Polwan Cantik

Polwan Cantik
#121 SEASON 2


__ADS_3

# Bumi Samudera


Di belahan bumi yang lain dirinya berdiri sambil tersenyum menghirup udara segar. Bumi telah terbiasa & beradaptasi dengan baik dengan baik di negara tempat ia menuntut ilmu, sudah setengah tahun ia hidup mandiri di negara London.


Kini ia tak sendiri lagi seperti saat pertama kali datang ke negara tersebut karena saat ini ia sudah banyak memiliki teman yang berasal dati negara yang sama dengannya.


Bahkan saat ini ia akrab dengan salah satu gadis yang berasal dari negara yang sama sepertinya juga di sana & kebetulan mereka berdua juga berada di satu fakultas yang sama.


Di negaranya saat ini para mahasiswa sedang sibuk pulang kampung dalam rangka libur semester tetapi berbeda dengan dirinya yang berkuliah di London, kegiatan masih sama tetep berjalan seperti biasanya.


Beberapa hari yang lalu sahabatnya Humaira menuturkan bahwa ia akan bertunangan dengan Desta dalam waktu dekat, terang saja sebagai seorang sahabat Bumi cukup bahagia mendengar kabar bahagia dari sahabatnya tersebut.


Humaira sangat mengharapkan kehadirannya saat acara pertunangannya nanti tetapi ia tak bisa pulang ke tanah air tercintanya karena ia masih sibuk dengan kuliahnya saat ini.


Bukan ingin menghindar atau tak ingin menghadiri pesta pertunangan sahabatnya tersebut tetapi ia benar-benar tak bisa ikut serta untuk menghadiri acara bahagia sahabatnya tersebut.


Bumi hanya bisa mendoakan dari kejauhan semoga sahabatnya tersebut akan selalu berbahagia dengan Desta sampai menuju ke tahap yang selanjutnya.


Jika dipikir ia benar-benar tak menyangka jodoh sahabatnya tak jauh-jauh dari sekeliling mereka karena Desta adalah anak dari sahabat ibu mereka.


" Bum " (kata seseorang sambil menepuk bahunya dari arah belakang)


Bumi pun menoleh kearah belakang, sudah ada dua teman baiknya yaitu Arga & Dimas berdiri tepat dibelakangnya, ia kemudian berbalik & tersenyum.


" masih pagi udah ngelamun lo bro " (kata Dimas)


" tau nih, mikir kontrakan belum dibayar kali " (kata Arga)


" paling juga lagi mikirin Faleri " (kata Dimas)


Bumi hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengar perbincangan kedua temannya tersebut, Dimas & Arga adalah dua teman yang selama ini akrab dengannya, sebenarnya masih ada beberapa lagi teman dekat Bumi selain Dimas & Arga.


Di negara London Bumi beserta teman-teman yang berasal dari negara yang sama sepertinya banyak melakukan hal-hal positif, mereka membentuk perkumpulan mahasiswa yang berasal dari negara yang sama sepertinya.


Di sanalah awal ia dipertemukan dengan Faleri seorang gadis yang belakangan akrab dengannya, sudah beberapa bulan ini ia & Faleri semakin akrab meskipun belum ada komitmen diantara ia & Faleri kemana arah hubungan mereka berdua.


" lo buruan napa jadian ama Faleri bro biar gak gegana, ya gak Dim? " (kata Arga)


" yoi, dilema amat ama hubungan tanpa status " (kata Dimas)


" hahaha, apaan sih ngaco banget kalian " (kata Bumi sambil tertawa)


" alah ngaku aja lo dilema kan sama hubungan lo sama Faleri? " (kata Arga)


" udah tembak aja bro, keburu diserobot orang " (kata Dimas)


Bumi sebenarnya belum siap untuk menjalin hubungan yang berkomitmen dengan Faleri, ia hanya takut jika ia akan membuat Faleri kecewa sama seperti ia sering mengecewakan beberapa mantan-mantannya dahulu.


Saat ini ia masih nyaman menjalin hubungan tanpa status seperti ini dengan Faleri meskipun sebenarnya ia yakin Faleri juga membutuhkan kepastian darinya & jika suatu saat ternyata Faleri menemukan pria lain selain dirinya mungkin ia hanya akan belajar mengikhlaskan kembali.


