Polwan Cantik

Polwan Cantik
#99 SEASON 2


__ADS_3

Zayn mengantar istrinya untuk pergi ke tempat Rindu hari ini melaksanakan kegiatan KKN nya sebelum ia berangkat ke bandara untuk jadwal penerbangannya kembali, Zayn tersenyum melihat kearah istrinya sambil mengelus rambutnya dengan satu tangannya & tangan yang lainnya masih fokus di kemudinya.


Malam ini ia tak akan pulang ke apartemen mereka lagi karena malam ini ia harus stay kembali di kota xxx tempat dimana orangtuanya berada & tempat dimana ia dilahirkan. Sebenarnya ia ingin sekali pulang ke apartemennya agar bisa menemani istrinya malam ini tetapi mau tidak mau ia harus berada di rutenya kembali mengingat ia bisa pulang malam ini berkat kemurahan hati kapten Joni.


" sayang tar malem aku gak bisa pulang kamu beneran gak papa sendiri? " (kata Zayn)


" gak papa kak, aku kan biasanya juga kalo ngekos biasa sendiri " (kata Rindu tersenyum)


" kamu baik-baik ya di rumah, kalo ada apa-apa cepet hubungin aku " (kata Zayn)


Istrinya hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum, Zayn memegang tangan Rindu & mencium punggung tangan istrinya sambil tersenyum.


" kalo emang kamu kesepian di apartemen ajak aja temen kamu yang bisa nemenin kamu asal cewek ya bukan cowok " (kata Zayn)


" gak deh kak, sendiri aja gak papa ko, lagian aku harus biasain lah, lagian kakak kan emang kerjaannya harus ninggalin aku & gak bisa sama-sam aku terus " (kata Rindu)


" sabar ya sayang " (kata Zayn)


" ya mau diapain lagi kak, kan aku udah milih kakak jadi suami aku, jadi mau gak mau aku harus terima konsekuensinya ditinggalin kamu mulu " (kata Rindu)


" maaf ya sayang " (kata Zayn)


" kenapa kakak minta maaf, kakak kan gak salah, kak Zayn kan ninggalin aku buat cari nafkah bukan buat kelayapan, jadi kakak gak perlu minta maaf " (kata Rindu)


Zayn hanya tersenyum sambil mengelus rambut istrinya lembut, ia bersyukur istrinya bisa mengerti dengan profesi yang ia geluti saat ini yang memang menuntutnya harus stay dikota-kota tertentu setelah penerbangannya & tak bisa setiap hari pulang.


" besok kakak pulang kan? " (kata Rindu)


" iya sayang, mulai besok malam aku stay di kota D, jadi kamu gak sendirian mulai besok " (kata Zayn)


" berapa malam kak? " (kata Rindu)


" tiga malam sayang, habis itu stay di kota C " (kata Zayn)


Setelah berkendara beberapa puluh menit akhirnya mobil yang ia kendarai sampai juga di base camp tempat teman-teman Rindu melakukan KKN, Zayn langsung turun untuk membukakan pintu istrinya, setelah istrinya keluar Zayn lalu menutup kembali pintu mobil tersebut.


Istrinya mencium punggung tangannya, ia lalu memeluk istrinya & mencium kening istrinya, ia memeluk tubuh istrinya erat seolah tak ingin berpisah hari ini mengingat malam nanti ia tak akan bisa pulang ke kota D untuk bersama istrinya.


" kakak besok beneran balik kan? " (kata Rindu)


" iya besok aku balik kok, tapi malem " (kata Zayn)


" gak papa yang penting kakak beneran pulang " (kata Rindu)


" iya sayang, aku pasti pulang " (kata Zayn)


Zayn mulai melepaskan pelukannya, ia tersenyum sambil terus menggenggam tangan istrinya & sesekali ia mencium punggung tangan Rindu.


" kamu jaga diri ya sayang " (kata Zayn)


Istrinya hanya mengangguk & tersenyum, Zayn mengelus puncak kepala istrinya lembut & sekali lagi mencium kening istrinya.


