
# Humaira Shakila Najma
Pagi ini ia telah sampai di kampusnya dengan diantar oleh Bara atau pamannya, sebenarnya Gibran memaksanya untuk berangkat bersama dengannya tetapi Humaira meminta pada pamannya agar pamannya mengantarkan kekampus selama masa Ospek berlangsung agar ia terhindar dari hukuman yang mungkin saja akan ia dapatkan jika banyak yang tau jika ia adalah adik sepupu dari wakil presiden BEM yaitu Gibran.
Jam telah menunjukkan pukul 09.00 pagi, peserta Ospek kini telah kembali berbaris rapi di lapangan sesuai dengan jurusan masing-masing, masih mengenakan seragam putih hitam dengan topi petani kini aksesoris ditambah dengan kalungan papan nama panggilan yang telah diberikan oleh anggota BEM untuk peserta Ospek.
Para anggota BEM berkeliling untuk mengumpulkan tugas membuat surat cinta untuk anggota BEM yang sangat berkesan, Humaira masih merasa aman dengan surat cinta yang ia buat, meskipun surat itu hanyalah fiktif belaka.
" lo bikin surat buat siapa? " (kata Kevin)
" ada deh, lo bikin buat siapa? " (kata Humaira)
" buat Presiden BEM " (kata Kevin)
" haaaaaaa " (kata Humaira terkejut)
Humaira sangat terkejut sampai tak bisa menahan suaranya, tidak mungkin Kevin saat ini menjadi belok karena telah berhenti menjadi playboy, mengapa Kevin menulis surat cinta untuk Narendra presiden BEM.
" suara siapa itu? " (kata Presiden BEM)
" yang merasa ya, angkat tangan" (kata seorang gadis anggota BEM)
Humaira menepuk jidatnya karena sepagi ini ia telah mendapatkan kesialan, Humaira mengangkat tangannya untuk mengakui agar tak mendapatkan hukuman yang lebih berat karena mangkir.
" kenapa lo angkat tangan, seharusnya gue yang angkat tangan buat gantiin lo " (kata Kevin)
" udah biar aj, kita belum selesai, kenapa lo bikin surat buat bang Narendra?, bukannya kita disuruh bikin surat cinta?, lo suka sama bang Narendra? " (kata Humaira)
" enggak lah, lo salah kali, kita cuman di suruh bikin surat biasa, tapi kalo emang mau bikin surat cinta juga gak papa sih " (kata Kevin)
Humaira melotot karena ia salah kali ini, kakak sepupunya lagi-lagi mengerjai dirinya soal tugas membuat surat kali ini, seorang salah satu dari anggota BEM telah berdiri disebelahnya menyilangkan tangannya.
" kenapa lo diskusi, sekarang belum waktunya diskusi, ayo maju " (kata seorang gadis anggota BEM yang tertera nama Kansa di bet yang telah mengalung dilehernya)
Humaira lagi-lagi maju kedepan untuk kali kedua, kali ini memang karena salahnya yang tak bisa mengontrol keterkejutannya tentang surat, bisa-bisanya ia malu berpikir jika Kevin menjadi belok padahal justru dialah yang salah kaprah karena dikerjai oleh Gibran.
" namanya merdu, kenapa gak toak sekalian, acara belum dimulai suara lo udah duluan aja nyaring kedengeran, lo kalo mau diskusi bukan sekarang waktunya " (kata Kansa galak)
" surat lo mana? " (kata anggota BEM yang bernama Nazwa)
" sudah saya kumpul kak " (kata Humaira)
" sama siap? " (kata Anggota BEM yang bernama Aleta)
" sama bang Wisnu kak " (kata Humaira)
" Wisnu, surat fakultas hukum Wis cari namanya Humaira alias merdu alias tukang diskusi " (kata Nazwa)
Humaira hanya tertunduk tak ingin jika ia terkena masalah lebih dari ini meskipun sebenarnya kesalahannya adalah kesalahan biasa, tetapi yang namanya kegiatan MOS atau Ospek hal seperti ini pasti akan dilebih-lebihkan.
Semua mata tertuju pada Humaira baik mata para Maba maupun mata para BEM, terlihat jelas Gibran berjalan menghampiri dirinya, ia berharap kali ini kakak sepupunya tersebut menolong dirinya dari tiga anggota BEM yang sok galak ini.
