Polwan Cantik

Polwan Cantik
#58 SEASON 2


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian....


H7


Didalam butik Zayn tengah mencoba pakaian pengantin yang akan ia kenakan saat acara akad nikahnya bersama Rindu yang akan dilakukan satu minggu lagi, baru sore kemarin ia sampai di kota xxx dengan calon istrinya tersebut, raut wajah bahagia nampak terpancar dari wajahnya, Zayn sesekali tersenyum sambil menundukan kepalanya karena tak ingin dilihat oleh siapapun raut bahagianya saat ini. Saat mengenakan pakaian pengantinnya Rindu sangat terlihat cantik membuat Zayn terpukau tak berhenti menatap kearah Rindu & tak berkedip.


" Masyallah, cantik banget calon bini gue " (kata Zayn Salam hati)


Dengan mengenakan gaun putih panjang Rindu nampak terlihat anggun meskipun tanpa make up Zayn sangat terkagum-kagum melihat wanita cantik yang berada tepat dihadapannya, jantungnya berdetak tak beraturan saat ini membuat Zayn reflek memegangi dadanya dengan wajah nervous & penuh peluh keringat.


" kak Zayn kepanasan ya?, Keringetan banget " (Kaya Rindu sambil mengelap keringat Zayn dengan tisu)


Mendapatkan perhatian seperti ini membuat jantungnya semakin berdetak tak karuan, Zayn berusaha memalingkan pandangannya agar tak nampak grogi berdekatan dengan Rindu sedekat ini.


" kakak sakit? " (kata Rindu)


Zayn berjalan menjauh dari Rindu menuju arah kaca dengan gaya seolah-olah akan membenarkan jas yang sedang ia pakai, padahal Zayn berusaha menghindari Rindu agar Rindu tak mendengar detak jantungnya yang seolah-olah memburu ingin lompat dari tempatnya.


" kak, kok diem aja sih?, kak Zayn sakit " (kata Rindu)


" ah, enggak kok, cuman agak panas aja ya rasanya makanya keringetan gini " (kata Zayn berbohong)


Karena sibuk dengan jantungnya yang tiba-tiba berdetak tak beraturan Zayn justru lupa menjawab pertanyaan Rindu, meskipun jawaban yang ia berikan tak sesuai dengan keadaan, bagaimana mungkin berada didalam ruangan sedingin ini dirinya masih merasa kepanasan & mengeluarkan keringat, mendengarkan jawaban darinya Rindu pun mengerutkan keningnya.


" hem, ini gue kan pake jas tebel makanya kepanasan " (kata Zayn mencari alasan lainnya)


" oh gitu " (kata Rindu manggut-manggut)


Zayn tersenyum karena Rindu akhirnya percaya dengan apa yang ia katakan & berpaling menjauh menuju ruang ganti kembali untuk mencoba gaun lainnya. Hanya dalam waktu hitungan hari mereka berdua akan sah menjadi pasangan suami istri tetapi sampai detik ink Zayn belum menyatakan perasaannya kepada Rindu, ia masih terus berencana akan menyatakan perasaannya dalam waktu beberapa hari kedepan sebelum acara pernikahannya digelar, Zayn juga berniat akan melamar Rindu untuk menjadi istrinya secara resmi, ia akan meminta bantuan kepada Humaira adiknya untuk membantunya mempersiapkan momen romantis untuk melamar Rindu secara langsung.


Sampai detik ini ia masih terus mencari waktu yang cocok & momen yang pas untuk melamar calon istrinya tersebut, Zayn sangat ingin Rindu mengetahui sebenarnya Zayn benar-benar bahagia akan menikah dengannya & pernikahan mereka bukanlah semata-mata karena keterpaksaan saja melainkan karena Zayn juga sangat mencintai Rindu dengan sepenuh hatinya.