" ya udah aku berangkat ya, gini terus tar aku gak berangkat-berangkat, ujung-ujungnya telat deh " (kata Zayn sambil tersenyum)


" hati-hati ya kak, cepet balik " (kata Rindu)


" iya sayang, jangan nakal-nakal ya, baek-baek, jangan genit-genit " (kata Zayn)


" iya, sana gih " (kata Rindu)


" iya sayang, i love u " (kata Zayn sekali lagi mencium kening istrinya)


" i love u to " (kata Rindu)


" assalamuallaikum " (kata Zayn mengucapkan salam)


" waallaikumsalam " (jawab Rindu), " daaaaaa " (kata Rindu tersenyum)


Zayn lalu masuk kedalam mobilnya, ia tersenyum melihat kearah Rindu yang melambaikan tangannya kearahnya yang sudah berada didalam mobilnya. Tanpa menunggu lama Zayn langsung melajukan mobilnya menjauh menuju jalan raya meninggalkan istrinya. Ia harus segera sampai di bandara tepat pukul 08.00 karena dua jam lagi ia harus bersiap terbang ke kota C, seperti biasa ia harus mempersiapkan segala sesuatunya sebelum ia menerbangkan pesawatnya ke kota C.


# Humaira Shakila Najma


Sudah sekitar setengah jam ia berada di kampus bersama dengan Kevin karena ia memang berada satu jurusan dengan Kevin, saat ini Kevin tak lagi mengejar-ngejar dirinya karena Kevin telah resmi berpacaran dengan Desi teman baik mereka di detik-detik terakhir sebelum kelulusan.


Humaira ikut senang mengetahui Kevin akhirnya memutuskan untuk berpacaran dengan Desi karena menurut Humaira mereka berdua memang sangat serasi meskipun Desi tak berada di jurusan yang sama dengannya & Kevin.

__ADS_1


Sudah sekitar satu minggu Kevin & Desi resmi berpacaran & selama ini Kevin juga sudah banyak berubah tak seperti saat masa SMA dulu yang suka bergonta-ganti pacar hanya demi mencari perhatian Humaira.


" Ma lo mau ikut gak?, tar gue ama Desi mau ke mall " (kata Kevin)


" enggak ah, ya kali gue mau jadi obat nyamuk, kalian jalan aja berdua, gue gak mau ganggu kalian berdua " (kata Humaira)


" yang maksudnya bukan lo aja tapi ajak juga lah bang Desta " (kata Kevin)


" gak deh Kev, bang Desta pulang kerja juga pasti capek, gak mau gue ajak-ajak dia jalan " (kata Humaira)


" ok " (kata Kevin)


Humaira & Kevin saat ini sudah berada dikelas bersama dengan beberapa mahasiswa serta mahasiswi lainnya, jam mata kuliah belum berlangsung karena sampai saat ini belum ada dosen yang masuk ke kelas mereka.


" eh Ma lo liat deh, itu kenapa Presiden BEM didepan pintu, celingukan kaya nyari sesuatu, jangan-jangan nyari lo " (kata Kevin pelan)


Humaira lantas menoleh kearah pintu masuk, Narendra telah berdiri di depan pintu seperti mencari seseorang, saat melihat dirinya Narendra tersenyum & berjalan mendekat kearahnya.


" lah jalan kesini dia Ma, kayaknya nyari lo beneran dia " (kata Kevin)


" aih mati gue, kenapa gie tadi nengok jangan-jangan nyariin gue nih orang " (kata Humaira dalam hati sambil membalikan tubuhnya)


Selama beberapa minggu Humaira selalu menghindari Narendra karena tak ingin terus-terusan ditanyai perihal tawarannya yang meminta dirinya untuk menjadi modelnya, Humaira masih belum bisa menjawab pertanyaan tersebut karena belum meminta ijin kepada kedua orangtuanya serta kakaknya.


