
Setelah selesai sholat Safitri disuruh Bripka Abimana untuk mengganti pakaiananya dengan pakain santai yang sudah dibeli bripka abimana beberapa hari sebelum Safitri pulang dari pendidikannya, dilihatnya beberapa lembar pasang pakian didalam tas kertas, dipilihnya celana jeans panjang hitam & baju hem kotak-kotak ping dengan model belakangnya aga lebih panjang dibanding bagian depannya ditambah dengan topi bermerek guci untuk menutup rambut cepaknya, Safitri sangat cocok menggunakan baju apa saja, ia berjalan keluar dari kamar abimana setelah berganti pakaian sudah ada bripka abimana duduk disofa didepan televisi, Safitri berjalan mendekat kearah Bripka Abimana.
" bang ini kok pas banget ya sama aku, gimana abang bisa tau ukuran badanku " (kata Safitri)
" abang kan sudah ukur badanmu pake tangan ku sayang, gimana aku gak tau ukuran badanmu sayang " (kata Abimana)
" sembarangan ngomong abang nih, sejak kapan abang jadi tukang jahit ttrus ngukur badan aku " (kata Safitri yang sudah duduk disebelah Abimana)
" ade lupa pernah Abang peluk, itu motode baru ukur mengukur dek " (kata Abimana sambil tersenyum)
" aih mesum " (kata Safitri)
" gak mesum ko dek cuman kebetulan aja ada kesempatan " (kata Abimana)
" mulai deh, dari pada ngomong yang enggak-enggak mending cari makan bang soalnya aku udah laper " (kata Safitri)
(cuppppppt, Abimana mencium pipi Safitri & tersenyum ) " ayo kita cari makan aja diluar" (kata abimana)
Safitri hanya terdiam setelah Bripka Abimana yang tiba-tiba mencium pipinya.
" ko malah diem sih, apa mau lagi " ***cupttttt**** (Abimana mencium pipi Safitri lagi)
Mata safitri terbelalak karena Bripka Abimana kembali mengulang mencium pipinya membuat wajahnya bersemu merah panas seperti udang rebus.
# Bripka Abimana Prasetiya
__ADS_1
Bripka abimana tertawa puas melihat tingkah kekasihnya yang merona malu-malu seperti ini, mata mereka saat ini beradu dalam jarak yang sangat dekat tenggelam jauh dalam keteduhan, jantungnya berdetak sangat kencang tak beraturan, ia mulai kesulitan menelan air liur nya karena posisi saat ini membuat getaran-getaran tubuhnya yang berfikir ingin melakukan sesuatu, ia bahkan mati-matian menahan dirinya supaya tidak berbuat lancang yang akan membuat kekasihnya menjadi kecewa, ia buru-buru memalingkan wajahnya menyadarkan diri.
" mm, dek agak jauhan ya takut Abang " (kata Abimana)
" maksudnya takut bang " (kata Safitri)
" takut Abang gak bisa ngontrol diri, dari pada Abang kesetanan nanti " (kata Abimana)
" dih mikir ngeres lagi " (kata Safitri)
" hahaha, bukannya gitu dek, abangkan laki-laki normal gimana sih, ya wajarlah kalau deket-deket kamu tiba-tiba mikir ngeres, makanya agak jauhan ya " (kata Abimana)
" iya-iya bang " (kata Safitri)
" sayang turun aja yo " (kata Abimana)
" cari makan sayang " (kata Abimana)
#Safitri
Safitri segera turun dari tempat tidur membuntuti Abimana keluar dari kamar menuruni anak tangga, ia tersenyum memperhatikan kekasihnya yang telah berjalan didepannya, dia semakin dibuat jatuh cinta dengan sifat kekasihnya yang sangat luar biasa ingin menjaganya.
Setelah berada diluar rumah Abimana mengeluarkan motor sport miliknya.
" bang kita naik motor " (kata Safitri)
__ADS_1
" mm, kenapa sayang "(kata Abimana)
Safitri hanya terdiam memperhatikan kekasihnya yang sudah berada di kemudinya.
" jangan mikir jorok, lagian yang namanya naik motor pasti harus pegangan kalau perlu dipeluk biar gak jatuh " (kata Abimana)
" ini bukannya mau cari kesempatan ya " (kat Safitri)
" heheheh, kok tau " (kata Abimana)
" aku bisa baca pikiran Abang " (kata Safitri)
Safitri akhirnya naik keatas motor dengan dibonceng Abimana ia memeluk tubuh Abimana. Motor sport berwarna hitam kini telah melaju cepat, sesekali tangan Abimana memegang tangan Safitri & menciumnya.
" sayang kalau tau enakan naik motor tau gitu dari kemaren Abang boncengin kamu naik motor deh biar gak ada jarak kaya sekarang " (kata Abimana)
" bang Abi pasti sudah biasa ya pacaran ngapa-ngapain makanya pikirannya ada aja " (kata Safitri)
" engga juga sih dek, jangan mikir yang aneh-aneh sayang gini-gini Abang masih perjaka loh " (kata Abimana)
" boong banget pasti " ( kata Safitri)
" astaga sumpah sayang, gak rugi deh Abang mempertahankan keperjakaan Abang buat bidadari kaya adek " (kata Abimana)
" gombal, hahaha "(kata Safitri)
__ADS_1
Diperjalanan mereka masih terus mengobrol panjang lebar sambil bercanda.