
Zayn masih duduk disebelah Rindu yang saat ini masih terbaring di IGD karena penyakit maag akut yang dideritanya sedang kambuh, Ia menggenggam erat satu tangan Rindu sambil menatap Rindu penuh kekhawatiran, hampir saja ia mati frustasi karena salah faham dengan kabar yang diberikan Jiya yang mengatakan bahwa Rindu sedang mengandung & bodohnya Zayn malah percaya bahkan ia justru terlarut dalam emosi sampai tak bisa berpikiran jernih.
" kak " (kata Rindu yang sudah membuka matanya)
" udah istirahat aja gak usah bangun " (kata Zayn tersenyum)
Zayn mengelus-ngelus rambut Rindu sedang tangan lainnya masih memegang tangan Rindu, wajah Rindu masih terlihat pucat saat ini.
" ini kenapa aku diimpus gini kak?, sapa yang bawa aku kesini? " (kata Rindu)
" lo pagi tadi sarapan gak? " (kata Zayn)
" enggak kak " (kata Rindu)
" kenapa gak sarapan? " (kata Zayn)
" lupa kak " (kata Rindu)
" lo kenapa ceroboh banget sih, tau punya maag akut makan ampe lupa gitu, mikirin apaan coba? " (kata Zayn)
" mikirin kakak " (kata Rindu)
Zayn terdiam menatap Rindu yang tiba-tiba mengatakan bahwa ia lupa makan karena memimikirkan dirinya, pagi tadi ia masih kesal dengan Rindu bahkan ia tak menjemput Rindu untuk pergi kuliah, pagi tadi pasti Rindu kerepotan sampai lupa sarapan pagi pikirnya.
" lo mikirin gue?, kenapa? " (kata Zayn)
" ya kak Zayn kemaren marah sampek gak ada hubungin aku, pagi tadi juga gak jemput aku " (kata Rindu)
Zayn berpikir memang dirinya terlalu kekanak-kanakan & terlalu egois seharusnya Zayn tak perlu sampai berlebihan seperti itu, memang benar Rindu salah tak mengakui status hubungan mereka tetapi Rindu pasti punya alasan tersendiri mengapa ia melakukan hal tersebut.
" sorry ya, maafin gue, gue yang terlalu kekanak-kanakan, harusnya gue gak marah sampe segitunya gak negur sama hubungin lo, pasti lo juga jadi kesusahan gara-gara gak gue jemput tadi, padahal gue yang bikin lo pindah kost yang sekarang tapi gue juga yang bikin lo susah, jangan-jangan lo semalem juga gak makan ya? " (kata Zayn)
" emang semalem aku juga gak makan kak, soalnya belum biasa di kost yang baru " (kata Rindu)
" astaga, gue emang beg*, bisa-bisanya gue gak mikir kesitu, gara-gara gue lo jadi sakit kaya gini " (kata Zayn)
" gak kok kak, lagian aku sudah gak kenapa-napa sekarang " (kata Rindu)
" lo yakin udah baik-baik aja, perut lo udah gak sakit kan?, udah gak mual? " (kata Zayn)
Zayn nampak merasa bersalah dengan apa yang menimpa Rindu saat ini, padahal ia sudah berjanji tidak akan menyia-nyiakan Rindu tapi bisa-bisanya hanya karena permasalahan sepele ia justru mencelakai Rindu sampai harus masuk rumah sakit seperti ini.
" kakak disini sendirian? " (kata Rindu)
" gak, diluar ada Faiz sama Gibran, sama temen lo " (kata Zayn)
Mengingat Jiya dirinya kembali mengingat beberapa saat lalu, Jiya hampir saja membuat Zayn hampir gila, bagaimana mungkin Jiya bisa menimbulkan kesalahpahaman yang membuat isi kepalanya hampir pecah, mengetahui bahwa wanita yang saat ini menjadi tunangannya sedang hamil memang bukanlah sebuah kabar baik, apalagi diantara Zayn & Rindu tidak pernah terjadi hubungan sebebas itu.
