Polwan Cantik

Polwan Cantik
#87 SEASON 2


__ADS_3

" kak aku kayaknya mau ambil cuti dulu deh kuliah, soalnya KKN aku jadi gak beres gitu " (kata Rindu)


Pagi ini di balkon Rindu tiba-tiba mengatakan hal yang mengejutkan, Damai berkata ingin mengambil cuti dari kuliahnya karena jadwal KKN yang ia lakukan jadi tak beraturan.


" kamu yakin? " (kata Zayn menatap kearah Rindu)


" iya kak, aku mau fokus ke kita aja dulu " (kata Rindu)


Zayn tersenyum kearah Rindu yang berkata sangat manis menurutnya, tak menyangka istrinya tersebut berpikiran untuk cuti untuk fokus dengan rumah tangga mereka berdua.


" tapi nanti kelamaan cuti kamu gak bakal males buat lanjutin kuliah kamu kan, soalnya aku gak mau kalo nanti dikira gara-gara kita nikah kamu putus kuliah, padahal aku mampu biayain kuliah kamu " (kata Zayn)


Jika hanya membiayai kuliah Rindu dirinya memang sangat mampu mengingat gajih yang ia terima perbulannya diatas 50juta keatas.


" nanti aku bilang dulu sama papa sama mama ya " (kata Rindu)


" aku sih terus terang seneng kamu berusaha untuk fokus ke kita, tapi aku lebih seneng kalo kamu juga jalani kuliah kamu, aku kan gak masalah kamu kuliah, tapi ada syaratnya, kamu harus jaga jarak sama cowok " (kata Zayn panjang lebar)


" jadi gimana kak? " (kata Rindu)


" ya udah kamu tetep jalani KKN kamu " (kata Zayn)


" jadi kak Zayn intinya gak setuju kalo aku cuti kuliah? " (kata Rindu bertanya sekali lagi)


" enggak " (kata Zayn menatap Rindu), " ya udah yuk cari sarapan dulu sebelum aku anterin kamu berangkat KKN " (kata Zayn)


Zayn mengajak Rindu yang sudah berpakaian rapi yang telah siap untuk pergi menuju ketempat KKN nya untuk mencari sarapan pagi terlebih dahulu, setelah berada dibawah Zayn langsung mengendarai mobilnya menjauh dari hotel tempat mereka menginap.


Hari ini setelah mengantar Rindu rencananya Zayn akan pergi untuk melihat apartemen yang akan ia sewa, jika berkenaan dengan hatinya ia akan langsung membayar sewanya & segera pindah hari ini juga.


Setelah mengendarai mobilnya beberapa puluh menit akhirnya mereka sampai juga disebuah restoran, setelah memarkirkan mobil mereka segera turun dari mobil dengan bergandengan tangan.


Zayn cukup bahagia hanya dengan bersanding bersama Rindu setiap hari seperti ini, terus menggandeng erat tangan istrinya & mendampinginya, ia akan terus berada di samping Rindu disaat senang maupun susah.


" mau makan apa? " (kata Zayn)


" aku kayaknya cuman pingin makan buah sama minum jus aja kak " (kata Rindu)


" makan itu doang tar maag kamu kumat, pesen juga yang lain ya " (kata Zayn)


" tapi kalo gak habis gak papa ya? " (kata Rindu)


" harus dihabisin, mubazir " (kata Zayn)


" ya udah kakak bantu habisin biar gak mubazir ya? " (kata Rindu)


Zayn hanya mampu mengangguk sambil tersenyum mendengar permintaan istrinya tersebut, setelah beberapa menit setelah memesan akhirnya pesanan meraka datang juga. Zayn & Rindu menikmati makanan yang telah berada di depan meja mereka.


" nanti habis nganter aku kakak balik lagi ke hotel? " (kata Rindu bertanya)


" enggak " (kata Zayn sambil menggelengkan kepalanya), " kan kemaren kita udah sepakat kalo kita selama di kota D bakal tinggal di apartemen, inget gak? " (kata Zayn lagi)


" iya inget " (kata Rindu)


" jadi habis ngantar kamu, aku langsung liat-liat apartemen, rencananya sih kalo cocok langsung dibayar aja jadi kita langsung bisa pindah hari ini juga " (kata Zayn menjelaskan)


Agar memudahkan istrinya ia akan mencari apartemen yang agak dekat dengan tempat dimana istrinya melaksanakan KKN.