Zayn tengah duduk di sofa sambil terus berpikir dimana ia harus menyiapkan dinner romantis untuk menyatakan cinta serta melamar calon istrinya tersebut, Zayn ingin menciptakan momen romantis yang tak akan pernah Rindu lupakan seumur hidupnya, ini untuk pertama kalinya Zayn berpikiran untuk melakukan hal yang romantis kepada seorang wanita sehingga ia agak kebingungan, bahkan beberapa saat lalu ia meminta saran kepada Faiz & Gibran sebagai saudara sepupu yang paling dekat dengannya & sebagai teman baiknya, banyak ide yang diberikan keduanya tetapi bagi Zayn ide yang diberikan oleh Faiz & Gibran sangat biasa.


" sudah kak " (kata Rindu yang sudah keluar dari kamar ganti)


Zayn melihat kearah Rindu yang baru saja keluar dari arah kamar ganti, akhirnya kegiatan fitting baju kali ini selesai juga, Zayn berdiri untuk mengganti pakaiannya juga saat ini.


" tar ya gue ganti dulu baju gue terus kita pulang " (kata Zayn tersenyum)


" oke kak " (kata Rindu yang mulai duduk di sofa yang juga tersenyum)


Meskipun sampai saat ini Zayn tak tau bagaimana perasaan Rindu kepadanya tetapi ia tetap berharap jika Rindu suatu saat akan memiliki perasaan yang sama sepertinya. Setelah berganti baju Zayn langsung keluar menemui Rindu yang telah menunggunya di sofa tempat ia duduk tadi, disana sudah ada Bang Andri seorang desainer yang merancang baju pengantin Zayn & Rindu.


" sesuaikan sama permintaan kalian bulan lalu bajunya? " (kata Andri)


" iya bang, tapi itu kayannya baju pengantin ceweknya belakangnya agak kebuka " (kata Zayn)


" lo gak suka, tar bisa lah gue atur masih ada waktu kok " (kata Andri tersenyum)


" bisa ya bang, jadi tolong agak di tutup dikit " (kata Zayn)


" ok, gimana Cantik menurut lo? " (kata Andri kepada Rindu)


" terserah kak Zayn aja bang " (kata Rindu)


" ok deal ya, tunggu dua hari lagi gue kabarin lo ya Zayn " (kata Andri)


" ok bang, kalo gitu pamit dulu ya bang " (kata Zayn bersalaman dengan Andri)

__ADS_1


Setelah berpamitan Zayn & Rindu segera menaiki mobil milik Zayn & pergi menjauh dari butik menuju jalan raya, hari sudah mulai siang jam telah menunjukan pukul 02.00 siang.


" langsung pulang? " (kata Zayn)


" kalo gak ada yang diurus lagi mending kita pulang aja kak, kan kita belum sholat tadi " (kata Rindu)


" pulang kerumah gue ya?, kita sholat bareng " (kata Zayn)


" kenapa gak kerumah aku aja kak, jadi kak Zayn gak bolak balik lagi nganterin aku, kita sholat bareng dirumah aku aja " (kata Rindu)


" ok, kita kerumah lo " (kata Zayn)


Zayn melajukan mobil miliknya menuju arah rumah Rindu, persiapan pernikahannya dengan Rindu sudah mencapai 90% saat ini hanya menunggu undangan dicetak lalu disebarkan, masalah gedung & lain-lain sudah selesai semua, setelah selesai menikah nanti Zayn akan mengajak Rindu untuk menginap di rumah yang telah Zayn beli atas nama Rindu beberapa saat lalu sebagai hadiah pernikahan darinya untuk Rindu.


" jadi itu rumah yang udah gue beli udah direnov, udah selesai alhamdulillah, sesuai kemauan lo, kamar juga di desain sesuai sama yang lo pingin, nanti habis nikah kita nginap disana dulu ya satu atau dua malam? " (kata Zayn)


" kok cepet banget kak renovasinya, kakak pasti keluarin duit banyak ya makanya cepet selesai? " (kata Rindu)


" gak terlalu banyak kok, kan yang penting cepet jadi hasilnya juga memuaskan " (kata Zayn tersenyum)


" jadi habis kita nikah besok paginya kita terbang gitu ke kota C? " (kata Rindu)


" iya, kan lo juga perlu liat gimana rumah kita sekarang, sekalian kita angkat barang lo dari kost " (kata Zayn)


" aku ngikut kakak aja lah gimana baiknya, lagian juga gak baik kalo aku gak nurut sama suami, tar aku yang dosa " (kata Rindu)


Zayn tersenyum mendengar jawaban Rindu, sepertinya saat ini Rindu mulai berusaha menjadi seorang istri yang baik karena dalam waktu dekat mereka berdua akan sah menjadi suami istri.


