
📞 panggilan masuk my sist Huma....
Zayn menatap layar ponselnya karena sepagi ini adiknya telah menghubungi dirinya, jam baru menunjukan pukul 06.00 pagi, ia langsung menjawab panggilan telepon tersebut.
" hallo assalamuallaikum " (kata Zayn)
" waallaikum salam, kak " (kata Humaira dari sebrang telpon)
" tumben pagi-pagi nelpon, kenapa? " (kata Zayn)
" gak lah, gue cuman mau mastiin lo dimana? " (kata Humaira)
" di hotel lah " (kata Zayn)
" iya hotel mana? " (kata Humaira)
" di kota C dek, nanya mulu lo kaya tukang sensus " (kata Zayn)
" syukur deh belum balik terbang ke kota D, tunggu gue ya? " (kata Humaira)
" mo minta duit jajan, ntar gue tf aja lah " (kata Zayn)
" ya elah bukan minta duit jajan gue kak " (kata Humaira)
" terus? " (kata Zayn)
" gue cuman kangen jalan sama lo aja, eh tapi kalo lo mau tf gue duit jajan boleh juga tuh, hahahah mayan " (kata Humaira)
" nah kan UUD, ujung-ujungnya Duit, tar deh gue tf " (kata Zayn)
" lo jangan balik dulu ya kak, tunggu gue, gue beneran kangen lo " (kata Humaira)
" lo jam berapa balik kesini? " (kata Zayn)
" tar lagi juga terbang, ini udah di bandara " (kata Humaira)
" ok deh, gue tunggu, langsung aja ke hotel ajak Desta atau gak Gibran, kalo perlu ajak aja mereka berdua " (kata Zayn)
" lah langsung ke hotel emang gak ganggu? " (kata Humaira)
" emang mau ganggu apa?, anak kecil sok tau, langsung hotel ya " (kata Zayn)
" siap " (kata Humaira)
Zayn meletakkan ponselnya diatas meja setelah menutup panggilan dari adiknya, selama sibuk dengan acara pernikahannya ia memang hampir tak pernah mengajak adiknya untuk menghabiskan waktu bersama, biasanya Zayn akan membawa adiknya untuk menemani dirinya kemana pun saat sedang ada waktu senggang, tak ingin Humaira merasa kecewa karena sejak ia menikah tak pernah ada waktu untuk adiknya Zayn memutus kan untuk menunda keberangkatannya pagi ini.
Zayn menoleh kearah dalam kamar terlihat Rindu baru saja keluar dari arah kamar mandi dengan lilitan handuk di tubuhnya, saat melihat Zayn Rindu justru buru-buru berlari masuk kedalam kamar mandi lagi dengan membawa baju gantinya, Zayn tersenyum melihat istrinya yang terkadang masih malu-malu karena belum terbiasa dengan status mereka yang harus tinggal satu atap seperti ini.
Terkadang Zayn juga bisa merasakan yang dirasakan Rindu, seperti saat tak sengaja Rindu masuk kedalam kamar mandi padahal ia juga sedang berada di dalam kamar mandi & dalam keadaan polos bukannya merasa biasa ia malah merasa canggung karena telah membuat Rindu terkejut saat itu, mengingat hal tersebut Zayn menggelengkan kepalanya. Zayn berdiri menuju arah dalam lalu mengetuk pintu kamar mandi.
Tok....tok....
" iya kak bentaran " (kata Rindu dari arah dalam)
" jangan lama-lama ya, aku pengen ngomong " (kata Zayn)
Belum ia beranjak dari pintu kamar mandi justru Rindu kini sudah keluar dari kamar mandi.
" apa kak? " (kata Rindu)
Zayn hanya diam memandang kearah istrinya yang sudah terlihat cantik & wangi meskipun hanya mengenakan pakaian biasa saja.
