Polwan Cantik

Polwan Cantik
#73 SEASON 2


__ADS_3

Sudah lengkap dengan pakaiannya beserta riasannya Zayn & rombongan keluarga kini telah berada di rumah Rindu untuk melakukan prosesi ijab kabul, ijab kabul akan dilaksanakan tiga puluh menit lagi pada pukul 10.00pagi, banyak sanak keluarga yang telah datang untuk menyaksikan prosesi ijab kabul mereka, Zayn berusaha untuk terus tenang agar ijab kabul berjalan dengan lancar.


Sedari tadi ia memandang kearah atas karena sampai detik ini Rindu tak juga kunjung turun untuk bersanding dengannya, ia terus berpikir mengapa Rindu tak juga nampak sampai sekarang, Zayn ingin menanyakan perihal ini kepada ibunya tetapi ibunya terlalu jauh dari dirinya.


" bagaimana pak ijabnya bisa kita mulai sekarang? " (kata bapak penghulu yang berada didepan Zayn tepat disebelah ayah Rindu)


" iya pak silahkan " (kata Aidan)


Setelah menjelaskan panjang lebar bapak penghulu segera memulai prosesi ijab Qabul Zayn & Rindu.


" saudara ananda Abdul Zayn Mikail BIN Abimana Prasetiya, saya nikahkan & kawinkan engkau dengan putri saya ananda Rindu Mentari BINTI Muhammad Aidan Prabowo dengan maskawinnya berupa emas logam dengan berat 50gram & seperangkat alat sholat dibayar Tunai " (kata Aidan)


" SAYA TERIMA NIKAHNYA DAN KAWINNYA RINDU MENTARI BINTI MUHAMAD AIDAN PRABOWO DENGAN MASKAWINNYA YANG TERSEBUT DIBAYAR TUNAI " (kata Zayn lancar)


" bagaimana saksi sah? " (kata bapak penghulu)


" sahhh " (kor mereka bersama)


" alhamdulillah sah " (kata penghulu)


Setelah ijab Qabul selesai & bapak penghulu telah membacakan doa barulah Rindu keluar dari atas menuju kearahnya, saat ini wanita yang telah sah menjadi istrinya ini nampak terlihat cantik dengan balutan gaun putih panjang, ia tersenyum kearah Rindu yang telah duduk disebelahnya, bapak penghulu mempersilahkan Zayn & Rindu untuk bersalaman, sebelum bersalaman Zayn memegang kepala Rindu untuk membaca doa yang dianjurkan setelah pasangan sah menjadi suami istri.


“ inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.” (kata Zayn dalam hati membaca doa lalu mencium kening Rindu)


Zayn menangis bahagia tak menyangka wanita yang ia cintai akhirnya telah sah menjadi istrinya setelah beberapa kali cobaan datang menerjang. Setelah acara sungkeman bersama sanak keluarga selesai Zayn & Rindu masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian.


Didalam kamar Zayn hampir tak berkedip menatap Rindu yang cantik dengan riasan pengantinnya, Rindu mengenakan gaun berwarna ping cocok sekali melekat ditubuhnya sedang dirinya mengenakan jas berwarna hitam dengan dalaman ping senada dengan gaun Rindu, istrinya terlihat sangat anggun bak bak bidadari yang turun dari kayangan hari ini.


Setelah selesai mengganti pakaian Zayn & Rindu segera turun untuk segera pergi menuju gedung dimana tempat acara resepsi akan diselenggarakan sampai pukul 09.00 malam nanti. Zayn menggandeng tangan Rindu membantunya berjalan perlahan-lahan menuruni anak tangga.


Mobil yang akan mereka naikin sudah terbuka , kali ini khusus supir yang mengantarkan mereka menuju ke gedung tempat resepsi mereka akan berlangsung, Zayn & Rindu hanya duduk manis di bangku belakang berdua saja, Zayn nampak agak malu-malu karena duduk bersebelahan dengan istrinya yang tak lain adalah Rindu.


" kenapa kak senyum-senyum gitu, dandanan aku lucu ya?, jelek? " (kata Rindu)


" gak kok kamu cantik, sumpah " (kata Zayn)


" yang bener kak? " (kata Rindu)


" iya bener kok " (kata Zayn)


Ia sangat lega karena prosesi pernikahannya berjalan dengan lancar tinggal acara resepsinya kali ini, Zayn berharap acara akan berjalan dengan baik sampai selesai & tidak ada satu pun kendalanya. Setelah berkendara beberapa menit akhirnya mereka sampai juga ditempat tujuan, sudah banyak yang menunggu mereka ditempat tersebut, seperti saat berangkat tadi saat ini Zayn kembali menggandeng Rindu seolah tak ingin melepaskan wanita yang barusan berhasil ia peristri.


