
" udah lo jadian aja sama temennya Rindu tuh, lumayan " (kata Faiz pada Gibran sambil cengengesan)
Zayn menutup mulutnya dengan tangannya menahan tawa melihat ekspresi Gibran yang terlihat nampak agak bete, karena hanya Gibran sajalah yang sampai saat ini masih tetap menjomblo selama setengah tahun belakangan ini. Bahkan Faiz saja yang ia kira masih tetap jomblo karena patah hati ternyata malah sudah jadian dengan wanita yang membuat Faiz patah hati beberapa bulan lalu.
Sampai saat ini Faiz pun belum menceritakan perihal hubungannya dengan Jiya, mengapa mereka berdua bisa berpacaran padahal yang Zayn tahu teman dekat istrinya tersebut telah memiliki tunangan. Perihal hubungan Faiz dengan Jiya ini cukup membuat Zayn penasaran bahkan ia yakin tak hanya dirinya yang penasaran bahkan yang lain juga pasti sangat penasaran.
" apaan sih bang, emang gue keliatan gak lakunya apa? " (kata Gibran menjawab agak sewot)
" ya dari pada lo keliatan ngenes amat kaya gini, hahahahaha " (kata Faiz sambil tertawa)
" songong amat sih bang, mentang-mentang udah punya cewek lo " (kata Gibran lagi)
" oh ya harus lah " (kata Faiz)
Saat ini Zayn serta kedua sepupunya & juga Desta sedang berada di rumah orang tua Zayn, setelah acara pertunangan Humaira & Desta berjalan dengan baik sesuai rencana kemarin, hari ini mereka sedang berkumpul untuk merayakan keberhasilan acara pertunangan adiknya tersebut sekaligus acara perpisahan sebelum mereka berpisah untuk kembali mengerjakan aktifitasnya masing-masing kembali terutama Faiz & Desta yang hanya mendapatkan ijin beberapa hari saja dari kantornya.
Saat ini tak hanya mereka saja kaum pria yang ada di rumah orang tua Zayn, para wanita juga ada di sana, tetapi saat ini para kaum wanita yang terdiri dari istri & adiknya serta dua teman Rindu yang tak lain adalah Jiya kekasih Faiz & Aira yang tak lain adalah teman dekat istrinya saat sedang melakukan KKN saat ini sedang berada di dapur. Sedari tadi para wanita berada di dapur untuk membuat kudapan yang akan mereka nikmati bersama nantinya.
" iya lah terserah lo aja bang yang penting lo bahagia, apes emang gue " (kata Gibran lagi)
" hahahahaha " (kata Faiz hanya tertawa)
" puas sekarang lo bang, bully aja sepuas lo tar juga gak lama lo putus sama cewek lo " (kata Gibran ngasal)
" eh coy mulut lo, bukannya doain yang baik-baik juga buat gue lo " (kata Faiz)
" hahahah " (kata Gibran balik menertawakan Faiz)
Baru kali ini Faiz terdengar nampak sangat serius saat menjalin hubungan, biasanya ia sangat menganggap enteng jalinan asmaranya & terkesan tak pernah serius dengan satu wanita pun.
" Des lo jangan kaget ya sama kelakuan sepupu-sepupu Huma, emang dua sepupu calon istri lo tuh begitu, konyol, terkesan kekanak-kanakan " (kata Zayn yang akhirnya membuka suara)
" iya bang " (kata Desta menjawab sambil tersenyum)
" kambing lo bro, sepupu Huma sepupu lo juga kali, mau memang nih durhaka sama gue " (kata Faiz pada Zayn), " ni Des gini nih kadang-kadang eror nya kakak ipar lo, jadi jangan kaget kalo diem-diem ternyata Zayn nyleneh " (kata Faiz pada Desta)
" hahaha, jatuh martabat bang Zayn di katain nyeleneh " (kata Gibran)
Zayn hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menepuk jidatnya mendengar kata-kata dua sepupunya tersebut, Faiz & Gibran adalah saudara sekaligus sahabat terbaik yang Zayn miliki, selama ini mereka kerap berbagi suka duka bersama & tak pernah sekalipun mereka terlibat salah paham & membuat mereka ribut atau pun berkelahi.