" kak " (kata Rindu sambil memegang tangan Zayn)
" hemmm " (kata Zayn tersadar)
" mau ngomong apa? " (kata Rindu mengulang pertanyaan)
" kamu cantik deh " (kata Zayn tersenyum)
" ah pagi-pagi gombal " (kata Rindu berjalan ke arah balkon meninggalkan Zayn)
__ADS_1
Zayn berjalan mengikuti Rindu & memeluk Rindu dari arah belakang sambil mencium pipi istrinya tersebut.
" kalo aku gombal tapi kamu suka kan aku gombalin? " (kata Zayn tersenyum)
Zayn melepaskan pelukannya lalu pergi menuju arah kamar mandi setelah mencium istrinya.
" aku mandi dulu nanti aja aku ngomongnya " (kata Zayn)
# Rindu Mentari
Hampir saja ia mati karena tak bisa bernapas mendapatkan perlakuan yang tiba-tiba dari Zayn, suaminya tiba-tiba memeluknya & mencium pipinya, setelah mencium pipinya suaminya lalu melepaskan pelukannya & pergi menuju kamar mandi, Rindu terus memegangi pipinya sambil tersenyum sendiri.
" *ya allah hampir mati nih gak bisa napas kaget banget kenapa punya suami so sweet banget sih kaya kak Zayn " (kata Rindu dalam hati sambil tersenyum sendiri)
" jadi cinta deh " (kata Rindu lagi dalam hati*)
Rindu mulai jatuh Cinta karena mendapatkan perlakuan yang romantis dari Zayn setiap hari, tiga hari hidup bersama sebagai pasangan suami istri Rindu mulai merasakan Cinta suaminya juga padanya, perlakuan yang istimewa yang diberikan Zayn setiap hari membuatnya cukup nyaman, seperti pepatah jawa yang mengatakan witing tresno jalaran soko kulino, cinta tumbuh karena terbiasa bersama.
Setelah beberapa menit akhirnya suaminya keluar juga dari kamar mandi dengan menggunakan lilitan handuk di pinggangnya saja yang menutupi area bawahnya sedangkan bagian atas tubuhnya ia biarkan terbuka polos tanpa tertutup sehelai benangpun, menatap suaminya dengan penampilan seperti itu Rindu tersenyum sambil memalingkan wajahnya.
" kamu pasti lagi senyum-senyum ya habis liat aku " (kata Zayn dari arah dalam)
" enggak kok " (kata Rindu beralasan)
Ia tak menyangka ternyata suaminya juga melihat dirinya saat sedang memperhatikannya.
" boong, aku kan liat kamu tadi liatin aku " (kata Zayn), " lagian ngpain sih malu ngaku iya, lagian sama suami sendiri juga " (kata Zayn)
" ya aku kan gak sengaja liat kak " (kata Rindu)
" emang liat apa? " (kata Zayn tersenyum)
" is apaan sih, malu tau " (kata Rindu malu-malu)
Kini suaminya telah duduk di sebelahnya, Zayn dengan pakaian santainya tetap terlihat tampan, suaminya tersebut hanya menggunakan celana kolor tidur biasa serta kaos oblong berwarna abu-abu, Rindu tersenyum ke sembarang arah agar tak ketahuan karena kagum dengan penampilan suaminya yang masih tetap mengagumkan meskipun hanya berpenampilan seperti ini.
" senyum-senyum gitu sih " (kata Zayn juga tersenyum)
" emang gak boleh ya kak aku senyum " (kata Rindu)
" masih pagi ini kak, masa iya cuman mau tatap-tatapan sambil senyum gini, aku lapar loh " (kata Rindu beralasan)
Sebenarnya Rindu tak kuasa menahan rasa dihatinya jika terus-terusan menatap Zayn seperti ini, ia rasanya tak akan sanggup untuk menahan dirinya, bisa jadi dia malah akan melompat ke pelukan suaminya untuk menyerahkan dirinya, meskipun jika ia menyerahkan dirinya bukan lah suatu kesalahan melainkan kewajibannya.
" astgfirulloh, sampe lupa kalo belum sarapan, ya udah yuk " (kata Zayn), " kita cari makan dibawah aja ya " (kata Zayn)
" iya kak " (kata Rindu)
Mereka berdua lalu berjalan menuju arah luar, tangannya masih terus di gandeng oleh suaminya saat ini, berjalan dengan bergandengan seperti ini telah menjadi kebiasaan baru mereka berdua.
