
#Safitri
Ia saat ini sedang sibuk berada di dapur untuk menyiapkan makan malam spesial karena malam ini kekasih Humaira yaitu Desta akan datang secara khusus ke rumah untuk mengatakan hal serius kepadanya & suaminya sebagai orang tua dari Humaira.
Menurut penuturan Humaira kekasih anaknya tersebut akan meminta secara langsung untuk keseriusan hubungan yang mereka jalin selama ini.
Sebagai orang tua tentu saja Safitri sangat senang jika putrinya tersebut sudah sangat siap untuk menjalani kehidupan yang lebih serius lagi dari sekarang, meskipun usia putrinya masih terlalu muda.
Safitri yakin jika suaminya juga sudah sangat setuju dengan keinginan putrinya & Desta yang ingin membina bahtera rumah tangga diusia mereka saat ini.
Niat baik tersebut sangat membuatnya benar-benar antusias apalagi mengingat Desta merupakan anak dari salah satu sahabatnya yaitu Ega.
Secara otomatis jika pernikahan ini berlangsung hubungannya dengan sahabatnya Ega akan terjalin semakin baik lagi sebagai keluarga seperti hubungannya dengan Risya saat ini.
Ia sungguh tak menyangka jika kedua anaknya akan berjodoh dengan kedua anak dari sahabatnya, mengingat hal tersebut ia tersenyum sendiri.
" masih lama sayang? " (tanya Abimana yang baru saja datang memeluknya dari arah belakang)
" bentar lagi pi, ini jangan gini ah malu tau di liat anak-anak " (kata Safitri)
Bukannya melepaskan pelukannya suaminya malah mengeratkan tangannya di pinggangnya, ia hanya mampu tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
" ciyeeeeeee mesra amat " (kata Humaira yang baru datang)
Safitri sontak menyikut suaminya pelan karena mendapati putri semata wayangnya yang saat ini telah menghampiri mereka, suaminya kemudian melepaskan pelukannya & berdiri disebelahnya sambil salah tingkah membenarkan kerah baju yang ia kenakan.
" hahahahaha, santai aja kali pi gak usah salting gitu " (kata Humaira mengejek)
Safitri melihat kearah suaminya yang memang sangat terlihat salah tingkah, ia lalu ikut tertawa melihat tingkah suaminya saat ini.
" hahahaha, iya ih apaan sih pi kok salah tingkah gitu " (kata Safitri tertawa)
" sapa yang salah tingkah orang papi lagi baikin kerah baju beneran kok " (kata Abimana)
" bisa juga nih papi ngelesnya " (kata Humaira sambil tersenyum), " oh iya mi, ada yang bisa Huma bantu gak? " (kata Humaira bertanya pada Safitri)
" gak usah sayang, lagian kamu juga kan gak bisa masak tar malah ngerecokin mami loh " (kata Safitri)
" ye mami nih anak mau bantuin tuh di bimbing mi, gimana mau jadi istri coba kalo masak aja gak bisa " (kata Abimana sambil bercanda)
" hahahahha, no komen ah " (kata Humaira sambil berjalan kesamping Safitri)
Safitri hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah putrinya yang tak terasa sudah tumbuh dewasa.
" kamu beneran mau bantu dek? " (kata Safitri bertanya)
" iya lah mi, makanya Huma kesini, Huma kan gak kaya papi yang datang cuman mau gangguin mami " (kata Humaira sambil melirik kearah papinya sambil tersenyum)
" sapa yang mau ganggu mami, papi kan kasih vitamin mami biar semangat " (kata Abimana ngeles)
" hahahahaha, bisa aja papi " (kata Humaira) " papi sana aja gih duduk dari pada berdiri disitu " (kata Humaira lagi kepada Abimana)
" papi di usir nih, oke fun " (kata Abimana)
Safitri kembali tersenyum sambil melihat suaminya yang berjalan kearah meja makan yang tak jauh dari tempatnya & anaknya berdiri.
" mami ikhlas nih liat papi diusir suruh duduk dimeja makan sama anak kesayangannya mami?, " (kata Abimana)
Safitri lalu menoleh kearah Humaira yang hanya bisa terkekeh melihat tingkah ayahnya saat ini.
