
" de sejak kapan Bara punya nomermu? " (kata Bripka Abimana)
" dari kemaren bang, Safitri pikir dia bakal jadi teman safitri juga soalnya umur kita gak beda jauh apalagi dia adenya bang Abi, tapi baru tadi sih dia ngubungi Safitri bang, kenapa bang? " (kata Safitri)
" mmmm, gak papa sayang, sebaiknya ade jangan sering-sering balas pesan dari Bara sayang, soalnya dia juga harus belajar " (kata Abimana)
Mengingat sebentar lagi akan ada ujian semester satu Safitri berpikir kata-kata tunangannya ini ada benarnya.
" iya bang, kan Bara mau ulangan ya bang gak lama " (kata Safitri)
" iya sayang " (kata Abimana sambil mencium puncak kepala Safitri)
" bang Abi rebahan aja bang " (kata Safitri menyuruh Abimana)
" sama adek tapi ya, bang Abi gak mau baring sendirian " (kata Abimana tersenyum)
" iya bang ayo baring " (kata Safitri)
Merekapun berbaring bersama diatas tempat tidur safitri, Safitri tidak canggung lagi memabawa Bripka Abimana masuk kedalam kamarnya, selain ibu & ayahnya mengizinkan Bripka Abimana juga berjanji tidak akan berbuat yang tidak wajar.
" dek peluk ya, bang abi mau peluk yang lama " (kata Safitri)
Safitri hanya menganggukan kepalanya saja, setalah itu dipeluklah badannya oleh kekasihnya, Safitri berbaring dengan posisi membelakangi Bripka Abimana sehingga membuat telinganya agak geli karena hidung mancung kekasihnya tepat ditelinganya, lama kelamaan bibir kekasihnya turun kelehernya mencium lembut berkali-kali membuatnya menjadi semakin geli, dibalikannya badannya oleh Bripka Abimana, mata mereka saling bertemu menatap satu sama lain.
" astagfirullah " (kata abimana sadar lalu bangkit dari tidurnya)
" kenapa bang "(kata safitri)
" dek jangan di kamar ya, takut khilaf Abang, Abang laki-laki normal loh sayang takut kesetanan " (kata Abimana)
" hahaha, ayo deh keluar " (kata Safitri)
"yok Pumpung Abang masih bisa tahan diri nih " (kata Abimana)
" serem amat sih " (kata Safitri)
" lebih serem lagi kalau Abang beneran kesetanan dek, gak tau dah kaya apa bentuknya adek kalau beneran kesetanan " (kata Abimana)
" bentuk aku ya kaya gini lah emang mau kaya mana " (kata Safitri)
__ADS_1
" ya kaya gitu dek tapi dalam keadaan bugil, mau? " (kata Abimana)
" ya enggaklah, fiktor sih " (kata Safitri)
" ya bukannya fiktor dek namanya juga normal " (kata Abimana)
" normal banget ya bang " (kata Safitri)
Safitri & Abimana memutuskan untuk keluar kamar & berbaring di ruang tengah sambil menyalakan siaran televisi.
" sayang bara selama hubungin ade ada ngomong apa aja sayang? " (kata Abimana)
" gak ada bang, cerita-cerita biasa aja " (kata Safitri)
" abang sebenernya agak cemburu adek berhubungan sama Bara sayang, ya walaupun Bara adeknya abang sendiri " (kata Abimana)
" hmmmmm, kenapa sayang? " (kata Safitri)
" Bara kan cowok sayang, kalau bisa jangan terlalu akrab lah sama Bara " (kata Abimana)
Safitri merasa agak aneh dengan kata-kata yang barusan diungkapkan calon suaminya ini, kenapa dia bisa cemburu dengan adiknya sendiri padahal Safitri benar-benar ingin dekat dengan bara hanya sekedar sebagai calon kakak iparnya saja.
" jangan tanya masa lalu gak baik bang " (kata Safitri)
" pengen tau dek, masa gak boleh " (kata Abimana)
" yakin pengen tau, gak pake acara ngambek tapi ya kalau aku kasih tau " (kata Safitri)
" enggak sayang " (kata Abimana)
" satu doang " (kata Safitri)
" boong " (kata Abimana)
" beneran " (kata Safitri)
" cinta banget ya sampe gak bisa move on " (kata Abimana)
" gak lah, cinta monyet doang " (kata Safitri)
__ADS_1
" yakin cinta monyet " (kata Abimana)
" iya bang, kaya apa sih namanya ABG gitu baru tau cinta ya cinta monyet lah " (kata Safitri)
" udah pernah ngapain aja sama cinta monyet sayang? "(kata Abimana)
" apaan sih detail amat tanyanya bang " (kata Safitri)
" ya kan pengen tau dek " (kata Abimana)
" kepo " (kata Safitri)
" is pasti sering pegang-pegang ya? " (kata Abimana)
" sok tau ah " (kata Safitri)
" ya terus " (kata Abimana)
" gak pernah ngapa-ngapain bang " (kata Safitri)
" boong ah, emang gak pernah cium gitu " (kata Abimana)
" ih apaan masih kecil itu bang aku dulu masa iya mau cium-cium, boro-boro cium pegangan tangan aja gak pernah bang namanya juga cinta monyet " (kata Safitri)
Mendengar kata-kata nya kekasihnya tiba-tiba duduk menghadapnya memandang sambil tersenyum.
" apaan senyum-senyum " (kata Safitri)
" berati Abang jadi yang pertama dong sayang? " (kata Abimana)
" apanya yang pertama? " (kata Safitri)
" ada deh " (kata Abimana)
" is dasar " (kata Safitri)
" sayang abang ngantuk, abang tidur ya, nanti tolong bangunin abang ya sayang " (kata Abimana)
" iya bang, abang tidur aja " (kata Safitri)
__ADS_1
Dilihatnya kekasihnya inipun tertidur lelap nafasnya sangat teratur, wajahnya sangat tenang, memang tampan rupawan wajah calon suaminya ini.