Polwan Cantik

Polwan Cantik
#14 SEASON 2


__ADS_3

Ia baru pulang kerumahnya setelah seharian menghabiskan waktu dengan Rindu diluar rumah, dirumahnya sudah ada kedua orangtuanya yang telah mengenakan pakaian santai duduk di ruang tengah yang sepertinya memang sengaja menunggunya.


" hai mi, Pi " (kata Zayn menyapa)


" kemana aja sayang seharian bawa Rindu? " (kata Safitri)


" nongkrong di kafe doang mi " (kata Zayn)


" oh itu rambut kamu udah di semir kak? " (kata Abimana)


" eh, iya Pi, tadi sekalian nyalon Ama Rindu " (kata Zayn), " ini Ade mana mi Pi, kok gak ada keliatan? " (kata Zayn lagi)


" belum pulang dia, kan lagi bimbel kak " (kata Abimana)


Zayn melihat kearah tangannya untuk melihat jam berapa saat ini, saat ini adalah pukul 3.30sore sebentar lagi adiknya Humaira akan pulang sekolah.


" kalo gitu biar Zayn jemput deh, ini bentar lagi dia pulang " (kata Zayn)


" gak usah kak, tadi Huma bilang mau pulang sama Bumi " (kata Abimana)


" papi ijinin gitu? " (kata Zayn)


" ya emang kenapa kak?, Bumi biasa juga antar Huma kok " (kata Safitri)


" astaga mi, itu sih Bumi kalo bawa motor ngalah-ngalahin Valentino Rossi mi, Zayn jemput Huma ah, dari pada tar Huma kenapa-napa dibonceng Bumi " (kata Zayn)


" kak gak usah khawatir deh, mending kakak mandi sana istirahat dulu, tar malam kita mau makan malam diluar, sana gih " (kata Abimana)


" tapi Pi " (kata Zayn)


" gak ada tapi-tapian, udah sana " (kata Abimana)


" ya udah lah, tapi tolong ya papi jangan ijinin Bumi boncengin Huma antar atau jemput Huma kalo pakai motor " (kata Zayn)


" astaga kak segitunya sih kamu, ya udah sana gih, adek kamu bakal baik-baik aja sama Bumi, mami jamin deh " (kata Safitri)


Zayn lalu pergi menuju kamarnya untuk beristirahat, setelah berada didalam kamar ia buru-buru merebahkan dirinya di atas tempat tidurnya, mengingat kejadian saat bertemu dengan Jiya, ia tersenyum, Jiya cukup unik sebagai seorang wanita, dia juga cantik meskipun sikapnya agak jutek dengannya, baru kali ini ia merasa diacuhkan dengan seorang wanita.


Ia terus menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, meskipun kesan pertamanya bertemu dengan Jiya sangat tidak baik justru itulah yang membuatnya mampu terus memikirkan seorang Jiyara Zulfa Kirana, sepertinya dirinya harus mengenal lebih dekat lagi dengan Jiya.


Setelah beberapa saat memikirkan Jiya tiba-tiba ia teringat dengan Humaira, karena sebentar lagi adiknya akan pulang ia buru-buru menghubungi Bumi untuk memperingati Bumi agar berhati-hati saat membawa adiknya bersamanya.


*📞 calling is Bumi Samudera....


*Tut......Tut....tu....


" hallo assalamualaikum " (kata Bumi dari sebrang sana)


" wa'allaikumsalam " (kata Zayn membalas)


" Yo WhatsApp bro, ada apa brother? " (kata Bumi)


" mana adek gue Bum? " (kata Zayn)


" ini kak, kenapa? " (kata Bumi)


" Lo pulang bonceng dia kan? " (kata Zayn)


" iya kak, astaga kenapa sih Lo tanya Mulu, kenapa emang kak? " (kata Bumi)


" tolong ya Lo kalo bawa motor boncengin adek gue jangan laju-laju, awas kalo adek gue Ampe lecet dikit aja " (kata Zayn)


" ya elah kak, tenang aja lagi, Lo kok tiba-tiba gak percaya Ama gue sih " (kata Bumi)


" heh bukan gue gak percaya Lo PEA, ya gimana gue gak takut adek gue dibonceng Lo, Lo aja kalo bawa motor kaya kucing punya nyawa Sembilan, Lo kaya gak mikir keselamatan Lo gitu, Lo gak sayang nyawa lo Bum? " (kata Zayn)


