Polwan Cantik

Polwan Cantik
#67 SEASON 2


__ADS_3

" hemmm...Huma masuk ya kak? " (kata Humaira yang barusan masuk kedalam ruang rawat inap Rindu)


Zayn & Rindu menatap ke arah Humaira yang saat ini sudah masuk kedalam ruang tersebut sambil tersenyum & menggaruk-garuk kepalanya, adiknya ini sengaja pulang ke kota xxx untuk melihat kondisi Rindu.


" kenapa lo garuk-garuk?, kutuan? " (kata Zayn)


" idih kakak nih, ya gak lah, hehehe sorry ya ganggu " (kata Rindu)


" nyadar kalo ganggu? " (kata Zayn)


" ya elah sensi amat lo kak, lagi mens lo? " (kata Humaira)


Zayn langsung berdiri menyerang Humaira dengan mengacak-ngacak rambut adiknya tersebut sampai Humaira terlihat kesal & marah.


" aaaaa kakak " (kata Humaira)


" hahahahah, apaan sih abang sama adek kaya tom jery aja, aku sakit loh ini, ngeliat kalian ribut gitu langsung sehat rasanya, langsung mau pulang " (kata Rindu tersenyum)


" aduh sorry kak Rindu, kak Zayn tuh emang biang rusuh, kakak gimana keadaannya? " (kata Humaira)


" alhamdulillah udah mendingan, walaupun masih sakit semua ini sekujur badan, kamu sendiri? " (kata Rindu)


" enggak dong " (kata Humaira tersenyum)


Zayn menatap kearah adiknya yang nampak sedang berbunga-bunga bahagia, Zayn yakin saat ini Humaira bersama dengan Desta, melihat adiknya dengan wajah yang sangat bahagia Zayn juga bahagia meskipun ada sedikit kecemburuan dihatinya karena mengetahui adiknya kini memiliki pria lain yang dekat dengannya selain dirinya.


" sama Gibran? " (kata Rindu)


" kalo sama Gibran doang mana mungkin mukanya kesemsem gitu " (kata Zayn sewot)


Zayn mulai cemberut sambil menyilangkan tangannya, saat ini ia hanya tak siap jika kenyataannya Humaira pasti akan lebih sering menghabiskan waktunya dengan pacarnya ketimbang dengan Zayn.


" terus sama siapa?, gak mungkin sama kak Faiz kan? " (kata Rindu)


" apa lagi Faiz, gak mungkin banget " (kata Zayn sewot)


" ih lo kenapa sih kaya sewot gitu kak, hahahaha " (kata Humaira)


" siapa yang sewot, gue cuman gak suka aja lo masih kecil udah pacar-pacaran " (kata Zayn dengan ketus)


" Huma udah punya pacar? " (kata Rindu)


" iya kata mami " (kata Zayn)


Zayn memang tau kabar jika adiknya telah resmi berpacaran dengan Desta dari ibunya, semalam ibunya memberitahu dirinya bahwa Humaira telah menerima Desta sebagai pacarnya.


" ye gue kan udah gede, lagian papi udah kasih SIPP ya " (kata Humaira)


" SIPP? " (kata Rindu)


" iya SIPP, Surat Ijin Punya Pacar, hahahha " (kata Humaira)


" hahahah, aku pikir apa " (kata Rindu)


" kakak nih bukannya kasih Huma selamat malah manyun-manyun gitu, Huma baru aja jadian kak jangan bikin Huma putus ya cuman gara-gara kakak gak setuju " (kata Humaira)


" siapa yang gak setuju sih " (kata Zayn)


" tenang aja kak, tetep kakak sama papi laki-laki yang bakal Huma prioritaskan kok, hehehe " (kata Humaira sambil memeluk Zayn)


Zayn tersenyum karena tingkah manja adiknya, inilah yang membuat Zayn sepenuhnya belum iklhas jika adiknya mempunyai kekasih, karena bagi Zayn Humaira tetaplah gadis kecil yang belum waktunya mempunyai pasangan meskipun sebenarnya kenyataan berkata lain, Humaira kini telah tumbuh dewasa, seperti halnya dirinya Humaira suatu saat juga akan memiliki keluarga sendiri.