" eh ngomong-ngomong lo kan belum cerita nih bang soal lo sama cewek lo, emang kapan kalian jadiannya? " (kata Gibran)
Zayn menoleh kearah Gibran lalu ke arah Faiz, sebenarnya sudah sedari tadi ia ingin menanyakan perihal itu pada Faiz, belum sempat ia menanyakan ternyata Gibran lebih dulu membahasnya, Zayn tersenyum kembali sambil menundukkan kepalanya agar tak ketahuan oleh Faiz.
" udah gak usah sok-sokan nunduk-nunduk lo bro, gue tau kalo pikiran lo sama kan kaya Gibran " (kata Faiz pada Zayn)
" wah jangan muna lo bang, sok-sok nunduk-nunduk padahal kepo juga lo " (kata Gibran)
" hmmmm, iya ok, dari kemaren gue juga penasaran tapi sampe sekarang lo gak cerita-cerita jadi gue gak enak nanya, ternyata pertanyaan gue udah terwakilkan sama Gibran " (kata Zayn)
Sebelum menjawab sepupunya tersebut melihat kearah Desta yang sedari tadi hanya diam sambil menyimak perbincangan Zayn dengan kedua sepupunya tersebut. Nampak Faiz agak malu-malu menceritakan kisah cintanya dengan Jiya padahal sebelumnya saat sedang menjalin cinta kasih Faiz adalah orang yang paling tak punya malu saat menceritakan hubungan asmaranya.
__ADS_1
" bang bisa gak gak usah sok-sokan malu-malu gitu, biasa lo juga malu-maluin bang " (cerocos Gibran)
" Kampret lo Gib, lo tuh gak ngerasain yang gue rasain sekarang ini jadi gak usah banyak komentar " (kata Faiz membela diri)
" emang apa yang lo rasain?, ketimbang cerita doang aja lama amat, pake acara derama segala " (kata Gibran lagi)
" astaga Gib kenapa lo jadi bawel sih, saran gue jangan jomblo kelamaan lo, takut gue lama-lama lo kaya emak-emak " (kata Faiz)
" hahahaha, asem, buruan ah cerita, ngeles mulu lo " (kata Gibran)
" hmmmm, jadi kalian kan tau gue emang udah lama suka sama Jiya, terus gua jadi gegana gara-gara tau kalo Jiya udah punya tunangan, selama gue tugas gue tuh yang bener-bener berusaha ngelupain Jiya, tapi semakin gue coba semakin gak bisa, jadi gue masih terus hubungi Jiya sebagai seorang temen, sampe suatu hari pas kebetulan gue libur terus niatnya mau langsung pulang ke rumah nyokap bokap pas di perjalanan gue ngeliat Jiya kaya lagi ribut gitu sama mantan tunangannya, gue deketin dong karena gue kaya ngeliat tuh cowok kasar banget sama Jiya, karena selama gue kontek-kontekan emang Jiya sering curhat kalo tunangannya tuh kasar gitu, pas udah deket ternyata beneran Jiya, jujur aja gue cowok brengsek tapi gue gak pernah main tangan sama cewek, liat cewek di kasarin gitu bikin gue emosi dong, apa lagi liat cewek gak berdaya " (kata Faiz panjang lebar)
" terus " (kata Gibran penasaran)
" gue hajar dong dia, gue injek-injek, ini gue pulang masih pake seragam loh, setengah mati kaget tuh baj*ngan gak berani ngelawan gue " (kata Faiz sambil sedikit menyunggingkan senyumnya), " habis itu dia pergi ninggalin Jiya gitu aja, jadi gue anter Jiya pulang waktu itu, di situ gue bilang sama Jiya kalo dia itu terlalu berharga buat cowok macam Rendi & setelah satu minggu habis kejadian itu akhirnya Jiya putus dari Rendi, awalnya dia kesusahan move on dari Rendi sampe minta bantuan ke gue, jadi gue putusin buat ngajak dia jadian biar dia bisa move on dari Rendi, awalnya dia gak mau karna dia mikir sama aja ngemanfaatin gue, tapi gue terus berusaha ngeyakinin dia kalo gue gak merasa dimanfaatkan & gue bakal berusaha bikin dia jadi cinta sama gue & terus bahagia, akhirnya seiring waktu berjalan akhirnya hubungan kita semakin kesini semakin baik, Jiya juga udah move on dari Rendi " (kata Faiz panjang lebar)
" tapi perasaan Jiya sekarang gimana ke lo bang? " (kata Gibran)
" jelas lah gue berhasil bikin dia jadi cinta gue, hahaha " (kata Faiz)
" jadi ini intinya lo sama dia serius gak? " (kata Gibran lagi bertanya)
Mendengar pertanyaan Gibran ia langsung melihat kearah Faiz, cerita percintaannya dengan Jiya cukup panjang bahkan Faiz sempat galau karena Jiya, setelah berhasil mendapatkan Jiya apakah Faiz akan serius dengan hubungannya dengan Jiya pikir Zayn.
