
" Fa bangun Fa " (kata Zayn menggoyang-goyangkan tubuh Faiz)
Matahari telah menampakan sinarnya malu-malu, Zayn berjalan menuju balkon kamarnya sambil menyeruput segelas kopi late yang baru ia buat sebelum membangunkan Faiz, hari ini adalah waktu santainya karena ia tak mempunyai rute penerbangan.
" jam berapa Zayn? " (kata Faiz dari arah dalam)
" jam tujuh, bangun deh lo, gue mau pergi nanti, lo mau ikut gak? " (kata Zayn)
Faiz menghampiri dirinya dari arah dalam & duduk di sebelah Zayn, terlihat Faiz masih menguap sesekali sambil memeriksa ponselnya, sepertinya Faiz masih merasakan kantuk karena semalam ia beserta Faiz & Gibran juga Humaira mengobrol sampai larut malam, mereka membahas banyak hal tentang diri masing-masing.
" lo katanya gak ada jadwal hari ini " (kata Faiz)
" emang " (kata Zayn)
" terus lo mau jalan kemana? " (kata Faiz)
" kan gue udah cerita semalam, gue mau cari kost-kostan yang agak ketat buat Rindu, lo mau ikut gak? " (kata Zayn)
" astaga gue lupa, sorry bro, lo mau pergi sekarang? " (kata Faiz)
" gak lah, mandi dulu gue, ini aja belum siap " (kata Zayn)
" ya gak maksudnya lo mau pergi pagi-pagi gitu?, gue kayanya gak bisa ikut lo ya, gue males jadi obat nyamuk lo terus, gue kasih kesempatan lo berduaan sama Rindu soalnya gue juga mau jalan ama Jiya " (kata Faiz)
" jam sembilan gue jemput Rindu, lo pergi mau naik apa bro kan gue mau bawa mobil gue? " (kata Zayn)
" tenang aja lah bro, gue udah bilang sama Gibran semalem mau minjem motornya, yang penting lo tar anter gue kerumah uncle Bara " (kata Faiz)
" lo mau pake motor Gibran buat boncengin Jiya bro?, hati-hati ya bro gue tau banget lo kalo pake motor kaya apa ngebutnya " (kata Zayn)
" justru disitu seninya naik motor bro, semakin laju semakin erat juga kita dipeluk, ahayde " (kata Faiz sambil tersenyum)
Ia mulai berfikir karena kata-kata Faiz, ia mulai membayangkan posisi sepasang pria & wanita saat berboncengan dengan motor saat berada dijalan raya, seorang wanita memeluk seorang pria dari arah belakang dengan erat. Selama ini Zayn belum pernah mengendarai motor dengan berboncengan dengan siapapun meskipun sebenarnya ia bisa saja mengendarai motor hanya saja selama ini dari ia bersekolah sampai sedewasa ini kemanapun ia pergi selalu menggunakan sebuah mobil.
" seninya gimana? " (kata Zayn)
" ya lo bayanging aja kalo lo dipeluk erat itu kaya apa, anget-anget gimana gitu, ada yang ganjel, hahahaha " (kata Faiz)
Zayn menepuk Jidatnya karena kata-kata Faiz tak jauh-jauh dari bahasan negatif, kalau soal yang begini memang Faiz lah juaranya.
" lo tuh kalo ngomong kenapa kaya pantat ayam sih Fa " (kata Zayn)
" kenapa? " (kata Faiz)
" suka berak sembarangan " (kata Zayn)
" hahaha anji*r " (kata Faiz)
" tapi ngomong-ngomong kayanya kita tukaran aja deh, lo pake mobil gue terus gue pake motor Gibran, gimana? " (kata Zayn tersenyum)
" wah otak lo kayanya ngena nih sama pikiran ngeres gue, hahahaha " (kata Faiz)
Zayn tertawa terbahak-bahak karena kata-kata Faiz, bukan bermaksud untuk cabul tapi Zayn penasaran dengan kata-kata Faiz, ia ingin merasakan bagaimana rasanya di peluk oleh Rindu.
