Polwan Cantik

Polwan Cantik
#66 SEASON 2


__ADS_3

# Rindu Mentari


Ia mencoba membuka matanya yang terasa sangat berat, sekujur tubuhnya terasa sakit bahkan kepalanya juga terasa nyeri, ia berusaha menggerakan tangannya & menyentuh kepalanya yang ia rasa sepertinya diperban, saat matanya mulai terbuka ia melihat Zayn duduk tertidur di kursi disebelahnya, ia melihat sekeliling ruangan tersebut yang terkesan seperti ruangan di rumah sakit.


Rindu mengingat kejadian saat ia terjatuh dari tangga, awalnya ia bermaksut turun untuk menemui kedua orangtuanya karena tak tahan dengan perutnya yang terasa sakit & mual karena penyakit maag yang dideritanya kambuh kembali, saat ia mencoba menuruni anak tangga tiba-tiba penglihatannya kabur lemah lunglai tak berdaya setelah itu ia tak ingat lagi apa yang terjadi padanya.


" badanku sakit semua, aw " (kata Rindu kesakitan saat mencoba bangun dari tidurnya)


Rindu berusaha menggerakan jari-jari kakinya pelan, ia bersyukur jari-jari kakinya masih bisa bergerak yang menandakan kakinya juga masih berfungsi dengan baik, Rindu berusaha membangunkan Zayn karena saat ini ia merasa kehausan, ia menggoyang-goyang tangan Zayn pelan karena sampai saat ini ia masih lemas tak bertenaga.


" kak...kak " (kata Rindu)


Zayn tak kunjung membuka matanya, sepertinya saat ini Zayn sangat lelah karena menjaganya, entah sejak kapan Zayn berada disampingnya & menemaninya hingga sadar seperti ini, teringat konflik yang membuat Zayn meninggalkannya entah kemana perginya Zayn saat itu bahkan ia tak menghubungi & membalas pesan darinya, kini pria yang pergi entak kemana kemarin sekarang sudah ada dihadapannya saat ini mengapa Zayn rela menjaganya pikirnya.


Melihat wajahnya yang tenang dalam tidurnya membuat Rindu tak tega membangunkan Zayn, tiba-tiba wajahnya terlihat berubah menjadi bersedih, Rindu melihat ada setitik air mata yang keluar dari sudut mata Zayn, ia berusaha membangunkan Zayn kembali dengan menggoyang-goyangkan bahu Zayn.


" kak...kak...kak Zayn " (kata Rindu)


" Astagfirullah " (kata Zayn membuka mata)


Rindu menatap kearah Zayn yang sepertinya telah mengalami mimpi buruk, wajahnya penuh keringat & nampak syok.


" kamu sudah sadar, alhamdulillah ternyata aku cuman mimpi, kamu baik-baik aja kan? " (kata Zayn sambil menciumi tangan Rindu)


" iya kak aku sudah sadar, cuman aku gak lagi baik-baik aja " (kata Rindu)


" apa yang sakit?, yang mana?, aku panggil dokter dulu ya, kamu jangan kemana-mana? " (kata Zayn)


" ya aku mau kemana memangnya kak, bangun aja aku gak bisa, kak sebelum kakak panggil dokter bisa ambilin aku minum dulu gak?, aku haus banget " (kata Rindu)


" iya...iya..." (kata Zayn mengambilkan minum)


Zayn menyodorkan air putih yang berada di gelas kepadanya, setelah ia meneguk habis air mineral tersebut barulah rasa dahaganya hilang.


" lagi? " (kata Zayn)


" sudah kak " (kata Rindu)


" kalo gitu aku panggil dokter dulu ya? " (kata Zayn)


" iya kak " (kata Rindu)


Sebelum meninggalkannya Zayn mencium keningnya, Rindu terkejut dengan perlakuan Zayn yang nampak perhatian padanya bahkan saat ini Zayn memanggilnya dengan bahasa yang aneh tak seperti biasanya, Rindu menggeleng-gelengkan kepalanya, padahal saat ini dirinya lah yang mengalami cidera di kepala tetapi mengapa justru Zayn yang sepertinya sedang amnesia.


