Polwan Cantik

Polwan Cantik
#55


__ADS_3

#*Andriawan abara brilian


Perasaan Bara sangat kacau saat mengetahui Safitri telah tidur bersama kakaknya, ada sedikit rasa sakit didadadanya seperti ditusuk sembilu, ia mengacak-ngacak rambutnya, ia mengutuk dirinya sendiri kenapa dia secemburu ini kepada calon kakak iparnya, ia tahu perasaan yang ia miliki adalah salah, tapi ia juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan itu pasalnha kita tidak bisa memilih kepada siapa kita akan jatuh cinta.


" ya tuhan, apa gue sudah gila, kenapa kau berikan perasaan ini " (gumam Bara dalam hati)


" gue tau ini salah, tapi gue cinta sama Safitri, gue sayang sama dia,oh god tolong hapus persaan ini " (kata Bara)


Bara berfikir apa saja yang sudah dilakukan Safitri & kakaknya semalam saat tidur berdua, Bara begitu kecewa, Bara begitu cemburu, ia berkali- kali mengepal kan tinjunya keudara, ia segera mengambil ponselnya & mengirim pesan kepada Safitri.


*pesan WhatsApp name sweetgirl♥️


Bara: lo semalem ngapain aja sama bang Abi


bara: lo sudah ngelakuin sama bang Abi


Bara: gue kira lo ga bakal semudah itu nyerahin itu, lo masih kecil


Bara mengerti Safitri tidak membuka pesan darinya karena ia masih sibuk dengan keluarga Bara didepan, ia hanya berusaha menenangkan diri, ia tidak ingin terlihat oleh orang lain jika ia juga menyukai calon kakak iparnya itu, ia berfikir seharusnya ia lah yang pantas bersama Safitri karena beda umur merak tidak jauh meskipun Safitri lebih tua satu tahun darinya, tapi ia juga tidak boleh egois mau merebut calon kakaknya sendiri, bara sangat merasa dilema.


#*Safitri


" makasi ya bang " (kata Safitri masih dalam pelukan abimana)


" iya sayang " (kata Abimana)


" hhmmm so sweet banget sih " (kata Bripda Alin)

__ADS_1


" makanya kamu cepat-cepatlah cari pasangan Lin " (kata papa)


" iya pakde " (kata Alin)


" iya sayang, wanita itu kalo sudah 20 keatas harus cepat-cepat punya pasangan, jangan sampai jadi perawan tua " (kata mama)


" iya lin, lo kan udah 21 sayang, cepat lah cari pasangan & menikah " (kata mba Reina)


" lo cari asal jangan Aidan ya " (kata mas Bagas)


" mana lah mungkin Alin mau sama bang Aidan mas, bang Aidan kan sudah Alin anggap kakak sendiri " (kata Bripda Alin)


" ahhh,... mas Bagas, benar kata Alin, Aidan juga anggap Alin sudah seperti adek sendiri " (kata Bripda Aidan)


" Alin gak boleh sama Aidan, Alin sudah punya calon, benar kan Lin " (kata Abimana)


" hmmmm, iya " (Bripda Alin menjawab lemas)


" benar Lin? " (kata papa)


" baru mau PDKT pakde " (kata Alin)


" semangat Lin " (kata mba Reina)


" ayo Lin segera dapatin cinta mu sayang, bude mendukungmu " (kata mama)


" iya mba Reina, bude doain aja ya Alin " (kata bripda Alin)

__ADS_1


Waktu berbincangpun begitu lama tak terasa jam telah menunjukan pukul 09.00 pagi, mereka segera keluar dari rumah untuk menuju bandara, Safitri digandeng Abimana untuk masuk kedalam mobil sportnya, bripda alin ikut naik dimobil bersama Bripka Abimana & Safitri, Bara yang baru saja keluar sengaja ikut masuk kedalam mobil Bripka Abimana dengan muka ditekuk. Safitri bertanya-tanya dalam hati kenapa bara tiba-tiba seperti itu, mobilpun segera melaju menuju bandara, selama diperjalanan mereka hanya berdiam, Bripda Alin sibuk dengan ponselnya, Bripka Abimana sibuk mengemudi, entah mengapa Bara sepertinya hanya terdiam melihat ke arah Safitri, sesekali mereka bertatap pandang melalu kaca depan mobil, apa yang sedang dipikirkan calon adik iparnya ini, padahal kemarin & tadi pagi mereka mengobrol baik-baik saja lalu kenpa dia jadi sangat pendiam, apakah dia ada masalah pikir Safitri.


Satu jam dalam perjalanan mereka pun telah sampai dibandara, mereka turun dari mobil & segera berjalan keruang tunggu, mereka menunggu sampai jadwal penerbangan mereka, setelah beberapa saat menunggu kini penerbanganpun akan segera berangkat, Safitri saling berpelukan dengan yang lain, memeluk calon mertuanya dll. Mama papa berlalu masuk kedalam pintu loby bersama yang lain sambil melambaikan tangannya, kini yang tersisa tinggal Safitri, Bripka Abimana & Aidan, mereka segera pulang memisahkan diri, Safitri bersama Bripka Abimana akan segera pulang kerumah Safitri mengingat kakaknya juga akan pulang sore nanti.


" de " (kata Abimana)


" emmm " (Safitri menoleh ketempat Abimana)


" ilove u " (kata Abimana mencium punggung tangan Safitri sambil tersenyum)


" ilove u to bang " (kata Safitri)


" dua hari lagi kita pisah sayang " (kata Abimana)


" heem, bang Abi sedih? " (kata Safitri)


" gak lah, adek kan sekolah, masa bang Abi sedih, itukan demi masa depan adek sama keluarga, bang Abi cuman masih kangen aja, habis ini lama lagi ketemu " (kata Abimana)


" iya lama banget ya, sabar ya bang, tunggu aku balik lagi, kita pasti bisa lalui ini " (kata Safitri)


" harus sayang " (kata Abimana)


" tapi tadi bilang ka Alin abang kalau pacaran gak pernah lama gonta ganti mulu, pasti nanti bang Abi yang gak bisa nunggu " (kata Safitri agak manyun)


" sayang, bang Abi memang sering gonta ganti cewek, tapi itu bukan karena bang Abi playboy sayang, bang Abi cuman risih kalau dekat cewek agresif, makanya bang Abi putusin, habis itu bang Abi gak pernah pacaran selama satu tahun sampe akhirnya ketemu sama adek " (kata Abimana)


" serius? " (kata Safitri)

__ADS_1


" terus apa yang kita pakai dijari ini sayang kalau bang Abi gak serius " (kata Abimana sambil memeperlihatkan jari yang melingkar subuah cincin dijari mereka berdua)


Safitri tersenyum & percaya dengan perkataan kekasihnya itu, tidak lama mereka sampai dipekarangan rumah Safitri, ia mengajak abimana untuk masuk kedalam rumah, disana sudah ada keluarganya sedang berkumpul & bercengkerama, mereka ikut duduk bersama yang lainnya.


__ADS_2