" jangan kelewatan ya kalo ngasih hukuman " (kata Gibran)
" ih napa sih lo, lembek amat, nih anak gak bisa didiemin tar kita diinjek-injek " (kata Kansa)
" ya udah Kansa yang cantik manis & baik hati, nih anak serahin ke gua aja ya biar gue yang urus " (kata Gibran)
" boleh sih asal lo tar pulang bareng gua " (kata Kansa)
" iya " (kata Gibran tersenyum)
Humaira seolah jijik mendengar kata-kata Kansa yang terlihat genit menggoda kakak sepupunya.
" ya udah deh gue serahin ke lo nih bocah tengik " (kata Kansa)
" makasih Kansa cantik " (kata Gibran)
Meskipun Humaira tau jika Gibran hanya main-main saja merayu Kansa & tidak serius demi menyelamatkan dirinya dari hukuman tiga gadis sok galak tadi, Humaira hanya diam digandeng oleh kakak sepupunya menuju arah presiden BEM.
" ini suratnya Humaira bro " (kata Wisnu yang telah berada disamping Gibran)
" suruh aja baca suratnya didepan buat siapa " (kata Daus)
Narendra berdiri menggandeng Humaira kembali kearah tengah lapangan didepan para Maba sambil memegang surat milik Humaira.
" perhatian semuanya ya, kita dengar sama-sama surat yang ditulis sama Cewek bersuara emas di samping gue, kalo diliat bentuknya kayaknya surat cinta ya, warnanya ping, gambar love, gue buka, & gue bacain " (kata Narendra)
Humaira menarik nafasnya karena surat yang ia tulis telah dibuka oleh Narendra sebagai presiden BEM & akan dibaca juga oleh Narendra.
" From: Humaira Shakila Najma alias merdu
__ADS_1
Fakultas Hukum
Angkatan 2020 " (kata Narendra mulai membaca)
Humaira tetap tenang dengan surat cinta fiktif yang ia buat karena kebohongan Gibran, walaupun karena surat cinta tersebut nantinya akan membuat satu kampus salah faham dengannya.
" Kamu terlihat berbeda dengan almamater mu.
meskipun kenyataannya baju yang kamu kenakan masih sama seperti yang lain.
kamu terlihat paling bersinar seperti malaikat.
meskipun kamu terlihat tanpa sayap.
kamu yang berhasil membuat diriku mengalihkan duniaku.
sosokmu membuktikan Tuhan tak adil menciptakan mahluknya.
karena bagiku semua kelebihan ada padamu.
saat pertama melihatmu aku berpikir kamu adalah Thore sang dewa petir.
melihatmu hatiku bak kesetrum oleh gelombang cinta mu.
meskipun kamu tak mengenal ku, tapi aku tau Tuhan menciptakan kamu untuk selalu disamping ku.
aku tak pandai berkata-kata, bahkan berkata manis, tapi melalui surat ini aku yakin kamu akan selalu mengingat siapa aku.
My Gibran " (kata Narendra membacakan surat Humaira) " wow wwww " (kata Narendra)
Suara tepuk tangan riuh terdengar menyoraki isi surat yang ditulis Humaira yang barusan dibacakan oleh Narendra, semuanya sangat terkejut karena keberaniannya, Humaira justru sangat jengah dengan surat yang membuatnya semakin menjadi bahan perhatian kali ini, mata-mata para kakak senior wanita mulai sinis melihat kearahnya, jika terjadi apa-apa dengannya Gibran harus bertanggung jawab karena semua ini terjadi karena ulah iseng kakak sepupunya tersebut.
" Gib sini lo " (kata Narendra)
Terlihat kakak sepupunya berjalan kearahnya sambil garuk-garuk kepala & tertawa, sepertinya dia juga sangat terkejut tak menyangka jika dirinya benar-benar menulis surat cinta tetapi untuk dirinya bukan untuk orag lain.
" wah gimana nih Gib?, kalah saing gue sama lo " (kata Wisnu)
" pepet bro " (kata Ardan)
Gibran hanya tersenyum berdiri disamping presiden BEM, surat fiktif yang ia buat nampaknya akan membuat dirinya akan rekening selamanya.