" gue tuh kaya rasa gak percaya aja lo udah punya pacar aja dek, ah gak siap gue rasanya " (kata Zayn)


" ya gue kan cuman pacar kak, nah lo udah mau punya istri aja gak lama, gue aja seneng lo bakal nikah,hahahha....masa lo gak seneng adek lo sekarang ada yang jagain " (kata Humaira)


Zayn menatap kearah Rindu karena kata-kata Humaira, sebentar lagi ia & Rindu memang akan menikah, pernikahan mereka akan tetap berlangsung, semua akan segera dilaksanakan setelah kondisi Rindu membaik, tetapi hal ini belum mereka bicarakan kembali kepada kedua orang tua mereka masing-masing.


" hem,....apaan jadi bahas gue " (kata Zayn)


" ciieeeeh malu dia, hahahah " (kata Humaira), " kak Rindu emang mau nikah ama lo?, cowok pengambekan kaya lo " (kata Humaira)


" kampret, jelek-jelekin aja gue dek " (kata Zayn)

__ADS_1


" emang kenyataannya tuh dek " (kata Rindu)


" nah tuh, betul kan " (kata Humaira tersenyum)


" ngomong-ngomong siapa pacar kamu dek? " (kata Rindu)


" kak Rindu mau ketemu?, tapi bilangin ke kak Zayn jangan pasang muka jeleknya tuh kak " (kata Humaira)


" Sip " (kata Rindu tersenyum)


Zayn menggeleng-gelengkan kepalanya melihat dua wanita yang sangat ia sayangi ini, Humaira & Rindu melakukan konspirasi untuk menaklukkan hati Zayn agar tak cemburu dengan pacar adiknya tersebut. Sambil terus tersenyum adiknya tersebut pergi kearah luar untuk memanggil Desta, setelah itu ia kembali lagi menghampiri Zayn & Rindu.


" kak Rindu, ini nih pacar Huma, kak Rindu kenal kan pastinya " (kata Humaira tersenyum)


" astaga kalo yang ini mah kenal dek, jadi kalian udah jadian? " (kata Rindu)


" iya dong " (kata Humaira menggandeng Desta sambil tersenyum)


Melihat adiknya memegang tangan Desta Zayn spontan berdiri & melepaskan gandengan tangan mereka berdua.


" gak ada pegang-pegangan ya, pacaran itu yang sehat bukan nafsu, awas kalo gue liat pegang-pegang, ini juga apaan dempel-dempel, jarak 30cm jangan terlalu deket banyak setan " (kata Zayn)


Zayn berdiri diantara Humaira & Desta untuk memisahkan mereka berdua, bukan karena ia tak setuju dengan hubungan Humaira & Desta tetapi ia melakukan itu karena tak ingin adiknya di sentuh oleh pria sembarangan, meskipun sebenarnya Zayn yakin jika Desta pria baik-baik, mendapatkan perlakuan seperti itu Humaira langsung cemberut sedangkan Desta malah tersenyum sambil mengelus tengkuknya.


" apaan sih ah " (kata Humaira memukul Zayn pelan)


" jangan dekat-dekat gue bilang " (kata Zayn)


" hahahahahah, kak udah lah biarin aja sih, pegangan tangan doang aja kan " (kata Rindu tertawa)


" tau nih kak Zayn, kaya yang gak pernah aja pegangan tangan " (kata Humaira)


" ya kan gue udah dewasa lo masih bau kencur " (kata Zayn)


" astagfirulloh kak gue udah kuliah, oke!!! " (kata Humaira berkacang pinggang)


" sudah sih kak " (kata Rindu)


Zayn akhirnya mengalah & duduk kembali di samping Rindu, Zayn memegang tangan Rindu & tersenyum kepada Rindu, entah sejak kapan Zayn merasa se bucin ini sampai-sampai apapun perkataan Rindu baginya adalah sebuah mandat.


