Polwan Cantik

Polwan Cantik
#29 SEASON 2


__ADS_3

" Gib Lo jam berapa hari ini ngampus? " (kata Zayn)


" jam 9 bang, kenapa? " (kata Gibran)


" Lo punya temen jurusan pariwisata gak? " (kata Zayn)


" Lo ngapain bro nanya-nanya gitu? " (kata Faiz)


" gue mau jemput Rindu, dia bilang ngampus jam 11 " (kata Zayn)


" hemmm, PDKT Lo bang? " (kata Gibran)


" sapa yang PDKT, gue cuman laksanain perintah bokap gue " (kata Zayn)


" udah sih ngaku aja bro, lagian Lo PDKT sama calon bini gak ada salahnya jugalah " (kata Faiz)


" sok tau Lo pada, buruan deh Gib Lo punya kenalan jurusan pariwisata gak? " (kata Zayn)


" ada sih, bentar gue DM dulu IG nya " (kata Gibran)


Jadwal penerbangan Zayn hari ini tidak terlalu padat, ia akan terbang pada pagi hari ke kota D & kembali pada sore hari ke kota C.


" bang kata temen gue jam 9 sudah ada kelas " (kata Gibran)


" wah serius Lo Gib?, di gendokin Lo bro Ama Rindu, niat ngerjain Lo dia, hahahahah " (kata Faiz tertawa)


" hahahaha, Rindu...Rindu, bisa juga ngerjain bang Zayn " (kata Gibran ikut tertawa)


" sial*n tuh cewek, bener-benar nolak gue mentah-mentah, padahal udah di ancem segala " (kata Zayn dalam hati)


" jam berapa sekarang Gib? " (kata Zayn)


" jam tujuh kurang bang " (kata Gibran)


Zayn langsung berdiri menuju kamar mandi untuk membersihkan diri bersiap-siap menjemput Rindu, Zayn agak marah rasanya karena mengetahui jika Rindu membohonginya, Rindu begitu meremehkan ancaman Zayn semalam ia berfikir akan lebih sedikit keras kepada Rindu agar Rindu bisa menurutinya untuk pergi & pulang kampus bersama dengannya seperti perintah ayahnya. Setelah beberapa menit didalam kamar mandi akhirnya ia keluar dengan mengenakan lilitan handuk di pinggangnya, ia mengambil seragam pilotnya karena ia akan langsung berangkat ke bandara setelah mengantar Rindu.


" mobil gue bawa bro, tar Lo sama Gibran ambil aja kebandara " (kata Zayn)


" sip, Lo jam berapa balik? " (kata Faiz)


" sore lah " (kata Zayn)


" Lo jadi ke kost Rindu dulu bang? " (kata Gibran)


Zayn hanya menganggukkan kepalanya saja tak menjawab pertanyaan Gibran.


" ya iyalah bro, Lo gak liat udah siap-siap rapi gitu, buru-buru mandi, jelas mau jemput Rindu dulu " (kata Faiz)


" apa sih Lo berdua, jangan salah sangka, gue jemput Rindu karna perintah bokap " (kata Zayn)


" iyain aja sih bang " (kata Gibran)


" hahahaha " (kata Faiz yang hanya tertawa)


" suek Lo pada, ya udah lah berangkat dulu gue, nih kunci serep mobil Fa " (kata Zayn sambil melemparkan kunci tersebut)


" hati-hati bang " (kata Gibran)


" tar kalo mau minta jemput telpon Gibran aja bro takutnya gue gak liat Lo nelpon " (kata Faiz)


" ok " (kata Zayn)


Zayn melangkah keluar dari kamar hotelnya menuju pintu lift, setelah berada dilantai dasar ia segera berjalan menuju parkiran mobil, tak menunggu lama ia menyalakan mobil miliknya & melaju menjauh melewati jalan raya, ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, dilihat jam ditangannya sudah jam delapan kurang dua puluh menit, ia berharap kali ini ia tak terjebak macet & bisa sampai di kost Rindu tepat waktu sebelum Rindu berangkat ke kampusnya, ia akan mengagetkan Rindu hari ini, agar Rindu tak mengulangi perbuatannya yang berusaha menipu Zayn. Setelah beberapa puluh menit akhirnya ia sampai juga di depan kost-kostan Rindu. Zayn mengambil ponselnya untuk menghubungi Rindu, belum sempat ia menelpon ternyata terlihat Rindu menuruni anak tangga keluar dari arah dalam, Zayn kemudian keluar dari mobilnya.