" otak cabul juga lo bro " (kata Faiz)
" ketularan lo gue " (kata Zayn)
" hahahaha, ati-ati penasaran lama-lama kaya gue lo kebablasan " (kata Faiz)
" anji*r gak lah, amit-amit bisa diamuk bokap gue kalo ampe kebablasan kaya lo, gak berbentuk kali gue bisa-bisa " (kata Zayn)
" hahahah, jangan deh lo kaya gue, cukup gue yang ngejalani hidup kayak gini, namanya juga haus hiburan kerja dilautan, jarang liat yang mulus-mulus " (kata Faiz)
" kambing, ngeres lagi otak, ya udah lah mandi duluan gue " (kata Zayn)
" lo mandi jangan lama-lama bro, jangan pake solo segala ya soalnya gue juga mau buru-buru " (kata Faiz)
" hahahaha, gak lah " (kata Zayn tertawa)
__ADS_1
Zayn berlalu menuju kamar mandi meninggalkan Faiz sendiri dibalkon, Zayn menggelengkan kepalanya karena sepagi ini pembicaraannya dengan Faiz tak jauh seputaran wanita & kebutuhan biologis, bukan munafik Zayn juga seorang pria dewasa yang terkadang bisa berfikiran negatif tetapi untuk mencobanya Zayn tidak seberani Faiz karena Zayn masih ingat dengan Agama yang melarang perbuatan Zinah.
Jika saja ia mau melakukan hal tersebut itu adalah perkara gampang karena mengingat hidupnya selalu dikelilingi oleh wanita-wanita cantik tetapi ia tak pernah mau melakukan itu karena ia terus mengingat pesan-pesan kedua orangtuanya apapun yang ia tanam itu pula yang akan ia tuai, karma akan berlaku, jika tak menimpanya maka akan menimpa adiknya jika tidak adiknya makan suatu saat akan menimpa ke anaknya & Zayn tak mau itu terjadi.
Setelah beberapa puluh menit membersihkan diri dikamar mandi Zayn akhirnya keluar dari kamar mandi, ia membuka lemari pakaian untuk memilih baju yang akan ia kenakan, Zayn tak pernah membawa banyak pakaian saat dalam rute penerbangan seperti saat ini, ia hanya membawa beberapa pasang pakaian saja untuk ia kenakan setelah pulang bekerja.
" Fa lo buruan mandi sana, keburu siang nih " (kata Zayn)
" Sip " (kata Faiz)
Faiz kemudian masuk kedalam kamar mandi, Zayn biasanya tak pernah sesering seperti saat ini untuk pergi menghabiskan waktu diluar saat sedang bertugas di kota C, ia hanya pergi sesekali saja dengan Gibran saat adik sepupunya tersebut mempunyai waktu luang, berbeda dengan minggu ini Zayn lebih sering menghabiskan waktunya diluar setelah pulang dari bekerja karena ada Faiz tetapi alasan lain Zayn untuk pergi keluar selain Faiz adalah Rindu.
Zayn mengambil ponsel miliknya, ia segera menghubungi Rindu untuk memastikan apakah saat ini Rindu telah siap untuk pergi sesuai dengan apa yang ia katakan kemarin, saat akan menghubungi Rindu tiba-tiba Zayn berubah pikiran, ia akan langsung pergi ke kost Rindu setelah pergi ke rumah pamannya untuk meminjam motor milik Gibran sesuai kesepakatannya dengan Faiz, ia segera meletakkan ponselnya kembali & memakai pakaian yang telah ia pilih. Tak berapa lama Faiz akhirnya keluar dari kamar mandi & berjalan menuju lemari pakaian.
" gitu aja lo bro? " (kata Faiz)
" iyalah emang mau gimana?, gini ajalah yang santai, lagian kita pergi ama cewek bukan baju kita yang penting bro tapi isi dompet kita " (kata Zayn)
" bener juga lo bro, kalo gitu gue pake baju santai juga deh " (kata Faiz)
Setelah bersiap akhirnya mereka berdua keluar dari kamar hotelnya menuju pintu lift, saat ini jam telah menunjukan pukul 08.30pagi, rupanya mereka berdua menghabiskan waktu satu jam setengah untuk bersiap sedari tadi. Setelah berada dibawah mereka berdua segera menuju arah parkiran, mereka berdua buru-buru masuk kedalam mobil, seperti biasa Faiz lah yang mengambil kemudi mobil milik Zayn, tanpa menunggu lama mobil pun melesat menjauh melewati jalan raya.
Karena ini adalah hari minggu jalanan di kota C tidak sepadat hari biasanya, meskipun masih ada beberapa kendaraan yang berlalu lalang dengan aktifitasnya masing-masing, setelah beberapa puluh menit akhirnya mobil yang dikendarai Faiz menepi karena mereka berdua telah sampai didepan pintu pagar rumah Gibran, pak satpam yang menjaga pagar tersebut pun membukakan pintu, setelah mobil diparkirkan mereka berdua segera turun.
Didalam rumah Gibran sudah ada paman & tantenya duduk bersama dengan Gibran & Humaira, pagi ini Gibran & adiknya Humaira juga akan pergi mengelilingi kota C, sebagai penebus rasa bersalah Gibran kepada Humaira karena ia tak bisa menemani Humaira melihat kampusnya kemarin.