" tembak apaan sih Dim, lo berdua yang ada-ada aja sih dari tadi " (kata Bumi berkilah)


" lo gak demen apa sama Faleri bro? " (kata Arga)


" ya kalo ditanya kaya gitu siapa sih cowok yang gak suka sama cewek kaya Faleri, jangan kan yang produk lokal kaya kita produk luar juga pasti tertarik sama Faleri Ga " (kata Bumi panjang lebar)


" nah tuh lo tau kalo Faleri tuh menarik terus kenapa lo gak jadiin dia pacar aja, jangan bilang lo gay " (kata Dimas)


" anji*m, pikiran lo kampret amat Dim, tega lo ngira gue gay " (kata Bumi menyikut Dimas)


" hahahahaha " (tawa Dimas & Arga pecah jadi satu)


Bumi kembali menggelengkan kepalanya sambil menepuk jidatnya meskipun ia tau sebenarnya Dimas mengatai dirinya gay hanyalah candaannya saja.


" eh Bum tuh sih Faleri tuh, panjang umur dia, pasti mau nyamperin lo " (kata Arga sambil menunjuk kearah Faleri)


Bumi menoleh kearah dimana Arga menunjuk, di kejauhan sudah ada Faleri berjalan sambil tersenyum menuju kearahnya. Sebenarnya Faleri merupakan gadis yang baik & cantik, tak dipungkiri ia sangat tertarik dengan Faleri, ia sangat menyukai sosok Faleri yang cukup nyambung dengannya saat mengobrol tetapi ia belum mau berpacaran dulu saat ini, ia masih ingin memfokuskan dirinya dengan kuliahnya.


Mungkin jika teman-temannya tau alasannya tersebut pasti teman-temannya berpikir jika alasannya tersebut adalah alasan klasik & tak masuk akal, tetapi itulah alasan yang sebenar-benarnya mengingat ia berkuliah dengan biaya yang tak murah meskipun ia masuk di unversitas ini dengan program beasiswa.

__ADS_1


" hai " (sapa Faleri yang sudah berada di hadapannya)


" hai " (balas Bumi sambil tersenyum)


" rupanya disini, gue dari tadi nyariin lo tau, muter-muter kasana kesini, gak taunya disini " (kata Faleri)


" emang muter-muter kemana tadi? " (kata Bumi bertanya)


" ke kantin, ke perpus, eh malah di sini gak taunya " (kata Faleri menjawab)


" lagian napa gak telpon aja Fal? " (kata Arga bertanya)


" ih ya lo tau aja, nelpon Bumi di kampus tuh sama aja boong, udah pasti gak bakal di angkat " (kata Faleri)


" parah emang lo Bum " (kata Dimas)


Bumi hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya meskipun yang dikatakan Faleri ada benar, saat berada di kampus ponsel miliknya berada dalam pengaturan silent sehingga ia tak sama sekali tau siapa pun yang menghubungi dirinya saat berada di kampus.


# Humaira Shakila Najma


Bolak balik iya berjalan keluar masuk untuk mempersiapkan acara pertunangannya dengan Desta yang akan diselenggarakan beberapa hari ke depan. Dengan di bantu oleh Zayn serta kakak iparnya semua urusan yang ia kerjakan terasa lebih mudah.


Humaira tersenyum puas melihat dekorasi yang sangat sesuai dengan apa yang ia inginkan, semua ini berkat bantuan dari kakaknya serta kakak iparnya yang juga ikut mengantarnya ke sena ke mari.


" gimana dek udah sesuai belum sama yang kamu pengen? " (kata Rindu bertanya sambil tersenyum & merangkul Humaira)


Humaira membalas rangkulan Rindu dengan melingkarkan tangannya kepinggang kakak iparnya dengan erat sambil tersenyum.


" sesuai banget lah kak, makasih ya udah bantu Huma " (kata Huma sambil mengucapkan terimakasih)


" sama-sama sayang, kan udah jadi kewajiban kakak buat bantu adeknya " (kata Rindu masih tersenyum)


" hmmmm " (suara deheman Zayn)


Humaira & Rindu menoleh kearah Zayn, kakaknya saat ini telah berdiri tepat dibelakang mereka berdua sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya & tersenyum.