#Abdul Zayn Mikail


Ia buru-buru keluar untuk memanggil Dokter sebelum memanggil Dokter ia menyampaikan kepada orangtuanya beserta yang lainnya bahwa saat ini Rindu telah siuman dari komanya, kedua orangtuanya beserta calon mertuanya & sahabatnya langsung berlari masuk kedalam kamar ICU untuk melihat kondisi Rindu yang saat ini telah sadar. Setelah memberitahu Dokter ia buru-buru berjalan kembali kearah ruangan Rindu, di dalam kamar sudah berkumpul keluarga untuk melihat keadaan Rindu sambil tersenyum bahagia, bahkan ada yang menangis haru karena kini Rindu telah siuman.


Zayn berusaha meyakinkan dirinya kalau ini bukan hanya mimpi bahkan ia mencubit tangannya untuk meyakinkan jika ini benar-benar bukanlah sekedar mimpi yang seperti barusan ia alami, tak menyangka disiang bolong ia bermimpi Rindu meninggalkannya untuk selamanya, bahkan perasaan sedih dalam mimpinya tadi seperti nyata, ia berharap semoga saja wanita pujaannya yang baru saja sadar dari tidur panjangnya ini akan selalu sehat & di berikan panjang umur.


Zayn melihat kearah dinding melihat waktu saat ini menunjukan pukul 07.00 pagi, ternyata ia lah yang salah waktu, mungkin saja karena malam tadi ia bergadang menunggu Rindu siuman sampai tak sadar jika ia ketiduran pagi tadi setelah sholat subuh. Zayn memandang lekat-lekat wanita yang ia cinta, senyumnya kembali lagi merekah, akhirnya setelah berhari-hari senyum wanita yang ia cinta bisa kembali ia lihat lagi.


" bagaimana Dok? " (kata Aidan)


" keadaannya bagus ya, ini kaki normal, tangan normal, bisa bergerak semua, ingatan juga baik ya, alhamdulillah pasien tidak mengalami amnesia, kalo berangsur membaik dalam beberapa hari pasien sudah bisa pulang nih " (kata Dokter)


" alhamdulillah " (kor mereka semua)


" mbak Rindu, kalo mau cepet pulang makan yang banyak ya biar kuat, obatnya diminum, nanti saya resep kan obat buat mba Rindunya " (kata Dokter)


" siap Dok " (kata Rindu)


" kalo begitu saya permisi dulu ya pak, bu, semuanya " (kata Dokter)


" terimakasih ya Dok " (kata Zayn)


Zayn akhirnya bisa tersenyum setelah beberapa hari ia murung & bersedih melihat kondisi Rindu, meskipun saat ini wanita yang ia cintai masih berbalut perban di kepalanya tetapi setidaknya Rindu bisa membuka matanya & tersenyum kembali seperti sedia kala.


" sayang ini Zayn dari kemarin sama semalaman yang jagain kamu loh, dia gak mau pindah dari sini buat nemenin kamu " (kata Risya)


" iya sayang, papa sama mama jadi ngalah sama Zayn gara-gara gak mau ninggalin kamu di sini " (kata Aidan)

__ADS_1


Zayn nampak tersenyum malu-malu karena memang sedari kemarin ia tak mau meninggalkan Rindu.


" kamu harus bilang makasih tuh sama Zayn sayang " (kata Risya)


" enggak lah ma, itu udah kewajiban Zayn buat jaga Rindu " (kata Zayn tersenyum)


" ma boleh gak kalo Rindu gak ngucapin terimakasih " (kata Rindu)


Zayn tiba-tiba menatap kecewa kearah Rindu, kata-kata Rindu membuatnya bertanya-tanya mengapa Rindu berkata seperti itu.


" kenapa sayang? " (kata Aidan)


" ya soalnya waktu itu kak Zayn udah ninggalin aku di restoran, kabur gitu aja gak ngabarin aku, anggap aja itu hukuman buat kak Zayn soalnya udah pergi gitu aja " (kata Rindu)


Semua mata kini menatap kearah Zayn, memang benar beberapa hari yang lalu ia meninggalkan Rindu begitu saja & tak memberi kabar kepada Rindu, Zayn tiba-tiba tersenyum sambil mendekat kearah Rindu.


