Polwan Cantik

Polwan Cantik
#57


__ADS_3

Barang-barang bawaan telah siap didalam mobil, mas Min beserta anak istrinya & mas Har beserta istrinya berpamitan, saat ini waktu telah menunjukan pukul 05.00sore, safitri merasa tidak rela jika harus berpisah saat ini mengingat hanya bisa bersama beberapa hari saja tetapi mau tidak mau dia harus rela mengingat kakak-kakaknya kini mempunyai hidup sendiri. Mobil yang dikendarai mas har pun telah keluar dari pekarangan rumah & melaju dengan kecepan sedang, Safitri merasa agak sepi setelah mobil dihadapannya tidak terlihat lagi, dia berfikir apakah ibu & ayahnya juga akan merasakan kesepian yang sama seperti ia rasakan saat ini selama ia pergi untuk pendidikan di SPN. Mereka saat ini telah duduk diteras rumah.


" hhmmmm, sepi deh " (kata Safitri)


" alah, biasa kita memang cuman bertiga nduk " (kata ayah)


" malah kita dua bulan ini biasa cuman berdua ya yah, untung ada nak Abi " (kata ibu)


" bang Abi kalau Safitri berangkat bang Abi sering-sering ya nengok ayah ibu, apalagi Safitri disana bakal lama bang " (kata Safitri)


" iya sayang, adek gak usah khawatir, belajar aja yang bener disana, bang Abi pasti bakal sering-sering kok kesini " (kata Abimana)


" iya nduk kamu tuh gak usah khawatir, ayah sama ibu sudah biasa kok " (kata ayah)


" nanti kalau Safitri berangkat ajak aja bang Abi nginep yah bu, gak papa kok tidur dikamar Safitri, yang penting ayah sama ibu gak kesepian " (kata Safitri)


" nak Abi kan juga perlu kerja Nduk, ribet kalau nginep bolak balik kekantor ganti seragam " (kata ibu)


" ya udah bang Abi tinggal aja ya disini, pokonya selama Safitri pergi bang Abi tinggal disini " (kata Safitri)


" bang Abi kan punya rumah sendiri sayang, kalau tinggal disini bang Abi nanti malah ngerepotin bapak ibu, adek tenang aja bang Abi janji bakal rajin datangin bapak ibu kok " (kata Abimana)


" janji ya bang " (kata Safitri)


" iya sayang, janji " (kata Abimana)


" hhmmmm, tuh udah keliatan manjanya sama calon suami " (kata ayah)


" iya ya yah, harap dimaklumi ya nak Abi " (kata ibu tersenyum)


" iya bu, Abi gak masalah kok, Abi malah seneng " (kata Abimana tersenyum)


" ibu sama ayah nih, Safitri kan gak mau ibu sama ayah kesepian " (kata Safitri)


Mereka masih berbincang-bincang, safitri mengingat ponselnya yang sudah dua hari ini tidak ia hiraukan.


" bang Safitri masuk dulu ya ambil hp, kayanya banyak wa masuk " (kata Safitri)


" iya dek " (kata Abimana)


" Nduk jangan lama-lama ya main hpnya, temani nak Abi soalnya ayah sama ibu mau urut pegel-pegel ni badan " (kata ayah)


" iya yah " (Safitri masuk kekamar)


#*Bripka Abimana Prasetiya


Ia sangat senang melihat kekasihnya adalah orang yang sangat penyayang, sedari tadi ia terus memikirkan momen-momen yang ia lewatkan bersama kekasihnya, kekasihnya itu sangat menyayangi keluarganya, ia juga menyayangi keluarga Bripka Abimana itu semua sudah terlihat jelas, ia sangat beruntung pikirnya ia tidak salah memilih, selain cantik Safitri sangat penyayang penurut & baik. Saat akan melakukan apapun kekasihnya pasti akan meminta ijin terlebih dahulu. Ditinggal kekasihnya kedalam, Bripka Abimana saat ini masih duduk bersama ayah & ibu kekasihnya.