Kakaknya Zayn saat ini telah berada ditengah-tengah diantara Humaira & Rindu sambil merangkul mereka berdua.


" nah gini kan baru adil " (kata Zayn)


" ganggu aja deh ah " (kata Humaira)


" biarin " (kata Zayn)


Humaira memeluk erat pinggang kakaknya saat ini, bersyukur saat ia sibuk melakukan persiapan pertunangannya kakaknya tersebut juga sedang libur sehingga kakaknya bisa membantu dirinya mempersiapkan semuanya dengan baik.


" kak makasih ya udah bantu Huma, untung aja kakak libur " (kata Humaira)


" makasih buat apa dek, lagian gue bantu lo siapin ini semua karena kewajiban kakak sebagai kakaknya Huma kan, apalagi ini momen yang penting banget buat lo " (kata Zayn)


# Abdul Zayn Mikail


Zayn sangat senang bisa membantu adiknya Humaira dalam melakukan persiapan pertunangannya selama beberapa hari ini, bagi Zayn momen penting adiknya tersebut juga merupakan momen penting baginya.


Zayn memeluk erat Humaira serta istrinya secara bersamaan dengan kedua tangannya saat ini, dua wanita yang berada di kedua sisinya merupakan dua wanita yang sangat ia sayangi setelah ibunya.


" ngomong-ngomong masih ada yang kurang gak nih? " (kata Zayn bertanya)


" gak tau nih, kayaknya sih sudah semua kak, tar ya Huma inget-inget lagi " (kata Humaira)


" hayo inget-inget dek, jangan sampe ada yang kelupaan loh ya " (kata Rindu)


" aduh apa lagi ya kak, bantu Huma mikir dong " (kata Humaira)


" kayaknya sih emang sudah semua ya dek " (kata Rindu)


" iya sih kayaknya " (kata Humaira)


" ntar diinget-inget lagi dek kalo inget kasih tau aja tar kakak anter " (kata Zayn)

__ADS_1


" siap " (kata Humaira)


Zayn mengelus-ngelus puncak kepala Humaira, sebagai satu-satunya saudara yang ia punya tentu saja Zayn sangat menyayangi Humaira. Begitu juga dengan Humaira Zayn yakin jika adiknya tersebut juga sangat menyayangi dirinya.


Setelah beberapa hari lalu Humaira sempat marah & kecewa padanya akhirnya Humaira luluh juga & kembali seperti sedia kala, yang Zayn lakukan selama ini bukan karena semata-mata keegoisannya seja tapi juga demi Humaira.


Jika dipikir sebenarnya saudara mana yang tak ingin melihat saudaranya hidup bahagia, memiliki keluarga sendiri tetapi bagi Zayn semua itu belum pantas untuk Humaira, nanti akan ada waktunya jika sudah cukup untuk Humaira.


Akhirnya saat ini Humaira sedikit demi sedikit mengerti & faham dengan apa yang dipikirkan Zayn walaupun tak sepenuhnya setuju dengan Zayn tapi ia tetap menerima hal tersebut.


" kak Faiz udah lo telpon belum kak, udah lama kan gak ketemu, suruh ijin napa kak buat dateng " (kata Humaira)


" ya kan lo tau sendiri dek, Faiz itu paling sulit dihubungi kalo udah di laut, tapi lo udah coba hubungin belum? " (kata Zayn bertanya)


" udah kak semalem tapi ya gak nyambung, kak Zayn tolong ya hubungi kak Faiz, please " (kata Humaira sambil memohon)


Zayn hanya mendengus mengeluarkan nafas kasarnya, ia tak pernah bisa menolak permintaan adiknya padanya apapun itu terkecuali untuk menikah.


" iya-iya, tar gue yang hubungi Faiz, lo tenang aja " (kata Zayn sambil tersenyum)


" ih the best memang deh kak Zayn, maaci kak " (kata Humaira manja)


Zayn ikut tersenyum tanpa mengatakan sesuatu lagi, terkadang tingkah pola manja adiknya tersebut lah yang membuatnya masih belum ingin adiknya tersebut menikah & memisahkan diri dari keluarga.


