Polwan Cantik

Polwan Cantik
#63 SEASON 2


__ADS_3

# Humaira Shakila Najma


Jam telah menunjukan pukul 11.00siang baru saja ia selesai dengan pelajaran mata kuliahnya yang kedua beberapa menit yang lalu, ia kini buru-buru pergi kearah luar kampus untuk meninggalkan kampus & menemui kakakanya Zayn, sedari tadi ia berusaha mencari Gibran di kampus tapi tak menemukan keberadaan Gibran ia mulai berfikir mungkin saja saat ini Gibran telah berada di hotel bersama kakaknya, karena tak kunjung menemukan di mana Gibran saat ini ia terpaksa memesan taksi online untuk mengantarkannya ke hotel dimana kakaknya berada, Humaira sengaja tak menghubungi Desta karena saat ini Desta pasti masih sibuk bekerja, jika ia menghubungi Desta sudah pasti Desta akan segera datang untuk mengantarkannya tetapi ia tak ingin merepotkan Desta mengingat malam tadi Desta sudah menemani kakaknya sehingga harus berangkat ke kantornya terlambat.


Saat ini taksi yang ia naiki sudah berada dipertengahan perjalanan, ia nampak cemas & berkali-kali menatap kearah jam ditangannya, beberapa menit yang lalu ia dihubungi oleh orangtuanya karena saat ini sedang terjadi sesuatu dengan Rindu, agar tak membuat kakaknya panik ia menemui kakaknya secara langsung untuk menyampaikan kabar berita saat ini.


Setelah berkendara beberapa puluh menit akhirnya taksi yang ia tumpangi saat ini sampai juga di hotel dimana kakaknya berada, ia buru-buru masuk kedalam lift, setelah berada di lantai dua ia buru-buru mengetuk kamar Zayn, berkali-kali Humaira mengetuk kamar kakaknya tetapi tak ada jawaban juga, akhirnya ia memutuskan untuk mengirim pesan kepada Gibran, karena ia yakin saat ini kakak sepupunya tersebut sedang bersama kakaknya.


📩 pesan WhatsApp my Bro Gibran...


Humaira : lo dimana kak?


Humaira : lo sama kak Zayn kan?


Gibran : gue lagi sarapan sama bang Zayn


Gibran : kenapa?


Humaira : lo dimana?


Humaira : gue di depan kamar kak Zayn


Gibran : astaga lo di hotel?


Gibran : ngpain lo ke hotel?


Gibran : lo bolos ya?


Gibran : balik sana kuliah


Humaira : bawel lo


Humaira : cepet kasih tau gue lo dimana?


Gibran : gue ama bang Zayn di kafe dekat hotel


Gibran : tunggu gue disitu, gue jemput lo


Humaira : langsung aja balik kesini


Humaira : ajak kak Zayn sekalian


Gibran : astaga iya bawel


Humaira masih tetap menunggu kakaknya didepan kamarnya, Humaira tak sabar menyampaikan kabar tentang musibah yang saat ini telah menimpa Rindu, ia berkali-kali mondar-mandir dengan ekspresi cemas.


" Apaan sih lo mondar mandir gitu kaya setrikaan aja " (kata Gibran)


Humaira menatap lega melihat kakaknya telah berada dihadapannya saat ini, ia buru-buru mengajak Zayn masuk kedalam kamar untuk memberitahu kabar penting ini.


" kak lo duduk dulu gue mau ngomong sesuatu " (kata Humaira)


" mau ngomong apa lo dek?, muka lo serius banget gitu " (kata Gibran)


" kak Gibran please gue serius " (kata Humaira)


" beneran serius nih dek? " (kata Gibran)


" iya kak " (kata Humaira pada Gibran), " kak lo tenang ya " (kata Humaira pada Zayn)


Zayn melihat kearah Gibran saat ini lalu melihat kearahnya, Humaira menarik nafas & mengeluarkannya.


