
# Muhamad Desta Hamizan
Desta seharian hanya bertemu Humaira sebentar saja karena jadwal kerjanya hari ini terlalu padat, bahkan pagi ini ia tak bisa mengantar Humaira untuk pergi ke kampusnya, saat pulang dari kampus barulah Desta bisa menjemput kekasihnya tersebut.
Humaira terlihat nampak sangat kesal saat Desta menjemputnya sore tadi, kekasihnya tersebut menuturkan jika ia sedang kesal karena telah di labrak oleh seniornya dari fakultas lain karena pagi tadi Humaira berangkat ke kampus bersama dengan Gibran.
Desta pagi tadi memang tak bisa menjemput Humaira ke kampus karena tepat pada jam 09.00 pagi ia harus berada di jalan untuk melakukan rajia kendaraan bermotor. Desta merasa ikut bersalah karena menyebabkan kekasihnya dalam kesulitan pagi tadi.
Meskipun Humaira tak menyalahkan dirinya tetapi tetap saja ia merasa tak berguna sebagai pasangan Humaira, ia merasa tak bisa menjaga Humaira dengan sepenuhnya, bagaimana ia akan menikahi Humaira & menjadikan Humaira menjadi istrinya jika baru seperti ini saja ia sudah gagal.
Diambilnya ponsel miliknya untuk menghubungi kekasihnya tersebut, untuk mengetahui bagaimana keadaannya saat ini, Desta berharap Humaira saat ini telah dalam keadaan mood yang baik.
📞 calling is my beloved ❤......
kring.....kring....
" hallo assalamuallaikum " (kata Desta)
" waallaikum salam " (kata Humaira dari sebrang telepon menjawab)
" lagi apa beib? " (kata Desta)
" lagi ngobrol bang sama kak Gibran, abang lagi apa? " (kata Humaira)
Suara Humaira kini sudah nampak terdengar baik-baik saja, mendengar saat ini Humaira telah bersama Gibran pastilah mereka telah berbaikan batin Desta.
" aku lagi mikirin kamu, maaf ya gak bisa jagain kamu tadi " (kata Desta)
" ya allah abang kan Huma udah bilang bukan salah abang sih, kenapa harus minta maaf coba " (kata Humaira)
" ya kan salah aku juga sayang tadi pagi gak jemput kamu " (kata Desta)
" bukan salah abang kok, itu yang patut disalahin tuh kak Gibran nih bang bukan abang " (kata Humaira)
" lain kali abang janji bakal sempetin buat antar jemput kamu walaupun sesibuk apapun deh " (kata Desta)
" kalo sibuk ya gak usah dipaksa bang, yang penting ada waktu aja buat Huma, itu juga udah cukup " (kata Humaira)
" kamu udah makan sayang? " (kata Desta)
" udah dong, abang udah belum? " (kata Humaira)
" iya udah " (kata Desta)
" aku kangen deh sama bang Desta, tadi kita bentar banget ketemunya " (kata Humaira)
" besok kita ketemuan ya, ya udah kalo gitu ya sayang, jangan ngambek-ngambek lagi " (kata Desta)
Desta menutup panggilan teleponnya & tersenyum senang karena baru saja mendengar suara kekasihnya, seolah tak sabar ia sangat ingin bertemu dengan Humaira esok hari.
# Aryan Gibran Alaric
Gibran memang sangat sayang kepada Humaira yang tak lain adalah adik sepupunya, tetapi rasa sayangnya yang ia rasa kini lama-lama jadi cinta, ia bingung mengapa ia jadi gusar ketika melihat adik sepupunya tersebut berjalan berdua dengan kekasihnya Desta, atau hanya sekedar berhubungan lewat telpon seperti saat ini, rasa cemburu selalu menghinggapi hati & pikirannya tatkala melihat kedekatan antara Desta & Humaira.
" senyum-senyum kaya orang gila, baru juga dapet telpon dari Desta " (kata Gibran sewot)
Terkadang ia hanya bisa menggerutu sendiri di dalam hatinya saat tak bisa pulang & pergi ke kampus bersama Humaira, Humaira tak pernah mau berdekatan dengannya saat berada di kampus padahal Gibran sangat ingin sekali menjaga & melindungi Humaira selama berada di kampus.