" iya kamu gak perlu bilang makasih ke aku, justru aku yang mau bilang makasih ke kamu " (kata Zayn)


" maksudnya? " (kata Rindu)


Zayn tersenyum sambil mengelus-elus bahu Rindu, ia bersyukur ia masih bisa menyentuh wanita yang ia cintai ini & bukan hanya dalam mimpin seperti tadi.


" makasih banget kamu udah sadar, makasih kamu udah kembali disini sama kita, aku seneng kamu ada disini lagi kumpul lagi bareng kita semua " (kata Zayn tersenyum)


" duh so sweet banget sih " (kata Ega)


" emang aku kemana sih kak?, aku di sini aja nih gak bisa bergerak kemana-mana badan juga masih sakit semua " (kata Rindu)


Zayn hanya tersenyum mendengar kata-kata Rindu, sampai akhir hidupnya mungkin ia tak akan pernah jatuh cinta lagi jika ia benar-benar kehilangan Rindu saat ini.


# Humaira Shakila Najma


Akhirnya setelah beberapa menit berkendara dari bandara ia & Desta sampai juga di rumah sakit, Humaira & Desta berjalan beriringan menuju ruangan di mana tempat Rindu di rawat, beberapa menit yang lalu ia mendapatkan kabar dari ibunya jika saat ini Rindu telah siuman, Humaira ikut senang karena akhirnya tuhan memberikan keajaiban untuk kesembuhan Rindu. Terlihat didepan ruangan di mana Rindu di rawat kedua orang tuanya sedang duduk berbincang bersama ayah Rindu beserta kedua orang tua Desta yang kebetulan sahabat mereka juga.


" Assalamuallaikum " (kata Humaira & Desta)


" waallaikumsalam " (kor semuanya)


" kakak di dalem ya mi? " (kata Humaira)


" iya sayang, kakak didalam nemenin Rindu sama tante Risya " (kata Safitri)


" Huma boleh masuk gak mi? " (kata Humaira)


" nanti aja dek, biarin kakak kamu dulu di dalam nemenin Rindu " (kata Abimana)


" tapi kak Rindu beneran baik-baik aja kan pi? " (kata Humaira)


" alhamdulillah keadaannya baik-baik aja kok Huma, oh iya ini tadi jam berapa berangkat sama Desta kok jam segini udah sampe ? " (kata Aidan)


" berangkat pagi buta mereka bang " (kata Randito kepada Aidan)


" gak juga pagi buta kali pa, jam 5an tadi berangkatnya " (kata Desta tersenyum)


" ah gila, memang ya kalo remaja lagi jatuh cinta tuh gitu, hahahahahaha " (kata Randito)


" hem, iya Ran gila banget pokoknya, jam berapa pun demi pujaan hati ayo aja pokoknya " (kata Aidan)


" is apaan sih om " (kata Humaira)


" nah loh sih Huma mukanya jadi merah gitu tuh, sih Desta malah jadi salting, hahahahah " (kata Ega)


Humaira memeluk ibunya sambil tersenyum untuk menutupi wajahnya yang saat ini sedang benar-benar merah merona seperti udang yang sedang direbus.


" ini ceritanya kerumah sakit sekalian ketemu sama calon mertua ya? " (kata Abimana)


" Aamiin " (kata Desta)


" wah bilang aamiin anak gue bang " (kata Randito), " kamu mau banget sama Huma Des? " (kata Randito)


" ya kalo ayah sama om Abi ngerestuin sih mau banget yah " (kata Desta tersenyum sambil garuk-garuk kepala)

__ADS_1


" gimana bang? " (kata Randito)


" ya udah sih dibarengin aja sama Zayn sama Rindu " (kata Ega)


" gue sih setuju aja, hahahaha " (kata Abimana)


" ih papi, apaan sih Huma baru aja kuliah kali pi " (kata Humaira)


" wah anak kita nolak pi " (kata Safitri)


" enggak nolak mi, tapi " (kata Humaira)


" gak nolak berati setuju tuh bang " (kata Aidan)


" hahahahahaha " (kor semua)


" aih salah ngomong gue " (kata Humaira pelan sambil garuk-garuk kepala)


Humaira serasa dipermainkan karena kali ini ia jadi bahan candaan keluarganya beserta keluarga pacarnya & sahabat kedua orang tua mereka, ia bahkan sangat tersipu malu karena di goda seperti ini, tak menyangka tujuannya pergi menjenguk malah menjadi heboh seperti ini.