" kenapa dek? " (kata Zayn)


" kak ada kabar buruk " (kata Humaira)


" kabar buruk?, apa? " (kata Zayn)


" kak Rindu jatuh dari tangga rumahnya, sampe sekarang dia gak sadarkan diri di rumah sakit " (kata Humaira)


" astagfirullah " (kata Gibran)


" kak Rindu pingsan terus terguling di tangga, dari atas kebawah, kata mami luka kak Rindu lumayan parah " (kata Humaira)

__ADS_1


" lo serius kan dek? " (kata Gibran)


" gue serius kak " (kata Humaira)


Sedari tadi saat mendapatkan kabar berita tersebut Zayn hanya diam & tak bergeming mungkin saat ini kakaknya sedang syok.


# Abdul Zayn Mikail


Humaira datang untuk menyampaikan kabar buruk entah apa kabar buruk yang akan di sampaikan adiknya tersebut, Zayn berpikir mungkin pernikahannya dengan Rindu telah dibatalkan saat ini, Zayn sudah berusaha menerima jika hal tersebut memang akan terjadi.


" kak Rindu jatuh dari tangga rumahnya, sampe sekarang dia gak sadarkan diri di rumah sakit " (kata Humaira)


Mendengarkan kabar yang dibawa oleh adiknya membuat Zayn bak di sambar petir, orang yang sangat dicintai saat ini dalam keadaan tidak baik & sedang berjuang di rumah sakit.


" astagfirullah " (kata Gibran)


" kak Rindu pingsan terus terguling di tangga, dari atas kebawah, kata mami luka kak Rindu lumayan parah " (kata Humaira)


" lo serius kan dek? " (kata Gibran)


" gue serius kak " (kata Humaira)


Zayn berdiri berlari kearah luar meninggalkan kamar tersebut, ia harus buru-buru pulang untuk melihat keadaan orang yang cintai saat ini, dari arah belakang Humaira & Gibran mengejarnya.


" kak tunggu " (kata Humaira)


Mendengar panggilan Humaira Zayn tersadar dati gelapnya matanya, ia berhenti & menghadap kearah Humaira, Zayn berusaha mendinginkan pikirannya & menenangkan hatinya agar kejadian yang sudah-sudah tak terulang kembali.


" bang tolong tenang " (kata Gibran)


" iya Gib, sorry gue terlalu panik sampe lupa sama kalian " (kata Zayn)


" jadi kak Zayn mau gimana sekarang? " (kata Humaira)


" gue mau pulang dek, tolong lo urus semua administrasi hotel, tar duit lo gue ganti, gue transfer, gue soalnya harus buru-buru terbang ke kota xxx " (kata Zayn)


Ia memang harus segera terbang ke kota xxx untuk melihat keadaan Rindu saat ini, mungkin semua ini karena ulahnya sehingga wanita pujaannya bisa celaka seperti ini.


" oke kak, lo berangkat ke bandara sekarang, biar kak Gibran yang anter lo, tar gue naik taksi aja baliknya " (kata Humaira), " kak Gibran tolong ya " (kata Humaira)


" gak papa kak " (kata Humaira)


" ya udah kita berangkat dulu dek " (kata Zayn)


Setelah berada di parkiran Gibran melajukan mobil miliknya menjauh dari hotel, Zayn memegang keningnya dengan satu tangannya, berharap jika tak terjadi apa-apa dengan Rindu, ia baru sadar itulah sebabnya pagi tadi Rindu tak menjawab panggilan darinya.


" Gib tolong agak cepetan dikit " (kata Zayn)


" ok bang " (kata Gibran)


Zayn mencoba menghubungi Indra ko-pilot yang sering mendampingi dirinya saat sedang berada dalam rute penerbangan, ia ingin meminta tolong kepada Indra untuk mencarikan tiket pesawat dengan jadwal penerbangan tercepat ke kota xxx sekarang juga.


📞 calling is pilot Indra....


tut...tut....


" hallo assalamuallaikum Ndra " (kata Zayn)


" waallaikumsalam Kapten, ada apa nih? " (kata Indra)


" lo di bandara kan? " (kata Zayn)


" iya kapten, kenapa ya kapten? " (kata Indra)


" lo bisa booking kan satu tiket buat gue ke kota xxx yang terbang sekarang juga " (kata Zayn)


" oh beres kapten, segera gue urus buat kapten " (kata Indra)


" ok thank " (kata Zayn)


Bersyukur Ko-pilot Indra bisa diandalkan saat dalam keadaan genting saat ini.