" kakak gak papa kalo harus liat apartemen sendiri hari ini? " (kata Rindu)


Zayn diam melihat kearah Rindu yang mencemaskan dirinya karena harus pergi sendiri untuk mencari apartemen untuk mereka berdua, tiba-tiba Zayn tersenyum karena istrinya ternyata bisa juga perhatian dengannya.


" kok malah senyum sih? " (kata Rindu)


" hem kamu khawatir? " (kata Zayn bertanya)


" khawatir? " (kata Rindu)

__ADS_1


" pasti kamu takut ya kalo yang punya apartemen cewek cantik? " (kata Zayn menggoda)


" enggak kok " (kata Rindu)


" ngomong aja kalo kamu takut ada godain aku " (kata Zayn menaik-naikan alisnya sambil tersenyum)


Rindu hanya terdiam sambil terus tersenyum tak menjawab apapun, Zayn memegang tangan Rindu & mencium punggung tangan istrinya.


" tenang aja sayang, aku gak bakal berpaling dari kamu kok, gak ada yang bisa godain aku karna aku udah punya kamu " (kata Zayn tersenyum), " ya udah di habisin dulu makannya, dari pada kamu terlambat tar " (kata Zayn lagi)


Setelah selesai menghabiskan makanan Zayn lalu membayar bill, tanpa menunggu lama Zayn pergi bersama Rindu menuju arah parkiran, setelah ini Zayn akan mengantarkan Rindu menuju tempat KKN nya, kini mobil yang ia kendarai telah menjauh melaju melewati jalan raya.


# Humaira Shakila Najma


Humaira masih belum siap ke kampus karena pagi ini ia tak ada mata kuliah pagi ini, ia akan berangkat ke kampusnya siang nanti bersama Gibran yang kebetulan juga jadwal kuliahnya sama dengannya, entah kebetulan apa kali ini yang membuatnya terpaksa harus berangkat dengan kakak sepupunya tersebut atas perintah pamannya.


Sekitar jam sepuluh ia akan pergi ke kampus dengan Gibran karena kebetulan Desta juga tak bisa menjemput dirinya, kekasihnya sedang ada tugas lapangan untuk melakukan rajia, nasibnya sungguh tak mujur batinnya karena akhirnya kali ini untuk pertama kalinya ia akan pergi ke kampus bersama Gibran.


" lo napa sih diem cemberut gitu dari tadi? " (kata Gibran bertanya)


" gue sebel harus berangkat kekampus sama lo kak " (kata Humaira), " mending gue naik taksi tau " (kata Humaira)


" naik aja taksi kalo lo mau " (kata Gibran tersenyum)


Pamannya serta tantenya tak mengijinkan dirinya untuk pergi dengan naik taksi mengingat pergi ke kampus bersama Gibran dirinya akan lebih aman di banding naik taksi, menurut Humaira yang dikatakan pamannya memang ada benarnya, ia akan aman dijalan jika berangkat bersama Gibran tetapi saat berada di kampus hidupnya akan tamat karena sudah pasti para gebetan kakak sepupunya tersebut akan menyerang dirinya dengan berbagai cara.


" ya lo tadi denger kan gimana uncle sama onty ngelarang gue, lagian bang Desta juga masih dijalan, mau gak mau deh terpaksa gue ikut lo " (kata Humaira kesal)


" udah sih gak usah lo hirauin yang ada di kampus, masuk kanan keluar kiri aja " (kata Gibran), " eh tapi ngomong-ngomong Narendra masih ngira lo pembantu lo sampe sekarang, hahahahaha " (kata Gibran tertawa)


" hahahahaha, anji*r masih aja tuh orang ngira gue pembantu " (kata Humaira)


Saat melakukan Ospek ia memang mengatakan pada Presiden BEM jika dirinya adalah seorang pembantu dengan bodohnya Narendra mempercayai kebohongannya.


