
# Rindu Mentari
Malam ini ia sudah berada di bandara bersama Faiz untuk menjemput Zayn, Zayn melihat jam yang berada ditangannya, sudah sepuluh menit ia menunggu Zayn di ruang tunggu tapi sampai detik ini juga Zayn belum juga muncul.
" kak nih kak Zayn pesawatnya udah sampe apa belum ya, kok udah sepuluh menit kita disini belum muncul-muncul dia " (kata Rindu)
Faiz ikut melihat jam ditangannya untuk memastikan yang dikatakan Rindu bahwa mereka berdua telah sepuluh menit berada disini, Rindu mulai merasa bosan karena harus menunggu seperti ini.
" sabar, tar juga dia keluar dari pada dia ngambek, emang lo mau Zayn ngambek? " (kata Faiz)
Rindu hanya menggelengkan kepalanya, benar saja ia tak ingin Zayn marah karena Rindu sangat tidak ingin mendapatkan masalah apapun dengan Zayn yang di rasanya memiliki sifat kekanak-kanakan. Baru saja siang tadi ia mendapatkan hukuman yang tak masuk akal dari Zayn meskipun ia tak tau apa alasan kesalahan yang ia perbuat.
" nah tuh Zayn " (kata Faiz)
Zayn tersenyum berjalan kearahnya & Faiz yang duduk menunggu di ruang tunggu sambil menarik kopernya, ia menyalami Faiz seperti biasanya ala-ala anak muda sambil berpelukan & menepuk bahu masing-masing, Rindu masih tetap dalam duduknya diam tak bergeming menyaksikan keduanya, Rindu menggelengkan kepalanya karena keheranan melihat dua pria dewasa di hadapannya tersebut.
" hem " (kata Zayn berdehem)
Rindu menatap ke arah Zayn yang memperlihatkan wajah seriusnya, Rindu kadang bingung dengan Zayn, baru saja ia tersenyum ramah menyapa Faiz tapi kini wajahnya kembali serius menatap kepadanya. Rindu memalingkan wajahnya karena merasa ia tak memiliki masalah dengan Zayn.
" hem " (kata Zayn kembali berdehem)
Rindu kembali melihat kearah Zayn dengan wajah seriusnya masih sama seperti yang tadi sedang Faiz hanya tersenyum-senyum disebelah Zayn.
" kenapa? " (kata Rindu)
" astaga lo gak liat gue udah sampe " (kata Zayn)
" ya terus? " (kata Rindu)
" astaga, gue calon lo ya, gak sopan banget sih bukannya di salamin di peluk kek apa kek malah diem disitu " (kata Zayn)
" dih mau banget di peluk, kita baru calon kali kak bukan berarti kita sah ngapa-ngapain bukan muhrim " (kata Humaira)
Rindu berdiri lalu menyalami Zayn & mencium punggung tangan Zayn seperti yang biasa ia lakukan saat berpamitan dengan Zayn.
" pikiran lo kepanjangan, sapa juga yang mau ngapa-ngapain, lagian kalo cuman peluk aja gak ada salahnya kali, pelukan gak bakal bikin lo buntingkan, lagian kalo lo bunting cepat atau lambat kita juga bakal dinikahin, ya gak Fa? " (kata Zayn)
" bener-bener, peluk aja napa sih ribet amat Rin " (kata Faiz)
" amit-amit ya kak, enak aja siapa juga yang mau bunting duluan, udah lah gitu aja, udah juga kan saliman gak usah peluk-peluk " (kata Rindu)
Rindu berjalan meninggalkan Zayn & Faiz yang masih berdiri di tempat tadi, Ia sangat sebal dengan Zayn, mengapa setiap bertemu dengan Zayn ia selalu membuat dirinya sebal seperti ini pikirnya.
" jangan jalan cepet-cepet gitu tar lo jatoh gue yang ribet " (kata Zayn)
" bodo amat " (kata Rindu)
Ia masih terus berjalan cepat jauh di depan Zayn & Faiz bahkan saat ini ia tak mendengar apa obrolan antara Zayn & Faiz yang terdengar hanyalah nyaring tawa mereka berdua.
" gue bisa aja ngejar lo kalo gue mau tapi jangan salahin gue begitu gue sampe di situ lo gue gendong " (kata Zayn)
Mendengar kata-kata Zayn ia mulai berhenti menunggu, Zayn & Faiz tertawa terbahak-bahak, Rindu yakin jika mereka berdua sedang menertawakannya. Emosinya meluap-luap rasanya saat ini tapi karena kesabarannya Rindu berhasil membuat hatinya tenang kembali.