# Risya

__ADS_1


Masih di depan ruang IGD ia duduk ditemani oleh dua sahabatnya Safitri & Ega, pagi tadi putri sulungnya terjatuh dari tangga & terjadi pendarahan di kepalanya, sampai saat ini Rindu belum sadarkan diri, keadaan putrinya saat ini sangat lemah sekali, Rindu terjatuh saat tiba-tiba pingsan waktu menuruni anak tangga, bisa jadi saat ini penyakit maag yang di derita anak sulungnya tersebut kambuh, itulah yang menyebabkan Rindu secara tiba-tiba pingsan saat menuruni anak tangga.


Ia tak henti-hentinya menangis khawatir dengan keadaan anaknya yang tak kunjung sadarkan diri meskipun pendarahan di kepalanya sudah berhasil dihentikan, sampai saat ini dokter juga belum menyampaikan apa penyebab anaknya tersebut tak sadarkan diri karena hasil ronsen sampai saat ini belum juga keluar.


" Beb anak gue beb " (kata Risya menangis)


" ya allah beb, kenapa musibah ada-ada aja kaya gini beb " (kata Ega ikut menangis)


" beb kita berdoa aja semoga Rindu cepet siuman ya " (kata Safitri juga menangis)


Saat ini mungkin saja anaknya sangat kepikiran dengan perjodohannya, disaat Rindu berusaha menerima justru kenyataan pahit ia terima bahkan pernikahannya terancam gagal, mungkin anaknya sangat tertekan dengan tanggapan orang lain saat pernikahannya gagal, siapapun pasti akan merasakan kekecewaan saat berada di posisi Rindu.


Risya sangat terpukul karena menyebabkan anaknya celaka seperti ini, jika saja ia beserta suaminya & sahabatnya tak melakukan perjodohan dengan sebuah kebohongan pastinya hal ini takkan pernah terjadi, Rindu juga tak perlu merasakan rasa kecewa & menutupi rasa malunya untuk menghadapi cemoohan orang nantinya yang membuatnya tertekan.


Risya menatap kearah suaminya yang saat ini juga sedang bersama suami dari kedua sahabatnya, nampak saat ini suaminya juga sangat stres dengan keadaan putri semata wayang mereka, ujian yang mereka hadapi saat ini sangat luar biasa.


" anak gue pasti sadar kan beb " (kata Risya)


" anak lo pasti sadar beb, Rindu anak yang kuat kan " (kata Ega)


" beb gue takut anak gue kenapa-napa " (kata Risya)


" ini semua salah gue beb, harusnya gue larang bang Abi buat ngelakuin ide gila ngejodohin anak kita, Rindu pasti sedih banget sampe jadi begini " (kata Safitri menangis)


" beb ini bukan salah lo aja, ini salah gue juga sama bang Aidan " (kata Risya menangis sambil memeluk Safitri)


" ini jadi pelajaran buat kita sebagai orang tua beb, meskipun kita mau yang terbaik buat anak kita, kita juga jangan berbohong, kita sebagai orang tua juga jangan terlalu egois " (kata Ega), " kita sama-sama berdoa untuk kesembuhan Rindu, semoga Rindu cepat sadar " (kata Ega lagi)


Risya sangat terpukul sekali dengan kejadian ini, bagaikan makan buah simalakama ia bingung apa yang akan ia lakukan setelah anaknya sadar nantinya, ataukan melanjutkan pernikahan perjodohan yang mereka atur ataukah harus menghentikan semuanya.


# Abimana Prasetiya


" Dan gue minta maaf Dan, gue yang harusnya lo salahin " (kata Abimana)


Bagaimanapun juga tetap dirinya yang paling patut di salahkan atas kecelakaan yang menimpa Rindu, wanita yang harusnya menjadi menantunya kali ini harus terbaring lemah tak sadarkan diri di ruang IGD.