" ya sayang lah kak, masa kaga sayang Ama nya sendiri " (kata Bumi)


" Lo katanya suka sama adek gue, Lo katanya sayang, kalo Lo emang sayang mending Lo mulai besok jangan naik motor, mobil bokap Lo kan banyak di rumah " (kata Zayn), " Lo naik mobil aja biar aman berdua " (kata Zayn lagi)


" gue belum punya SIM mobil kak, ya udah ya, gue mau anter adek Lo nih, janji deh gue pelan-pelan " (kata Bumi)


" ok, awas Lo kalo gue tau Lo laju " (kata Zayn)


Sambungan telepon seluler pun segera ia matikan, ia & Bumi selama ini memang cukup akrab, terkadang saat Bumi berada dirumahnya ia kerab ikut mengobrol dengan adiknya beserta Bumi.


# Humaira Shakila Najma


Baru saja mata pelajaran bimbelnya telah usai, ia & Bumi akan segera pulang bersama sore ini, sudah beberapa hari selama Bumi putus dari pacarnya sahabatnya ini kerap pulang sendiri, karena tak ada penumpang yang harus Bumi antar jemput sementara ini Bumi akan menjadi ojek Humaira kembali.

__ADS_1


" Lo balik lagi deh jadi ojek gue, hahahaha " (kata Humaira)


" hahahah, seneng Lo gue ojekin lagi " (kata Bumi)


" kalo gue seneng berati gue jahat dong seneng liat Lo jomblo, lagian sapa coba yang seneng liat Lo jomblo, gue males kalo Lo jomblo bawel Lo nambah 1000kali lipat, ketemu Lo jadi sering, bisa bosen gue " (kata Humaira)


" ah elah Mak, tega amat Lo bosen Ama gue, gue sosor juga lo " (kata Bumi)


" hahahahah, bebek apa angsa Lo main sosor aja " (kata Humaira)


" ya udah yuk naik " (kata Bumi)


Humaira lantas naik keatas motor Bumi tepat dibelakang Bumi yang sedang mengemudi, motor melaju dengan kecepatan sedang menuju jalan raya, Bumi kali ini melajukan motornya dengan kecepatan sedang tidak seperti biasanya.


" tumben amat Lo bawa motornya waras gini Mak " (kata Humaira)


" abis kena ultimatum gue Ama Abang Lo, kata kak Zayn kalo gue bonceng Lo gak boleh laju-laju " (kata Bumi)


" dih tumben Lo nurut, biasa Lo bodo amat " (kata Humaira)


" takut gue Ama kakak Lo Mak " (kata Bumi)


" hahahahahhaha " (kata Humaira hanya tertawa)


# Safitri


Saat ini ia & suaminya masih berada diruang tengah sambil menyaksikan acara televisi sambil berbincang.


" bang beneran malam ini Abang bakal omongin rencana perjodohan Zayn sama Rindu? " (kata Safitri)


" iya de, besok Zayn kan udah balik lagi, jadi sebelum dia balik Abang udah harus ngomong sayang " (kata Abimana)


" kira-kira gimana ya nantinya ekspresi Zayn kalo tau bakal dijodohkan " (kata Safitri)


" kita liat aja nanti sayang, kalo shok udah pasti iya, awalnya pasti dia gak bakal terima tapi lama-lama dia juga bakal terima " (kata Abimana)


" Pi kalo Zayn tiba-tiba ngambek terus gak mau pulang gimana sayang? " (kata Safitri)


" gak mungkin sayang, percaya deh sama papi " (kata Abimana)


Safitri sangat cemas jika anak sulungnya setelah mendengar perjodohan yang telah mereka rencanakan akan marah dan tidak akan pulang kerumahnya lagi. Saat asik mengobrol terdengar suara dari arah luar berjalan menuju arah dalam, suara anak bungsunya Humaira yang baru saja pulang.


