Polwan Cantik

Polwan Cantik
#81


__ADS_3

#*Bripda Randito Dwi Mahendra


Ia hari ini tidak berada di SPN karena perasaannya sedang tidak baik setelah kejadian kemarin dengan Bripda Alin diasrama SPN, dia hanya bermalas-malasan dirumah duduk diruang makan sambil mengaduk-ngaduk makanan yang ada di piringnya yang tidak sama sekali berkurang, ia tidak selera untuk memakan-makananya, baru kali ini ia merasa dipermainkan oleh seseorang, ia memang terbiasa digilai wanita tapi wanita yang menggilainya selalu mengejarnya kadang membuatnya risih tetapi Bripda Alin malah secara terang-terangan tidak mengejarnya. Dia kembali teringat kepada Safitri seorang gadis yang pertama kali ia cintai seumur hidupnya, bahkan karena rasa cintanya belum tuntas ia selalu berharap ia bisa kembali menjalin hubungan dengan gadis itu lagi, hanya setengah tahun ia menjalin hubungan dengan Safitri menjatuhkan hati saat pandangan pertama saat gadis itu menginjakan kakinya dipintu masuk gerbang sekolah, meski banyak yang mengejarnya tetapi hanya Bripda Randito yang mampu menahlukan Safitri, tujuan awal ia menerima tawaran untuk menjadi instruktur di SPN juga karena ia ingin mendapatkan cinta Safitri kembali tetapi tak disangka sangat banyak rintangan untuk mendapatkan cinta pertamanya itu kembali bahkan ia harus salah sangka & berfikir bersaing dengan wanita yang ia kira juga menginginkan Safitri ternyata sebenarnya menyukainya.


" ah apa-apaan kalau memang suka sama gue kenapa gak berusaha dapatin gue, malah bersikap cuek, setiap orang harusnya berusaha untuk mendapatkan cintanya, gue bener-bener bingung sama pemikirannya cwe satu ini " (kata Bripda Randito)


" nih gue aja mau dapatin Safitri gue berjuang buat dapetin dia, gue deketin dia, gue berusaha dapetin cinta gue, itu baru namanya suka,aaaahhhhhhh gila gue " (kata Bripda Randito)


" tuh cewek lahir dari batu apa ya, baru kali inj lo gue ditaksir sama cewek tapi berasa dipermainin, kok rasanya martabat gue sebagai cowok seketika jadi hilang, apa karisma gue mulai luntur " (kata Bripda Randito sambil mengacak-ngacak rambutnya)


" Dito kamu kenapa sih sayang mama liat dari tadi ko kayanya ngedumel sendiri, itu lagi makanan dipiring cuman diaduk-aduk aja gak dimakan, masakan mama gak enak ya sayang? " (kata mama yang berdiri didepan mini pantry)

__ADS_1


" ma, Dito kan sudah cerita sama mama Dito ketemu cinta pertama Dito lagi " (kata Bripda Randito)


" mm, diasramakan sayang, kenapa sayang? " (kata mama)


" iya, tapi selama Dito disana ada instruktur cewek setiap Dito deketin Safitri dia sengaja ngalangin-ngalangin Dito ma, Dito pikir dia juga suka sama Safitri, satu minggu terus dia bilang kalau dia itu suka sama Dito " (kata Bripda Randito)


" kenapa kamu bisa mikir cewek suka sama cewek sayang?, kenapa kamu gak bisa bedakan kalau dia suka sama kamu atau suka sama Safitri, terus gimana? " (kata mama)


" dia kan instruktur sayang, dia cuman menjalankan tugasnya jadi wajar kalau dia perhatian sama calon bintara kan " (kata mama)


" ia juga sih ma, tapi ma yang bikin Dito kesel lagi, setelah dia bilang suka sama Dito minggu lalu sekarang dia malah nyuekin Dito, Dito berasa gak ada harga dirinya tau ma " (kata Randito)

__ADS_1


" kamu mulai suka sama dia sayang, siapa namanya, pasti cantik " (kata mama)


" issss, Dito gak suka sama dia ma, gara-gara ini Dito jadi tambah sebel sama dia, namanya Alin, mukanya sih lumayan ma tapi masih kalah kalau dibandingkan Safitri " (kata Bripda Randito)


" sayang, hati-hati yang sama perasaanmu cinta sama benci beda tipis, kamu harus benar-benar ngerti hatimu " (kata mama)


" ma tapi dihati Dito benar-benar masih cinta Safitri, gak ada nama orang lain selain dia " (kata Bripda Randito)


" mungkin sekarang sayang, tapi mama sama kamu gak akan tau nantinya bagaimana, yang jelas kamu harus sadar kalau seandainya hati kamu sudah berpaling " (kata mama)


" ya kita liat aja nanti " (kata Bripda Randito)

__ADS_1


Bripda Randito selalu berbagi masalah dengan mamanya meskipun dia anak laki-laki ia tak pernah sungkan untuk curhat masalah cintanya baginya mamanya adalah teman yang cocok untuk berbagi keluh kesahnya, menuangkan isi hatinya seperti ini kepada mamanya membuatnya sedikit lega,ia memang sangat dekat dengan mamanya karena ia adalah anak satu-satunya tapi bukan berarti ia adalah anak manja bahkan ia adalah anak yang sangat mandiri.


__ADS_2