" gak bang lo gak boleh salahin diri lo kaya gini, semua ini terjadi karena kehendak yang maha kuasa, kalo masalah perjodohan anak kita bukan lo aja yang salah tapi gue juga bang, kita sama-sama terlalu egois jodohin anak kita dengan kebohongan " (kata Aidan)


" sabar bang, ini cuman segelintir cobaan buat kalian, ataukah kalian mampu buat ngejalani & ngelewati atau enggak, kalian berdua harus tetap tawakal, bersabar banyak-banyak istighfar " (kata Randito)


" ya allah kenapa berat banget cobaan yang engkau berikan untuk kami ya allah " (kata Abimana dalam hati)


Matanya saat ini telah berkaca-kaca panas menahan sesak dihatinya, setelah terjadi hal seperti ini ia baru sadar jika keegoisannya mengakibatkan hal fatal seperti ini. Sampai saat ini Abimana belum menghubungi Zayn tentang kondisi Rindu saat ini.


" bang Zayn sudah ketemu? " (kata Aidan)


" belum Dan, gue juga bingung kemana dia " (kata Abimana)


" tapi Zayn baik-baik aja kan bang sekarang? " (kata Randito)


" gue juga gak tau keadaan anak gue Ran, tapi semoga aja anak gue baik-baik aja & pulang sekarang " (kata Abimana)


Abimana hanya bisa berdoa & berharap ia tak bisa menyalahkan kepergian Zayn dalam keadaan kalut karena bukan Zayn yang patut disalahkan.


# Safitri


Sebagai seorang ibu yang memiliki seorang anak perempuan satu-satunya Safitri tau apa yang dirasakan Risya saat ini, terlebih lagi dengan kesalahan yang mereka perbuat yang mengakibatkan Rindu tertekan & celaka seperti ini, Safitri juga ikut bersedih karena bagaimana juga Rindu adalah wanita pilihannya & suaminya yang ia harapkan menjadi pendamping anaknya kelak, beberapa bulan ini ia sangat bahagia mempersiapkan segala sesuatu persiapan pernikahan Zayn & Rindu, setelah tinggal menunggu hari justru konflik muncul disaat yang tidak tepat, memang benar merekalah sebagai orang tua yang sebenarnya salah dalam hal ini.


Jika saja hari itu mereka tak membahas soal kebohongan yang mereka tutupi mungkin saat ini ia beserta suaminya & sahabatnya Risya beserta Aidan masih sibuk mengurus keperluan menuju H-4, seharusnya empat hari lagi ia & suaminya sudah menikahkan anak sulungnya dengan anak sulung sahabat mereka, tak disangka musibah datang secara tiba-tiba.


" beb Zayn gimana kabarnya? " (kata Risya)


Safitri menoleh kearah sahabatnya, disaat seperti ini Risya masih bisa mengkhawatirkan keadaan anaknya meskipun anaknya dalam keadaan yang tidak baik, Safitri memegang tangan Risya.


" Beb lo gak usah khawatir sama Zayn, gue yakin dia baik-baik aja, buat sekarang kita fokus ke Rindu aja, dia butuh kita, gue tau Zayn berhak tau bagaimanapun juga Rindu calon istrinya " (kata Safitri)


Safitri yakin anaknya saat ini baik-baik saja, ia saat ini juga berharap jika Zayn bisa hadir di sini menemani Rindu & menguatkan Rindu agar bisa sadar.


" Zayn gak mungkin macem-macem, gue tau gimana anak gue kok, gue yakin dia cuman sedikit kecewa & butuh sendiri " (kata Safitri)


Meskipun ia tak tau dimana anaknya saat ini berada tetapi instingnya sebagai seorang ibu meyakinkan dirinya jika anaknya saat ini baik-baik saja, suara langkah seseorang yang tengah berlari di koridor terdengar semakin nyaring mendekat, Safitri melihat kearah seorang pemuda yang tengah berlari kearahnya, ia sangat mengenali sosok pemuda tersebut.


" maaf Zayn telat, mi dimana Rindu? " (kata Zayn)

__ADS_1


Safitri tiba-tiba berdiri karena anaknya saat ini berada dihadapannya dengan terengah-engah, ia tak menyangka Zayn berada di hadapannya saat ini, Safitri langsung memeluk Zayn & menangis sejadi-jadinya.


__ADS_2