" wa'allaikumsalam " (kata mereka berdua)


" katanya bareng Bumi sayang, mana dia dek? " (kata Safitri)


" pulang dia mi, katanya gak mampir mau langsung pulang biar Huma juga bisa istirahat " (kata Humaira)


" oh gitu, udah makan belum? " (kata Safitri)


" udah siang tadi mi, masih kenyang ini " (kata Humaira yang telah duduk di samping Abimana sambil menyenderkan tubuhnya pada ayahnya itu)


Melihat tingkah anak bungsunya yang sudah remaja ini membuatnya hanya menggelengkan kepalanya, dulu saat ia seumuran dengan Humaira seperti itu juga lah dirinya, ternyata sifatnya yang manja menurun ke Humaira atau karena Humaira adalah anak bungsu sama sepertinya yang identik dengan kata manja.


" dek kamu sana mandi gih, nanti malam kita mau makan diluar Lo " (kata Abimana)


" serius Pi? " (kata Humaira)


"iya makanya kamu mandi sekarang " (kata Abimana)


" oke deh Huma masuk kamar dulu ya mi pi, oh iya kak Zayn mana? " (kata Humaira)


" dikamarnya dia dek " (kata Safitri)


Tanpa berkat apa-apa lagi anak bungsunya itu berlari kecil manaiki anak tangga, ia & suaminya hanya menggelengkan kepala mereka bersamaan.


#Humaira Shakila Najma


Ia berlari kecil menuju kamar kakaknya, ia akan mengintrogasi kakaknya hari ini kakakanya bersama kakaknya Bumi pergi kemana saja, setelah berada didepan kamar kakaknya ia segera mengetuk pintunya.


***tok...tok...tok


" Kakak boleh masuk " (kata Humaira)


" masuk aja, gak dikunci " (kata Zayn dari dalam)


Ia lalu buru-buru menghampiri kakaknya yang sedang berbaring dia tas tempat tidurnya, Humaira kini telah berbaring disamping Zayn.


" baru pulang Lo dek? " (kata Zayn)

__ADS_1


" iya kak, tapi gak baru-baru banget sih, soalnya tadi sempet ngobrol lama sih sama mami papi dibawah " (kata Humaira)


" mana Bumi kok tumben gak mampir? " (kata Zayn)


" pulang dia kak, oh iya kak gimana tadi jalan bareng kak Rindu nya? " (kata Humaira bertanya)


" Mayan lah dari pada gabut, tuh anak juga nyambung Ama gue, terkahir tadi sebelum pulang kita nongkrong dikafe terus gak sengaja gitu ketemu temennya Rindu " (kata Zayn)


" terus " (kata Humaira antusias)


" kakak kayanya agak tertarik Ama temennya Rindu " (kata Zayn)


" what???, ciyus Lo kak " (kata Humaira)


" so imut Lo dek " (kata Abimana)


" hahahah, biarin,...eh tapi omong-omong Lo kok bisa tertarik Ama temennya Kak Rindu Kak? " (kata Humaira)


" dia cwe pertama yang bilang kalo gak tertarik sama gue, hahahahah " (kata Zayn)


" eh buset, ada juga yang gak suka sama Lo kak, ah ternyata dunia ini adil ada juga kan akhirnya yang gak suka sama Lo, makanya jangan sok kecakepan, hahahahha " (kata Humaira), " ya udah deh balik kamar dulu ya, mau siap-siap buat makan diluar, deeeee " (kata Humaira)


Humaira tak menyangka setelah dua hari bersama Rindu justru sekarang kakaknya ini malah tertarik dengan temannya Rindu.


# Abimana Prasetiya


Malam hari telah tiba, ia beserta istri & anak-anaknya telah berada disebuah restoran ternama di kota xxx, saat ini sebenarnya ia sedang janjian dengan keluarga Aidan untuk membicarakan persoalan perjodohan anka-anak mereka.


" Pi kok tumben makan ditempat kaya gini, emang kita mau makan sama sapa pi? " (kata Humaira)


" tar juga kamu tau dek, udah pesen makanan aja dulu sambil nunggu " (kata Abimana)


Setelah memesan banyak menu mereka berempat masih asik mengobrol sambil menunggu keluarga Aidan, tak lama pun keluarga Aidan tiba & menghampiri mereka.