" hai, kemana aja nih?, nemuin lo tuh susah banget ya ternyata " (kata Narendra yang telah duduk di bangku yang berada tepat di depan meja Humaira)


" gak kemana-mana kali bang, gue ada aja kok di kampus, masa sih nyari gue susah banget?, padahal gue ada aja loh " (kata Humaira tersenyum)


" seriusan gue loh, ini beruntung banget gue bisa nemuin lo " (kata Narendra)


" hehehe, emang ada apa nih bang nyari gue? " (kata Humaira)


" mau nanya lagi tentang tawaran gue, gimana udah lo pikirin? " (kata Narendra)


Humaira reflek menggaruk-garuk kepalanya & tersenyum nyengir ala kuda yang memperlihatkan sederatan gigi putihnya.


" gimana mau gak lo jadi model gue? " (kata Narendra memastikan)


" masih gue pikirin sih bang, tapi gue belum punya keputusan " (kata Humaira)


Humaira hanya terdiam melihat kearah Narendra lalu melihat kearah Kevin yang saat ini masih duduk di sebelahnya.


" please mau ya, anggap aja lo nolong gue kali ini, soalnya gak ada model yang cocok buat projek ini selain lo " (kata Narendra)


Melihat Narendra memohon Humaira menjadi luluh, sudah cukup lama memang Humaira menggantungkan pertanyaan Narendra tentang tawarannya untuk menjadikan Humaira sebagai modelnya.


" ok deh gue bantu lo " (kata Humaira)


" nah gitu dong, jadi besok bisa gak kita mulai pemotretannya? " (kata Narendra)


" ok, lokasinya dimana? " (kata Humaira)


" tar gue kabarin lagi, ok kalo gitu gue keluar ya, see u " (kata Narendra berpamitan sambil berpamitan)


Humaira hanya tersenyum melihat kearah kepergian Narendra, setelah Narendra pergi Humaira melihat kearah Kevin, terdiam & tak mengucapkan sepatah katapun karena bingung harus bagaimana.


" gak usah bingung, lagian lo udah okein kan " (kata Kevin)


" ya gimana lagi, gue gak enak dia mohon-mohon gitu " (kata Humaira)


" lo gak enak lo iyain sekarang lo sendirikan yang bingung? " (kata Kevin)


" ya jadi gue harus gimana dong Kev?, mana gue belum tanya bokap nyokap lagi, apa lagi sama kak Zayn, ah elah " (kata Humaira bingung)


" ya udah sih jalanin aja, lagian lo kan udah terlanjur janji, kalo gue rasa selama fotonya pake baju sopan gue rasa orang tua lo sama abang lo gak bakal masalah kan " (kata Kevin)


Humaira mengangguk, yang dikatakan Kevin sebenarnya ada benarnya juga pikirnya, selama ia memakai pakaian sopan pasti orangtuanya akan mendukungnya.


" iya juga sih " (kata Humaira)


" gitu aja lo bingung " (kata Kevin tersenyum)


Humaira juga ikut tersenyum, sebenarnya Humaira memang ingin menerima tawaran dari Narendra untuk menjadi seorang model tetapi ia takut jika kedua orangtuanya serta kakaknya tak mengijinkan dirinya.


#Rindu Mentari

__ADS_1


Karena baru hari pertama ia mendapatkan menstruasi keadaannya tak cukup baik saat ini, setelah kepergian Zayn tiba-tiba ia merasakan nyeri yang teramat diperutnya, Rindu hanya duduk meringkuk dengan kepala yang ia letakan di atas meja & tangannya memegang perutnya. Hanya seorang wanita yang mengerti bagaimana rasanya saat mengalami datang bulan dihari pertama seperti ini.


" kamu sakit Rin? " (kata Aira)


" nyeri perut Ra " (kata Rindu)


" lagi dapet kamu? " (kata Aira)


" iya Ra, aku gak punya obat, bisa gak kamu beliin aku obat? " (kata Rindu)


" tapi kamu udah sarapan kan? " (kata Aira)


" udah Ra, pagi tadi udah sarapan " (kata Rindu)


" kamu masih kuat kan?, sabar ya tunggu dulu ya " (kata Aira)


Beruntung kegiatan KKN nya saat ini tak seberapa sibuk seperti biasanya, tak lama Aira datang menghampiri dirinya dengan membawa segelas air putih & sekepeng obat penghilang rasa nyeri.