" oon kebangetan sih dia kak, kok bisa jadi presiden BEM dia? " (kata Humaira)


" lo adu debat sama Narendra kak? " (kata Humaira)


" iya " (kata Gibran singkat)


" wih hebat ya lo " (kata Humaira bertepuk tangan sambil tersenyum)


Humaira tak menyangka kakak sepupunya yang terlihat sangat santai ternyata sebenarnya cukup cerdas bahkan mampu bersaing dengan mahasiswa nomer satu di Kampus yaitu Narendra sebagai Presiden BEM.


" biasa aja kali " (kata Gibran tersenyum sambil mengelus tengkuknya), " ya udah deh sana siap-siap, bentar lagi kita harus berangkat ke kampus loh " (kata Gibran)


Humaira melihat ke arah dinding dimana jam dinding berada, melihat jam telah menunjukan pukul 09.00 ia segera berdiri berjalan menuju kamarnya untuk bersiap-siap pergi ke kampusnya.


# Rindu Mentari


Sudah sekitar dua jam ia bersama dengan teman-teman satu kelompoknya melakukan kegiatan KKN hari ini, sekitar sepuluh hari tak mengikuti kegiatan KKN ternyata ia sudah banyak ketinggalan, bagaimana tidak sepuluh hari ijin bukan lah waktu yang sebentar, beruntung teman-teman satu kelompoknya cukup membantu.


" lo udah baik-baik aja kan?, soalnya kita dengernya lo jatuh dari tangga, kalo lo ngerasa belum sehat mending lo duduk aja ya " (kata Aira)


" aku kan sudah sembuh, jadi jangan khawatir ya " (kata Rindu tersenyum)


" kabarnya kamu koma ya dua hari? " (kata Aira)


" iya " (kata Rindu)


" untung kamu bisa sadar, gak ngerti deh kalo sampe kamu hamsiong " (kata Aira)


" kalo aku hamsiong yang jelas sekarang aki gak bakal ada disini " (kata Rindu)


Memang tak ada yang menyangka ia bisa sadar dari komanya seperti saat ini, bahkan sampai detik ini ia juga sudah baik-baik saja & sehat walafiat.


" Oh iya Ra, mulai sekarang aku bakal bolak balik kesininya, gak ikut tinggal bareng kalian lagi " (kata Rindu)

__ADS_1


" kenapa?, jangan-jangan gosip, lo udah nikah itu bener ya Rin? " (kata Aira)


Rindu hanya mengangguk-ngangguk membenarkan perkataan Aira sambil tersenyum, ternyata kabar selama ini cepat berhembus dikalangan mahasiswa yang mengenal dirinya.


" ah Gila, jadi itu bukan gosip, jangan bilang lo nikah sama cowok ganteng yang ngaku-ngaku tunangan lo yang waktu itu jemput lo? " (kata Aira)


" iya emang yang itu suami aku " (kata Rindu)


" wah gila sih, ini sih parah, sumpah ini bener-bener parah gila, gue gak nyangka lo bakal nikah sama oppa-oppa yang ganteng waktu itu " (kata Aira terkejut)


" oppa-oppa apanya sih Ra, bikin aku minder nih kamu jadinya, kaya berasa gak pantes aja bersanding sama suami " (kata Rindu)


" Astaga enggak kok kalian cocok kok, kamu kan cantik Rin kok minder sih " (kata Aira)


Rindu memang tak pernah percaya diri saat bersanding dengan Zayn, dengan wajahnya yang tak seberapa cantik ia cukup minder karena tentu saja di luar sana banyak yang lebih cantik darinya yang ingin dekat dengan Zayn.


" poto yuk " (kata teman lainnya yang bernama Arif)


" ayo Rin , Ra " (kata teman lainnya yang bernama Angga)


Rindu bersama Aira berjalan kearah teman-temannya yang sedang mengajak mereka berfoto untuk di jadikan kenang-kenangan.


# Abdul Zayn Mikail


Setelah menyelesaikan urusannya hari ini perihal apartemen ia langsung pergi untuk menemui istrinya, jam telah menunjukan pukul12.00 siang sambil menunggu waktu sholat dzuhur tiba Zayn ingin melihat kegiatan apa yang sedang istrinya lakukan selama mengikuti kegiatan KKN hari ini, sedari tadi ia belum mendapatkan pesan WhatsApp maupun telepon dari Rindu.


