Polwan Cantik

Polwan Cantik
#64


__ADS_3

Saat ini mereka semua sudah berada dibandara, waktu menunjukan pukul 08.00pagi, Safitri & orang tuanya berangkat kebandara bersama Bripka Abimana. Dibandara sudah ada teman-teman calon Bintara polwan yang diantar orang tuanya juga, disana sudah ada juga Widia teman akrab Safitri selama beberapa bulan mengikuti seleksi & mengikuti pendidikan bintara polwan di SPN, Widia melambaikan tangannya kearahnya, Safitri membalas lambaian tangan Widia.


" Dan mana tiket gue? " (kata Abimana)


" tiket?, bang Abi mau kemana emang? " (kata Safitri)


" iya nak Abi mau kemana? " (kata ibu)


" komandan saya ini mau mengantarkan Safitri bu, sekalian mau pulang kerumah orang tuanya " (kata bripda Aidan menjelaskan)


"jadi bang Abi naik pesawat juga nih? " (kata Safitri)


" iya lah sayang, masa bang Abi suruh terbang sendiri " (kata Abi yang sedari tadi menggenggam tangan Safitri)


" bang Abi kalau terbang sendiri lucu juga, tempelin sayap angsa " (kata Ega)


" hussstttttt, Ega mulai lagi lo beb " (kata Risya menyenggol Ega)


" kelepasan gue, hahahaha " (kata Ega)


" hahahaha, bebeb-bebebcu, makasih ya udah nganterin kesini lagi " (kata Safitri memeluk dua sahabatnya)


" iya bebcu " (kata Risya)


" take care ya beb " (kata Ega)


"hhhmmmm"(kata safitri)


" pak, bu nanti pulangnya diantar Aidan aja ya, maaf saya gak bisa ngantarin bapak ibu " (kata Abimana)


" gak apa-apa nak Abi kan juga mau naik pesawat " (kata ayah)


Safitri & Bripka Abimana berpamitan kepada orang tuanya serta yang lainnya, mereka berdua segera check-in tiket mereka, sabelum masuk kedalam pintu loby Safitri melambai-lambaikan tangannya, ada sedikit titik air disudut matanya, akan lama lagi ia bisa bertemu kedua orang tuanya. Didalam pesawat Safitri duduk ditengah, Bripka abimana didekat jendela & Widia disisi lainnya. Pesawat yang ia naiki sudah tebang tinggi, dilihatnya disisi jendela awan-awan putih bertebaran.


" kenapa sayang?, kenapa kok sedih? " (kata Abimana)


" gak bang " (kata Safitri)


" mikir apa sih sayang? " (kata Abimana)


" gak ada bang, aku cuman sedikit sedih aja " (kata Safitri)


" tenang aja sayang gak bakal lama kok " (kata Abimana)

__ADS_1


" iya sayang " (kata Safitri)


" tidur gih, nanti kalau sudah sampe bang Abi bangunin " (kata Abimana)


" iya bang " (kata Safitri)


Safitri berusaha memejamkan matanya, terbayang wajah kedua orang tuanya, sesekali ia meyakinkan dirinya jika ini tidak akan lama ia lalui dwmi membanggakan kedua orang tuanya.


#* Bripka Abimana Prasetiya


Bripka Abimana enggan memejamkan matanya, ia terus memandangi wajah tunangannya yang terlelap tidur, ia tak pernah melepaskan genggaman tangannya dari kekasihnya sesekali ia mencium punggung tangan kekasihnya & dielus lembut. Mata Bripka Abimana tak pernah lepas dari kekasihnya meski sesekali dia membuang pandangannya keluar jendela, kasihnya memang terlalu muda untuknya tapi wajah Bripka Abimana juga tidak terlalu tua jika berpasangan dengan Safitri, jika diperhatikan kekasihnya malah sangat pantas jika disebut anak sekolah, mungkin orang lain yang melihat kekasihnya akan berpikiran sama dengan adiknya Bara yang mengira Safitri adalah anak sekolahan.