" kak kita jam berapa berangkat ke kota D? " (kata Rindu didalam lift)
" oh iya aku lupa bilang ke kamu, tadi pagi ada Huma telpon katanya suruh nungguin dia, jadi kita balik ke kota D sorean aja ya? " (kata Zayn)
" oh gitu, aku sih terserah kakak aja, lagian habis ini pasti bakal lama bisa ketemu Huma " (kata Rindu)
" nah itu juga yang aku pikir, dari pada tar dia ngambek gak bisa ketemu aku " (kata Zayn)
" iya kak " (kata Rindu tersenyum)
" sorry ya kita harus nunda buat ke kota D pagi ini " (kata Zayn)
" gak papa kok kak, lagian Huma juga pasti pengen banget ketemu sama kakak, apalagi akhir-akhir ini gara-gara sibuk kakak juga gak pernah bareng dia " (kata Rindu), " Huma kan sekarang bukan adek kak Zayn aja tapi adek aku juga " (kata Rindu tersenyum)
Selama ini hubungannya dengan Humaira cukup baik terlebih Humaira sering ke rumahnya karena Humaira kebetulan adalah sahabat Bumi adiknya.
" aku tuh sayang banget sama Huma, namanya dia adek semata wayang, makanya aku paling gak bisa kalo dia minta sesuatu " (kata Zayn), " & kamu harus tau cowok yang sayang banget sama adeknya atau saudaranya, itu tipe cowok yang bakal sayang juga sama pasangannya " (kata Zayn tersenyum)
" ah masa " (kata Rindu juga tersenyum)
" beneran istri ku " (kata Zayn merangkul Rindu)
__ADS_1
# Humaira Shakila Najma
Humaira baru saja naik kedalam pesawat dengan tujuan kota C, ia duduk diantara Gibran & Desta, Humaira menatap kearah tangannya, jam telah menunjukan pukul 07.00 pagi, sekitar pukul sembilan ia akan sampai di kota C, belum terlalu siang untuk bisa menghabiskan sisa waktu hari ini bersama kakaknya & kakak iparnya, Humaira berharap bisa melepaskan rasa rindunya pada Zayn sebelum kakaknya tersebut kembali ke kota D.
" kak Gibran beneran tar gak mau ikut nyamperin kak Zayn? " (kata Humaira menoleh kearah Gibran)
" gak lah dek, males gue, lo aja ama Desta " (kata Gibran)
" kenapa? " (kata Humaira)
" ya lo aneh sih tanya gitu, lo pikir deh, bang Zayn couple sama bininya, nah lo couple ama Desta, terus gue sendiri gitu jadi obat nyamuk, terus gue nyanyi lagu rosa ku menangis membayangkan,betapa kejamnya dirimu atas diriku " (kata Desta sambil menyanyikan lagu rosa)
Humaira tertawa karena kata-kata Gibran, begitu juga dengan pacarnya Desta yang juga ikut tertawa sambil menutup mulutnya & memalingkan wajahnya takut jika Gibran akan tersinggung.
" ah monyet lo, tau orang jomblo malah mau diajak jalan bareng, sebel gue " (kata Gibran)
" ya kan gue gak maksud buat menyinggung status jomblo lo kak, jadi tolong jangan baper, hahahaha " (kata Humaira mengejek)
" puas lo " (kata Gibran), " Desta tolong ya ini Huma kasih tau yang sopan ama gue, kayaknya semenjak pacaran sama lo makin songong nih kutu, untuk cantik coba enggak udah gue kepret biar jadi cantik " (kata Gibran)
" sorry ya Gib, jangan diambil hati ya " (kata Desta meminta maaf)
" hemm, baek-baek lo ama gue kalo mau lo di restui ama Huma " (kata Desta), " kalo perlu traktirin gue saban hari " (kata Gibran)
" dih itu mau lo kak, enak aja minta traktirin pacar gue, gak modal amat sih, malu dong ama muka ganteng lo, makanya buruan lulus biar bisa punya penghasilan sendiri " (kata Humaira)
" jangan bawa-bawa muka ganteng ama lulus napa dek, tensin gue lo bilang gitu, kan gue udah bilang tar gue pingin lulus sama-sama lo aja cantik " (kata Gibran)
" maaci udah bilang gue cantik " (kata Humaira)
" alah salah ngomong gue, tapi kalo gue bilang lo jelek salah gue emang lo cantik soalnya " (kata Gibran)
" sarang Hae " (kata Humaira sambil memeluk Gibran)
Bukan hanya kepada Zayn sebagai kakak kandungnya tetapi kepada Faiz & Gibran ia juga cukup akrab seperti ini, mengingat dirinya adalah yang paling muda dari mereka semua.