" gue emang ********, gue gak lebih baik dari Rendi tapi gue serius sama Jiya, gue gak bakal pernah sia-siain dia " (kata Faiz)
" sadap, percaya gue bang, semoga jodoh kalian berdua " (kata Gibran sambil merangkul Faiz & tersenyum)
" tuh Gib, Faiz aja udah bisa serius sama cewek, lo kapan mau punya terus di seriusin?, perasaan lama banget jomblonya " (kata Zayn)
" lah gue lagi, nanti lah bang, sibuk kuliah gue " (kata Gibran berkilah)
" sibuk kuliah atau masih ke baperan lo? " (kata Faiz)
" jangan bahas napa bang " (kata Gibran)
" hahahaha " (kata Faiz yang tertawa)
Zayn ikut terkekeh mendengar Faiz yang mulai mengejek Gibran kembali, melihat Desta yang nampak terlihat tak mengerti dengan pembahasan Faiz tentang Gibran sepertinya Desta belum mengetahui jika Gibran pernah baper dengan Humaira.
" hmm, ngomong-ngomong tuh cewek-cewek kenapa lama banget ya di dapur " (kata Zayn)
Zayn sengaja mengganti topik pembicaraan karena tak ingin terjadi kesalahpahaman jika Desta mengetahui jika Gibran pernah memiliki rasa dengan Humaira terlebih lagi Humaira tinggal di rumah Gibran. Sontak mereka semua langsung melihat kearah dapur bebarengan, Zayn tersenyum karena berhasil mengalihkan pembicaraan.
" dari tadi perasaan tapi gak selesai-selesai " (kata Gibran)
" tapi kalian yakin gak sih makanan yang lagi mereka buat bisa dimakan & rasanya enak, ya gak usah enak lah minimal lumayan enak buat di makan " (kata Faiz)
" kalo bini gue yang masak yakin bisa di makan lah, secara bini gue pinter masak " (kata Zayn membanggakan istrinya)
" iya-iya yang masakan istrinya enak, hemmmm bucin dah lo " (kata Gibran)
__ADS_1
" sewot aja lo jomblo " (kata Faiz menyauti)
" hahaha, frontal sekali anda " (kata Gibran menjawab)
Zayn hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, ia kembali lagi menengok ke arah Rindu yang nampak terlihat cantik meskipun sedang memakai apron atau celemek, bagi Zayn kecantikan istrinya tersebut bertambah sepuluh kali lipat saat sedang serius berada di dapur untuk memasak, melihat istrinya sangat serius di sana membuat dirinya tersenyum lebar sambil terus melihat kearah Rindu.
Zayn tak pernah bosan memperhatikan istrinya tersebut, semakin hari cintanya dengan Rindu semakin besar, saat jauh dari istrinya pun rasa cemburunya semakin menjadi, terkadang ia ingin membawa Rindu kemana pun ia pergi tetapi mengingat istrinya tersebut juga masih sibuk kuliah mau tak mau ia harus rela berpisah saat ia sedang bertugas terbang ke kota lain.