" gue tersentuh banget sama surat yang lo buat, lo cantik, cantik banget malah, suara lo bagus, disini siapa sih yang gak kenal lo ya kan, followers lo banyak, terimakasih banget lo udah mengagumi gue, gue juga bakal inget terus siapa lo, tapi kita cukup jadi adek kakak aja ya " (kata Gibran tersenyum)
" dasar sok ganteng lo kak, **** banget gue mau aja dibohongi lo, untung aja gue nulis surat buat lo coba enggak gue bakal malu setengah mati " (kata Humaira dalam hati)
" gila lo yang cantik bening gini lo tolak " (kata Wisnu)
" hahahah ya gue tau lo suka sama dia makanya gue ngalah " (kata Gibran tertawa)
" lo kenapa bikin surat buat Gibran gak ke gue?, emang gue kurang menarik ya buat lo? " (kata Narendra)
Humaira terheran mendengar kata-kata presiden BEM yang terasa aneh, mengapa surat fiktif seperti itu malah jadi rebutan, bahkan Gibran pun tau jika surat tersebut bukanlah surat sungguhan.
# Aryan Gibran Alaric
Karena ulahnya kali ini adik sepupunya akan berada dalam masalah yang rumit, padahal Gibran hanya bermaksud iseng tetapi ia tak menyangka jika adik sepupunya tersebut benar-benar membuat surat cinta bahkan surat cinta di tujukan kepada dirinya, meskipun Gibran tau jika Humaira menulis hal tersebut tidak serius tetapi surat yang di tulis Humaira akan membuatnya menjadi musuh para senior BEM wanita yang tengah suka dengan Gibran.
Agar Humaira terhindar dari semua itu Gibran berakting seolah-olah tak bisa menerima Humaira, seandainya yang lain tau jika sebenarnya mereka berdua adalah saudara sepupu. Karena surat cinta Humaira yang Gibran tolak tiba-tiba banyak anggota BEM pria yang menanyakan kepada Humaira kenapa surat tersebut tak ditujukan untuk mereka yang sudah pasti akan menerima adik sepupunya tersebut. Gibran menggelengkan kepalanya karena Humaira akhirnya menjadi rebutan para senior penggait adik-adik junior Maba pada saat ospek seperti ini,
" lo ikut gue, mulai sekarang lo budak gue " (kata Narendra), " tolong kalian mulai ya acara selanjutnya " (kata Narendra lagi)
Gibran hanya bisa menatap adik sepupunya yang pergi mengikuti Narendra menepi kearah tempat duduknya, Gibran merasa sedikit bersalah dengan Humaira, akibat keisengannya justru Humaira saat ini berada situasi yang tidak baik, seharusnya sebagai kakak sepupunya Gibran harus bisa membantu Humaira.
" enak banget tuh presiden dapat budak cantik " (kata Wisnu)
" kalah saing lah kita kalo ama presiden " (kata Daus)
" untung Wapres kita gak mau sama Humaira " (kata Judika)
" lo gak tertarik beneran ama tuh cewek bro? " (kata gabril)
" siapa bilang gue gak tertarik " (kata Gibran lalu pergi meninggalkan teman-teman Anggota BEM nya)
Gibran meninggalkan kumpulan beberapa teman-teman BEM nya yang masih terus membahas soal Humaira, ia merasa tak berdaya melihat adik sepupunya mendapatkan hukuman karena ulahnya bahkan saat ini menjadi budak Narendra, ia juga tau jika Narendra sebenarnya mempunyai perasaan dengan Humaira.
# Rindu Mentari
Saat ini Rindu sedang memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar tentang pemajuan pariwisata daerah, agar daerah tersebut lebih dikenal di manca negara sehingga membuat turis-turis asing menjadi tertarik untuk mendatangi daerah tersebut. Rindu bersama kedua teman satu fakultasnya banyak mempelajari apa saja yang menjadi kebanggaan didaerah tersebut, ciri khasnya & masih banyak lagi. Rindu banyak belajar dari daerah ini, daerah yang cukup maju meskipun tempat pariwisatanya kurang diminati oleh khalayak ramai.