" udah dek, biarin aja sih, lagian sama abang sendiri gak boleh gitu ah " (kata Desta)


" tuh dengerin Desta, lo itu harus nurut ama gue " (kata Zayn)


" gue mau nurut asal lo traktir dulu gue, hahaha" (kata Humaira)


" dasar tukang bajak, tuh Des asal lo tau adek gue matre jadi jangan nyesel lo pacarin Huma " (kata Zayn)


" gakpapa bang selama Desta sanggup mah gak masalah " (kata Desta)


" aihhhhh, co cweet " (kata Humaira siap-siap memeluk Desta)


" eiy, awas lo maju selangkah lagi meluk Desta, kan tadi gue udah bilang pacaran itu yang sehat " (kata Zayn)


" oper banget sih " (kata Humaira cemberut)


" udah, emang gak boleh kaya gitu " (kata Desta tersenyum)


Zayn tersenyum melihat dua sejoli yang sedang dimabuk cinta ini, terlihat sangat lucu pikirnya.


# Muhammad Desta Hamizan


Kedekatan antara Humaira & Zayn memang bisa di salah artikan oleh seseorang yang tak mengetahui bahwasanya mereka berdua adalah adik & kakak, Zayn sangat posesif dalam segala hal yang menyangkut adiknya Humaira bahkan dalam hal sekecil apapun, bagi Desta perlakuan Zayn kepada Humaira yang tak lain adalah kekasihnya sangat romantis, rasa cinta kasih serta sayang seorang kakak kepada adiknya, sedari tadi Desta hanya bisa tersenyum menyaksikan perdebatan antara Humaira & Zayn, meskipun terkesan Zayn menentang hubungan mereka tetapi Desta tau sebenarnya Zayn tak pernah menentang hubungannya dengan Humaira, Zayn hanya tak suka jika adiknya di sentuh oleh pria lain.


" yo kita mending keluar aja Des, gue juga pengen cari angin, lo temenin gue ya, biar Huma disini nemanin Rindu " (kata Zayn merangkul Desta berjalan kearah luar)


" kak, mau kemana? " (kata Humaira)


" mau ngajak Desta cari kopi, sudah dua hari gue gak ngopi " (kata Zayn)


" awas lo macem-macemin babang gue " (kata Humaira)


" yang kakak lo gue apa Desta dek, kok lo khawatirnya malah ama Desta, lo gak takut gue diapa-apain Desta " (kata Zayn berkacak pinggang dengan satu tangan)

__ADS_1


" hahaha, ya lo kakak gue tapi bang Desta kan yayang gue " (kata Humaira)


Zayn melepaskan rangkulan tangannya di bahu Desta & pergi menghampiri Humaira, pandangannya sangat serius, Desta hanya diam di tempat menyaksikan kedua kakak beradik yang sedari tadi memperdebatkan dirinya.


" pletaaaakkkkk " (jitakkan jari Zayn tepat di dahi Humaira)


" aaaaaauuuuuuuuu, sakit tau " (kata Humaira)


" Sudah sadar belum lo, perasaan yang cidera kepala Rindu tapi kenapa lo yang kayanya gesrek otaknya, jijik tau gue denger lo masih kecil manggil yayang-yayangan " (kata Zayn)


" hahahahahahah, pease kak main-main aja sih, jangan gitu lah, kakak Huma yang paling ganteng seantero jagat raya Abdul Zayn Mikail, saranghae, aku padamu " (kata Humaira tersenyum sambil membentukan jarinya ala-ala opa-opa korea)


Menyaksikan pertengkaran yang sangat sweet ini Desta hanya bisa tersenyum sambil sesekali menggaruk kepalanya, ia sungguh tak menyangka jika wanita yang baru 24jam menjadi pacarnya ini akan bertingkah sekonyol itu dengan kakaknya sendiri, Desta tak pernah seperti itu dengan saudara perempuannya, mungkin karena usianya & kakaknya terpaut jauh.


" bang Desta jangan takut ya sama kak Zayn, kak Zayn aslinya jinak kok " (kata Humaira tersenyum)


" udah gak usah dengerin dia Des, anak manja tuh gitu memang, bawel " (kata Zayn kembali merangkul Desta)


" yang akur ya " (kata Rindu)


Saat melihat Zayn tersenyum kearah Rindu ia langsung tau bahwa sangat cintanya sebenarnya Zayn kepada Rindu, dari tatapan mata Zayn jelas terlihat tatapan yang sangat lembut.