" dek jangan lupa " (kata Zayn kepada Humaira)


Zayn mengingatkan Humaira untuk mendokumentasikan semua momen-momen terbaiknya bersama Rindu selama mengikuti prosesi acara pernikahannya hari ini.


" ok kak, tenang aja lo " (kata Humaira kepada Zayn), " kak Rindu foto dulu ya, sebelum naik pelaminan " (kata Humaira kepada Rindu)


" foto disini? " (kata Rindu)


" iya kak, gaya ya, satu, dua ,tunggu dulu, kak Rindu tolong agak deket dong, gayanya yang santai, lagian sudah sah ini loh " (kata Humaira)


" deket? " (kata Rindu)


" iya agak deket, peluk kek " (kata Humaira)


" peluk? " (kata Rindu lagi bertanya)


Rindu menatap kearah Zayn sedang Zayn hanya tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal, adiknya sangat pintar memberikan kesempatan emas untuknya agar bisa berdekatan dengan Rindu.


" iyalah peluk, kek gini nah kak peluk " (kata Humaira memeluk pacarnya Desta)


Melihat adiknya memeluk pacarnya yang tak lain adalah Desta ia langsung reflek melepaskan tangannya dari Rindu & menjauhkan adiknya dari Desta.


" apaan, gak boleh ya peluk-peluk belum sah " (kata Zayn memisahkan pelukan Humaira dari Desta)


" kakak nih apaan sih, kan gus cuman ngasih contoh " (kata Humaira)


" contoh tapi gak usah peluk beneran " (kata Zayn), " lo juga Des napa diem aja di peluk-peluk gitu, kesempatan banget ya " (kata Zayn)


" hahaha, iya maaf bang " (kata Desta)


" is galak amat sih pengantin baru, gak usah marah-marah napa di depan istri tar istri ilfil loh " (kata Humaira berkilah)


Zayn menoleh kearah Rindu yang hanya diam menyaksikan tingkahnya yang seketika konyol ketika melihat adiknya bersikap kecentilan dengan pacarnya, Zayn berdehem mendekat kearah kembali, setelah berfoto dengan Rindu mereka berdua berjalan kembali kearah pelaminan, Zayn menggandeng tangan Rindu kembali.


# Humaira Shakila Najma


Suasana gedung pernikahan kakaknya saat ini sudah sangat ramai, banyak sanak keluarga telah datang, bukan hanya dari pihak ayah & ibunya saja keluarga yang memenuhi gedung tersebut tetapi sanak keluarga dari mempelai wanita juga telah hadir memenuhi gedung. Humaira saat ini berdiri bersampingan dengan Desta & Bumi, sedari tadi ia merekam & memotret setiap momen terbaik Zayn & Rindu sesuai dengan perintah Zayn.


Ia tersenyum bahagia melihat kakaknya saat ini bersanding berdua dengan wanita yang ia cinta di pelaminan, diatas pelaminan sudah ada kedua orangtuanya beserta orang tua Rindu yang juga duduk di pelaminan menemani kedua pengantin, wajah orang tua mereka nampak sumringah tersenyum amat bahagia.


" sibuk amat juru foto, tuh dah ada fotografernya dek ngapain sibuk motoin segala? " (kata Faiz yang barusan datang bersama Gibran), " oiy Bum, apa kabar bro? " (kata Faiz kepada Bumi)


" wis yang kuliah diluar negeri nih " (kata Gibran)


" baik kak " (kata Bumi sambil bertos & berpelukan)


Humaira menoleh kearah kedua kakak sepupunya tersebut sambil tersenyum, Faiz & Gibran merupakan teman terbaik Zayn bukan hanya teman terbaik bahkan salah satunya adalah sahabat terbaik Zayn, Humaira yakin jika kakak sepupunya Faiz meminta ijin khusus untuk menghadiri pernikahan Zayn pada saat ini padahal baru saja Faiz ijin cuti tahunan & baru kembali bekerja satu bulan yang lalu.