#Rindu Mentari


Setelah mengantarkan Jiya kekamarnya beberapa menit yang lalu ia segera turun untuk berangkat ke kampusnya, hari ini teman baiknya Jiya tidak akan pergi kekampus karena dalam keadaan tidak baik masih merasa agak pusing karena efek alkohol semalam, setelah dirasanya Jiya dalam keadaan aman dikamarnya ia meninggalkan Jiya sendiri, tak lupa ia berpesan kepada Jiya untuk menghubunginya saat dalam bahaya. Saat menuruni anak tangga ia melihat mobil yang sangat familiar menurutnya berada didepan kost-an nya, tak lama si pemilik mobil keluar dari mobil tersebut, Rindu sangat terkejut karena ternyata Zayn lah si pemilik mobil tersebut, Rindu refleks menepuk jidatnya karena melihat Zayn sudah berada disini, ia pun berhenti melangkah bingung harus mencari alasan karena ia tadi malam berniat mengerjai Zayn dengan berbohong.


" Hem, kenapa berenti disitu? " (kata Zayn)


" a...anu kak, kok pagi-pagi sudah disini? " (kata Rindu)


" kenapa?, kaget Lo? " (kata Zayn)


Rindu hanya menggaruk-garuk kepalanya sambil tersenyum, harusnya Rindu tak melakukan hal konyol seperti ini.


" Lo anggap remeh ancaman gue tadi malam, apa Lo mau bukti kalo gue bisa aduin Lo sama nyokap bokap Lo sekarang " (kata Zayn emosi)


" jangan kak, please " (kata Rindu memohon)


" gue bakal telpon sekarang " (kata Zayn mengambil ponselnya)


Rindu berjalan mendekat kearah Zayn untuk mencegahnya agar tak menghubungi kedua orangtuanya.


" kak..kak... please...please aku mohon jangan ya, please maafin aku udah niat ngerjain kakak " (kata Rindu sambil memegang tangan Zayn)


" kenapa? " (kata Zayn menaikan satu alisnya)


" aku janji gak ulangin lagi deh " (kata Rindu)

__ADS_1


" makanya nurut " (kata Zayn)


" iya " (kata Rindu agak sebal)


" masuk " (kata Zayn membukakan pintu mobil untuk Rindu)


Rindu tampak sangat kesal karena merasa tidak bisa bebas dengan adanya Zayn yang harus mengantar jemput dirinya pergi kekampus padahal selama ini Rindu sudah terbiasa berangkat sendiri.


" kak itu kakak mau ke bandara kan? " (kata Rindu)


" Hem, kenapa? " (kata Zayn)


" kalo ada penerbangan pagi kenapa harus ngantarin aku sih, lagian aku bisa loh berangkat sendiri " (kata Rindu)


Bukannya menjawab Zayn malah membuang pandangannya kearah luar jendela, Rindu mulai cemberut karena harus dihadapkan dengan Zayn yang belum terlalu ia kenal bagaimana wataknya.


" Hem, kak emangnya kakak gak takut telat apa, itu pesawat mau terbang gak mungkin kan nungguin kakak, kan bukan kakak yang punya Maskapainya " (kata Rindu lagi masih berusaha menghentikan Zayn)


" lo bawel banget sih, sekalipun gue terlambat itu bukan urusan Lo, maskapai emang bukan punya gue tapi pilot bukan cuman gue kan? " (kata Zayn agak serius)


Mendengar kata-kata Zayn yang mulai agak serius membuat Rindu tak berani lagi berkata, padahal Rindu hanya berusaha agar hari-hari nya selama berkuliah berjalan seperti biasanya tanpa gangguan Zayn, Rindu mengeluarkan nafas kasarnya.


" kenapa Lo? " (kata Zayn)


" aku?, gak papa " (kata Rindu sambil menunjuk dirinya)


" siapa lagi kalo bukan Lo, kok malah nanya, Lo pikir kita di mobil ini sama siapa aja, orang kita cuman berdua doang, Lo pikir gue ngomong sama diri gue sendiri? " (kata Zayn)


" ya kali aja kan kak " (kata Rindu tersenyum)


" Lo pikir gue gak waras? " (kata Zayn)


" mungkin " (kata Rindu)


" Lo berani jawab sekali lagi gue aduin Lo sama bokap nyokap Lo " (kata Zayn mengancam kembali)


" ampun....ampun,....jangan kak please, ok aku bakal diem " (kata Rindu)


Terlihat Zayn tersenyum, Rindu menghela nafas panjangnya kembali, Zayn mendapatkan kartu as untuk mengancam dirinya, ia tak bisa berbuat apa-apa selain harus menuruti apa saja kata-kata Zayn.