Zayn lalu kembali dengan posisinya melihat kearah Faiz, Gibran & Desta, begitu ia menoleh ketiganya kini gantian menatap kearahnya, ia jadi salah tingkah merasa ada yang aneh dengan ketiganya, reflek ia menggaruk tengkuknya sambil cengengesan.
" asik bener yang sudah sah " (kata Faiz)
" bang Zayn tuh sekarang udah jadi kaum bucin bang, nekat nyusulin bini ke kampus pula padahal gak ketemu baru semalem doang katanya kangen, hahahahah " (kata Gibran)
" namanya juga sah, bebas lah mau ngapain aja, makanya lo jangan kelamaan jomblo, lupa kan rasanya bucin itu gimana " (kata Faiz)
" gue kan belum dapat yang pas " (kata Gibran membela diri)
" ya udah si gas aja tuh temen Rindu, kata cewek gue jomblo tuh cewek " (kata Faiz)
" apaan itu mulu dari tadi, kaya gak ada cewek lain aja bang, lagian gue sama dia tua dia " (kata Gibran)
" alah beda satu dua tahun aja gak papa kali " (kata Faiz)
Sedari tadi Faiz terus menyuruh Gibran untuk mendekati Aira karena mereka berdua sama-sama sedang menjomblo, terus di jodoh-jodohkan Gibran terus saja menolak, Zayn pikir ada benarnya juga jika Gibran dekat dengan Aira karena menurut Rindu temannya tersebut adalah seorang wanita yang tak suka neko-neko.
" coba aja dulu Gib, lagian gue pikir omongan Faiz ada benernya loh, mana tau lo jodoh sama dia " (kata Zayn)
" bener tuh kata bang Zayn, kitakan gak ada yang tau jodoh kita itu sebenernya siapa " (kata Desta yang akhirnya membuka suara)
" nah tuh denger Gib, buruan gas sebelum di serobot orang " (kata Faiz)
Zayn melihat kearah Gibran yang terlihat sedikit berpikir, tak lama Gibran terlihat melihat kearah dimana Aira berada. Dalam hati seseorang tak ada yang bisa membaca entah apa penyebab Gibran benar-benar seolah menutup hatinya, Zayn berpikir tak mungkin jika Gibran benar-benar merasakan patah hati pada Humaira karena bagaimana pun juga Humaira adalah adik sepupunya, Zayn akhirnya menepuk pundak Gibran untuk meyakinkannya agar mencoba mendekati wanita lain untuk mengisi kekosongan hatinya.
" bro coba aja dulu, lagian kan lo bukan di suruh nikahin dia cuman disuruh coba buka hati lo, gue aja yang disuruh nikah sama bokap awalnya tanpa cinta akhirnya malah gue yang jatuh cinta beneran " (kata Zayn)
" gak yakin gue dia mau gak sama gue " (kata Gibran)
" pdkt aja dulu bro " (kata Desta)
" betul, pdkt aja dulu, sesuai pepatah kejawen, tresno jalaran soko kulino " (kata Faiz)
" oke gue coba deketin Aira " (kata Gibran)
" nah gitu dong, lo jomblo ke gini gue yang ngerasa sedih bro, kaya ngerasa lo udah gak hits lagi sekarang sampe jadi jomblo karatan " (kata Faiz ngasal)
" gak juga kali sampe karatan bang, baru juga setengah tahun gue jomblo " (kata Gibran)
" setengah tahun itu rekor banget, lo kan badboy tuh kenapa tiba-tiba gak mau pacaran, jangan sampe gue mikir kalo lo udah belok & gak suka sama cewek lagi " (kata Faiz)
" enak aja, gini-gini gue masih suka sama cewek " (kata Gibran)
__ADS_1
Pembicaraan mereka hari ini di tutup dengan Gibran yang setuju untuk mendekati Aira & mulai membuka hati kembali.