Polwan Cantik

Polwan Cantik
#79 SEASON 2


__ADS_3

Rumah yang ia beli atas nama Rindu yang akan mereka berdua tempati ini lumayan besar, rumah dengan gaya modern bertingkat satu dengan desain yang lumayan mewah, Zayn & Rindu melihat-lihat sekeliling rumah tersebut serta kamar utama yang akan mereka tempati, sudah ada beberapa perabotan yang telah mengisi rumah tersebut tetapi masih belum seberapa lengkap, rencananya Zayn akan mengajak Rindu membeli beberapa perabotan lagi untuk mengisi rumah mereka.


Zayn sengaja membeli rumah di wilayah tersebut karena kebetulan rumah tersebut dekat dengan kampus Rindu, Zayn berpikir saat ia tak ada di kota C Rindu tak akan kesusahan untuk pergi kekampus meski tak ada dirinya, mengingat Rindu juga berkuliah di kota C & tidak mendapatkan fasilitas mewah, Rindu tidak seperti wanita pada umumnya yang mengandalkan kemewahan fasilitas dari orangtuanya, selama berkuliah ia juga hidup prihatin & mandiri, terkadang itu yang membuat Zayn kagum dengan Rindu, padahal jika ia mau kedua orangtuanya termaksud mampu untuk memberikannya apa saja untuk memenuhi fasilitasnya saat berkuliah & jauh dari kedua orangtuanya.


Sudah sekitar satu jam ia berada di kota C setelah beberapa jam terbang dari kota xxx, setelah berpamitan kepada orang tua mereka berdua langsung terbang ke kota C, mereka berdua akan menetap di kota C selama dua hari setelah itu mereka akan kembali ke kota D karena istrinya tersebut akan kembali melanjutkan KKN nya.


" istirahat bentar ya, habis itu baru kita keliling cari perabotan, itu mesin cuci juga belum ada, sekalian kita cari Art " (kata Zayn)


" kayaknya gak usah pake Art deh kak, aku mau ngurus rumah sendiri, lagian selama tinggal sendiri aku juga udah biasa ngerjain apa-apa sendiri " (kata Rindu)


" aku gak mau kamu capek lo ngurusin rumah sendirian, lagian aku juga gak mau kalo aku lagi tugas luar kota kamu sendiri di rumah " (kata Zayn)


" sudah sewajarnya istri capek ngurus rumah kak, aku juga udah biasa di kost sendirian " (kata Rindu)


Zayn tersenyum mengelus puncak kepala Rindu, tak salah istri pilihan ayahnya ini memang tak akan menjadi istri yang menyusahkan dirinya, selain cantik istrinya tersebut juga mandiri.


" nanti kalo aku tugas luar aku suruh Huma nemenin kamu di sini, jadi kamu gak sendirian " (kata Zayn), " kamu laper gak?, kita cari makan yuk diluar, habis itu kita sekalian cari perabotan " (kata Zayn lagi)


" laper sih kak " (kata Rindu tersenyum)


" ya udah yuk " (kata Zayn berdiri)


Zayn menyodorkan tangannya kearah Rindu untuk menggandeng tangan Rindu, Rindu menyambut tangan Zayn sambil tersenyum. Zayn merasa bahagia dengan cinta yang ia rasa saat ini, setiap didekat istrinya hatinya bak berbunga-bunga, dalam doanya ia selalu berharap jika Rindu juga akan mencintai dirinya. Zayn benar-benar sangat jatuh cinta dengan istrinya tersebut, ia tak ingin melepaskan Rindu walau hanya sedetik saja, ia selalu ingin terus bersama Rindu agar terus bisa melihat senyum istrinya tersebut.


Sudah cukup lama ia tak pernah merasakan perasaan cinta seperti saat ini, bahkan saat pertama ia merasa jatuh cinta tak seluar biasa saat ini, mungkin karena saat ini cintanya pada Rindu sudah halal sehingga membuatnya benar-benar tak ingin jauh-jauh dari istrinya, meskipun cintanya belum berbalas tapi ia yakin istrinya juga akan bisa mencintainya seperti ia mencintai istrinya tersebut. Setelah berkendara cukup lama & sampai disebuah restoran mereka berdua langsung memesan beberapa makanan serta minuman, setelah makanan telah dihidangkan tanpa menunggu lama mereka segera menikmati makanan tersebut.


