Polwan Cantik

Polwan Cantik
#59


__ADS_3

Tak terasa adzan isya pun berkumandang, Safitri segera menunaikan ibadah sholat, selesai menunaikan sholat Safitri keluar dari kamarnya duduk bersantai diruang keluarga bersama ibunya & tidur dipangkuannya. Ayah belum pulang dari masjid sedang Bripka Abimana sudah pulang beberapa jam yang lalu. Baru beberapa jam ditinggal pulang Safitri sudah merasa rindu, apalagi tinggal besok dia ada disini, Bripka Abimana pamit pulang sebelum ibu & ayah sampai dirumah.


" Nduk kenapa nak Abi pulang? " (kata ibu)


" katanya takut macam-macam bu jadi dia pulang " (kata Safitri polos)


" macam-macam gimana sih nduk? " (kata ibu)


" ya namanya orang normal katanya bu, padahal tadi Safitri pengen nyuruh bang Abi nginep bu, kan kita sepi, dia juga pasti sepi dirumahnya, tidur bareng diruang keluarga, kan bentar lagi Safitri berangkat bu " (kata Safitri)


" ya sudah besok suruh aja nak Abi nginep disini Nduk, kan besoknya lagi kamu berangkat " (kata ibu)


" iya aja kalau mau dia bu, ibu dulu pernah pacaran gak? " (kata Safitri)


" kenapa Nduk kok tanya begitu? " (kata ibu)


" gak papa bu, ibu dulu waktu pacaran kaya ngerasa pengen bareng terus gak? " (kata Safitri)


" ibu kan nikah gak pacaran nduk, ibu mu dijodohkan sama mbah kongmu nduk " (kata ibu)


" masa sebelum sama ayah ibu gak pernah pacaran " (kata Safitri)


" enggak nduk, emang kamu kenapa? " (kata ibu)


" safitri kaya sedih gitu bu mau ninggalin bang Abi, pengen sama-sama terus " (kata Safitri)


" anak ibu lagi dimabuk cinta, Nduk inget tujuan mu ya nduk, kamu juga ikut seleksi ini perjuanganmu panjang, kamu jangan khawatir kalau memang jodoh dimana pun kamu berada pasti akhirnya bakal dipersatukan nduk " (kata ibu)

__ADS_1


" iya bu " (kata Safitri)


" kamu harus semangat ya buat ngelanjutkan pendidikanmu, nak Abi saja bisa kasih kamu semangat, dia juga pengen kamu jadi polwan " (kata ibu)


" iya bu, bu Safitri sayang ibu sama ayah " (kata Safitri memeluk ibunya)


" iya nduk ibu juga tau kalau kamu sayang sama ibu & ayah, anaknya ibu gak boleh nyerah ya, ini kesempatan mu nduk biar masa depan mu lebih baik, gak bingung-bingung lagi disaat teman-temanmu nanti mikir kuliahnya kamu malah sudah mengejar karirmu nduk sebagai polwan, itu kan keren nduk " (kata ibu)


" wih ibu tau juga bahasa keren, hahahahha, emmm doain Safitri ya bu " (kata Safitri)


Safitri tertidur dipangkuan ibu, saat ayah Safitri datang ia hanya geleng-geleng melihat Safitri benar-benar seperti anak kecil.


#* Bripda Afrila Alin Aizahra


Bripda Alin tidak habis fikir dengan adik sepupunya, tapi dia juga berfikir apakan yang ia fikirkan tadi benar adanya, saat ini Bripda Alin sengaja belum pulang kerumahnya dikota G, ia ingin mengintrogasi adik sepupunya yang tidak lain adalah Bara adik Bripka Abimana, jika benar-benar Bara menyukai Safitri ia harus segera menyuruh bara untuk melupakan Safitri, mana mungkin dia rela melihat kebahagiaan kakak sepupunya ini hancur begitu saja walaupun yang menghancurkan adiknya sendiri, ia segera berdiri & segera pergi menghampiri Bara karena pada saat ini Bripda Alin memang sedang menginap dirumah budenya.


" masuk mba " (kata Bara)


" ok, gue masuk ya " (Alin segera masuk & menutup pintu)


" kenapa mba? " (kata Bara pura-pura lupa)


" Bar, sekarang tolong jujur sama mba Alin " (kata Bripda Alin)


" jujur apa sih mba? " (kata Bara)


" bara lo mending mana gue yang tau apa bang Abi yang tau & semua keluarga kita, memangnya lo mau liat bang Abi sedih " (kata Bripda Alin)

__ADS_1


Bripda Alin memang terkadang terlihat kerap tidak akur dengan Bripka Abimana sebenarnya tidak begitu, itulah cara ia bercanda dengan Abimana karena ia tau jika Bripka Abimana adalah orang yang sangat kaku, jauh didasar hatinya ia sangat menyayangi kakak sepupunya itu sama juga dia menyayangi Bara.


" Bara, mba Alin sayang sama lo, mba Alin juga sayang sama bang Abi, mba Alin sayang sama kalian berdua, mba Alin gak mau kalian sampe berebut satu cewek yang jelas-jelas itu calon bang Abi " (kata Bripda Alin)


" memangnya apa salah Bara mba, Bara kan gak minta buat cinta sama Safitri tapi gimana kalau cinta Bara jatuhnya kedia, Bara gak bisa nentuin harus kesiapa Bara jatuh cinta, cinta itu datang tiba-tiba tanpan harus kita minta " (kata Bara)


" Bara cinta memang datang tanpa kita minta, lo juga gak bisa milih sama siapa lo harus jatuh cinta tapi bisa ngga kalau bukan pacar abang kita " (kata Bripda Alin)


" gue juga awalnya pas suka sama dia gak tau mba kalau dia calon bang Abi, gue ketemu dia dua hari sebelum mereka tunangan " (kata Bara)


" terus lo ketemu dia dimana? " (kata Bripda alin)


" gue pernah cerita ke lo kan mba gue ketemu cewek cakep, dua kali gue ketemu dia, malam berikutnya gue kembali ketempat itu karena gue penasaran & bener gue ketemu lagi sama dia, tapi malam kedua waktu gue ketemu dia gue kecewa begitu tau dia jalan sama om-om, besoknya waktu kita pergi ngantarin bang Abi, disana gue baru tau cewek yang gue taksir ternyata Safitri tunangan bang Abi & om-om yang gue liat sama Safitri itu kakaknya " (kata Bara)


" terus kenapa lo masih barani nyimpen foto Safitri, kan lo sudah tau kalau dia calon bang Abi? " (kata Bripda Alin)


" mba lo kan tau bahkan lo pernah ngalamin, butuh waktu lama buat ngelupain seseorang yang kita cinta, apalagi ini cinta pertama gue " (kata Bara)


" Bar tolong Bar, gue tau lo pasti kecewa, sedih, sakit didada kaya ditusuk-tusuk, tapi tolong Bar, lupain Safitri, lo harus lupain dia, jangan lo rusak kebahagiaan mereka, lo juga sayang kan sama bang Abi? " (kata Bripda Alin)


" hmmm, gue sayang banget sama bang Abi " (kata Bara)


" lo harus lupain Safitri ya dek, gue janji gue gak bakal bongkar rahasia ini, bang Abi juga gak akan pernah tau " (kata Bripda Alin)


" iya mba, gue bakal coba lipain Safitri " (kata Bara)


" gue yakin lo bisa dek, demi bang Abi kita, jangan pernah rebut kebahagiaannya dek " (kata Alin sambil memeluk Bara)

__ADS_1


__ADS_2