Polwan Cantik

Polwan Cantik
#50 SEASON 2


__ADS_3

Beberapa hari kemudian....


#Bumi samudera


Hari ini adalah hari keberangkatannya menuju negara London, Bumi sudah sangat siap dengan segala persiapannya, pesawatnya akan terbang sekitar pukul 10.00 pagi, sekitar satu jam setengah lagi pesawatnya akan segera berangkat. Ibunya sedari tadi mengelus-ngelus rambutnya, Bumi yakin kedua orangtuanya sangat khawatir kepadanya jika saat berada di ibu kota negara Inggris tersebut ia takkan bisa beradaptasi dengan baik, padahal selama ini sedikit banyak Bumi sudah mempelajari berbagai macam tentang negara tersebut.


" sudah siap sayang? " (kata Risya)


" sudah ma " (kata Bumi)


" ayo berangkat sekarang " (kata Aidan)


Bumi menganggukan kepalanya sambil tersenyum, hari ini masa depannya kembali akan dimulai, ia akan menapakkan kakinya di negara asing, di negara yang benar-benar tak ada sedikitpun orang yang ia kenal, di negara di mana ia akan hidup mandiri sendri demi meraih mimpinya. Mobil yang dikendarai pak sopir melaju menjauh menuju arah bandara, angin bertiup semilir meniup rambutnya yang cepak, dipandangi setiap jalan demi jalan yang pernah ia lewati melalui kaca jendela yang telah terbuka setengahnya. Bumi tersenyum mengingat setiap kenangan tentang negara tempat ia dilahirkan ini, tanah air tercinta.


" wahai ibu Pertiwi, do'akan keberhasilanku di negeri orang " (kata Bumi dalam hati sambil tersenyum)


Bayangan negara London sudah ada di benaknya, London adalah salah satu kota di Benua Eropa yang memiliki suhu udara sejuk yang cenderung dingin, mulai dari 11 hingga 15 derajat Celcius, tetapi untuk saat ini cuaca di negara London adalah musim panas karena di London musim panas berlangsung pada bulan Juni sampai dengan bulan Agustus, ibu kota negara Inggris ini merupakan wilayah metropolitan terbesar di Britania Raya, Bumi sedikit banyak telah mempelajari kebudayaan orang-orang di negara tersebut.


" nanti kalau sudah sampe jangan lupa kabarin mama papa ya dek " (kata Risya)


" iya ma " (kata Bumi)


" Jaga kesehatan disana ya Bum, belajar yang bener-bener " (kata Aidan)


" kalo gitu Bumi berangkat dulu ya pa, ma, assalamu'alaikum " (kata Bumi setelah mengalami kedua orangtuanya)


Setelah beberapa saat lalu ia sampai di bandara Bumi langsung berpamitan kepada kedua orang tuanya, Bumi melambaikan tangannya sambil tersenyum kepada kedua orangtuanya. Saat ini sebenarnya Bumi sangat ingin bisa bertemu dengan Humaira untuk yang terakhir kalinya, berkali-kali Bumi menoleh berharap Humaira datang untuk mengantarkan kepergiannya, ini semua memang salahnya mana mungkin Humaira bisa hadir di sini untuk mengantarkannya jika Humaira tak tau ia akan pergi keluar negeri saat ini. Bumi menghembuskan nafas kasarnya & masuk ke pintu lobby.


" gue harap lo bakal bahagia sekarang, seenggaknya gue agak tenang ngeliat lo deket sama orang yang terbaik buat lo, meskipun waktu ngeliat lo bareng Desta hati gue sakit banget, gue pergi buat kita, gue pergi buat kakak-kakak kita, gue sayang sama lo, gue juga tau lo sayang sama gue walaupun sayang lo ke gue cuman sebatas sayang lo sebagai seorang sahabat, gue pergi supaya gue gak terlalu berharap sama lo & ngelupain perasaan gue ke lo, meskipun ngelupain itu gak gampang " (kata Bumi dalam hati)


" Satu yang gue sesali selama ini, gue terlambat ngungkapin perasaan gue ke lo, selama ini gue cuman gak mau lo mikir gue egois karena mentingin perasaan gue & mengabaikan persahabatan kita, tapi setelah gue tau mendem sendiri kaya gini justru malah buat hati gue sesakit ini, kalo aja waktu bisa diulang lagi " (kata Bumi masih dalam hati)


Bumi masih saja terdiam dalam lamunannya sambil terus berjalan, ia tenggelam dalam perasaannya sendiri dengan rasa cintanya yang tak terbalas, entah sampai kapan ia bisa melupakan kesakitan ini, kesakitan yang ia ciptakan karena kebodohannya sendiri.