Mengingat tentang Bara seketika pikirannya kembali berkelana mengingat adiknya juga menyukai kekasihnya, apakah dia harus bertanya langsung kepada Bara atau kah dia harus diam terus berpura-pura tidak tau, tetapi jika ia terus membiarkan hal ini bisa jadi Bara tidak akan bisa menyelesaikan persoalan hatinya sendiri tanpa bantuan orang lain. Dilihatnya jam ditangannya menunjukan pukul 09.30 pagi sekitar tiga puluh menit lagi mereka akan mendarat, segera ia bangunkan kekasihnya.


" dek, sayang " (kata Abimana lirih)


" emmmm " (kata Safitri sambil menggosok matanya)


" sudah mau sampe dek, tiga puluh menit lagi, temannya adek bangunin sekalian tuh sayang " (kata Abimana)


" Wid, Wid bangun Wid " (kata Safitri sambil menggoyang-goyangkan tubuh Widia)


" sudah mau sampe ya? " (kata Widia)


" bang nanti Widia boleh ikut gak sama kita? " (kata Safitri)


" iya sayang " (kata Abimana)


" eh gak usah bang biar Widia berangkat keSPN sama yang lain aja " (kata Widia)


" Safitri mau lo ikut " (kata Abimana singkat)


" ikut aja ya Wid, biar barengan " (kata Safitri)


" iya deh, tapi gue gak ganggu kan? " (kata Widia)


" gak lah, yakan bang? " (kata Safitri)


" iya sayang " (kata Abimana)


Setelah beberapa menit pesawat yang mereka naiki akhirnyamendarat, mereka segera turun untuk bertransit, Abimana membawakan travelbag kekasihnya karena ia sama sekali tidak membawa apa-apa. Saat ini mereka bertiga jalan beriringan, kekasihnya berada ditengah disisi kiri dirinya disisi kanan Widia.


" bang Abi berapa hari izin? " (kata Safitri)

__ADS_1


" rencananya tiga harian sayang, tapi itu baru rencana aja sih belum tau nantinya " (kata Abimana)


" oh gitu, jadi habis antar Safitri bang Abi pulang kerumah mama? " (kata Safitri)


" bang Abi pulang keapartemen bang Abi dulu sayang buat ambil baju baru kerumah mama " (kata Abimana)


" bang Abi dulu tinggal sendiri? " (kata Safitri)


" iya sayang dulu waktu pertama jadi polisi bang Abi beli apartemen sebelum bang Abi pindah ke kota xxx, kenapa sayang? " (kata Abimana)


"gak papa " (sambil menggelengkan kepalanya)


" kamu curiga dulu bang Abi suka bawa cewek ke apartemen kan? " (kata Abimana)


" ah enggak kok, sok tau deh " (kata safitri agak kaget karena pikirannya bisa dibaca abimana)


" bang Abi gak senakal itu sayang, bang Abi tau batas-batas agama, papa sama mama juga mba reina selalu datang berkunjung waktu abang tinggal diapartemen, lagian bang Abi juga gak lama tinggal di sana " (kata Abimana)


" kenapa bang? " (kata Safitri)


" dulu bang Abi beli apartemen itu setelah satu tahun jadi polisi, mikir kalau suatu saat punya pasangan bakal jadi tempat tinggal sementara, ternyata setelah satu tahun bang Abi tempati bang Abi malah pindah tugas dikota xxx & ahirnya ketemu kamu sayang " (kata Bara)


" tapi kitakan ketemunya baru tiga bulan yang lalu bang bukta tiga tahun yang lalu " (kata Safitri cemberut).


" seenggaknya bang Abi bersyukur bisa ketemu sama adek sayang, kalau tiga tahun yang lalu bang Abi ketemu sama adek mungkin adek bakal benar-benar memanggil abang om kali soalnya tiga tahun uang lalu adek pasti baru lulus SMP " (kata Abimana)


" hahahahahahhahahah " (kata Safitri)


Mereka bertiga telah duduk diloby untuk menunggu keberangkatan pesawat mereka, Abimana ahirnya buka suara kepada widia.


" Widia " (kata Abimana)


" eh iya, saya banh " (kata Widia terkejut karena tiba-tiba namanya disebut)


" tolong titip Safitri ya " (kata Abimana)


" siap komandan " (kata Widia)


" jangan panggil gue komandan " (kata Abimana)


" emm iya kom, eh bang Abimana " (kata Widia)


" lo wid gugup banget " (kata Safitri)

__ADS_1


" sstttttt, lo ah " (kata Widia takut salah bicara)


__ADS_2