Polwan Cantik

Polwan Cantik
#162


__ADS_3

****** mohon perhatiannya sekali lagi ya readers 😁😁😁, bagi pembaca setia novel polwan cantik mohon maaf novel ini akan segera saya tamatkan ya supaya ceritanya gak muter-muter & gak bikin bosen, setelah novel ini tamat authore akan membuat novel dengan cerita berbeda dari novel polwan cantik & judul berbeda pula, sekali lagi mohon dukungannya dengan cara vote novel polwan cantik, jangan lupa like serta tinggalkan komentar.


#*Andriawan abara brilian


Satu minggu kemudian.....


Ia bersama rombongan keluarganya berada dirumah kekasihnya untuk melangsungkan acara pertunangan, tidak mudah bagi mereka berdua menjalin hubungan jarak jauh tetapi mereka berdua selalu menjaga komitmen untuk setia itulah yang menjadi alasan bara selangkah lebih maju mengikat hubungan mereka dengan sebuah cincin meskipun rencana untuk mereka menikah masih sangat jauh. Kini telah terpasangkan cincin dijari manis widia begitupun dijari bara, mereka resmi bertunangan hari ini, acara pertunangan hari ini telah selesai dengan sederhana hanya sanak keluarga yang datang untuk menyaksikan acara hari ini, malam ini widia memakai dres lengan pendek bermotif abstrak sedang bara mengenakan kaos dengan luaran jas hitam tak begitu formal masih dengan tema santai seperti kesepakatan mereka berdua, jam telah menunjukan pukul 11.00siang masih dalam suasana kebahagian pertunangan mereka sanak keluarga seperti membentuk group untuk mengobrol, begitu juga dirinya bersama tunangannya beserta abangnya & yang lainnya.


"bar lo pokonya sama widia gak boleh ngeduluin gue sama risya"(kata aidan)


"lo kenapa si bang takut banget gue langkahin?"(kata bara)


"ya lo masih muda bara dari pada bang aidan"(kata randito)


"jadi menurut lo bang aidan udah tua gitu ka dito?"(kata risya)


"aih salah ngomong lagi laki gue,..hahaha"(kata ega)


"mampus dah lo bang randi"(kata widia)


Jarang sekali bisa berkumpul seperti inj sambil mengobrol satu sama lain apalagi selama hampir dua tahun ia berada diluar negri untuk mewujudkan cita-citanya.


#*safitri


ia hanya tertawa mendengarkan perbincangan para sahabatnya dengan pasangannya masing-masing perdebatan yang sangat lucu menurutnya, jika mengingat umur suaminya lah yang lebih tua diantara mereka tetapi kenyataannya kini mereka sedang menanti kelahiran sang buah hati bukan lagi memikirkan soal menikah.

__ADS_1


"kenapa sayang?"(kata abimana mengelus kepalanya)"capek ya, apa mau pulang sekarang?"(kata abimana melanjutkan kata-katanya)


"enggapapa sayang,...nanti kita pulang bareng mama papa aja ya sayang"(kata safitri)


"kenapa lo fit?"(kata bara cemas)


"gue gak kenapa-nap bar,....lo tenang ada laki gue ni yang siap siaga",(kata safitri)


"ok,....itu kan emang bang abi yang berbuat bikin lo bunting jadi dia juga harus berani tanggung jawab,...hahaha"(kata bara)


"kampret bahasa lo bar,...itu bang abi gak buntingin safitri duluan kali pake diauruh tanggung jawab"(kata randito)


"bener-bener lo bar,...kualat lo sama bang abimana begitu"(kata ega)


"biarin mah beb suka-suka mulutnya ngejeplak yang penting bahagia dia rela gue"(kata safitri)


"aiiiihhjj,...so sweet banget deh kakak ipar gue,...lop yu kakak ipar"(kata bara sambil akan memeluk)


"dih ogah gue"(kata safitri)


Safitri tiba-tiba dipeluk suaminya saat bara akan memeluknya, suaminya mendekap erat tubuhnya.


"de ini istri gue, lo peluk tuh tunangan lo"(kata abimana)


"dih posesif banget si bang sama adek sendiri"(kata bara lalu bara memeluk widia)"

__ADS_1


"lagian lo main peluk bini oranga aja bar"(kata ega)


"replek gue"(kata bara)


"replek lo juga inget-inget kali de,....untung lo gak replek meluk cewe gue"(kata aidan)


"dih,...cwe lo mah sebangsa sama ega bang galak,...takut gue,...hihihihi"(kata bara)


"kampret lo bar,....ngatain gue galak"(kata risya)


Bagi safitri bara adalah seorang adik yang baik & teman yang baik meskipun sebelumnya terjadi kesalah fahaman antara suaminya dengan bara saat mereka belum menikah, safitri & bara cukup dekat meskipun terkadang bara suka iseng kepadanya tetapi itulah cara bara menunjukan rasa sayangnya kepadanya sebagai kakak ipar & sebagai teman, bahkan bara kerap berkata kepadanya siapapun yang berniat merebut safitri dari abangnya akan berurusan dengannya pula karena ia tak akan membiarkan safitri & abangnya berpisah. Satelah berjam-jam mereka berada dirumah widia akhirnya mereka semua berpamitan untuk pulang, mereka pulang masing-masing dengan kendaraannya, kecuali aidan & suaminya yang bertukar mobil karena mobil milik suaminya sudah pasti tidak cukup memuat anggota keluarganya, mereka telah berada didalam kendaraan masing-masing menuju rumah.


"komandan apa kamu gak punya uang buat beli mobil yang agak gedean biar gak nebeng aidan terus?"(kata papa)


"iya sayang, kalo jalan harus tukaran mobil dulu gini"(kata mama)"sayang emang suami kamu ini tabungannya sudah habis ya"(kata mama kepada safitri)


"kalo memang kamu gak punya uang biar papa yang belikan dulu nanti kamu ganti"(kata papa)


"gimana sayang?"(kata mama kepada safitri)


"bang abi si sudah ada niat ma buat beli mobil lagi"(kata safitri)


"bukannya gak ada uang pa,..ma....cuman abi belum sempet kedeler buat cari mobil"(kata abimana)


"tuhkan ma,...pa....mana mungkin komandan kita gak punya duit"(kata bara)

__ADS_1


__ADS_2