Sebenarnya perasaanya ini baru saja muncul setelah Ospek di kampusnya usai, ia terus menerus membaca surat cinta yang ditujukan Humaira kepadanya, meskipun surat cinta tersebut tak sesungguhnya tentang isi hati Humaira tetapi ia justru benar-benar baper. Gibran selalu berfikir seandainya saja Humaira bukan lah adik sepupunya.
Malam ini ia & Humaira masih asik mengobrol diruang tamu berdua, sedang kedua orangtuanya kini masih asik menonton televisi diruang keluarga, hari ini adik sepupunya tersebut sangat kesal dengan dirinya karena ulah para mahasiswi yang datang melabrak dirinya karena siang tadi mereka berangkat ke kampus berdua.
Gibran terus-terusan meminta maaf kepada Humaira karena ini memang bukanlah kesalahannya, bersyukur Humaira mengerti & memaafkan dirinya. Setelah meminta maaf Gibran tiba-tiba terbawa suasana & mengungkapkan perasaannya pada Humaira, bukannya mendapatkan respon yang baik justru Humaira menanggapinya dengan candaan.
" eh dek ngomong-ngomong yang tadi gue bilang itu serius loh " (kata Gibran tersenyum)
" ih lo gila ya, hahahah, kelamaan jomblo lo kak, baper ama gue " (kata Humaira)
" biarin yang penting gue gak baper sama bang Zayn atau bang Faiz, kan masih sah-sah aja " (kata Gibran menjawab)
" gue aduin lo ama kak Zayn ama kak Faiz, hahaha " (kata Humaira)
" bodo amat gue gak perduli, lagian bukan salah gue lah salahin aja hati gue " (kata Gibran asal menjawab)
__ADS_1
" salah lo juga punya hati gampang baper " (kata Humaira berkata sambil terus mengejek)
Gibran hanya tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya karena mendengar kata-kata Humaira, memang benar hatinya lah yang salah karena telah menyukai adik sepupunya sendiri.
" ah elah bakal jadi bahan bulian lagi dah gue " (kata Gibran masih terus menggaruk kepalanya)
" hahaha, ya lo aneh " (kata Humaira), " eh tapi lo gak pernah ada kepikiran buat masuk kamara gue terus ngapa-ngapain gue kan kak? " (kata Humaira lagi sambil menyipitkan matanya)
" anji*r lo, ya gak lah, lagian gue masih waras kali, gue bukan pedofil yang bakal ngapa-ngapain gadis dibawah umur macam lo, gue kan cuman naksir aja ama lo bukan mau ngawinin lo, nih otak lo lama-lama eror juga ya " (kata Gibran)
" hahaha asem lo ngatain gue gadis dibawah umur, santai aja bos gak usah pake ngegas " (kata Humaira santai)
Gibran menggelengkan kepalanya melihat tingkah adik sepupunya tersebut, ia heran mengapa ia bisa menyukai Humaira padahal Humaira bukanlah tipe wanita idamannya.
" gue heran kenapa gue bisa naksir lo ya, padahal lo bar-bar gak ada kalem-kalem loh " (kata Gibran)
" enggak, sapa bilang gue bar-bar, gue kalem kok, gue kalem kalo ama bang Desta, wleeee " (kata Humaira mengeluarkan lidahnya kearah Gibran)
"Astagfirulloh dek, untung aja lo cantik, kalo enggak udah gue karungin lo, gue timbangin ke pakle besi tua, hahahah " (kata Gibran tertawa)
" jahat lo kak, lo sangka gue besi tua " (kata Humaira Cemberut)
" hahahaha " (Gibran hanya tertawa)
Humaira adalah gadis yang sangat cantik, pribadinya yang menyenangkan serta lucu & blak-blakan, banyak wanita yang dekat dengannya selama ini tak seperti adik sepupunya tersebut.
#Humaira Shakila Najma
Bukannya terkejut dengan ungkapan perasaan yang disampaikan Gibran kepadanya, Humaira justru tertawa merasa lucu dengan tingkah kakaknya tersebut, dari kecil sudah terbiasa bersama, bahkan ia sangat tahu bagaimana kakak sepupunya tersebut, dengan ekspresi penuh kekonyolan Gibran saat mengutarakan perasaannya Humaira justru menganggap kakak sepupunya tersebut seperti sedang bercanda.