" jam berapa balik? " (kata Zayn)


Rindu hanya diam berfikir melihat kearah Zayn, kali ini ia tak akan berbohong lagi jika ia melakukannya pasti Zayn akan mengadu kepada orang tuanya.


" jam berapa? " (kata Zayn lagi)


" gak tau kak " (kata Rindu)


" belum tau kak, soalnya belum pasti " (kata Rindu)


" telpon gue kalo Lo balik, kalo gue gak sempet jemput Lo tar ada Faiz yang jemput Lo " (kata Zayn)


" kalo kakak gak bisa jemput nanti aku balik sendiri aja lah kak " (kata Rindu)


" Lo berani ngebantah gue? " (kata Zayn menaikan satu alisnya)


" ok " (kata Rindu)


Rindu menyerah tak ingin berdebat lagi dengan Zayn karena bagaimanapun ia mendebatkan hal ini pasti tetap saja ia akan kalah dari Zayn yang terus-terusan mengancamnya. Rindu berfikir Zayn terlalu kekanak-kanakan mengancamnya dengan kelemahannya.


" Lo punya pacar? " (kata Zayn)


" enggak, kenapa kak? " (kata Rindu)


" bagus lah, soalnya gue gak mau ribet kalo Lo punya pacar, apa lagi kita sudah dijodohkan & pasti bakal dinikahkan " (kata Zayn)


" mesti banget ya kita nikah kak? " (kata Rindu)


" mau gimana lagi, sebenarnya gue juga belum siap sih nikah, apalagi sama Lo, cewek apaan mainnya ke diskotik " (kata Zayn mulai emosi kembali)


Rindu hanya diam karena kata-kata Zayn, meskipun ia tak berbuat apa-apa ditempat tersebut tapi tetap saja ia salah telah berada ditempat yang tidak seharusnya.


" Lo inget ya kalo gue sampe liat Lo pergi ketempat kaya gitu lagi bakal gue seret Lo " (kata Zayn)


" iya-iya, belum juga jadi istri udah mau KDRT aja sih ngancam segala " (kata Rindu)


" Lo sadar gak itu tempat apa?, sekalipun alasan Lo itu masuk akal tapi gue gak bakal segan-segan ya, Lo itu calon gue, gue gak mau sampe ada temen gue liat Lo ditempat kaya gitu, mau di taro dimana muka gue kalo teman-teman gue tau Lo mainnya ditempat kaya gitu " (kata Zayn panjang lebar)


Rindu kembali diam mencerna setiap kata-kata Zayn, Rindu berfikir yang dikatakan Zayn memang ada benarnya, jika saja ada salah satu teman kerja Zayn yang melihatnya ditempat seperti itu pasti akan membuat citra buruk untuk Zayn.


" gue harap Lo dengerin omongan gue " (kata Zayn)


" iya kak, aku minta maaf, aku memang salah, tapi aku gak ada pilihan lain, aku gak bisa biarin Jiya sendiri " (kata rindu)


" Lain kali jangan ada alasan lagi, gue gak mau denger apapun alasan Lo " (kata Zayn)


Setelah beberapa saat akhirnya mobil yang dikendarai Zayn sampai juga didepan kampus Rindu, mobil masuk kedalam kampus & berhenti diparkiran.


" nih " (kata Zayn memberikan dua lembar uang seratusan

__ADS_1


" apaan? " (kata Rindu)


" ini duit jajan Lo hari ini " (kata Zayn)


" gak usah kak, duit bulanan aku masih ada kok " (kata Rindu)


" kurang? " (kata Zayn mengambilkan lagi tiga lembar uang merah dari dompetnya lagi)


" enggak kak, bukannya kurang tapi beneran deh duit aku masih " (kata Rindu masih menolak)


" udah terima aja " (kata Zayn menarik tangan Rindu untuk menerima uang darinya), " Lo gak usah ngerasa gak enak, lagian gue calon suami Lo, wajar kalo gue kasih Lo duit jajan " (kata Zayn)


" ya udah aku berangkat kak " (kata Rindu sambil menyalami & mencium tangan Zayn)


Rindu melangkah keluar dari mobil & berlalu pergi meninggalkan Zayn, dilihatnya sekilas mobil yang dikendarai Zayn sudah pergi melaju menjauh dari parkiran. Rindu menggeleng-gelengkan kepalanya karena kelakuan Zayn.