#Muhammad Desta Hamizan.


Desta seharian tak mendapatkan kabar dari kekasihnya karena ia sangat tau jika saat ini Humaira sedang kelimpungan mempersiapkan segala sesuatu di rumahnya untuk acara pertunangan mereka. Desta tak ikut sibuk ke sana ke sini karena sudah ada Zayn yang secara khusus mau mengantarkan kemana pun Humaira akan pergi.


Beberapa hari sebelumnya Desta & Humaira juga pergi bersama untuk memilih cincin tunangan mereka sendiri, tentunya Desta & Humaira telah mendapatkan cincin yang sesuai dengan keinginan mereka berdua.


Acara pertunangan mereka berdua akan dilaksanakan di rumah orang tua Humaira, keluarga Desta akan datang kesana beberapa hari lagi dengan membawa beberapa seserahan.


Meskipun ini hanyalah acara pertunangan tetapi kedua orangtuanya sudah sangat sibuk ke sana ke mari untuk mencari seragam untuk anggota keluarganya. Ibunya sangat semangat menyambut pertunangan Desta dengan Humaira.


" bund jangan terlalu capek bund, istirahat dulu " (kata Desta yang melihat ibunya sibuk)


" iya sayang, tar kalo ini udah selesai bunda pasti istirahat " (kata Ega)


" ya allah bund ini kan masih acara tunangan bund belum nikahan jadi jangan terlalu diforsir gitu, tar kalo bunda sakit malah kacau nih " (kata Desta memperingatkan ibunya dengan lembut)


" bunda kamu terlalu semangat tuh Des biarin aja, lagian pasti bunda juga tau kok kapan waktunya dia mesti istirahat, jadi kamu jangan khawatir " (kata Randito)


" iya sayang, bener kata ayah kamu, jangan terlalu khawatir sama bunda " (kata Ega)


" terserah aja lah, yang penting bunda jangan sampe kecapean loh ya bund " (kata Desta lagi)


Dari kemarin sampai hari ini ibunya masih terus sibuk mengemas hantaran yang akan mereka bawa besok, Desta menghawatirkan kesehatan ibunya akan terganggu jika terlalu kelelahan padahal acara pertunangannya masih beberapa hari lagi.


" Huma lagi sibuk apa sekarang Des? " (kata Ega bertanya)


" gak tau juga Desta bund, soalnya dari tadi belum ada hubungin Desta " (kata Desta)


" kamu gak bantu Huma sayang? " (kata Ega bertanya)


" kata Huma, dia masih bisa handle semuanya bund, nanti kalo butuh bantuan Desta pasti dia bakal hubungin Desta, lagian kan masih ada bang Zayn sama kak Rindu yang bantuin Huma bund " (kata Desta menuturkan panjang lebar)


" oh gitu " (kata Ega sambil mengangguk-angguk)


Bukannya tak ingin ikut membantu kesibukan kekasihnya saat ini, Huma memang sengaja menyuruhnya untuk beristirahat & meminta untuk menyerahkan persiapan pertunangan mereka kepadanya.


Mungkin Humaira sengaja menyuruhnya untuk beristirahat karena selama bekerja ia selalu sibuk sehingga tak punya waktu yang cukup untuk beristirahat.


Mengingat hal itu Desta sangat tersentuh dengan apa yang dilakukan Humaira, begitu pengertiannya gadis yang sangat ia cintai tersebut meskipun umurnya sangat belia.


" tapi Zayn gak papa tuh sibuk bantu Huma Des, gak kerja apa dia? " (kata Randito bertanya)


" enggak yah, malah bilang bang Zayn dia seneng bisa bantu Huma, mumpung libur katanya, takutnya nanti pas Desta sama Huma nikah dia malah sibuk-sibuknya kerja gitu " (kata Desta)


Zayn bahkan menuturkan pada Desta jika dirinya sangat senang bisa membantu persiapan acara pertunangannya dengan Humaira.

__ADS_1


__ADS_2