Mobil melaju menjauh melewati jalan raya, angin semilir berhembus meniup rambutnya, selama berada di kota D fasilitas kendaraan yang ia gunakan disponsori oleh Faiz alias mobil milik Faiz, mengingat sepupunya sedang bertugas kembali di laut Zayn di perbolehkan oleh Faiz untuk memakai mobil miliknya sesuka hati Zayn.


Setelah berada di base camp KKN Zayn segera turun dari mobilnya, ia melihat istrinya sedang berfoto dengan beberapa teman KKN wanita & juga beberapa teman pria, Zayn langsung berjalan kearah Rindu & menarik Rindu untuk menjauh dari pria yang sedang berpose disebelahnya.


Saat Zayn menarik Rindu pelan dari perkumpulan tersebut semua teman Rindu sontak terkejut sampai-sampai mulutnya menganga lebar & matanya melotot, tak menghiraukan hal tersebut Zayn langsung menggandeng Rindu menjauh dari tempat teman-temannya berkumpul tadi.


Tanpa perlawanan Rindu hanya diam mengikuti Zayn. Sesampainya didepan mobil Zayn baru menghentikan langkahnya & menghadap kearah Rindu, istrinya tersebut masih diam melihat kearahnya sambil cemberut, Zayn melipat tangannya kedadanya lalu memalingkan wajahnya.


" kamu inget pesen aku gak? " (kata Zayn)


Zayn melihat kearah Rindu sekilas yang tak menjawab pertanyaannya barusan, Rindu sepertinya tak kalah kesalnya dengan dirinya karena secara terang-terangan Zayn telah mempermalukan Rindu, Zayn mendengus kasar membuang nafasnya lalu melihat kearah Rindu.


Melihat Rindu hanya diam hatinya jadi luluh, selama ini Zayn telah berjanji tak akan pernah membuat Rindu bersedih, hari ini ia hampir kemakan emosi karena melihat Rindu berdekatan dengan seorang pria meskipun itu hanyalah sebuah pose untuk berfoto.


Zayn mendekat kearah Rindu & memegang kedua tangan Rindu, istrinya hanya tertunduk diam seribu bahasa, karena tak mendapat respon dari istrinya, ia lalu menarik Rindu kedalam pelukannya, Zayn memeluk Rindu dengan erat sambil mengelus-ngelus punggung Rindu.


" maaf ya udah bikin kamu marah " (kata Zayn)


" aku yang harusnya minta maaf sama kakak " (kata Rindu)


" emang kamu punya salah apa sama aku sampe minta maaf gitu " (kata Zayn masih memeluk Rindu)


" ya aku gak tau, tapi kalo kak Zayn marah pasti ada alesannya, makanya aku minta maaf " (kata Rindu)


Zayn lalu melepaskan pelukannya & menatap kearah Rindu, ia tersenyum & mencium kening istrinya.


" gak papa kan? " (kata Zayn bertanya karena telah mencium kening istrinya)


" ya gak papa lah, kan aku istri kakak " (kata Rindu)


" emang gak takut kalo ada yang ngeliat? " (kata Zayn sambil tersenyum)


" enggak, kan kita sudah sah, mau ngapa-ngapain aja kan juga sah-sah aja kak " (kata Rindu)


" hemmmmm, maksudnya apa ya? " (kata Zayn pura-pura tidak tau)


" is gak tau ah apaan " (kata Rindu tersenyum malu-malu)


Zayn kembali memeluk istrinya yang sedang malu-malu sambil tersenyum, Zayn mengelus-ngelus kepala Rindu lembut menunjukan rasa sayangnya.


" maaf ya aku tadi udah bikin malu kamu, aku cuman gak suka kamu deket cowok lain meskipun itu cuman buat foto doang, kamu cuman punya aku, kamu milik aku, & aku gak mau kalo ada cowok lain deket sama kamu selain aku, soalnya aku sayang kamu " (kata Zayn yang akhirnya mengungkapan rasa cintanya pada Rindu), " aku cinta sama kamu sayang " (kata Zayn lagi yang masih terus memeluk Rindu)

__ADS_1


__ADS_2