Kini akhirnya Bumi telah berada di dalam pesawat & duduk di bangku penumpang, pesawat yang ia naiki akhirnya terbang juga, untuk pergi ke London ia akan transit terlebih dahulu di kota D & pindah ke penerbangan internasional, Bumi tersenyum sambil memejamkan matanya mencoba melupakan semuanya sejenak.


" London i am coming " (kata Bumi)


# Humaira Shakila Najma


Humaira Sekuat-kuatnya berlari dari arah parkiran menuju pintu lobby bandara, ia berharap ia tak terlambat untuk melihat kepergian Bumi, baru pagi tadi ia mendapatkan kabar keberangkatan Bumi menuju negara London dari salah satu teman baiknya, ia pergi ke bandara dengan di antarkan oleh Desta anak dari sahabat ibunya. Ia mencari kesegala arah untuk menemukan keberadaan Bumi, Humaira kelelahan karena tak kunjung menemukan Bumi, nafasnya mulai ngos-ngosan tak sanggup lagi untuk berlari.


" Bang Desta sudah kesana belum? " (kata Humaira)


" Sudah dek " (kata Desta)


" aduh, Bumi lo dimana sih? " (kata Humaira yang mulai putus asa)


Humaira hanya bisa pasrah dengan keadaan ini, ia menangis sejadi-jadinya karena tak sempat mengucapkan salam perpisahan kepada Bumi, seandainya ia tau lebih awal jika Bumi akan meninggalkan Indonesia.


" Sudah dek jangan nangis lagi " (kata Desta)


" Bumi jahat banget sih bang, kenapa dia tega gak ngasih tau gue kalo dia mau kuliah diluar negeri, bahkan dia gak ngucapin salam perpisahan ke gue " (kata Humaira menangis)


" Bumi gak ngomong sama Huma pasti karena Bumi gak pengen Huma sedih, jadi Huma jangan nangis lagi ya dek " (kata Desta)


" tapi kalo kaya gini justru malah bikin gue jadi sedih bang, seenggaknya ngomong ke kalo memang dia mau pergi, jangan kaya gini, tau-tau ngilang, sekarang malah pergi jauh " (kata Humaira masih menangis)


" dek dengerin bang Desta, Bumi pergi bukan untuk selamanya, dia pergi buat pendidikannya buat masa depannya, suatu saat dia juga bakal balik lagi ke tanah air kok, jadi Huma jangan sedih lagi ya, abang tau Huma sama Bumi sahabatan udah lama, terus kalian berdua selalu sama-sama & gak pernah pisah, tapi ini pilihan jalan hidup Bumi untuk masa depannya, jadi Huma sebagai orang terdekatnya Bumi harus dukung apapun itu yang sudah jadi keputusan Bumi " (kata Desta panjang lebar)


Humaira berpikir yang dikatakan Desta memang benar, suatu saat Bumi akan kembali lagi ketanah air, Bumi pergi demi cita-citanya & sebagai seorang sahabat ia harus mendukung apapun yang telah menjadi keputusan Bumi, Desta menghapus air mata Humaira yang telah jatuh membasahi pipinya.

__ADS_1


" kalo lo butuh sandaran atau pelukan bang Desta bersedia kok jadi sandaran Huma " (kata Desta)


Humaira lalu memeluk Desta karena memang saat ini ia memang sangat membutuhkan pelukan, didalam pelukan Desta Humaira kembali lagi menangis, ia bahkan tak sempat mengutarakan tentang perasaannya yang sesungguhnya kepada Bumi.