" kamu istirahat aja kalo emang gak kuat, tar kalo udah enakan baru gabung, tar aku yang ijinin " (kata Aira)


" enggak ah Ra, aku baik-baik aja kok, sakit perut biasa aja nih " (kata Rindu)


" tapi beneran kamu gak papa? " (kata Aira)


" iya Ra " (kata Rindu)


Setelah meminum obat Rindu kembali duduk dengan tegap sambil tersenyum kearah Aira, nyeri diperutnya perlahan mulai menghilang.


" makasih ya Ra, untung ada kamu " (kata Rindu tersenyum)


" ok gak masalah " (kata Aira tersenyum), " eh Rin kalo gak salah liat tadi kamu di anter suami kamu kan? " (kata Aira)


" iya " (kata Rindu tersenyum)


" bukannya harusnya suami kamu gak balik ya? " (kata Airin)


" tukar jadwal " (kata Rindu)


" ahhhhh, untung aja semalem gue gak nginep di apartemen kamu, bagus emang filing aku " (kata Aira)


" hahahah " (kata Rindu tertawa)


Semalam Aira tak bisa ikut menginap di apartemennya karena temannya ini punya janji dengan teman lainnya untuk pergi keluar.


# Abdul Zayn Mikail


Zayn tengah bersiap-siap untuk persiapan penerbangannya di kota C, ia memeriksa beberapa berkas-berkas seperti biasanya sebelum terbang ke kota C, setelah berkas-berkas rencana penerbangan, tak lupa ia meminta kepada petugas lainnya untuk mengisi bahan bakar pesawatnya dengan jumlah maksimalnya.


" sudah di isi kapten sesuai permintaan kapten " (kata Petugas tersebut)


" oke, terimakasih pak " (kata Zayn)


Zayn lalu masuk ke dalam awak pesawat bersama kru awak kabin lainnya termaksud para pramugari yang tergabung menjadi kru penerbangannya kali ini, hari ini penerbangannya ke kota C tak di dampingi oleh ko-pilot Indra karena ko-pilot Indra sedang berada di kota xxx rute perjalanan menuju kota C juga.


Penerbangannya dari kota D saat ini akan di bantu oleh ko-pilot Hamzah, terlihat ko-pilot Hamzah sudah siap di dalam kokpit didepan kemudinya, ia sangat jarang sekali bisa di pasangkan dengan ko-pilot Hamzah sehingga ia tak terlalu akrab dengan ko-pilot Hamzah.


" gimana udah siap? " (kata Zayn yang baru masuk kedalam kokpit)


" siap kapten " (kata ko-pilot Hamzah)


" ok, itu semua udah dicek?, monitor & lain-lainnya? " (kata Zayn)


" sudah kapten " (kata ko-pilot Hamzah)


Zayn kemudian duduk di depan kemudinya untuk memeriksa monitornya, setelah dirasa sudah siap semua & para penumpang sudah berad ditempatnya Zayn kemudian bersiap untuk menerbangkan pesawatnya. Seperti biasa Zayn akan menyapa para penumpangnya untuk memberitahu jika pesawat sudah berada di ketinggian berapa kaki.


Penerbangan kali ini akan sampai sekitar dua jam dari sekarang, selama berada di udara tak banyak yang bisa ia lakukan untuk beristirahat sambil terus fokus dengan layar monitornya agar tak lepas dari jalur penerbangannya seperti yang sudah tertera pada rencana penerbangan.


" kapten gak mau sarapan nih? " (tanya ko-pilot Hamzah)


" udah tadi sarapan gue, lo kalo laper mending makan aja dulu " (kata Zayn)


" ok kapten " (kata ko-pilot Hamzah)


Seorang pramugari mengantarkan seporsi sarapan pagi untuk ko-pilot yang membantunya saat ini sedangkan dirinya hanya meminta sebotol air mineral untuk menghilangkan sedikit dahaga di tenggorokannya.

__ADS_1


__ADS_2