" wah sorry bang telat " (kata Aidan sambil merangkul Abimana)


" gak juga kok Dan, kita juga baru datang " (kata Abimana)


" hai beb " (kata Risya kepada Safitri bercipika-cipiki)


" hai " (kata Safitri)


" om, Tante " (kata Rindu bersalaman)


" ayo-ayo duduk, silahkan " (kata Abimana)


Melihat ekspresi kedua anaknya yang hanya terdiam Abimana tau jika mereka berdua tak menduga Abimana mengundang keluarga Aidan malam ini.


# Humaira Shakila Najma


" papi gak tumben-tumbennya ngajak makan sahabatnya cuman satu doang, biasa kalo emang mau makan keluarga bareng pasti keluarga om Randi Tante Ega juga diundang " (kata Humaira dalam hati)


Humaira menoleh kearah kakaknya yang terlihat santai, lalu melihat kearah Rindu yang juga nampak biasa saja, setelah itu ia melihat kearah Bumi yang seolah tau dirinya mencari tau apa yang sedang orang tua mereka rencanakan, terlihat Bumi menaikan bahunya tanda tak mengetahui apa-apa.


" *jangan-jangan papi mau ngomongin soal perjodohan nih " (kata Humaira dalam hati)


" astaga, astaga, astaga,......jangan dong, baru aja kak Zayn ngomong ke gue dia naksir Ama temennya kak Rindu " (kata Humaira dalam hati agak panik*)


Humaira melihat kearah kakaknya kembali dengan hati was-was merasa kasihan dengan kakaknya.


#Bumi Samudera


Bumi juga nampak kaget saat tiba disebuah restoran karena sudah ada keluarga sahabatnya menunggu di sana, tidak biasanya keluarga mereka hanya makan bersama seperti ini, biasanya jika memang akan makan bersama sahabat ayah & ibunya bukan hanya keluarga Abimana saja yang diundang tetapi keluarga Randito juga akan diundang, pasti hari ini kedua keluarganya akan membicarakan masalah perjodohan kakaknya dengan kakak sahabatnya.


Humaira menatap kearahnya seolah ingin bertanya apa yang sedang terjadi, mungkin ia juga tau apa yang ia pikirkan tentang malam ini, tiba-tiba ia merasa tak bersemangat mengingat pertemuan ini untuk perjodohan kakaknya, bukan karena ia tak bahagia kakaknya akan dijodohkan dengan Zayn tapi karena otomatis ia harus mundur untuk mendapatkan Humairah.


" mungkin Huma memang bukan jodoh gue, rasanya gue kecewa berat, bertahun-tahun mendem rasa suka ternyata ujung-ujungnya begini " (kata Bumi dalam hati)


Bumi menatap kembali kearah Humaira yang masih sibuk memperhatikan Zayn, entah apa yang sedang dipikirkan oleh Humaira.


" aduh...sakit banget nih dada, patah hati gini banget ya, belum apa-apa gue harus mundur kaya gini, Tatu ati ku, ah ambyar deh gue " (kata Bumi dalam hati)


# Abdul Zayn Mikail


Zayn hanya tersenyum melihat kearah Rindu sedang Rindu membalas senyumannya, ia tak berfikir apa-apa tentang pertemuan malam ini ia hanya bisa berfikir tentang Jiya, sesekali ia tersenyum mengingat kejadian siang tadi, Zayn tidak cukup percaya diri untuk bertanya kepada Rindu untuk menanyakan nomor ponsel milik Jiya, apalagi setelah terjadi kesalahfahaman yang tadi siang.


Zayn hanya berfikir bagaimana mana caranya agar ia bisa mendapatkan informasi tentang Jiya, seperti dia sudah mempunyai kekasih atau belum, rumahnya dimana, nomer ponselnya, hal-hal mendetail mengenai Jiya. Zayn terus menerus memutar-mutarkan ponselnya untuk mencari cara agar ia bisa mendapatkan informasi-informasi yang ia butuhkan.


" *gimana caranya dapetin nomer wa nya Jiya ya, ya minimal itu dulu lah supaya dia gak salah faham sama gue lagi " (kata Zayn dalam hati)

__ADS_1


" sumpah gue penasaran, apa gue minta tolong Huma aja ya supaya cari tau ke Rindu, ah gak...gak...gak.....mending gue langsung aja yang nanya tar dikira gue bukan cwo gentle lagi, ok fix besok sebelum berangkat gue harus tanya ke Rindu " (kata Zayn dalam hati*)


__ADS_2