Polwan Cantik

Polwan Cantik
#106


__ADS_3

#* Bripka Abimana Prasetiya


Pagi ini ia telah duduk dimeja makan untuk sarapan ia terus saja mengingat apa yang ia lihat semalam saat berada dirumah safitri, kekasihnya sedang bercanda bersama adiknya Bara, ia begitu cemburu meskipun ia tak mengatakannya kepada Safitri, ia cemburu bukan karena kekasihnya akrab dengan adiknya tetapi ia cemburu karena ia tau jika Bara juga menyukai Safitri, lamunannya pun seketika buyar saat mama tiba-tiba menepuk pundaknya.


" sayang ayo dimakan, nanti kamu telat loh, kamu gak jemput tunanganmu? " (kata mama)


" eh...iya ma, Abi memang mau jemput Safitri " (kata Abimana)


" ya sudah habiskan dulu " (kata mama)


" Alin sama Sofiyan mana ma? " (kata Abimana)


" dibelakang sayang sama papa juga Bara " (kata mama)


" ma Abi berangkat ya, lagi gak selera makan nih " (kata Abimana)


" masakan mama gak enak ya sayang? " (kata mama)


" enggak ma, masakan mama enak kok, cuman Abi lagi banyak kerjaan jadi gak fokus mau berangkat kekantor aja sekarang " (kata Abimana)


" oh gitu, hati-hati ya sayang " (kata mama)


" iya ma " (kata Abimana)


Ia segera mengemudikan mobilnya menuju rumah kekasihnya untuk menjemputnya, awalnya kekasihnya tidak mau dijemput tetapi karena dirinya yang terus menerus memaksa akhirnya Safitri menurut begitu saja.


#* Safitri


Ia telah bersiap untuk berangkat kekantor, hari ini adalah hari pertamanya bertugas, dihari pertamanya ia tidak mau mengecewakan atasannya apalagi mengingat setatusnya sebagai tunangan dari Bripka Abimana. Dirinya sedari tadi duduk diteras sudah dengan pakaian rapi, kali ini ia benar-benar mengenakan seragam kebesaran kebanggaan polwan bukan seperti seragam kedodoran saat berada di asrama SPN, dilihat dari kejauhan mobil kekasihnya yang telah tiba, ia lalu memanggil ibunya.


" bu Safitri berangkat ya, bang Abi sudah datang nih " (kata Safitri)


" iya Nduk " (kata ibu dari dalam)


" sayang, sudah siap?, bang Abi lama ya? " (kata Abimana)

__ADS_1


" gak kok sayang " (kata Safitri)


Ia lalu berpamitan kepada ibunya & kepada kakak-kakaknya, ia meminta doa agar dihari pertamanya ia tidak melakukan kesalahan, setelah itu ia masuk kedalam mobil bersama bripka abimana & pergi meninggalkan pekarangan rumah menuju kantor, mereka berdua berbincang-bincan seperti biasa.


" bang ini kacamata Bara, nitip ya " (kata Safitri)


" taro laci aja sayang " (kata Abimana)


" bang aku grogi nih, tangan aku aja dingin " (kata Safitri)


" mana coba liat sini tangannya, beneran dingin gak " (kata Abimana memegan tangan Safitri dengan tangan kirinya & tangan kanannya masih memegang kemudi)


" dingin kan bang? " (kata Safitri)


" santai aja de, nanti pingsan loh, kalo sampe pingsan abang bawa keruang abang baru abang kunci biar bisa berdua aja didalam " (kata Abimana)


" nah...nah...otaknya mulai lagi nih....ini pagi lo ya bang " (kata Safitri tersenyum)


" hahahahah " (kata Abimana)


" terus kalo mau pacaran dimana sayang, bang Abi rela gak masuk ini asal bisa berduaan " (kata Abimana)


" apa sih, hari pertama malah mau diajak bolos, ini komandan apaan coba ah, awas kalo macem-macem " (kata Safitri)


" ih ade nih lama gak ketemu calon suami malah diancam gitu, lemes ni jadinya abang gak dapat belaian kasih sayang " (kata Abimana)


" males ah pagi-pagi omongannya ngelantur, males ah deket-deket " (kata Safitri tersenyum malu)


" kalo ade gak mau deket-deket abang biar abang yang deket-deket ade " (kata Abimana)


" sama aja mah itu bang " (kata Safitri)


Safitri bahagia mempunyai kekasih seperti Bripka Abimana semoga ia & tunangannya ini dapat bertahan sampai menuju pernikahan.


#* Bripda Randito Dwi Mahendra

__ADS_1


Ia & kakek tengah bersiap untuk pergi kerumah teman kakek untuk bertemu dengan calon istri pilihan kakek untuknya, kini ia sudah berada dimobil bersama kakek. Setelah satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga dipekarangan rumah disana sudah ada laki-laki berambut putih seumuran kakek berdiri tersenyum menyambut kedatangan mereka.


" Cokro sahabat ku, bagaimana kabar mu? " (kata kakek sambil memeluk)


" aku baik Dirga, ayo silahkan masuk " (kata teman kakek)


Bripda Randito bersama kakeknya masuk mengikuti teman kakek lalu duduk disofa ruang tamu.


" ini ya cucumu yang kamu bilang polisi itu Dirga? " (kata sahabat kakek)


" iya Cokro, dia yang bakal kita nikahkan sama cucumu, mana cucumu? " (kata kakek)


" sebentar biar ku panggilkan dia" (kata sahabat kakek), " ndok keluar ndok tamumu sudah datang " (kata sahabat kakek lagi)


Bripda Randito melihat sosok gadis yang baru saja keluar dari dalam menuju ruang tamu ia sangat mengenali gadis ini, betapa terkejutnya dia ternyata calon istri pilihan kakek adalah Ega sahabat Safitri.


" lo Ega kan? " (kata Bripda Randito)


" kak Dito, aiiiis....****** gue " (kata Ega menepuk jidatnya)


" kalian sudah saling kenal? " (kata kakek)


" dia adik kelas Dito dulu kek waktu sekolah disini " (kata Bripda Randito)


" hahahhahahah, ternyata kalau jodoh gak akan kemana " (kata sahabat kakek)


" ok, bagus kalau kalian sudah saling kenal, jadi kita gak perlu repot-repot buat mengenalkan satu sama lain, kalau gitu kita tetapkan sekarang aja tanggal & bulan penikahannya " (kata kakek)


" iya bener, gimana anak-anak? " (kata sahabat kakek)


" Dito terserah kakek aja " (kata Bripda Randito pasrah)


" kamu nduk gimana? " (kata sahabat kakek)


" Ega ikut aja kek " (kata Ega)

__ADS_1


Ini persoalan yang semakin rumit jika ia harus menikahi sahabat mantannya dengan tanpa cinta, ia sungguh tidak ingin menyakiti hati wanita seperti dulu saat ia meninggalkan Safitri.


__ADS_2