#Abdul Zayn Mikail


Masih di dalam kamar ICU Zayn & ibunya Rindu menemani Rindu di dalam kamar, sedari tadi Zayn enggan mengalihkan pandangannya dari Rindu, ia benar-benar takut mimpinya akan menjadi kenyataan, ia masih ingat bagaimana kesedihannya didalam mimpi tadi pagi, sampai-sampai seolah ia benar-benar menangis & meneteskan air mata.


" mama keluar dulu ya? " (kata Risya)


" iya mama istirahat aja dulu, Rindu baik-baik aja kok sekarang " (kata Rindu)


" kamu juga istirahat ya sayang, biar cepet sembuh " (kata Risya)


" iya ma " (kata Rindu)


" titip Rindu ya Zayn " (kata Risya tersenyum)


" iya ma " (kata Zayn)


Zayn kini duduk disebelah Rindu sambil memegang tangan Rindu & sesekali mencium tangan Rindu, ia sangat merindukan wanita yang ada dihadapannya saat ini, meskipun sedari kemarin ia selalu bersama Rindu tapi rasanya berbeda karena baru hari ini Rindu membuka matanya.


" maafin aku ya " (kata Zayn)


" soal apa? " (kata Rindu)


" soal aku ninggalin kamu tempo hari, aku salah udah ninggalin kamu, kamu pasti kepikiran sama aku sampe kamu celaka kaya gini " (kata Zayn)


" enggak papa kok kak, lagian ini bukan salah kakak, aku hang terlalu ceroboh " (kata Rindu)


" tapi kata mama kamu pingsan dari atas tangga, kenapa kamu bisa pingsan? " (kata Zayn)


" maag aku kambuh kak, soalnya sebelumnya seharian aku gak makan, jadi asam lambung naik, aku muntah-muntah terus lemes, pas mau turun tangga perasaanku melayang terus aku kehilangan kesadaran, tiba-tiba aku disini " (kata Rindu)


" kamu gak nafsu makan pasti gara-gara aku kabur ya?, aku jahat ya?, maafin akau ya udah kekanak-kanakan " (kata Zayn)


" kak aku kan sudah bilang ini bukan salah kak Zayn, ini salahku sendiri, jadi kakak jangan menyalahkan diri kakak lagi " (kata Rindu)


Zayan lagi-lagi mencium punggung tangan Rindu & menempelkannya di pipinya, meskipun pernikahannya akan gagal minggu ini ia akan tetap mengungkapkan perasaannya & akan melamar Rindu untuk menikah dengannya.


" aku janji aku gak akan pernah ninggalin kamu lagi " (kata Zayn)


" kenapa kak?, kakak berhak dapat kebahagiaan kakak kok, kan kakak tau perjodohan kita dilandaskan setingan orang tua kita, kalo kakak mau ngebatalin aku gak papa kok kak " (kata Rindu)


Zayn menatap Rindu lekat-lekat, akhirnya kata-kata yang ia takutkan kini diucapkan juga oleh wanita yang ia cinta.


" ya walaupun pada akhirnya orang tua kita pasti akan menanggung cemoohan " (kata Rindu)


Ada raut sedih di wajah Rindu saat mengatakan hal ini, ia mengkhawatirkan nama baik kedua orangtuanya jika pernikahan mereka akan gagal.


" maksudnya? " (kata Zayn)


" aku cuman kasian sama orang tua kita kalo kita gagal nikah kak, pasti mereka bakal jadi bahan ejekan " (kata Rindu)


Zayn tersenyum & mengelus-ngelus tanganan Rindu untuk menenangkannya, ia tak mau jika Rindu tidak cepat pulih karena memikirkan hal ini.

__ADS_1


" kamu jangan mikirin itu lagi ya, kita bakal tetap nikah kok, aku bakal nikahin kamu sesuai kemauan orang tua kita " (kata Zayn tersenyum)


__ADS_2