# Abdul Zayn Mikail
" kamu makannya dikit banget sih, emang kenyang? " (kata Zayn)
Zayn menatap kearah Rindu yang telah selesai menghabiskan sarapan paginya, mengingat Rindu memiliki riwayat penyakit maag akut Zayn tak ingin jika istrinya tersebut akan jatuh sakit karena makan terlalu sedikit.
" maag kamu kumat ya? " (kata Zayn khawatir)
" enggak kak, aku udah kenyang " (kata Rindu)
" masa makan dikit aja kenyang sih? " (kata Zayn), " kamu harus makan lagi ya, aku gak mau kamu sakit " (kata Zayn sambil menambahkan makanan ke piring Rindu)
Melihat tubuh kecil istrinya ia tak mau jika dikatakan ia tak bisa memberi istrinya makan dengan baik, ia tak mau jika orang tuanya menganggap jika Rindu tak bahagia hidup bersamanya.
" kamu tuh harus banyak makan biar gak kurus, aku gak mau kalo tar mama papa mikir kalo kamu gak bahagia sama aku sampe kurus kering " (kata Zayn)
" ya elah kak segitunya, baru juga tiga hari kita nikah " (kata Rindu)
" ya justru karena tiga hari itu sayang, masa baru nikah tiga hari BB kamu langsung turun drastis, aku gak mau loh kalo aku harus pisah dari kamu cuman gara-gara papa mama mikir kamu gak bahagia sama aku " (kata Zayn)
" jadi kalo pisahnya karena hal lain gak papa kak? " (kata Rindu)
" siapa bilang gak papa, asal kamu tau ya sampe kapan pun aku gak akan pernah ngelepasin kamu, walaupun kamu yang minta " (kata Zayn serius)
Zayn sangat serius dengan kata-katanya tersebut, ia tak akan pernah melepaskan istrinya, ia ingin terus hidup bersama Rindu seumur hidupnya.
" tapi kalo aku gak mau giman? " (kata Rindu)
" ya kamu harus mau tetap sama aku " (kata Zayn)
" tapi kan kita gak boleh maksa orang buat tetap tinggal disisi kita kak kalo emang sudah gak memungkinkan " (kata Rindu)
" tapi aku maunya maksa gimana, aku bakal terus maksa kamu buat terus di dekat aku " (kata Zayn)
" ini kenapa jadi ngomongin omongan kaya gini sih " (kata Rindu tersenyum)
__ADS_1
Zayn memegang tangan Rindu karena telah mengalihkan pembicaraan, Zayn tak ingin Rindu sedikitpun ragu atas dirinya, ia ingin Rindu merasakan cinta yang ia rasa padanya meskipun belum ia ungkapkan.
" sayang sampai kapan pun aku bakal terus mempertahankan kamu & aku harap kamu juga bakal mempertahankan aku, kamu harus terus sama aku karena aku yakin aku bisa bahagiain kamu sepanjang hidupmu, aku bakal lakuin apa aja biar kamu terus ngerasa heppy sama aku, aku gak bakal bikin kamu nangis atau pun sedih, aku janji bakal terus bahagiain kamu asal kamu juga janji gak akan pernah atau berpikir sedikitpun untuk ninggalin aku " (kata Zayn serius panjang lebar)