" besok berangkat bareng gue lagi ya dek? " (kata Gibran)
" enggak ah, gue mau bareng bang Desta aja " (kata Humaira)
" is lo nih dek, please " (kata Gibran memohon), " ya...ya..." (kata Gibran lagi menaik-naikan alisnya)
" mau banget lo bareng gue " (kata Humaira)
" ya lo gak pernah mau bareng gue " (kata Gibran)
" ya kalo ada yang ngelabrak lo kan ada gue dek " (kata Gibran)
Humaira reflek menepuk jidatnya sambil menggelengkan kepalanya, Gibran merupakan seorang dengan julukan bad boy di kampusnya, bad boy dari jurusan kedokteran, siapa mahasiswi di kampusnya yang tak mengenal Gibran dengan status mantan terbanyak.
Gaya sok cool kakak sepupunya tersebut membuat gadis di kampusnya merasa penasaran dengannya, tatkala karena keacuhannya kepada wanita justru membuat wanita tertarik padanya.
" gue kak belun berangkat sama lo aja udah mikir pengen melambaikan tangan gue ke kamera, gak kuat gue " (kata Humaira dengan khas candaannya)
" lo pikir acara yang ditengah malam itu, jurig kali " (kata Gibran)
" hahahahah, bukan jurig kak, tapi gue bener-bener ngerasa horor, coba aja tadi ada yang berani nyentuh gue " (kata Humaira)
" kalo ada yang berani nyentuh lo tadi, bakal gue patahin tangannya, kalo perlu gue amputasi sekalian " (kata Gibran)
" wiiiiiiiiisssssssss, sadap, premanisme banget ya ternyata lo kak, baru tau loh gue, hahahahah " (kata Humaira)
" ketawa lagi lo, nyesel gue tadi ngomong gitu, sok jagoan biar dipuji malah diketawain " (kata Gibran)
" hahahahhaa, culun lo " (kata Humaira malah tertawa terpingkal-pingkal)
Humaira & Gibran tertawa bersama karena kata-kata Gibran, sampai selarut ini mereka berdua masih terus mengobrol sambil bercanda.
" wah-wah, nih bedua udah malam masih aja cekakak-cekikik disini, gak ngantuk apa ya? " (kata Bara)
Humaira & Gibran melihat kearah ayah Gibran yang tak lain adalah pamananya telah berdiri tak jauh dari tempatnya & Gibran duduk.
" masih on dadd, belum ngantuk ini " (kata Gibran)
" lagi cerita apaan sih kok kayaknya asik banget? " (kata Bara lagi bertanya)
" lagi cerita tentang anak culun yang sok jago uncle, hahahahha " (kata Humaira tertawa lagi)
" hahahaha kambing " (kata Gibran juga ikut tertawa)
__ADS_1
Pamannya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat kearahnya & Gibran.
" kalian berdua ngbrolnya jangan lama-lama ya, ini udah malem banget loh, besok ada kuliah kan? " (kata Bara)
" Huma ada Uncle " (kata Humaira)
" Gibran juga Dadd " (kata Gibran)
" ya udah kalo udah ngobrolnya kalian cepet tidur ya, Daddy mau masuk kamar duluan " (kata Bara), " Huma juga cepet naik keatas tidur ya " (kata Bara lagi)
" siap uncle " (kata Humaira)
" ok dadd " (kata Gibran)
Setelah kepergian pamannya Humaira & Gibran juga berdiri menuju kamar mereka masing-masing masih dengan bercanda seperti saling dorong & saling rangkul & mengacak-ngacak rambut.
#Abdul Zayn Mikail
Ia menatap penuh intens Rindu, wanita yang telah menjadi istrinya ini sangat cantik, matanya & mata Rindu saling memandang sepersekian detik tanpa berkata apapun, senyum di wajah istrinya mengembang karena tatapan matanya, setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya beberapa menit lalu Zayn merasa dirinya akan menjadi seorang pria sesungguhnya.