" kakak jangan salah paham ya sama Jiya " (kata Rindu)
" temen lo tuh penyebar hoax tau gak, bisa-bisanya nelpon marah-marah bilang kalo lo lagi hamil, parah tau, gue udah emosi aja denger kalo lo hamil padahal kita juga gak pernah ngapa-ngapain " (kata Zayn)
" padahal aku udah bilang ama Jiya aku gak hamil, tapi dia malah kira kalo aku lagi nyembunyiin kehamilan aku, padahal aku mual muntah-muntah seriusan bukan karena hamil " (kata Rindu)
" gue hampir aja kaya mau gila " (kata Zayn)
" kenapa kak? " (kata Rindu)
" ya lo pikir aja, baru berapa hari kita tunangan, dua bulan pagi mau nikah malah dapet berita lo hamil " (kata Zayn)
" hahaha, kalo dipikir ini konyol ya " (kata Rindu)
" hahahah, udah gitu gue tanya ama dokter, dokternya kayanya malah ngira kita udah gituan, jawabnya pake senyum-senyum pula " (kata Zayn)
" aih malu banget deh, pasti dikira aku bukan cewek baik-baik deh " (kata Rindu)
" udah gak papa gak usah dipikirin, yang penting bagi gue lo tetep cewek baik-baik kok gak usah perduliin omongan orang lain toh nantinya cuman gue yang bakal ada disamping lo buat jalani hidup berdua sampe tua " (kata Zayn sambil mengelus rambut Rindu)
" ih apaan sih, tiba-tiba sok sweet gitu, hahahahah " (kata Rindu tertawa)
" hahahahahah, tau nih tiba-tiba meriang gue makanya mendadak so sweet " (kata Zayn)
Mereka berdua tertawa bersama-sama karena merasa lucu dengan kejadian hari ini, Zayn cukup lega melihat Rindu baik-baik saja & masih bisa tertawa seperti ini bersamanya meskipun wajahnya masih terlihat sedikit pucat.
" hemmmmm " (kata suara deheman seorang pria dari arah pintu)
Zayn menoleh kearah suara tersebut, sudah ada Faiz & Gibran serta Jiya didepan pintu berjalan menghampiri Zayn & Rindu.
" gimana Rin?, udah mendingan kan? " (kata Gibran)
" iya udah kok " (kata Rindu tersenyum)
" Rindu maafin aku ya, udah salah faham " (kata Jiya)
" iya Jiy, gak papa kok " (kata Rindu)
__ADS_1
" jadi berapa bulan lo hamil Rin?, hahahhaa " (kata Faiz tertawa)
" is apaan sih kak, masih dibahas " (kata Rindu tersenyum)
" ini sebenernya kenapa sih bang?, gue kayanya ketinggalan berita deh, itu tadi bang Zayn ngapain tanya ke dokter si Rindu hamil berapa bulan?, kalian udah gitu maksudnya " (kata Gibran panjang lebar)
" duh sih Gibran lagi dibahas " (kata Rindu malu)
" itu sebenarnya salah gue, sorry ya semuanya, hehehehe " (kata Jiya)
Zayn menceritakan kesalahpahaman yang terjadi hari ini kepada Gibran karena Jiya, Jiya akhirnya berkali-kali meminta maaf kepada semuanya karena kesalahannya yang begitu cepat mengambil kesimpulan sehingga membuat yang lainnya jadi heboh.
" lain kali jangan ambil kesimpulan sendiri ya Jiy, lagian lo temenan ama Rindu udah lama masa lo gak kenal gimana temen lo ini " (kata Gibran)
" iya sekali lagi sorry ya, lain kali gak gitu lagi kok " (kata Jiya)
" tapi baru kali ini gue liat tampang Zayn marah campur panik kaya tadi, hahahahah " (kata Faiz)
" berasa spot jantung dia hahahah " (kata Gibran)
Zayn menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, memang jika mengingat bagaimana kacaunya dirinya tadi benar-benar sangat lucu apalagi setelah mengetahui jika akhirnya akan menjadi seperti ini.
# Humaira Shakila Najma
Siswa-siswi disekolahnya sudah sedari tadi membubarkan diri untuk kerumah masing-masing tetapi khusus untuk murid kelas tiga hari ini akan melaksanakan Bimbel untuk terakhir kalinya karena bulan depan mereka akan segera melakukan UN.