" pada mau jalan semua nih yang muda-muda " (kata Bara)
" iya nih, pada mau jalan kemana sih? " (kata Widia)
" cari angin seger aja onty " (kata Faiz)
" emang angin di rumah onty Wid kurang seger ya Fa? " (kata Widia)
" seger lah onty tapi kurang lengkap " (kata Faiz)
" dih napa sih lo dek negatif mulu ama gue, cantik-cantik suudzon banget sih " (kata Faiz)
" jangan ngegombal gue kak, walau lo gak bilang gue cantik gue sadar diri kok kalo emang gue udah cantik dari sononya " (kata Humaira)
" astaghfirullah, punya adek cewek satu aja narsis amat, untung lo cantik beneran coba ao kaya celengan ayam Kate udah gue banting lo " (kata Faiz)
" hahahaha sadis " (kata Gibran)
" jahat emang nih kak Faiz, uncle tolong dong jewerin kuping kak Faiz soalnya kalo Huma yang jewer tar Huma kualat " (kata Humaira)
" emang nih Faiz nakal banget ngatain adeknya " (kata Bara tersenyum)
" bercanda uncle " (kata Faiz)
" jadi kalian jalannya pada masing-masing apa barengan? " (kata Bara)
" masing-masing uncle, soalnya urusannya beda-beda " (kata Zayn)
" kamu mau kemana juga bang sama Rindu? " (kata Widia)
" cari kost buat Rindu onty yang peraturannya lebih ketat, jadi aman juga dia " (kata Zayn)
" oh gitu, terus bang Faiz mau kemana juga? " (kata Widia)
" mau jalan ama gebetan onty, lagi PDKT " (kata Faiz tersenyum)
" ya udah kalo gitu hati-hati aja kalo jalan, Hati-hati bawa anak orang, dengerin uncle ya bang Zayn sama bang Faiz, kalo buat Gibran jagain adeknya ya, awas kalo Huma ampe nyasar kemana-mana " (kata Bara)
" Siap daddy " (kata Gibran)
" iya uncle " (kata Zayn & Faiz)
" nih kunci motornya Fa " (kata Bara)
__ADS_1
" kasih Zayn aja uncle, soalnya Zayn yang mau pake motor katanya biar gak kena macet " (kata Faiz)
Zayn menerima kunci motor dari pamannya, setelah berpamitan mereka semua segera keluar & pergi dengan kendaraan masing-masing, Zayn melaju menjauh melewati jalan raya menuju kost-kostan Rindu, sudah lumayan lama ia tak mengendarai motor meskipun sedikit rada kaku tetapi rasanya tidak terlalu aneh baginya. Setelah beberapa puluh menit akhirnya Zayn sampai juga didepan kost-kostan Rindu, ia segera memarkirkan motornya lalu pergi kearah kamar Rindu.
Di depan kamar Rindu Zayn berkali-kali mengetuk pintu kamarnya tapi tak kunjung ada jawaban, Zayn pun mengambil ponselnya untuk menghubungi Rindu tapi tak kunjung juga ada jawaban bahkan suara ponsel milik Rindu juga tak terdengar dari arah dalam, Zayn pun segera merogoh kantong celananya untuk mencari duplikat kunci kamar Rindu yang beberapa saat lalu ia ambil dari Rindu, ia segera membuka pintu kamar Rindu & masuk kedalam.
Zayn menggelengkan kepalanya menemukan Rindu masih terlelap dalam tidurnya padahal sudah sesiang ini, Zayn menggoyang-goyang kan tubuh Rindu pelan untuk membangunkannya. Rindu hanya menggeliat sesaat namun tak juga terbangun. Zayn menggoyang-goyangkan tubuh Rindu kembali agar ia bangun.
" bangun " (kata Zayn)
" aaahhhh, bentaran dong masih ngantuk nih " (kata Rindu)
" bangun gak?, kalo gak bangun terpaksa gue cium " (kata Zayn)
# Rindu Mentari
Rindu semalam tidak bisa memejamkan matanya karena terus-menerus mengingat hukuman yang Zayn berikan kepadanya, ia harus merayu Zayn entah bagaimana caranya bahkan ia tak pernah merayu pria sekalipun, memikirkan hukuman tersebut membuat Rindu baru bisa tertidur setelah pukul 03.00pagi sehingga sampai sesiang ini ia tak juga membuka matanya. Tidurnya i
baru ia rasakan senyenyak ini meskipun ada yang membangunkannya ia hanya sedikit bergerak untuk memerengkan tubuhnya kearah lain, berkali-kali ia rasakan tubuhnya ada yang menggoyang pelan tetapi ia tak sanggup membuka matanya.