__ADS_1


" gue mah jalanin perintah aja kak " (kata Humaira)


" hem, ngomong-ngomong ini ya pacar lo? " (kata Faiz)


" oh iya kenalin kak, Desta " (kata Humaira kepada Faiz), " bang Desta kenalin kakak sepupu Huma, kak Faiz " (kata Humaira)


" Desta bang " (kata Desta menyalami Faiz)


" Faiz " (kata Faiz)


" nyanyi yuk dek " (kata Gibran)


Kakak sepupunya Gibran memang memiliki suara emas bakat dari kedua orangtuanya turun kepada Gibran, selain kepada Gibran suara emas tersebut menurun kepadanya juga sebagai keponakannya.


" mo nyanyi apa? " (kata Humaira)


" iya nyanyi deh kalian berdua " (kata Faiz)


Humaira & Gibran naik keatas panggung untuk menyumbangkan sebuah lagu untuk Zayn & Rindu.


" assalamuallaikum semuanya & selamat pagi, perkenalkan nama Saya Gibran & ini Humaira " (kata Gibran memperkenalkan diri)


" assalamuallaikum " (kata Humaira memberi salam)


" kami akan menyumbangkan sebuah lagu untuk abang kami Zayn & istrinya, semoga pernikahan ini langgeng, samawah bang, doa terbaik buat kalian berdua, ini lagu buat kalian berdua, Anugerah Terindah Yanga Pernah Ku Miliki " (kata Gibran)


Melihat tawamu


Mendengar senandungmu


Terlihat jelas di mataku


Warna-warna indahmu


Menatap langkahmu


Meratapi kisah hidupmu


Terlihat jelas bahwa hatimu


Anugerah terindah yang pernah kumiliki


Sifatmu nan slalu


Redakan ambisiku


Tepikan khilafku


Saat kau disisiku


Kembali dunia ceria


Tegaskan bahwa kamu


Anugerah terindah yang pernah kumiliki


Belai lembut jarimu


Sejuk tatap wajahmu


Hangat peluk janjimu


Belai lembut jarimu


Sejuk tatap wajahmu


Hangat peluk janjimu


Anugerah terindah yang pernah kumiliki


Belai lembut jarimu


Sejuk tatap wajahmu


Hangat peluk janjimu


Belai lembut jarimu


Sejuk tatap wajahmu


Hangat peluk janjimu


Anugerah terindah yang pernah kumiliki


Lagu yang mereka senandungkan yang dipopulerkan oleh Sheila on7, tepuk tangan serta siulan para tamu riuh tedengar.


# Faiz Fahrul Al-fatah


Ia sangat menikmati lagu yang dibawakan oleh kedua adik sepupunya tersebut, suara Humaira & Gibran sangat merdu bak artis profesional, di keluarganya hanya mereka berdua lah yang memiliki suara emas seperti ini, bakat tersebut turun dari ayah Gibran, saat mendengarkan kedua sepupunya ini bernyanyi Faiz benar-benar sangat kagum mengapa dua adiknya tersebut mempunyai suara semerdu itu.

__ADS_1


" ah gila suara Huma bagus banget, pada hal sudah sering denger tapi tetep aja kebawa kalo dia nyanyi, gue gak nyangka ternyata suara Gibran juga bagus ya " (kata Bumi)


" artisnya keluarga mereka mah Bum " (kata Faiz)


" lo tau lo tau gak Des kalo suara Huma se bagus ini? " (kata Bumi)


" iya tau gue " (kata Desta singkat sambil tersenyum)


Faiz memperhatikan dua pria di dekatnya yaitu Bumi & Desta yang sama-sama menyukai Humaira tetapi sayangnya Humaira menetapkan hatinya pada Desta, terlihat jelas di wajah Bumi nampak rasa cemburu muncul disana. Saat terus memperhatikan kedua pria di dekatnya tiba-tiba pandangannya terfokus kepada seorang wanita yang bergandengan dengan seorang pria sangat mesra.


Ia terus melihat kearah tersebut, wanita tersebut adalah Jiya, seorang wanita yang sampai saat ini tak bisa ia lupakan, Jiya bergandengan dengan seorang pria yang sepertinya adalah tunangannya yang pernah dikatakan Rindu sebelumnya. Faiz tiba-tiba membuang pandangannya karena tak ingin terlihat oleh siapapun jika hatinya panas melihat pemandangan ini.


