Polwan Cantik

Polwan Cantik
#131


__ADS_3

Setelah menempuh jarak yang tidak terlalu jauh sekitar tiga puluh menit mereka bertiga telah sampai dipekarangan rumah, Safitri keluar bersama Ega sedang Risya masih membetulkan posisi mobilnya yang sedang diparkirnya, Safitri masih menangis dari sepanjang perjalanan, ibu yang melihat dirinya menangis menjadi sangat cemas.


" assalamualaikum bu " (kata Risya & Ega)


" wa'allaikumsalam " (kata ibu), " loh,...loh...kamu kenapa nduk?, ada apa?, kenapa nangis? " (kata ibu)


Merasa hatinya sangat sakit bercampur dengan perasaan kesal & kecewa ia lalu memeluk ibunya & menangis dipelukannya.


" ini ada apa nak Risya,...nak Ega...kenapa? " (kata ibu)


" anu bu, biar Safitri aja yang cerita ya " (kata Ega)


" nduk kamu kenapa?, istigfhar nduk,...istigfhar,...mbo kalo ada apa-apa ngomong sama ibu nduk " (kata ibu)


Ia mulai menenangkan dirinya sambil beristigfhar didalam hatinya, ia segera menceritakan kepada ibunya perihal kejadian malam ini ketika Bripka Abimana cemburubuta pada Bara & menghajar Bara hingga babak belur.


" astaghfirullah,...nduk kamu juga harus tenang dulu ya, jangan keburu ambil keputusan, mungkin aja nak Abi punya alasan kenapa dia bisa cemburu " (kata ibu)


" bu tapi menurut Fitri apapun alasannya dia gak harus ngelakuin itu ke adenya sendiri " (kata Safitri)


" tapi bentar Fit lo gak dipukulkan sama bang Abimana? " (kata Risya)


" enggak gue cuman ditarik aja biar jauhin Bara " (kata Safitri)


" entah apa yang merasuki bang Abimana? " (kata Ega)

__ADS_1


" Ega,...gue lagi sedih loh malah ngelawak, itu judul lagu " (kata Safitri)


" heheh,...sory-sory " (kata Ega)


" ayo kamu masuk aja nduk istirahat aja, tenangin diri, sholat tahajut " (kata ibu)


Karena hari sudah cukup malam kedua sahabatnya pun berpamitan untuk pulang, ia lalu masuk kedalam kamarnya, setelah menyegarkan dirinya mandi & berganti baju ia merebahkan dirinya dikamar & tak lama ibunya memasuki kamarnya & ikut berbaring disebelahnya. Ibu memberinya nasehat ia harus mendengarkan apa alasan tunangannya itu kenapa bisa cemburu kepada adiknya jika ia tidak memberi kesempatan itu membuat dirinya sama salahnya seperti kekasihnya menghakimi tanpa pembelaan sedikitpun.


" cemburunya memang berlebihan, tapi dia sayang bany sama kamu nduk, dia juga keliatan sayang sama ibu, dia baik, gak neko-neko, kamu harus kasih kesempatan nak Abi ya, apalagi kalian bakal nikah tiga bulan lagi, masa iya kamu mau batalkan pernikahanmu " (kata ibu)


" Safitri kesel bu, kenapa gak sedikitpun bang Abi kasih Fitri kesempatan buat jelasin " (kata Safitri)


" ya namanya juga terbakar api cemburu nduk, lagian juga gak sepenuhnya nak Abi salahkan nduk, kamu kan tau calon suamimu itu cemburuan kamu malah gak ngasi kabar sama sekali seharian " (kata ibu)


" iya sih bu, emang safitri juga salah " (kata Safitri)


Bagaimanapun kata-kata ibunya ini benar juga, jika saja ia tidak mengabaikan tunangannya mungkin saja tunangannya tidak akan salah faham, tetapi hatinya bergejolak ada rasa ego dihatinya yang membuat dirinya tak bisa memaafkan kesalahan Bripka Abimana kali ini, Bara yang jelas-jelas datang jauh-jauh untuk menghabiskan waktu liburnya bersama Widia harus babak belur karena rasa cemburu abangnya yang tak beralasan, apakah selama ini ia tak mengetahui jika adiknya itu berada disini karena Widia bukan karenanya.


" bu sebaiknya pernikahan Safitri diundur aja ya " (kata Safitri)


" kamu yakin nduk " (kata ibu)


Ia hanya bisa mengangguk menandakan iya tak mau banyak berkomentar ia sepertinya harus memantapkan hatinya apakah ia siap menikah dengan tunangannya atau kah tidak.


#*Bripka Abimana Prasetiya

__ADS_1


Saat ini dirinya telah membawa bara pulang kerumah bersama Bripda aidan & Bripda ran Ali Dito, sedangkan widia telah pulang dijemput oleh kakaknya.


" bang gue minta maaf, gue salah gak cerita ke lo, gue datang kesini buat Widia, semua jadi kacau gara-gara gue " (kata Bara)


" gak de, salah gue yang terlalu cemburu sampe gak bisa ngontrol diri " (kata Abimana)


" jadi lo bener-bener kesini buat Widia bukan Safitri?, jadi selama ini cwe yang lo bilang selalu dukung lo yang bikin lo balik kecita-cita lo itu Widia? " (kata Bripda Aidan)


" emmmm,...iya bang " (kata Bara mengangguk)


" lo tenang bang Safitri pasti bakal maafin lo, semua bakal baik-baik aja " (kata Bripda Randito)


" makasih Ran, lo pulang aja Ran kasian bini lo lagi hamil, pasti dia sudah sampe rumah " (kata Abimana)


" ok bang kalo gitu gue pamit dulu " (kata Bripda Randito)


Dilema yang dirasakan membuat dadanya sakit, pikirannya kacau, inilah dimana ia benar-benar tak bisa mengendalikan dirinya karena cemburunya, bagaimana nasip pernikahannya yang telah ia siapkan, ia hanya mengacak-ngacak rambutnya & mondar mandir sedari tadi.


" bang lo tenang aja, gue bakal bantu lo ngomong ke Safitri besok, gue bakal bilang apa alasan lo cemburu kegue, selama ini gue memang gak pernah cerita kedia kalo gue dulu pernah suka ke dia " (kata Bara)


" makasih de, gue juga minta maaf ke lo sekali lagi, seharusnya gue gak ngelakuin ini ke lo " (kata Abimana penuh penyesalan)


" semoga besok lo dapat kabar baik dari Safitri bang, dia sayang sama lo pasti dia bakal maafin lo " (kata Bripda Aidan)


Ia mengutuk dirinya sendiri ini lah sifat kekanak-kanakan yang membuat dirinya harus bergulat dengan perasaannya, bagaimana ia harus meminta maaf kepada Safitri, apakah kali ini ia masih pantas mendapatkan maaf.

__ADS_1


"sayang tolong, maafin abang, jangan pernah tinggalin abang " (kata Abimana dalam hati)


__ADS_2