Sebelum jam Bimbel dimulai Humaira duduk di kantin bersama Kevin & Desi untuk makan siang terlebih dahulu agar bisa mengikuti pelajaran Bimbel hari ini. Kevin membawakan makanan yang telah mereka pesan sebelumnya.
" baksonya datang, nih buat Huma, yang ini buat Lo Des, ini buat gue " (kata Kevin sambil meletakan tiga mangkok bakso satu persatu kedepan mereka)
" makasih Kev, terbaik memang lo " (kata Desi)
" maacih Kev " (kata Humaira tersenyum)
" Sama-sama " (kata Kevin juga tersenyum)
Saat mereka masih asik menikmati makanan mereka ada sesok pria duduk mengenakan pakaian biasa duduk disebelah Humaira yang berhasil menyita perhatian mereka bertiga.
" bang Desta " (kata Humaira), " bang Desta ngapain disini? " (kata Humaira)
" tadi gue nungguin lo didepan, tapi pas gue tanya ama murid lain katanya anak kelas tiganya Bimbel " (kata Desta)
" terus bang Desta tau gue disini dari mana? " (kata Humaira)
" dari murid lain juga, untungnya sih lo terkenal ya jadi gak susah nyari lo " (kata Desta sambil tersenyum)
" silahkan, gue kebetulan masih kenyang " (kata Desta)
Ini untuk kedua kalinya Desta dengan sengaja datang menemuinya disekolah padahal jarak dari sekolahnya & rumah Desta lumayan jauh.
" bang Desta gak kerja?, ko bisa main kesini? " (kata Humaira)
" ya gimana mau kerja kalo kerjaannya emang cuman maen " (kata Kevin asal nyambung)
Humaira menyenggol Kevin sambil memelototi Kevin agar tak sembarangan bicara pada anak dari sahabat ibunya ini jika tak ingin terkena masalah karena Desta adalah seorang polisi bisa saja Kevin dituntut & dipenjarakan karena berkata yang tidak-tidak.
" sorry ya bang, maklum ni temen Huma emang suka main-main jangan diambil hati ya " (kata Humaira)
" gak papa kok, lagian gue orangnya gak tersinggungan santai aja " (kata Desta)
" duh bang Desta senyum-senyum mulu sih bikin gue gak bisa makan nih mendadak kenyang liat senyum abang, manis banget ngalah-ngalahin gulale ama rambut nenek " (kata Desi)
" hahahahahha, apaan sih lo Des rambut nenek lo bawa-bawa " (kata Kevin)
" hahahahha, Ci diem-diem deh lo, bikin gue gak konsen nelen bakso lo kalo kaya gitu, lo mau gue mati keselek bakso " (kata Humaira)
" hahaha sory mak gak maksud gue bikin lo susah nelen tapi emang omongan gue serius loh, bang Desta bikin gue mendadak kenyang, oh my god " (kata Desi memandang centil kearah Desta)
Humaira hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Desi yang terkagum-kagum melihat Desta.
# Abdul Zayn Mikail
Zayn saat ini telah berada didalam kost Rindu bersama Faiz & Gibran serta Jiya, karena peraturan di dalam kostan Rindu sangat ketat Zayn sebelumnya ijin terlebih dahulu kepada sekuriti yang menjaga pintu masuk, bahkan mereka juga diberi batasan waktu untuk berkunjung terkecuali Zayn karena Zayn adalah tunangan Rindu.