" bapak sama ibu sakit? " (kata Abimana)


" gak nak, tapi ini pegel aja kemaren kan mondar mandir naik motor kerumah saudara ngundang acara tunangan kalian kemaren " (kata ayah)


" oh Abi kira bapak sama ibu sakit " (kata Abimana)


" bapak sama ibu memang sering urut kalau sudah ngerasain pegel nak Abi maklum aja namanya orang tua " (kata ibu)

__ADS_1


" nak Abi kalau Safitri lama nanti kalo bapak sama ibu jalan masuk aja ya, gak usah nunggu diluar " (kata ayah)


" iya pak, saya tunggu aja disini dulu "( kata Abimana)


#* Safitri


Ia meraih ponselnya yang ia letakan diatas meja, diceknya pesan WhatsApp masuk lumayan banyan dari group dua sahabatnya, Widia, Riku, Marwan, Odi, Uli, Yena, kak Alin, & ada pesan WhatsApp Sari nomer yang tidak dikenal. Dibalas nya satu persatu pesan WhatsApp yang ia kenal setelah itu ia membuka pesan WhatsApp dari nomer yang tidak dikenal.


**pesan whatsapp +62815*****


+6215***** : lo semalem ngapain aja sama bang Abi


+6215*****: lo sudah ngelakuin sama bang Abi


+6215*****: gue kira lo ga bakal semudah itu nyerahin itu, lo masih kecil


" siapa ya ini, kok tanya aneh-aneh gini sih? " (gumam Safitri dalam hati)


Safitri segera membalas karena ia tidak ingin orang lain siapapun itu mengira ia murahan & segampang itu.


**pesan whatsapp +621****


Safitri: halo, maaf ya ini siapa


safitri: lo gak ush sok tau, fiktor lo


Safitri: sah aja belum gue mau ngapa-ngapain


Safitri: gue juga inget dosa kali


Safitri: idih serah lo aja


Safitri: lo mau percaya atau gak itu urusan lo


Safitri: emang lo siapa, kenal aja gak


+6215****: yakin lo gak kenal gue


Safitri: gak....


+6215****: lo sendiri padahl yang ngasi nomer lo


+612****:p


Safitri sedikit berfikir kapan dia memberikan nomernya kepada orang tak dikenal, siapa fikirnya, beberapa pesan dikirim lagi oleh nomer tak dikenal tersebut safitri segera membacanya lagi.


**pesan whatsapp +6215***


+62815***: p


+62815***: lo yakin gak kenal gue


+62815***: gue Bara


Safitri terkejut ternyata nomer asing itu adalah nomer calon adik iparnya bagaimana mungkin ia bersikap ketus kepada calon adik iparnya sendiri, ia lupa jika ia telah memberikan nomer ponselnya, ia langsung menyimpam nomer bara denga nama calon adik ipar.

__ADS_1


**pesan whatsapp name calon adik ipar


Safitri: eh sori Bar, gue gak tau kalo lo


Bara: oke gak papa


Bara: eh tapi serius lo gak ngapa-ngapain sama bang Abi


Safitri: eh lo anak kecil fiktor banget siy


Safitri: ya gak mungkin lah gue ngapa-ngapain


Bara: lo juga masih kecil kali


Bara: makanya lo juga gak boleh ngelakuin itu


Bara: masih kecil udah bisa bikin anak


Safitri: siapa yang bikin anak si Bar


Safitri: gue harus selesaikam pendidikan gue juga kali


Safitri: kalau gue ngelaukuin sia-sia dong perjuangan gue


Bara: serius...


Safitri: dih lo kalau bukan calon adek ipar aja males gue ladenin


Bara: apaan sih bawa-bawa calon adek ipar


Bara: masih kecil sudah kebelet nikah lo


Safitri: masih lama lagi gue nikah


Bara: bener juga


Safitri: udah dulu ya adek ipar, gue mau keluar nemanin abang lo


Safitri keluar dari kamar & duduk disamping bripka abimana yang duduk sendiri, karena ayah & ibu pergi untuk berurut.


" sudah lama bang sendirinya? " (kata Safitri)


" gak sayang baru aja " (kata Abimana)


" Safitri kelamaaan ya main hpnya bang? "(kata Safitri lagi)


" gak kok sayang, memang balas wa dari siapa aja sayang? " (kata Abimana)


" dari Risya, Ega, temen-temen, kak Alin sama Bara " (kata Safitri)


" bara sayang? " (Abimana agak kaget)


"iya bang, Bara adek bang Abi, masuk yuk bang " (kata Safitri)


Safitri mengajak Abimana untuk masuk kekamarnya merebahkan diri karena hari sudah sangat sore.

__ADS_1


__ADS_2