#Humaira Shakila Najma


Humaira berjalan menuruni anak tangga yang berada di koridor kampus, sudah beberapa minggu ini ia mulai aktif mengikuti mata kuliahnya di fakultas Hukum bersama dengan Kevin sebagai teman satu fakultasnya. Setelah minggu lalu kegiatan ospek kampusnya selesai sampai saat ini Humaira masih saja terus harus melayani Narendra presiden BEM sebagai budaknya sampai ospek fakultas selesai dalam waktu beberapa minggu lagi.


" ada dua mata kuliah lagi kan hari ini Kev? " (kata Humaira)


" iya dua lagi lah, kenapa?, lo capek ya? " (kata Kevin tersenyum)


" capek belajar enggak, tapi gue capek ngeladenin Narendra, senior gila, ah bikin males tau " (kata Humaira)


" ya udah sih gak usah lo turuti " (kata Kevin)


" gak berani gue, kan lo tau sendiri kita masih ospek fakultas, gak berani gue macem-macem, ya allah kasih hambamu ini kesabaran dong menghadapi Presiden BEM yang songong " (kata Humaira)


" Siapa yang songong? " (kata suara adari arah belakangnya)


Mendengar suara dari arah belakangnya membuat Humaira tiba-tiba berbalik melihat ke arah empunya suara, Humaira terkejut karena Narendra telah berada dibelakangnya bersama tiga orang teman lainnya yang berasal dari fakultas yang sama dengan Narendra.


" siapa yang lo bilang songong tadi? " (kata Narendra penuh penekanan)


Humaira hanya diam tertegun sambil susah payah menelan air liurnya sangking kagetnya karena barusan ia mengatakan hal-hal yang tidak baik tentang Narendra.


" ayo bilang sapa yang lo bilang songong? " (kata Narendra yang mulai mendekat kearah Humaira)


" bang tenang bang " (kata Kevin berusaha menenangkan Narenda)


" diem lo, gak usah ikut-ikut, gue gak nanya lo gue nanya budak gue " (kata Narendra)


" bang lo jangan mentang-mentang lo senior lo bisa semaunya kaya gitu sama junior, lagian ospek universitas udah selesai ngapain lo masih manggil Huma pake budak segala " (kata Kevin yang sudah ikut emosi)


" Kev sabar Kev, udah lo gak usah ikut-ikut " (kata Humaira memegang Kevin yang sudah dengan ancang-ancang melawan Narendra)

__ADS_1


Humaira tak ingin terjadi keributan di kampus hanya karena dirinya apalagi mengingat statusnya sebagai seorang Maba ia tak ingin reputasinya jelek begitu saja hanya karena persoalan sepele seperti ini.


" oh lo berani ya sama Narendra, junior sok berani sama senior, punya nyali juga ya lo " (kata Semi teman satu fakultas Narendra)


" sudah Sem jangan tersulut emosi, sebagai senior kita juga harus nunjukin kewibawahan kita tanpa tersulut emosi seperti ini " (kata Narendra)


Humaira sadar dirinya lah penyebab masalah ini, jika saja ia tak mengeluh & berkata yang tidak-tidak pastinya Kevin tak akan seemosi ini dengan Narendra.


" maaf bang gue yang salah ngomongin lo sembarangan, tolong maafin temen gue juga yang ikut emosi gara-gara gue " (kata Humaira menunduk)


" lo ikut gue sekarang, gue laper " (kata Narendra)


Tanpa berkata panjang lebar Narendra langsung pergi meninggalkan Humaira & Kevin, kali ini Humaira harus mengikuti perintah Narendra lagi.