" iya, kamu istirahat dulu ya, aku bentaran aja kok " (kata Zayn)


Setelah berada di kantin Zayn memang memesan satu gelas kopi late, sedangkan ia hanya memesan segelas teh hangat, Zayn nampak menikmati seruputan demi seruputan kopi yang ia minum, selama dua hari ini ia yakin pria dihadapannya ini sungguh stres menghadapi deraan hidup yang menimpanya.


" kenapa bengong?, ayo di minum tehnya, tar keburu dingin " (kata Zayn)


" iya bang, masih panas ini " (kata Desta)


" ngomong-ngomong lo seneng adek gue udah nerima lo? " (kata Zayn)


" kalo di bilang seneng ya seneng lah bang " (kata Desta)


" lo tau kan Huma tuh adek gue satu-satunya, anak perempuan satu-satunya dirumah? " (kata Zayn)


" ya tau lah bang, abang jangan khawatir, gue berani sumpah gue bakal jaga Huma kaya lo jaga Huma bang, gue gak bakal ngelakuin hal-hal diluar batas norma agama, gue juga tau kok bang mana yang baik mana yang buruk, bang Zayn tolong percaya sama gue ya? " (kata Desta), " gue beneran tulus sayang sama Huma, seandainya takdir mengijinkan gue malah pengen nikahin dia cepet-cepet " (kata Desta)


" gue percaya sama lo Des, tapi kita gak tau setan itu datang dari arah mana aja, bukannya gue bermaksud mikir terlalu jauh tapi gue gak pengen adek gue kenapa-napa " (kata Zayn)


" gue janji bang gue gak bakal ngelakuin hal yang lo takutin, makanya supaya terhindar dari hal-hal negatif gue mau lamar Huma aja " (kata Desta)


" apa gak kecepetan, lagian setau gue habis pendidikan polisi baru bisa nikah kalo udah dua tahun pendidikannya " (kata Zayn)


" sudah hampir dua tahun gue bang, tinggal beberapa bulan aja, kalo boleh gue minta dukungan lo bang " (kata Desta)


Memang usianya masih terbilang muda untuk memikirkan pernikahan tetapi ia lebih takut jika berlama-lama dengan statusnya ia akan terjerat dengan dosa.


" lo yakin? " (kata Zayn)


" yakin bang, lagian nikah itu kan ibadah " (kata Desta)


" tapi lo masih terlalu muda, adek gue masih 16 tahun " (kata Zayn)


" gak papa bang, lagian dari pada pacaran lama-lama ujung-ujungnya gak nikah-nikah, mendingkan langsung aja nikah bang " (kata Desta)


" wah gila loh, gue aja seumuran lo masih fokus ngejar karir, lo diumur yang segini malah pengen nikah muda, luar biasa lo " (kata Zayn)


" pas nikah nanti karir juga masih bisa dicapai kok bang " (kata Desta)


" kok gue rasanya jadi kagum ya sama pemikiran lo, lo itu masih muda tapi pikiran lo tuh dewasa, di umur lo yang segini lo justru pengen punya rumah tangga, padahal kalo dipikir yang lain yang umurnya kaya lo masih sibuk ngejar cinta-cintaan " (kata Zayn)


" gue malah rasanya capek kak pacar-pacaran, terakhir punya pacar malah dimanfaatin guenya, makanya gue berpikir kalo memang ada jodoh gue mau nikah aja " (kata Desta)


Ia memang masih terlalu muda untuk memikirkan rumah tangga, masih banyak hal yang perlu di capai bagi pemuda seumurannya, tetapi bagi Desta dengan usia seumurannya akan lebih baik jika ia bisa menikah dengan cepat.


" salut gue sama lo, tapi lo yakin bisa bahagiain adek gue, sih Huma gak biasa loh hidup susah " (kata Zayn)


" insyallah yakin bang, pasti ada aja jalannya kok " (kata Desta)


" ah gila sih, segitu percaya dirinya lo " (kata Zayn)


" harus lah bang, makanya gue minta dukungan lo dulu " (kata Desta tersenyum)

__ADS_1


" gue belum bisa kasih lo dukungan, tapi liat aja entar, kalo gue yakin lo serius gue bakal kasih dukungan " (kata Zayn juga tersenyum)


Desta berharap jika niat baiknya untuk melanjutkan hubungannya dengan Humaira akan dipermudah & berjalan dengan mulus.


__ADS_2