
#*Andriawan Abara Brilian
Saat ini ia duduk sendiri dibangku taman belakang sekolah sambil memandangi layar ponselnya, nampak sebuah foto Safitri digaleri Bara mengenakan baju kebaya merah tersenyum cantik, dia mengingat pertemuan tidak sengajanya dengan Safitri sangat lucu membuatnya tersenyum-senyum sendiri, tiba-tiba dari arah belakang ada yang merampas ponselnya.
" boleh juga nih cewek " (kata suara tersebut)
Bara terlihat emosi ternyata musuh bebuyutannya lah yang berani merampas ponsel miliknya dari tangannya yang tidak lain adalah Samuel.
******bugh......(Bara memukul Samuel)
Mereka berdua pun adu jotos membuat satu sekolah menggrumbuli mereka berdua sampai-sampai guru BK mendatangi mereka & memisahkan mereka.
" Bara... Samuel....kalian lagi, kalian lagi, ayo ikut bapak keruang BK " (kata pak Ardi guru BK)
Bara & Samuel mengikuti pak Ardi menuju ruang BK disana mereka berdua disidang oleh pak Ardi.
" Bara bapak pikir kamu sudah berubah, jaga tingkah lakumu sebentar lagi kamu bakal ikut ujian kelulusan jangan sampai kepala sekolah ngeluarkan kamu dari sekolah sebelum kamu ikut ujian " (kata pak Ardi)
Bara hanya tertunduk lesu pasalnya setelah beberapa bulan belakangan ini ia tak pernah berbuat ulah lagi & ini adalah untuk pertama kalinya setelah ia mengikuti percepatan ia terjerat masalah kembali.
" kamu juga Samuel, jaga prilakumu, bapak gak habis pikir kenapa kalian berdua selalu berbuat ulah, bapak terpaksa menghubungi orang tua kalian berdua " (kata pak Ardi)
" tapi pak Bara duluan yang mukul saya, saya cuman ngelawan " (kata Samuel)
__ADS_1
" sudah gak usah berkilah, jelasin nanti kalo sudah ada orang tua kalian " (kata pak Ardi)
Pak Ardi pun pergi untuk menelpon orang tua Bara & Samuel sedangkan Bara menatap geram kearah Samuel. Mereka berdua memang kerap berkelahi karena perebutan wilayah kekuasaan geng motor, sebelum Bara mengikuti percepatan mereka berdua adalah siswa yang paling sering masuk kedalam ruang BK itulah mengapa dulu ayahnya selalu mencemaskan dirinya yang selalu membuat ulah.
" kenapa lo liat gue,hahahahha lo mau ini? " (kata Samuel sambil menunjukkan ponsel milik Bara yang ada ditangannya)
" balikin " (kata Bara emosi)
" nih gue balikin " (kata Samuel sambil membanting ponsel milik Bara kelantai sampai rusak)
Bara yang melihat ponselnya dilempar kelantai oleh Samuel kembali emosi membuatnya tidak bisa menahan amarahnya.
***bugh....bugh....(Bara memukuli Samuel)
Emosi Bara sungguh sangat membara seperti api yang menyala membuat Samuel kualahan melawan pukulan Bara yang bertubi-tubi melihat itu pak Ardi yang datang bersama kedua orang tua mereka sontak sangat kaget & segera memisahkan mereka berdua lagi.
" Bara " (kata papa)
Bara kaget saat mendengar suara ayahnya sontak membuatnya berhenti memukuli Samuel.
" papa " (kata Bara)
" mari bapak-bapak silahkan masuk dulu kita selesaikan masalah ini " (kata pak Ardi)
__ADS_1
Terlihat muka orangtua mereka berdua menahan emosi melihat tingkah Bara & Samuel, Bara sungguh tidak menyangka ia akan semarah ini melihat ponsel miliknya hancur seperti itu bahkan sebenarnya ia bisa menggantinya dengan yang baru mungkin ini akan berbeda karena diponsel lamanya ada foto Safitri, itulah sebabnya ia sangat marah.
" ayo jelasin kenapa kalian sampe berkelahi lagi waktu bapak tinggal? " (kata guru BK)
" Bara emosi soalnya saya gak sengaja ngerusak hpnya pak " (kata Samuel berbohong)
" benar itu Bara? " (kata pak Ardi)
Bara hanya diam tidak ingin menjawab karena baginya walaupun ia membela diri ia & Samuel akan sama-sama dihukum.
" Bara jawab pak Ardi " (kata papanya)
" Bara rasa cukup pa, Bara gak mau ngejelesin lagi " (kata Bara)
" kalau gitu saya bakal mengganti hp Bara yang dirusak anak saya Samuel pak " (kata papanya Samuel)
" oh gak perlu pak, saya seharusnya minta maaf, cuman karena persoalan hp anak saya sampai memukuli Samuel seperti itu " (kata papanya)
" gak apa-apa pak, ini cuman masalh kecil, anak-anak memang selalu menyelesaikan persoalan dengan emosi, ini juga bukan cuman salah Bara, mereka berdua sama-sama salah " (kata papanya Samuel)
" baik lah pak saya rasa bapak-bapak sudah sama-sama mengetahui keributan yang dibuat Bara & Samuel hari ini, dengan berat hati saya akan mengskors mereka berdua selama satu minggu " (kata pak Ardi)
Bara yang mendengar itu hanya diam lemas bagaimana mungkin ia harus menerima hukuman sementara beberapa hari lagi ia akan melaksanakan tryout sekolah, ia akan ketinggalan beberapa mata pelajaran yang seharusnya ia bisa pelajari untuk ia pelajari.
__ADS_1