" sudah cup-cup, tenang ya, udah jangan nangis lagi, sekarang kita pulang yuk " (kata Desta)


Sekali lagi Desta kembali menghapuskan air matanya, mereka segera beranjak dari tempat duduknya & pergi menuju arah parkiran dimana mobil milik Desta berada.


# Muhammad Desta HamiZan


Desta menatap sedih karena melihat wanita yang ia suka saat ini sangat kehilangan sekali karena tak bisa bertemu dengan sahabatnya yang tengah pergi tanah air tercinta menuju negara London untuk terakhir kalinya, Desta berusaha meyakinkan Humaira agar gadis yang ia cintai saat ini tak berlarut-larut dalam kesedihannya.


Setelah mereka tak kunjung menemukan Bumi karena pesawat yang dinaiki Bumi sudah pasti telah terbang sebelum mereka sampai di bandara, Desta mengajak Humaira untuk pergi meninggalkan bandara. Ia menggandeng Humaira karena saat ini ia yakin Humaira sangat membutuhkan dirinya karena hanya ada dirinya yang berada disampingnya saat ini.


" kita pulang sekarang dek? " (kata Desta)


" keliling aja dulu boleh gak bang?, Huma belum mau pulang, tar kalo di rumah Huma tiba-tiba inget sama Bumi pasti Huma bakal nangis lagi " (kata Humaira)


" ok, tapi janji ya gak ada sedih-sedihan kalo bang Desta bawa jalan " (kata Desta)


" iya bang janji " (kata Humaira)


" senyum dulu " (kata Desta)


" iya " (kata Humaira tersenyum)


" nah gitu dong " (kata Desta)


Desta tersenyum melihat Humaira yang saat ini telah tersenyum meskipun wajah sendunya masih nampak diwajahnya, kesedihan gadis pujaannya ini benar-benar tak bisa ia sembunyikan meskipun telah ia tutupi dengan senyuman diwajahnya.


" mau kemana nih? " (kata Desta)


" mau ke mall tapi mata lo bengkak " (kata Desta tersenyum)


" astaga bengkak banget kah bang? " (kata Humaira)


" enggak kok dek, cuman bercanda aja, mau ke mall? " (kata Desta)


" enggak ah bang, Huma malu kalo matanya bengkak ke mall " (kata Humaira)


" jadi mau kemana?, laper gak? " (kata Desta)


" gak laper kok bang, ke taman aja kali ya bang, Huma cuma butuh nenangin diri sebentar aja " (kata Humaira)


" ok " (kata Desta)


Mobilnya ia kendarai menuju arah taman, seperti permintaan Humaira ia akan membawa Humaira menuju taman untuk sejenak menenangkan diri. Setelah sampai di taman Desta & Humaira segera turun dari mobil miliknya.


Di taman tersebut Desta & Humaira duduk bersebelahan di sebuah gazebo, sesekali Humaira melihat kearah kearahnya sambil tersenyum, Desta sangat berharap kesedihan yang dirasakan Humaira tidak berkelanjutan lagi.


# Humaira Shakila Najma


Pandangannya tertuju pada Desta seorang pria yang menemani dirinya dalam kegundahan saat sedang sedih karena ditinggal pergi oleh Bumi yang tak lain adalah sahabat baiknya sekaligus pria yang ia cintai, Desta dengan sangat tenang membuat dirinya mengerti jika kepergian Bumi hanyalah sementara bukan untuk selamanya & pada suatu saat nanti Bumi pasti akan kembali lagi ke negeri ini.


Sampai saat ini Desta masih setia menghibur dirinya, bahkan ia menuruti keinginan Humaira untuk menemaninya pergi ke taman agar dirinya bisa sedikit lebih tenang, Humaira berfikir mungkin saja yang ia lakukan hari ini sedikit lebay, ia menangis sejadi-jadinya seperti anak kecil karena menangisi kepergian Bumi, bahkan saat menangis ia memeluk Desta karena merasa ia butuh sebuah pelukan.