" bangun gak?, kalo gak bangun terpaksa gue cium " (kata Zayn)
Rindu tiba-tiba membuka matanya karena teringat bahwa saat ini ia sedang berada dikamar kostnya bagaimana mungkin seseorang bisa masuk kedalamnya padahal pintu sudah ia kunci bahkan orang tersebut mengancam akan menciumnya, saat membuka matanya ia terkejut melihat Zayn telah duduk disebelahnya dengan memasang wajah serius, matanya tajam menatap kearahnya bak mata elang yang telah menemukan sasarannya & siap menerkam.
" kok disini sih? " (kata Rindu)
" lo cewek sudah siang kaya gini bangkong, gak liat ini jam berapa?, pantesan gue ketok-ketok gak ada yang nyaut, ditelpon gak diangkat, lo kalo jadi bini gue bangunnya bangkong mulu kaya gini gimana nasib gue nantinya " (kata Zayn)
" emang jam berapa sekarang? " (kata Rindu)
" jam sembilan " (kata Zayn)
" kak Zayn ngpain baru jam segini udah kesini sih? " (kata Rindu)
" lo lupa kita mau kemana hari ini? " (kata Zayn)
Rindu menggaruk-garuk kepalanya karena lupa dengan kata-kata Zayn yang akan mengajaknya mencari kost-kostan untuknya, karena satu hal ia melupakan hal lain pula ia menepuk jidatnya reflek.
" sorry kak aku lupa " (kata Rindu)
Zayn hanya terdiam menatapnya entah apa yang Zayn pikirkan saat ini membuat Rindu jadi salah tingkah, mungkin saat ini Zayn sedang marah padanya karena melupakan kata-katanya, padahal sejujurnya ia tak mempunyai niat untuk melupakan niatnya, jika saja semalam ia tak memikirkan hukumannya pasti ia tak akan bangun sesiang ini.
Tiba-tiba Zayn maju mendekat kearahnya membuat jantungnya seolah akan loncat keluar, Zayn menutup kancing kemeja yang Rindu kenakan karena telah terbuka cukup lebar, ia tak menyadari hal tersebut, bahkan Zayn juga menutupi paha mulus Rindu yang terpampang jelas sedari tadi. Suasana tiba-tiba Rindu rasa menjadi agak canggung karena kekonyolan yang dirinya lakukan, ia lupa bahwa Zayn sering berkata bahwa ia tak boleh memakai pakaian terlalu seksi karena Zayn juga adalah pria normal.
" mau sampe kapan duduk ditempat tidur begini terus, apa mau mancing kesabaran gue, gue udah sering bilang gue cowok normal sebagaimana gue nahan pasti bakal goyah juga, mandi sana " (kata Zayn)
Rindu akhirnya bangkit dari duduknya berjalan kearah kamar mandi, ia menutup rapat-rapat pintu kamar mandinya & menguncinya, ia menepuk jidatnya merasa dirinya sangat bodoh membiarkan Zayn bisa melihat tubuhnya karena baju yang ia kenakan terlalu terbuka, ia buru-buru membuka bajunya & melemparkan ke sembarang arah karena kesal dengan baju tersebut.
Kata-kata Zayn yang barusan terngiang-ngiang di telinganya, berkali-kali ia menutup matanya dengan telapak tangannya, ia sangat kesal dengan dirinya sendiri, jika pria tersebut bukan Zayn mungkin hidupnya akan berakhir hari ini, ia bersyukur Zayn adalah pria yang bisa menahan diri meskipun ia terus berkata ia juga pria normal.
Setelah selesai dengan aktivitasnya Rindu mengelap tubuhnya dengan handuknya, ia melupakan baju gantinya yang tak ia bawa kedalam kamar mandi, tak mungkin ia keluar dari kamar mandi dengan santai menggunakan lilitan handuk mini ditubuhnya setelah kata-kata Zayn barusan, ia mulai membuka pintu kamar mandi tersebut, Rindu hanya mengeluarkan kepalanya saja dipintu tersebut & melihat kearah Zayn yang telah melihat kearahnya juga.
" kak bisa gak kak Zayn tutup mata dulu, aku mau ambil baju ganti, lupa bawa baju ganti ke kamar mandi " (kata Rindu)
" kenapa harus tutup mata?, emang lo gak pake handuk? " (kata Zayn)
" pake kak " (kata Rindu)
" ya udah sih ambil aja, ngapain pake segala suruh gue nutup mata, lagian lo gak telanjang ini kok " (kata Zayn)
" yakin nih gak papa, ya udah aku keluar ya ambil baju " (kata Rindu)
" iya, repot amat sih, buruan sana ambil baju ganti udah hampir jam sepuluh nih gue laper " (kata Zayn)
Rindu akhirnya keluar dari kamar mandi berjalan kearah lemarinya.
kemeja tidur Rindu
__ADS_1