" sabar Rindu sabar " (kata Rindu dalam hati)
" ayo " (kat Zayn menggandeng tangannya)
" ih lepas " (kata Rindu mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Zayn)
" udah nurut aja " (kata Zayn)
" udah sih nurut aja Rin, ya kan Zayn " (kata Faiz tersenyum)
Rindu hanya diam terpaksa menurut dengan Zayn, dua pria yang berada disampingnya ini, sengaja mengerjai dirinya, rasanya ia sangat menyesal harus menuruti Zayn untuk ikut menjemputnya di bandara malam ini jika seperti inilah jadinya.
Setelah berada diparkiran Zayn membukakan pintu mobil depan untuknya, Zayn melepaskan genggaman tangannya dari tangan Rindu lalu mempersilahkan masuk, sedang Faiz sedari tadi sudah berada di dalam kemudinya.
" geser " (kata Zayn)
" kakak gak duduk di belakang? " (kata Rindu)
" biasa juga gue duduk di depan sama lo " (kata Zayn)
" sempit tau " (kata Rindu)
" ya udah lo gue pangku aja " (kata Zayn)
" idih, ya udah aku di belakang aja " (kata Rindu)
" lo kenapa sih ngajak debat mulu, badan kurus gitu segini doang masa iya kesempitan " (kata Zayn)
" uh, nyebelin " (kata Rindu cemberut)
" hahahahhaha, mulai deh, ya udah ini kita udah bisa jalan kan, atau masih mau debat lagi? " (kata Faiz)
" udah Fa jalan, tar keburu malem, mampir cari makan dulu, gue yakin nih cewek krempeng disebelah gue pasti belum makan " (kata Zayn)
" Zalim amat sih kak " (kata Rindu)
" zalim?, siapa? " (kata Zayn)
" kakak lah, kakak tuh ngatain aku krempeng, maksa-maksa gandeng aku, teraniaya banget tau Akunya " (kata Rindu)
" emang kenyataannya lo krempeng, lo mau tau gak alasan gue gandeng lo, ya karna gue mau tau tangan lo ada dagingnya gak, makanya gue tau lo krempeng " (kata Zayn)
" apaan sih, aku itu ideal tau kak, selera kakak yang gempal-gempal ya makanya ngatain aku kerempeng " (kata Rindu)
" hahahahha, gempal maksudnya gembrot ya Rin? " (kata Faiz)
" gue perhatian tau sama lo, biar lo gak kelaparan bukan berarti tipe gue cewek gendut, asal lo tau, tapi tipe cewek gue mau kaya apa sekarang udah gak penting soalnya mau gak mau lo yang bakal jadi istri gue " (kata Zayn)
Rindu menoleh ke arah Zayn yang menatap kearah luar jendela mobil tersebut entah apa yang sedang dipikirkannya, meskipun terkadang ia sangat kesal dengan kelakuan Zayn saat bersama seperti ini tetapi kali ini melihat tatapan Zayn Rindu merasa sangat kasian, karena perjodohan mereka adalah paksaan kedua orang tua mereka & kebetulan karena ayah dari Zayn sedang sakit, Rindu yakin jika sebenarnya Zayn merasakan beban yang sama seperti yang ia rasakan, Rindu memegang tangan Zayn.
# Abdul Zayn Mikail
__ADS_1
Zayn ingin melihat kedua orangtuanya bahagia karena melihat kedekatan yang ia jalin dengan Rindu, sehingga saat ia menikah dengan Rindu beberapa saat nanti kedua orangtuanya akan tenang & takkan cemas dengan masa depan mereka meskipun mereka berdua dinikahkan dengan cara perjodohan, bahkan Zayn juga sudah mulai berfikir jika ia akan serius & takkan menyia-nyiakan Rindu bahkan ia takkan pernah menceraikan Rindu suatu saat nanti saat dia menjadi istrinya.
Zayn sangat berterimakasih sekali dengan Rindu karena menerima perjodohan tersebut & mempertaruhkan masa depannya. Seharusnya jika Rindu mau ia bisa dengan mudahnya menolak perjodohan tersebut, Rindu menerima perjodohan tersebut bukan semata-mata karena ia benar-benar menyukai Zayn tetapi karena orang tua mereka berdua. Saat sedang jauh dalam lamunannya tangan Rindu memegang tangannya, Zayn reflek melihat kearah Rindu yang sudah tersenyum.