" bapak tau gak kalau kemajuan parawisata itu bisa ngebuat daerah sekitarnya bisa ikutan maju pak?, & gak cuman daerahnya yang ikut maju pak tapi pendapatan daerahnya juga ikut maju " (kata Rindu)
__ADS_1
" gak tau mbak, emang ada hubungannya ya majunya pariwisata sama penghasilan di daerahnya? " (kata salah satu warga)
" gini ya pak, kalo pariwisatanya terkenal maju, otomatis banyak pengunjung, na itu akan menjadikan pendapatan daerahnya ikut maju, misalnya karena banyak pengunjung kita bisa buka rumah makan, pastikan pengunjung jauh-jauh dateng bisa laper pak, itu contoh simpelnya ya pak " (kata Aira)
Rindu & kedua teman satu jurusannya bekerja sama untuk berdiskusi masalah pariwisatanya dengan masyarakat daerah karena salah satu program KKN yang mereka susun adalah membantu memajukan daerah pariwisata daerah tersebut.
Beberapa hari berada di kota D ia mulai disibukkan dengan beberapa agenda yang telah ia & kelompoknya susun, bukan hanya itu Rindu beserta dua teman dari jurusan yang sama sepertinya juga memberikan bimbingan belajar geratis khusus bahasa Inggris untuk anak-anak sekolah dasar.
Sangking sibuknya dirinya Rindu sampai tak mempunyai banyak waktu untuk menghubungi Zayn, tetapi saat ada waktu senggangnya ia akan langsung menghubungi tunangannya tersebut.
# Humaira Shakila Najma
Acara Ospek hari ini telah usai dengan banyak hal yang ia lalui, bahkan nama dalam papan yang ia kalung kan kini telah bertambah menjadi budak bersuara merdu, humaira menggeleng-gelengkan kepalanya mengingat kejadian yang terjadi hari ini, banyak yang bersimpati karena dirinya berani mengungkapkan cinta, banyak yang merasa kasian karena ia ditolak oleh Gibran bahkan banyak yang memaki Gibran tak tau diri karena menolaknya selain itu juga ada yang membully dirinya karena berani mengatakan cinta kepada Wapres BEM, tetapi bukan Humaira namanya yang tidak perduli dengan omongan yang mengganggu telinganya. Saat akan pulang Humaira mendapatkan pesan dari Gibran untuk menunggu dirinya diparkiran agar bisa pulang bersama karena, hari ini pamannya tak bisa menjemputnya sedangkan supir pribadi keluarga pamannya sedang mengantarkan tantenya untuk pergi rapat.
📩 pesan masuk WhatsApp my bro Gibran..
Gibran : tunggu gue dek di parkiran
Gibran : gue rapat bentar aja
Humaira : gue balik naik taksi aja kak
Gibran : jangan, tar gue di marahin bokap
Humaira : ya udah gue balik sama Kevin
Gibran : jangan, tuh kan cowok playboy
Humaira : ya dari pada yang lain makin salahpaham kak
Humaira : lo kan tadi liat, dikira gue suka beneran ama lo
Gibran : 🤣 maaf dek
Humaira : jahat lo kak
Gibran : gue kan main-main dek
Gibran : gue pikir lo gak bakal bikin surat cinta
Humaira : ah puas lo
Humaira : untung gue buat nya buat lo
Humaira : kalo gue buatnya buat orang lain
gak tau deh gue gimana, padahal kan suratnya cuman main-main.
Humaira : dianggapnya serius
Humaira : kan b*go
Gibran : 🤣🤣🤣🙏🙏🙏
Humaira : udah gue balik
Humaira kembali berjalan sambil menaruh ponselnya di saku bajunya saat keluar dari gerbang kampusnya suara klakson seorang pengendara bermotor sport berseragam polisi membuatnya membulatkan matanya.
" bang Desta " (kata Humaira)
Humaira langsung mengenali bahwa pria berseragam polisi tersebut adalah Desta, Desta langsung menghampiri kearahnya.
" mau pulang kan?, ayo naik " (kata Desta)
Humaira tersenyum & langsung naik di motor yang saat ini telah di kendari oleh Desta.
Humaira
Gibran
Narendra
__ADS_1
Desta