" dasar cowok aneh, ngadepin satu orang ini ternyata gak semudah waktu pertama ketemu, ampun deh ngancem Mulu " (kata Rindu sendiri)


#Abdul Zayn Mikail


Kali ini ia fokus mengendarai mobilnya menuju arah bandara, beberapa jam lagi ia ada jadwal penerbangan menuju kota D, beruntung tadi malam ia tak mabuk karena emosi melihat Rindu & Jiya berada di clubb, beruntung Rindu memperingatinya mengingatkan jika ia masih ada jadwal penerbangan hari ini padahal Zayn yakin bahkan Rindu juga pasti tak tau jam berapa ia akan terbang, karena Rindu & Zayn tak sedekat itu untuk saling tau satu sama lain. Zayn mengambil ponselnya untuk menghubungi Gibran, mengingat pesan Faiz tadi.


📞 calling is Gibran....


*Tut...Tut...


" hallo, assalalmuallaikum bang " (kata Gibran)


" wa'allaikumsalam, Gib kasih tau Faiz, kalo gue tar gak sempat jemput Rindu suruh Faiz jemput Rindu ya " (kata Zayn)


" emang Rindu balik jam berapa bang? " (kata Gibran)


" belum tau dia, Lo liat-liat aja lah, kalo gue gak bisa dihubungi berati gue masih di pesawat " (kata Zayn)


" ok lah " (kata Gibran)


" mobil jangan lupa ambil ya kesini " (kata Zayn lagi)


" sippo " (kata Gibran)


" ya udah kalo gitu, ini gue udah sampe bandara " (kata Zayn)


Panggilan telepon seluler pun segera ia matikan, ia memarkirkan mobil miliknya diparkiran, setelah itu ia keluar & berjalan menuju arah bandara, disana sudah banyak para pramugari beserta ko-pilot & para kapten pilot memeriksa jadwal & beberapa berkas sebelum bersiap-siap.


" pagi kapten " (kata ko-pilot Indra)


" pagi, Lo sama gue? " (kata Zayn)


" iya Kapten " (kata Indra)


" oke, nih mana-mana pramugari yang ikut kita? " (kata Zayn)


" Farah, linda, Maura, Luidi sama Kintan Kapten " (kata Indra)


" sip, saya minta yang ikut sama saya pramugarinya jangan sombong-sombong ya, senyum yang lebar " (kata Zayn)


" siap kapten " (kata para pramugari)


Zayn beserta ko-pilotnya & kelima pramugari segera diantar driver menuju awak pesawat, seperti biasanya setelah sampai di badan pesawat ia harus memeriksa beberapa hal sebelum menerbangkan pesawatnya.


" pak biasa ya, 180.000liter " (kata Zayn kepada petugas yang mengisi bahan bakar)


" siap kapten " (kata petugas tersebut)


Setelah berada di kokpit ia segera menyetel monitor pesawat, ia meminta Indra untuk melakukan tugasnya.


" Ndra tolong mana berkasnya? " (kata Zayn meminta berkas rencana penerbangan)


" ini kapten " (kata Indra)


" oke, cuaca hari ini cerah ya, cuaca tempat tujuan berawan, sip " (kata Zayn)


" ada yang dibutuhkan lagi kapten? " (kata Indra)


" sudah Ndra, ok siap kan? " (kata Zayn)


" siap kapten " (kata Indra)


" pramugari " (kata Zayn memanggil pramugari)


" iya Kapten " (kata salah satu pramugari)


" ambilin saya air mineral ya " (kata Zayn)


" baik kapten " (kata pramugari tersebut)


Setelah menenggak sebotol air mineral yang diberikan pramugarinya, akhirnya Zayn & para kru bersiap untuk menerbangkan pesawatnya kembali menuju kota D.


__ADS_1


Zayn & Rindu didepan kost-an Rindu saat berdebat.



__ADS_2