" lo mau ikut dia? " (kata Kevin)


" iya, udah lo tenang aja ya, thanks lo udah bela gue, tapi lo harus jaga emosi lo ya please, gue cuman harus sabar ngadepin tuh presiden BEM dua minggu lagi kok, setelah ospek fakultas selesai gue gak perlu repot-repot lagi nurutin dia " (kata Humaira tersenyum), " dah gue duluan ya, daa " (kata Humaira meninggalkan Kevin)


Dengan kedudukannya Narendra bisa melakukan hal semau-maunya saja seperti ini meskipun seharusnya ia harus menjadi contoh yang baik di kampusnya sebagai seorang presiden BEM bukannya malah mengerjai junior sampai seperti ini. Setelah berada di kantin Narendra mempersilahkan Humaira untuk duduk disebelahnya, tanpa berpikir panjang Humaira langsung duduk disebelah Narendra.


" lo deket sama cowok tadi? "(kata Narendra)


" iya deket " (kata Humaira)


" kalian pacaran? " (kata Narendra)


" enggak bang, kan lo udah pernah nanya kenapa tanya lagi?, Kevin itu temen satu sekolah gue & kita emang deket " (kata Humaira)


" lo punya pacar? " (kata Narendra)


" belum sih " (kata Humaira)


" kalo lo belum punya pacar berati boleh dong gue daftar? " (kata Narendra sambil tersenyum)


Humaira menatap Narendra yang saat ini telah tersenyum kepadanya, baru saja Narendra marah karena kata-katanya tapi saat ini dengan mudah Narendra tersenyum seperti ini dihadapannya.


" boleh, tapi lo ngantri ya bang, soalnya banyak yang mau daftar buat jadi pacar gue " (kata Humaira dengan songongnya)


" ya lo tolak aja lah yang lainnya " (kata Narendra)


" atas dasar apa lo merintah gue gitu bang, lagian walaupun gue ini budak lo tapi kalo soal perasaan lo hak berhak ngatur gue " (kata Humaira)


" tapi lo kasih gue kesempatan gak? " (kata Narendra tersenyum)


" tergantung, kalo kelakuan lo baik ya gue bakal kasih kesempatan lo, tapi kalo lo sering bikin gue kesel bikin gue ilfil ya mungkin kesempatan buat lo hangus bang " (kata Humaira cuek)


Humaira memang sangat kesal dengan tingkah Narendra yang sok sebagai seorang senior karena dirinya Humaira menjadi kesusahan selama mengikuti ospek.


" oke mulai sekarang lo gak bakal gue panggil budak lagi, tapi lo masih harus terus disamping gue kalo gue butuh lo " (kata Narendra)


" alasan lo nyuruh-nyuruh gue apa sih bang? " (kata Humaira)


" ya karena gue pingin deket sama lo " (kata Narendra)


" kalo lo mau deket sama gue gak perlu lah lo sampe gunain kekuasaan lo gitu ke gue, jatuhnya lo itu lupa daratan ama status lo sabagai presiden " (kata Humaira)


" heheheh, sorry, tapi gue beneran suka loh sama lo dari pertama ketemu waktu ospek " (kata Narendra)


Humaira tak pernah menyangka presiden BEM yang membuat hari-harinya selama ospek sangat kacau ternyata sedang menyukainya, Humaira tak pernah melarang siapapun untuk mendekati dirinya selama ia masih jomblo & tidak memiliki pacar asalkan jangan terbawa perasaan saat Humaira bersikap baik. Sampai detik ini tak sedikit pria telah menyatakan perasaan kepada Humaira tetapi sampai detik ini ia masih belum menerima salah satunya termaksud Desta yang beberapa bulan belakangan ini telah dekat dengannya namun Humaira sangat merasa nyaman ketika bersama Desta, bahkan bersama Desta Humaira bisa tertawa tanpa beban & melupakan sebuah kepelikan yang tengah ia rasakan.

__ADS_1


__ADS_2