" maaf ya kak kalo aku bikin kakak kesel, kakak jangan terlalu mikirin masalah om Abimana, aku yakin om Abimana pasti bakal sembuh " (kata Rindu)
" makasih " (kata Zayn tersenyum sambil manggut-manggut)
Zayn terus memegang tangan Rindu, tangan yang begitu hangat & lembut, Rindu adalah wanita yang cukup sabar menghadapi semua tingkah Zayn, meskipun Zayn dengan sengaja mengerjai dirinya tetapi Rindu masih tetap bisa mengontrol emosinya meskipun Zayn sesekali melihat Rindu cemberut karenanya.
" mau makan dimana bro? " (kata Faiz)
" serah lo aja lah bro " (kata Zayn)
" lo mau makan apa Rin? " (kata Faiz)
" ngikut aja aku mah kak " (kata Rindu)
" asal gak kambing Fa " (kata Zayn)
" kenapa?, lo hipertensi bro?, perasaan lo makan kambing deh " (kata Faiz)
" nih si Rindu gak makan kambing bro " (kata Zayn)
" walah, okelah " (kata Faiz)
" lo tadi kemana aja bro?, pagi gue udah sampe lo udah jalan aja " (kata Zayn)
" sorry bro, gue jalan ama cewek " (kata Faiz)
" cewek baru lagi? " (kata Zayn)
" hahahah, masih temen biasa bro " (kata Faiz)
" tapi lo suka? " (kata Zayn)
" suka bro " (kata Faiz)
" ya iyalah, gue lupa, lo mah apa aja lo embat Fa " (kata Zayn)
" hahahahaha, ya ini namanya memanfaatkan muka ganteng gue dengan baik, gue rasa aman sih yang pentingkan cewek yang gue deketin bukan cewek lo atau cewek Gibran kan, lagian juga kan kalian berdua jomblo " (kata Faiz)
" kata bokap gue lo juga buru-buru nikah sana " (kata Zayn)
" waduh, om Abi ngomong gitu Bro? " (kata Faiz)
Zayn menyampaikan pesan dari ayahnya untuk Faiz agar sepupunya tersebut juga harus menikah, mengingat usia mereka berdua yang seumuran. Faiz nampak sangat terkejut dengan pesan darinya, ia hanya kebingungan sambil meng garuk-garuk kepalanya yang diyakini Zayn sebenarnya tak gatal sambil tersenyum nyengir kudanya.
" iya kemaren waktu gue pulang, kata bokap gue lo udah cocok kalo punya bini, lo kan seumuran sama gue " (kata Zayn)
" lo kan tau bro gue belum siap merid " (kata Faiz)
" lo belum siap nikah tapi lo selalu siap kalo disuruh ngawinin anak orang, hobby banget lo bagi sperm* " (kata Zayn)
" hahahahah, anjay, jadi gak enak gue ama Rindu lo bahas itu " (kata Faiz)
" bisa gak ngomongin yang lain, jangan yang gak-gak deh " (kata Rindu)
" ye kenapa emangnya? " (kata Zayn)
" telinga aku yang masih suci ini ternodai sama omongan kalian yang gak berfaedah tau kak, bahas deh yang lain, lagian ngapain sih kalian belum punya istri tapi bahasnya yang kaya gitu " (kata rindu)
" Biarin lah lagian kan cuman omongan, gak juga ngelakuin didepan kita, lagian gue mah yakin lo juga biasa nonton vidionya " (kata Zayn)
" sorry ya, kurang kerjaan banget nonton vidio kaya gitu mending aku nonton kartun chibi maruko Chan " (kata Rindu)
" em, mulai lagi deh tom Jerry, hahahahha, gue pikir bakal baekan tadi " (kata Faiz)
Zayn menatap kearah Faiz yang berhasil tertawa terbahak-bahak karena menyaksikan perdebatan antara dirinya dengan Rindu.
" jangan muna deh " (kata Zayn)
" siapa yang muna? " (kata Rindu yang menarik tangannya melepaskan dari tangan Zayn)
" mana HP lo? " (kata Zayn)
" mau apa tanya HP? " (kata Rindu)
" udah sini mana? " (kata Zayn)
Rindu meletakan ponsel miliknya yang ia ambil dari saku roknya ke tangan Zayn, Rindu saat ini agak lebih menurut dengan Zayn meskipun mereka berdua masih sering berdebat.