Mungkinkah saat ini Desta mengira dirinya hanya menjadikan Desta sebagai tempat pelarian, disaat ia menangisi Bumi ia dengan sengaja memeluk Desta, padahal ia juga tau sebenarnya Desta sedang menyukai dirinya.


Desta begitu tulus kepadanya, setiap perlakuannya terlihat benar-benar dalam dari lubuk hatinya, Desta sangat sungguh-sungguh mencintai dirinya, terlihat dari pancaran matanya yang sangat berbinar-binar saat bersama dengan Humaira.


Melihat kesungguhan yang dilakukan Desta Humaira tak tega jika terus-terusan harus dekat seperti ini dengan Desta, Humaira tak ingin Desta berpikir jika dirinya hanya memanfaatkan semua kebaikan yang Desta berikan kepadanya, saat ini Humaira hanya tertegun melihat Desta yang masih terus tersenyum kearahnya.

__ADS_1


" kenapa dek?, kok gitu amat sih ngeliatnya? " (kata Desta)


Humaira hanya menggelengkan kepalanya, sebagai seorang pria sifat yang dimiliki Desta cukup lembut, pria dihadapannya ini memiliki sifat seperti ayahnya meskipun dengan kostum wajah yang berbeda, selain tampan Desta juga terlihat sangat dewasa & berwibawa,.


" jangan ngeliatin abang kaya gitu terus, tar Lama-lama ke hipnotis sama abang loh " (kata Desta masih sambil tersenyum)


" ya Allah bang, ternyata lo narsis juga ya? " (kata Humaira tersenyum)


" nah gitu kek senyum, jangan nangis mulu, kaya gini kan lebih cantik " (kata Desta)


" udah bang tanpa lo bilang gue cantik, gue juga udah sadar diri kok kalo gue emang udah cantik dari sononya " (kata Humaira)


" emmm mm, percaya gue dek, itu lo emang gak boong kalo lo cantik dari sononya" (kata Desta)


Humaira kali ini sudah bisa mulai tersenyum berkat Desta, Desta mampu membuat kesedihan yang ia rasa seketika memudar.


" mau beli es gak?, tuh ada yang yang jual didepan sana " (kata Desta menunjuk)


" mau banget bang " (kata Humaira tersenyum)


" ok gue pergi dulu beli es, lo disini aja " (kata Desta)


" gue mau ikut kak " (kata Humaira)


" udah lo disini aja tunggu gue, biar gue yang beliin lo, lo mau rasa apa dek? " (kata Desta)


" coklat " (kata Humaira)


Desta segera pergi meninggalkan dirinya, pria ini sangat murah senyum bahkan ia tak pernah melihat Desta dengan tampang cemberut atau dalam situasi perasaan yang sedang tidak baik sehingga membuat moodnya tidak baik.


Setelah beberapa menit akhirnya Desta kembali dengan membawa dua es krim ditangan beserta satu kantong es krim di dalam kantongan yang ia bawa. Humaira tersenyum kearah Desta yang telah memberikan sebuah es krim yang telah dibukanya.


" makasih kak, itu kenapa beli esnya banyak banget kak? " (kata Humaira)


" gue bingung mau beli yang apa, jadi yang rasa coklat gue borong semua " (kata Desta)


" astaghfirullah bang, boros tau, lagian mana sanggup gue habisin es krim sebanyak itu " (kata Humaira)


" kalo gak sanggup abang bantu habisin dek, tenang aja " (kata Desta)


" harus abang bantu, soalnya kalo Huma aja yang ngabisin tar Huma tiba-tiba jadi gendut " (kata Humaira)


" kaya yang bisa aja gendut dek " (kata Desta)


" ih bang Desta kira Huma cacingan apa gak bisa gemuk " (kata Humaira)


" abang gak bilang gitu loh ya " (kata Desta lagi sambil tersenyum lagi)


Humaira lagi-lagi dibuat Desta tersenyum & perlahan perasaannya kini membaik, bersama dengan Desta ia bisa melupakan segala kesedihan dengan sekejap karena Desta cukup pandai untuk menghibur hati seseorang agar tak larut dalam kesedihan apapun itu.



Desta



Humaira



Bumi

__ADS_1


__ADS_2