" wes keren banget, makin merdu aja tuh suara, banyak makan jangkrik ya lo Mak? " (kata Bumi)


" kambing, banyak makan kroto gue makanya gini, emang lo sangka gue burung " (kata Humaira)


" hahahaha " (kata Bumi)


Faiz hanya diam mendengarkan perbincangan mereka & tak berbicara sepatah katapun, sesekali ia menoleh kearah Jiya yang tak melihat kearahnya.


# Humaira Shakila Najma


Melihat gerak-gerik kakak sepupunya yang terlihat aneh ia ikut melihat kemana arah kakak sepupunya tersebut menoleh, Humaira akhirnya tau kemana arah pandangan Faiz yang membuat kakak sepupunya tersebut tiba-tiba terlihat aneh. Jiya adalah wanita yang membuat patah hati Faiz beberapa bulan yang lalu, lama tak bertemu tak menyangka hari ini ia datang bersama dengan seorang pria, Humaira yakin hati Faiz saat ini pasti sakit sekali. Humaira mendekat kearah Faiz untuk membuatnya tenang.


" kak Faiz nyanyi bareng Huma yuk " (kata Humaira mengalihkan pandangan Faiz)


" gak ah, gue gak bisa nyanyi dek " (kata Faiz)


" ayo bang nyanyi barengan " (kata Gibran)


" engga lah, tar yang ada salon-salon pada pecah " (kata Faiz)


" hahahah, kak Faiz nyadar sendiri suaranya kaya kaleng " (kata Bumi)


" semp*k lo Bum " (kata Faiz)


" suaranya Desta juga bagus loh " (kata Gibran)


" oh ya, gue pacarnya lo padahal tapi kok gak tau " (kata Humaira), " ayo bang Desta nyanyi dong, Huma pengen denger bang Desta nyanyi " (kata Humaira kepada Desta)


" malu dek, suara bang Desta gak sebagus Gibran kok " (kata Desta)


Saat sedang meributkan suara Desta tiba-tiba sudah ada suara seseorang diatas panggung yang membuat mereka semua menoleh kearah suara tersebut.


# Bumi Samudera


" lagu ini khusus buat lo " (kata Bumi)


Seberapa pantaskah kau untuk ku tunggu


Cukup indahkah dirimu untuk selalu ku nantikan


Mampukan kau hadir dalam setiap mimpi burukku


Mampukah kita bertahan di saat kita jauh


Seberapa hebat kau untuk ku banggakan


Cukup tangguhkah dirimu untuk selalu ku andalkan, oh


Mampukah kau bertahan dengan hidupku yang malang, woho


Sanggupkah kau menyakinkan di saat aku bimbang


Celakanya


Hanya kaulah yang benar-benar aku tunggu


Hanya kaulah yang benar-benar memahamiku


Kau pergi dan hilang ke mana pun kau suka


Celakanya


Hanya kaulah yang pantas untuk kubanggakan


Hanya kaulah yang sanggup untuk aku andalkan


Di antara pedih aku slalu menantimu


Begitulah sepenggal lagu yang dibawakan oleh Bumi, lagu tersebut ia nyanyikan dengan penuh penghayatan, ia menyanyikan lagu ini sesuai dengan apa yang ada didalam hatinya saat ini, Bumi menyanyikan lagu ini khusus untuk Humaira yang masih terus ada didalam hatinya, entah sampai kapan perasaannya pada Humaira akan berkahir, semakin ia berusaha melupakan Humaira semakin ia mengingat semua kenangan indah bersama Humaira.


Melihat Humaira bahagia dengan Desta jujur ia sangat cemburu tetapi ia tak bisa berbuat apa-apa karena dirinya bukan siapa-siapa, Bumi hanya mendoakan semoga Humaira selalu bahagia bersama Desta, setelah selesai menyanyikan lagu ia langsung turun dari panggung & menghampiri Humaira & yang lainnya lagi.


" itu barusan lo nyanyi buat Huma Bum? " (kata Faiz sambil tersenyum & menepuk pundaknya)


" siapa bilang?, gue nyanyi buat kak Rindu kok " (kata Bumi berkilah)


Ia agak salah tingkah saat ditanya oleh Faiz mengenai lagu yang ia nyanyikan barusan, Bumi merasa tak enak dengan Desta karena pertanyaan Faiz.

__ADS_1


" gak papa kali kalo buat Huma, lagian dia juga sahabat lo kan " (kata Desta tersenyum)


__ADS_2