" kodenya apa? " (kata Zayn)
" 2000 " (kata Rindu)
" dih gitu doang " (kata Zayn)
" iya lah emang mau apa? " (kata Rindu)
" emang ada apa dengan 2000? " (kata Zayn)
" ya itu tahun kelahiran aku kak, kok apa sih " (kata Rindu)
" oh gitu " (kata Zayn)
Zayn mulai memeriksa ponsel milik Rindu dari history youtube nya, lalu pesan WhatsApp nya, sampai ke galeri nya baik foto maupun Vidio.
" astaghfirullah ngpain coba kakak liat-liat galeri aku? " (kata Rindu)
" gue mau cek apa lo beneran gak pernah nonton vidio gituan " (kata Zayn)
" ya Allah beneran lah kak aku gak pernah nonton, sini HP aku, gak usah liat-liat galeri aku juga kali " (kata Rindu)
Zayn melihat satu persatu vidio & foto-foto yang berada di galeri Rindu ada beberapa foto & vidio Rindu yang menurut Zayn terlalu seksi ia pun segera menghapusnya.
__ADS_1
" kak Zayn, kenapa di hapus? " (kata Rindu marah karena Zayn menghapus fotonya)
" lo gak liat itu foto sama vidio lo pake baju kaya gitu amat, lo mau pamer badan apa? " (kata Zayn), " siapa pula yang ngefoto sama nge vidio lo pake baju kaya gitu, jangan bilang mantan lo? " (kata Zayn)
Zayn menghapus foto-foto tersebut karena dianggapnya tidak pantas untuk disimpan.
" lo nge-gym pake baju seksi kaya gini " (kata Zayn)
" ya namanya juga olahraga kak " (kata Rindu)
" tapi gak harus baju seksi kaya gini, ini juga apaan foto rame-rame sama cowok, ada mantan lo di sini? " (kat Zayn)
" jangan dihapus, Aaaais " (kata Rindu)
" Kenapa?, ada mantan lo ya? " (kata Zayn)
" gak kak itu foto kenang-kenangan bareng temen-temen " (kata Rindu)
" siapa yang motoin lo pake baju seseksi kaya gini?, cowok atau cewek? " (kata Zayn)
" yang fotoin Jiya kak " (kata Zayn)
" lo upload foto seksi lo yang kaya gini di Ig lo? " (kata Zayn)
" iya " (kata Rindu)
" hapus " (kata Zayn)
" astaghfirullah, iya kak " (kata Rindu)
" lo niat banget ya pamer-pamer badan kaya gini, awas kalo gue liat lo pake baju kaya gini lagi terus lo foto-foto " (kata Zayn)
" lo kaya bokapnya Rindu aja sih Zayn marah-marah gara-gara liat anaknya foto pake baju seksi " (kata Faiz)
" lo berteman ama Rindu di Ig? " (kata Zayn)
" iya, kenapa? " (kata Faiz)
" lo udah liat foto-foto di Ignya? " (kata Zayn)
" udah lah & gue rasa foto-fotonya gak ada yang ngelewatin batas kok, lagian banyak cewek yang upload foto lebih terbuka dari itu, lo kan juga pernah liat " (kata Faiz)
" kampret lo kenapa jadi ke gue " (kata Zayn kepada Faiz), " pokoknya gue gak mau tau ya, lo harus hapus foto-foto seksi lo di Ig lo " (kata Zayn kepada Rindu)
" ini kenapa yang dibahas jadi foto aku sih kak, tadi kan ceritanya mau cari yang lain " (kata Rindu)
" ya berhubung gue nemuinnya yang lain jadi gue permasalahin yang itu " (kata Zayn)
Saat meng scrol kembali foto-foto milik Rindu ia menemukan satu foto yang membuatnya berfikir bahwa itu ada foto Rindu dengan mantan pacarnya.
" ini foto lo sama mantan lo ya?, masih cinta lo?, gue hapus " (kata Zayn)
" jangan " (kata Rindu)
" sudah kehapus " (kata Zayn)
" kak Zayn jahat banget sih, itu kan bagus banget fotonya ama pemandangan sunsetnya " (kata Rindu)
" suruh siapa masih simpan foto mantan, putus udah lama juga " (kata Zayn)
" itu bukan sama mantan aku kali kak, itu sama temen aku " (kata Rindu)
" temenan apaan sama cowok " (kata Zayn)
" debat mulu, jadi cari makan gak nih? " (kata Faiz)
__ADS_1
" jadi Fa " (kata Zayn)
Meskipun suasana hati Zayn sangat tidak baik ia tak ingin membuat Rindu kelaparan malam ini karena keegoisannya.