__ADS_1
" Enggak salah lagi kan, hahahaha " (kata Zayn tertawa)
" hahahah, enggak kak, kok gak salah lagi sih " (kata Rindu)
Zayn bahagia bisa melihat tawa dari gadis pujaan hatinya kembali, ia merasa ingin terus melihat senyum di wajah Rindu terus menghiasi wajahnya seperti ini, ia tak ingin melihat kesedihan di wajah Rindu lagi, apalagi sampai ia tak sadarkan diri seperti beberapa hari yang lalu.
" kamu itu kalo senyum gitu kenapa jadi lebih cantik ya aku ngerasanya " (kata Zayn)
" ih apaan sih gombal banget, lagian aku kan cewek jadi wajar cantik bukan ganteng " (kata Rindu ngeles)
" hahahaha, kalo kamu ganteng mungkin aku gak bakal mau di jodohin sama kamu " (kata Zayn)
" takut kalah saing ya kak?, hahaha " (kata rindu)
" Hemmmmm, berati aku ganteng dong? " (kata Zayn sambil membenar-benarkan kerah bajunya)
" hahahah, narsis " (kata Rindu)
Jodoh itu tidak ada yang tau bagaiman ia akan datang & hadir dalam hidup kita, seperti halnya Rindu yang saat ini bisa hadir di kehidupan Zayn, sampai detik ini Zayn juga tak menyangka ia bisa semudah itu mencintai wanita yang di jodohkan dengannya yang awalnya tak ia cintai.
# Bumi Samudera
Sudah beberapa menit yang lalu ia beserta Humaira & Desta sampai di bandara, hari ini ia sengaja ikut menemani Humaira mengantarkan kekasihnya ke bandara untuk kembali ke kota C karena esok hari Desta harus bekerja kembali. Bumi cukup lega bisa kembali berbaikan dengan Humaira berkat kata-kata Humaira yang suka ceplas-ceplos, kini ia & Humaira bisa mengobrol seperti dulu saat masih sering bersama meskipun saat ini ia tak bisa sebebas dulu dengan Humaira.
Dahulu saat bercanda dengan Humaira dia bisa seenaknya saja mencubit pipi atau merangkul Humaira, bahkan terkadang kata-kata Bumi terdengar sangat frontal, karena saat ini sahabatnya telah memiliki kekasih ia juga harus menghormati kekasih Humaira & tak bertindak sembarangan, meskipun saat melihat Desta & Humaira yang saling melemparkan senyum sambil malu-malu membuat hatinya tiba-tiba nyeri.
" duh sakit juga ya nih hati, ternyata kek gini rasanya ngeliat orang yang di sayang udah jadian sama orang lain, ah ini jalan pula bareng gue, sabar Bum, sabar....ini salah lo sendiri kenapa juga lo harus jauhin Huma, sekarang sakit kan lo? " (kata Bumi dalam hati)
" bang Desta berangkat dulu ya dek, nanti kalo balik kabarin abang " (kata Desta berpamitan kepada Humaira)
" iya bang, hati-hati ya " (kata Humaira)
" kamu jangan nakal-nakal ya disini, baek-baek ya dek " (kata Desta mengelus-ngelus rambut Humaira sambil tersenyum)
" iya bang, nanti kalo sampe cepet hubungin Huma ya, daaa " (kata Humaira melambaikan tangannya)
Melihat Humaira bertingkah manis di depan Desta dirinya merasa tak berdaya, kini ia benar-benar semata-mata hanyalah seorang sahabat & akan terus menjadi seorang sahabat seperti yang di inginkan Humaira.
" udah yuk balik Bum " (kata Humaira)
Setelah Desta tak terlihat lagi kini mereka berdua pergi meninggalkan bandara, ada sedikit rasa penyesalan di hatinya karena harus pergi menghindar dari Humaira, tapi setidaknya ada perasaan bersyukur Humaira tak memilih pria yang salah karena Desta juga cukup baik.
" lo kapan balik ke luar nyok? " (kata Humaira)
" tunggu kepastian kapan kak Zayn sama kak Rindu nikahnya sih, tapi kalo gak minggu ini ya gue mau langsung balik aja, dari pada gue di DO gara-gara gak masuk-masuk " (kata Bumi)
" lo ambil jurusan apa?, lo kan belum cerita ke gue " (kata Humaira)
" hehehe, sorry ya " (kata Bumi sambil garuk-garuk kepala)
" apaan sih minta maaf tapi sambil cengengesan lo, gak serius banget sih minta maafnya " (kata Humaira), " jadi kenapa lo tiba-tiba menghindar? " (kata Humaira)
" emmm, ya kan gue tau lo pasti pengen kita kuliah bareng kan, jadi biar lo biasa jadi gue pikir gue harus jauhin lo " (kata Bumi berbohong)
Ia tak mungkin mengatakan kenyataan yang sebenarnya jika sebenarnya ia menghindar dari Humaira & pergi berkuliah keluar negeri seperti ini hanya karena demi melupakan perasaannya kepada Humaira.
" Dasar lo kaya anak kecil, lagian lo pede banget sih ngomong kalo gue pingin kuliah bareng orang narsis kaya lo, yang ada hari-hari gue pasti bakal ga tenang gara-gara cewek-cewek lo " (kata Humaira)
" hahaha, wajar lah orang ganteng " (kata Bumi)
" hahaha, sok ganteng lo " (kata Humaira)
Bumi berpikir jika seandainya saja dialah pria yang saat ini mendampingi Humaira pasti dirinya sangat bahagia, tetapi semua itu hanyalah hayalannya semata, semua tak akan menjadi kenyataan karena Humaira saat ini telah bersama dengan Desta.
__ADS_1