" makan yang banyak ya, biar gak sakit " (kata Zayn tersenyum)


" gak juga banyak kali kak, kalo kakak nyuruh aku makan banyak berati kakak mau bikin aku gendut " (kata Rindu)


" kaya aja bisa gendut kamu " (kata Zayn mencubit hidung Rindu pelan)


" habis makan mau gak jalan bentar liat pemandangan sebelum kita cari perabotan? " (kata Zayn bertanya)


" boleh, emang mo kemana? " (kata Rindu)


" ada deh " (kata Zayn tersenyum)


" emmmm, udah mau main rahasiaan " (kata Rindu)


" enggak sayang, aku mau ajak kamu kepantai aja kok " (kata Zayn)


Zayn menatap wajah istrinya yang selalu terlihat cantik dimatanya, apalagi saat istrinya sedang tersenyum seperti saat ini.


# Rindu Mentari


Ia hanya bisa tersenyum sesekali saat pria yang berada di sampingnya ini bersikap manis, Rindu merasa jika seperti ini terus lama-lama Rindu akan jatuh cinta dengan Zayn, sejak mengenal Zayn beberapa bulan lalu memang sikap Zayn selalu baik dengannya, bahkan ia tak menyangka seorang Zayn ternyata sikapnya tak sedingin wajahnya saat menatap serius, semua yang mereka obrolkan selalu nyambung bahkan bersama Zayn ia tak merasa bosan.


Sebagai seorang pria Zayn cukup bertanggung jawab, bahkan saat beberapa bulan lalu ayahnya menitipkannya pada Zayn dengan tanggung jawabnya Zayn memegang amanat itu sampai akhirnya Zayn mengantarkannya selamat sampai dirumahnya, selain bertanggung jawab Zayn juga sangat menyayangi adiknya bukan hanya itu Zayn juga menyayangi keluarganya, dalam keluarganya Zayn merupakan seorang anak sulung yang menjadi kebanggaan & semua itu cukup membuat Rindu mengagumi sosok Zayn.


" sudah selesai kan makannya? " (kata Zayn tersenyum)


Akhir-akhir ini Zayn lebih sering tersenyum, melihat senyum Zayn terkadang membuatnya jadi salah tingkah sendiri, terkadang ia berfikir jika tuhan menciptakan keindahan di depan matanya tersebut terlalu sempurna sehingga ia merasa bersalah karena terkadang sikap egoisnya berpikir tak ingin jika orang lain juga menikmati ketampanan wajah suaminya.


" ya udah yuk " (kata Zayn berdiri mengajak Rindu)


Sedari tadi saat berjalan Zayn selalu menggandeng erat tangannya, getaran-getaran asmara seolah mulai menderu menggoyang hatinya, Rindu sejujurnya sangat takut jika ia mencintai Zayn & Zayn tak mencintainya, ia takut kebaperannya tak berbalas.


" kita ke pantai dulu ya? " (kata Zayn)


Rindu hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum, tak mau terlalu banyak bicara seperti biasanya Rindu kali ini hanya menjawab semua pertanyaan dengan anggukan atau senyuman meskipun terkadang dia juga akan menjawab kata-kata Zayn.

__ADS_1


Setelah membayar Bill meraka berdua segera naik ke mobil milik Zayn & pergi menjauh dari restoran tersebut, Rindu sesekali melihat kearah Zayn yang telah serius dengan kemudinya, melihat keseriusan Zayn ia berpikir mungkin seperti itu juga lah suaminya sat memegang kemudi pesawatnya, Zayn selalu terlihat tampan dari sisi manapun, Rindu agak minder karena merasa tak serasi bersanding dengan Zayn.


" kenapa ngeliatin aku? " (kata Zayn)


Rindu melotot terkejut karena Zayn menyadari jika sedari tadi ia memperhatikan Zayn yang sedang fokus mengemudi.