" gila jadi lo tadi yang gendong Rindu Gib? " (kata Zayn)
" he, sorry ya bang mau gak mau harus gue lakuin, habis tuh Rindu udah tekapar di bawah, mana kebetulan sepi, tapi sumpah gue gak ambil kesempatan kok " (kata Gibran tersenyum)
" ih lo ya Gib berani-beraninya pegang-pegang Rindu " (kata Faiz)
" ya kan terpaksa gue bang, harap di maklumin lah, daripada tunangan lo kenapa-napa tadi " (kata Gibran)
" kali ini lo lolos Gib, soalnya lo nolong Rindu, kedepannya tolong jangan sentuh-sentuh ya, bukan muhrim " (kata Zayn)
" kaya lo yang muhrim aja, lo kan juga belum muhrim " (kata Jiya)
__ADS_1
" ya gue kan seenggaknya calonnya " (kata Zayn)
" iyain aja lah kan mereka gak lama nikah " (kata Gibran)
" gue gak nyangka temen gue bakal dapet lo ah " (kata Jiya)
" kenapa emang? " (kata Zayn)
" ya gak papa sih, gak nyangka aja gue, oh iya lo kan udah mindahin Rindu ke sini jauh dari kost gue, jadi tolong ya jaga Rindu " (kata Jiya)
" wah kalo itu mah tanpa diminta sudah pasti bakal dijaga " (kata Gibran)
" iya lo tenang aja, lagian udah tugas gue jaga Rindu, lagian dia tunangan gue " (kata Zayn)
" ya udah deh kita balik aja yuk, udah habis waktu nih kayaknya kita, Gib pake mobil lo " (kata Faiz)
" ok go " (kata Gibran)
" yuk Jiy " (kata Faiz)
Setelah mengobrol lama akhrinya dua sepupunya beserta Jiya pamit untuk pulang karena jam berkunjung untuk tamu kost sudah berakhir, kini tinggal Zayn berdua di kost tersebut.
" lo ikut kerumah onty Wid aja ya, soalnya gak mungkin gue nginep disini buat jaga lo " (kata Zayn)
" aku gak papa kali kak sendiri disini " (kata Rindu)
" tapi gue gak bisa kalo harus biarin lo sendiri " (kata Zayn)
" tapi kak aku gak enak sama tante Wid " (kata Rindu)
" udah sih ntar biar gue yang ijin sama uncle Bara, jadi lo gak usah khawatir, lagian mereka pasti bakal ijinin kok apalagi lo lagi sakit kaya gini, lo itu tanggung jawab gue " (kata Zayn)
Zayn takkan membiarkan Rindu berada didalam kostnya sendirian dalam keadaan sakit seperti ini, meskipun sebenarnya bisa saja ia menginap di kost tersebut untuk merawat Rindu tetapi alangkah baiknya jika ia membawa Rindu ke rumah pamannya agar terhindar dari fitnah.
# Faiz Fahrul Al-fatah
Setelah mengantarkan Gibran kembali kerumah Faiz meminjam mobil milik Gibran untuk mengantarkan Jiyara pulang ke kostnya, sebelum mengantarkan Jiya Faiz mengajak Jiya untuk pergi ke taman terlebih dahulu untuk mengobrol mengingat esok ia sudah harus kembali ke kota D.
" makasih ya lo mau gue ajak jalan sebentar kesini " (kata Faiz sambil tersenyum)
" it's ok, lagian gue juga sepi di kost sendiri, apalagi sekarang Rindu udah pindah " (kata Jiya)
" besok gue udah balik ke kota D " (kata Faiz)
" mau balik kerja? " (kata Jiya)
" iya, sekitar empat hari lagi gue udah balik kerja, jadi mau pulang dulu kerumah orang tua " (kata Faiz)
" oh gitu, take care ya kak, semoga kita bisa ketemu lagi dilain waktu " (kata Jiya)
" emang lo masih pengen bisa ketemu gue lagi kedepannya? " (kata Faiz)
" kenapa enggak kak, kita teman loh, lagian lo baik, lo asik " (kata Jiya)
Faiz menatap sendu kearah Jiya, ternyata benar sebenarnya Jiya hanya menganggapnya sebagai seorang teman biasa & tidak lebih, Jiya benar-benar mematahkan hatinya.
" takutnya kalo ketemu lo lagi gue bakalan bener-bener gak bisa lupain lo " (kata Faiz)
" maksudnya lo? " (kata Jiya)
" heheheh, lo itu terlalu cantik buat bisa dilupain Jiy " (kata Faiz)
" hahahahah, bisa aja nih gombalnya " (kata Jiya)
Sebenarnya Faiz sangat ingin sekali mengutarakan perasaannya pada Jiya tetapi semuanya itu percuma baginya karena sudah pasti Jiya akan menolaknya dirinya mengingat Jiya telah memiliki seorang tunangan.
Zayn
Rindu
Faiz
Jiya
Humaira
__ADS_1
Desta