Zayn telah menyentuh tubuh Rindu & meraba setiap bagian tubuh istrinya tersebut, tak ingin menunggu lebih lama lagi Zayn mengulang mencium bibir istrinya kembali seolah merasakan candu disana, sesekali ia memperdalam ciumannya dengan menekan kepala Rindu.
Kini Zayn mulai mencumbu istrinya dengan penuh gairah, diciumnya setiap jengkal tubuh istrinya tanpa ada satupun yang terlewatkan, Zayn semakin bergairah melihat tubuh polos istrinya tanpa tertutup sehelai benang pun, mereka berdua kini telah sama-sama tanpa menggunakan busana, setelah melihat gairah yang sama yang dirasakan istrinya Zayn mulai melakukan ancang-ancang untuk mengambil haknya.
" sayang " (kata Zayn pelan)
" hemmm " (jawab Rindu)
" sudah siap sayang? " (kata Zayn)
" iya " (kata Rindu penuh gairah)
" tahan ya, kata orang sedikit sakit " (kata Zayn berbisik)
Istrinya hanya menganggukan kepalanya dengan mata yang terus terpejam, setelah mendapatkan persetujuan akhirnya Zayn mendorong penuh semangat dengan perlahan-lahan.
Malam begitu syahdu berulang-ulang ia lakukan dengan istrinya meskipun berkali-kali juga mereka berdua mencapai klimaks nya, tetapi seakan masih kurang Zayn terus-terusan menyetub*hi istrinya dengan penuh gairah karena nafsunya yang telah tertahan selama beberapa hari ini.
Istrinya yang lelah tak bisa menolak hasratnya yang menggebu-gebu saat ini. Setelah mencapai klimaks yang kesekian kalinya akhirnya Zayn menyudahi permainannya, terlihat istrinya saat ini telah lemas lunglai tak bertenaga, ia tersenyum menatap Rindu yang tubuhnya telah basah penuh dengan peluh keringat.
" i love u " (kata Zayn sambil mencium kening istrinya)
Sekilas mata istrinya terbuka lalu tersenyum & memeluk dirinya, mendapati tubuhnya dipeluk erat oleh istrinya Zayn tersenyum lebar, malam ini ia menjadi pria yang sangat-sangat bahagia bisa memiliki Rindu sebagai istrinya sepenuhnya.
Zayn berkali-kali mencium puncak kepala istrinya sambil membelai-belai rambut istrinya merasa senang akhirnya istrinya memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri & melayani kebutuhan jasmaninya, sesekali ia mencium pipi Rindu & leher jenjang Rindu yang hanya membuat istrinya bergerak sedikit.
" sayang " (kata Zayn sambil membelai rambut istrinya)
" hem " (kata Rindu yang telah memejamkan matanya karena kelelahan)
" kamu udah tidur? " (kata Zayn)
Rindu tiba-tiba membuka matanya mendongak kearahnya, kebetulan saat ini kepala Rindu telah berbaring diatas lengannya.
" kakak masih mau lagi? " (kata Rindu)
Zayn hanya terdiam mendengar pertanyaan Rindu yang menyangka dirinya masih ingin dilayani lagi.
" besok lagi ya kak, aku udah lemes banget loh ini, gak kuat, kakak kuat banget sih, aku udah gak sanggup " (kata Rindu lagi)
Zayn hanya tersenyum sambil menutup mulutnya mendengar kata-kata Rindu barusan, istrinya ternyata bener-benar kewalahan melayani dirinya malam ini.
" kamu ternyata pikirannya mesum juga ya, kamu udah gak sanggup tapi masih mancing-mancing aku gitu " (kata Zayn tersenyum)
" is apaan sih " (kata Rindu malu)
" aku cuman mau tau kamu udah tidur apa belum aja kok " (kata Zayn)
" oh, kirain hehehe " (kata Rindu)
" heemmmm tidur aja deh sayang, besok sebelum sholat subuh tempur lagi " (kata Zayn sambil tersenyum)
" masya allah " (kata Rindu menepuk jidatnya)
__ADS_1
Zayn mencium pipi istrinya kembali lalu mencium kening istrinya.
\=> jangan lupa ya baca juga " Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda " 🙏🙏🙏🙏🙏