" enggak " (kata Rindu singkat)


Rindu melihat kearah luar untuk menenangkan jantungnya yang berdetak tak karuan, seolah-olah baru saja selesai dari lari maraton jantungnya berdetak cepat.


# Humaira Shakila Najma


Bukan Humaira namanya kalo tak berhasil membuat para kakak-kakaknya untuk mengeluarkan uang untuk mentraktir dirinya makan diluar seperti saat ini, kali ini Faiz telah berhasil ia bajak untuk mentraktirnya makan di sebuah restoran terkenal di kota xxx, Humaira tersenyum sambil terus melahap sesendok demi sendok makanan yang ada dihadapannya.


Sebagai saudara perempuan satu-satunya & yang paling termuda Humaira cukup dimanjakan oleh para kakak-kakaknya tersebut, ia juga cukup beruntung karena para kakaknya memiliki pekerjaan yang lumayan tak membuat mereka kekurangan uang, jika hanya sesekali mentraktirnya makan diluar seperti ini tak akan membuat kantong kakaknya jebol.


" sering-sering dong kak traktir kek gini " (kata Humaira)


" ya kan tiap bulan lo gue kirimin duit dek buat jajan, emang kurang? " (kata Faiz)


" ya enggak sih " (kata Humaira)


" gue gak lo kirim duit jajan bang " (kata Gibran)


" lo gak usah aja, kebutuhan lo gak sebanyak Huma kan " (kata Faiz)


" ya elah, lo pilih kasih banget ama adek bang " (kata Gibran)


" hahahaha, bukan pilih kasih, tapi dari pada gua kasih lo mending gue kasih Huma buat beli skincare " (kata Faiz)


" emang berapa harga skincare lo dek? " (kata Gibran)


" kepo banget lo kak, mau ikut make juga ya biar keliatan glow " (kata Humaira)


" hahahaha, ya kali " (kata Humaira tertawa)


Humaira merasa beruntung memiliki keluarga seperti kakak-kakak sepupunya tersebut, meskipun mereka hanya saudara sepupu tapi Faiz & Gibran cukup perhatian & royal padanya, bahkan kedua kakak sepupunya ini sudah seperti kakak kandungnya sendiri, seperti Zayn yang selalu mengiriminya uang jajan setiap bulan & menuruti semua yang ia inginkan.


" lo buruan lulus kak, biar lo bisa kasih gue duit jajan kaya kak Faiz sama kak Ikiy sama kak Zayn " (kata Humaira)


" ais gue pengen lama-lama aja dek lulus biar bisa sama-sama lo di kampus, gue kan gak mau ada yang ganggu lo " (kata Gibran)


" siapa alah yang berani ganggu gue kak " (kata Humaira)


" presiden BEM " (kata Gibran)


" oh itu yang namanya Narendra yang lo cerita katanya nawarin lo buat jadi modelnya ya dek? " (kata Faiz)


Beberapa minggu yang lalu memang ia ditawari Narendra untuk menjadi seorang model karena kebetulan Narendra adalah seorang fotografer.


" lo mau terima dek tawarannya? " (kata Faiz)


" tergantung kak, kalo dapet duit bisa dipikirin, lumayan kan " (kata Humaira)


" gue gak setuju ah, lagian bang Zayn juga pasti gak setuju kalo lo di poto-poto pake baju seksi tebuka-buka " (kata Gibran)


" ada benernya juga sih dek yang dibilang sama Gibran, mending gak usah aja " (kata Faiz)


" kita liat entar aja kak " (kata Humaira)


Humaira masih terus benar-benar memikirkan tentang tawaran Narendra, tak ingin terburu-buru mengambil keputusan sampai hari ini ia belum memutuskan tawaran tersebut.

__ADS_1


# Abdul Zayn Mikail


Angin sepoi-sepoi berhembus meniup seluruh tubuhnya, udara segar pantai terasa sejuk semilir tertiup, Zayn & Rindu akhirnya berada di sebuah pantai untuk menikmati pemandangan laut sejenak sambil melepaskan kepenatan. Zayn akhirnya mengajak Rindu keluar dari mobilnya & berdiri bersandar didepan mobilnya.


" kamu kapan terakhir pergi kepantai kaya gini? " (kata Zayn)


" lama banget kak, lagian aku juga mana bisa jalan kalo gak ada yang ngajak kaya gini " (kata Rindu)


" emang terakhir kepantai kapan? " (kata Zayn)


" satu tahun lalu kayanya sih " (kata Rindu mengingat)


Zayn tiba-tiba berfikir jika satu tahun lalu Rindu pergi kepantai pasti dengan salah satu mantan pacarnya, tiba-tiba Zayn merasa cemburu karena mengingat foto yang ada di ponsel Rindu beberapa bulan yang lalu, fotonya bersama mantannya yang masih ia simpan disebuah pantai.


" sama mantan? " (kata Zayn)


Rindu hanya diam tak menjawab pertanyaannya, Zayn semakin cemburu karena tak mendapatkan penjelasan dari Rindu yang artinya benar yang saat ini ia pikirkan jika Rindu terakhir pergi kepantai bersama mantan pacarnya satu tahun yang lalu, karena menurut penuturan Rindu ia memang telah tak memiliki hubungan apa-apa dengan seorang pria selama satu tahun belakangan ini.


Zayn mencoba memalingkan wajahnya tak ingin terlihat jika ia sedang cemburu saat ini. Zayn seperti menyesal membawa Rindu ke pantai jika hanya mengingatkan Rindu kepada mantan pacarnya yang telah mengkhianati Rindu, meskipun dari ekspresi wajah Rindu terlihat biasa daja tapi ia yakin saat ini Rindu mengingat kembali masa-masa indah bersama mantannya tersebut.


" ah gila panas banget disini, kayaknya kita salah tempat deh, harusnya aku gak bawa kamu kesini, harusnya kita langsung ke toko perabotan aja " (kata Zayn)


Rindu menoleh kearahnya seolah heran sambil mengerutkan keningnya, Zayn tiba-tiba mendekatkan tubuhnya kearah Rindu, ia menatap serius kearah istrinya, mendapatkan perlakuan seperti itu Rindu seolah terkejut.


" aku gak mau dipikiran kamu mikir cowok lain selain aku, aku cuman mau kamu mikir aku karena cuman aku yang harus ada dipikiran kamu " (kata Zayn serius)


Rindu masih terus terdiam bengong menatap kearahnya, mata Rindu tepat menatap kearah matanya, mereka berdua saling pandang jantung Zayn tiba-tiba berdegup sangat kencang, wajahnya tiba-tiba mendekat kearah Rindu seolah siap untuk ******* bibir mungil istrinya, ia benar-benar terlarut dalam rasa cemburunya, seolah pasrah Rindu masih dengan mode diamnya, tiba-tiba Zayn, tersadar & menjauhkan dirinya dari Rindu.


" hem, sorry ya, aku bener-bener gak maksud buat yang aneh-aneh, kamu jangan mikir aku yang enggak-enggak ya " (kata Zayn meminta maaf)


Masih terdiam tak bergeming Rindu memalingkan wajahnya kearah lain, melihat ekspresi diam istrinya Zayn menjadi cemas takut jika istrinya berpikir hal yang tak baik tentangnya.


" please jangan marah ya " ( kata Zayn lagi sambil memegang tangan Rindu lagi)


" enggak kak, aku gak marah kok " (kata Rindu menunduk)


" beneran? " (kata Zayn)


" iya kak beneran " (kata Rindu)


Zayn memegang dagu Rindu untuk melihat wajahnya yang menunduk, Rindu nampak tersenyum malu-malu membuat Zayn ikut tersenyum.


" kenapa? " (kata Zayn)


" jangan gitu ah, malu tau ini di muka umum " (kata Rindu tersenyum)


Zayn memalingkan wajahnya sambil menggaruk-garuk kepalanya & tersenyum, hampir saja Zayn salah sangka jika istrinya saat ini sedang marah dengannya bukannya marah justru istrinya terlihat malu-malu karena sikapnya.


" kalo gak dimuka umum berati boleh dong " (kata Zayn malu-malu)


Istrinya hanya tersenyum tak memberikan jawaban, Zayn terlihat senang seolah mendapatkan lampu hijau.



Zayn




__ADS_1


Zayn & Rindu


__ADS_2