" papi cukup duduk disitu aja, biar Huma yang bantu mami, mumpung Huma di rumah loh ini " (kata Humaira)
" mumpung ada kemauan belajar masak ya dek?, awas lo tar gosong, itu makanan mau dibuat nyambut Desta, papi sih gak masalah makan-makanan gosong buatan anak papi, papi malah khawatirnya Desta bakal berubah pikiran begitu tau anak papi gak bisa masak, masak air aja gosong gimana mau masak makanan " (kata Abimana menggoda Humaira)
" idih papi bikin Huma down deh, ya namanya juga belajar, ya kan mi, belain Huma dong mi " (kata Humaira memegang lengan Safitri)
" iya sayang mami bela kamu kok, biarin mah kalo Desta berubah pikiran tar gantian mami yang lamar dia ke rumah tante Ega buat kamu " (kata Safitri yang malah ikut menggoda)
__ADS_1
" ah mami ah sama aja kaya papi " (kata Humaira sambil memeluk Safitri)
Safitri & Abimana tertawa bersama melihat tingkah lucu anaknya yang malu seraya mendapati godaan & candaan dari mereka berdua.
Ting....tong....Assalamuallaikum (bunyi suara bel pintu rumah)
" dek tuh liat siapa di depan, jangan-jangan Desta, kalo gak kakak kamu tuh " (kata Abimana)
" tar ya Huma liat dulu siapa, gak mungkin soalnya kalo kak Zayn pake bunyiin bel pintu " (kata Humaira)
Dilihatnya putrinya langsung berjalan kearah luar untuk melihat siapa yang datang saat ini, yang dikatakan Humaira memang benar putra sulungnya tak pernah membunyikan bel rumah saat tau rumah tak sedang dikunci.
" kayaknya Desta tuh mi, kalo Zayn emang gak mungkin bunyiin bel pintu rumah, lagian Zayn kan gak pernah iseng gitu " (kata Abimana sambil menengok kearah luar)
" kayaknya sih emang Desta pi, ya udah papu keluar aja sana gih temuin " (kata Safitri)
" tar aja lah mi nunggu disamperin dulu dong " (kata Abimana tersenyum)
# Humaira Shakila Najma
Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga, Desta telah berdiri di depan pintu rumahnya sambil tersenyum saat melihat dirinya lah yang membukakan pintu untuk Desta.
Masih sama seperti biasa Desta memakai pakaian yang cukup rapi & sopan karena notabenenya Desta memang seorang pria yang selalu rapi dalam berpenampilan.
Tentu saja sesekali ia juga berpakaian santai seperti pemuda pada umumnya tetapi hanya bisa dihitung dengan jari saja bisa melihat Desta dengan pakaian santainya.
Humaira lalu menggandeng Desta untuk diajak masuk kedalam rumah menemui kedua orangtuanya yang saat ini pasti masih berada di dapur.
" ayo bang masuk " (kata Humaira sambil tersenyum)
Desta hanya menurut mengikuti langkah kakinya kemana tertuju, sambil terus tersenyum ia menarik tangan Desta yang berjalan dibelakangnya.
" pi, mi, bang Desta udah dateng nih " (kata Humaira yang saat ini telah kembali menghampiri kedua orangtuanya)
Desta kemudian menyalami kedua orang tua Humaira sambil mencium punggung tangan keduanya satu persatu secara bergantian.
" apa kabarnya kamu Des? " (kata Abimana)
Kekasihnya selama ini memang sudah biasa memanggil kedua orang tua Humaira dengan sebutan mami & papi setelah tak lama mereka berdua berpacaran.
" bunda kamu lagi apa Des? " (kata Safitri gantian bertanya)
" bunda lagi santai aja di rumah sama ayah tadi mi " (kata Desta)
" sudah ijin belum tadi kesininya? " (kata Safitri lagi bertanya)
" sudah mi, malahan tadi bunda mau ikut kesini " (kata Desta sambil tersenyum & menggaruk-garuk kepalanya)
" kenapa gak diajak?, kan kalo ada bunda kamu pasti bakal lebih rame " (kata Safitri)
" nanti aja mi rame-ramenya kalo udah pasti mau dateng buat ngelamar " (kata Desta)
" wah...wah...papi suka gaya kamu Des, ini baru namanya laki-laki " (kata Abimana sambil menepuk-nepuk bahu Desta)
Humaira tersenyum malu-malu mendengar kata-kata Desta, dengan maksud yang baik Desta memang datang sendiri kali ini untuk meminta ijin untuk keseriusan hubungan mereka berdua.
" emang selama ini bukan laki bang Desta pi? " (kata Humaira)
" ya laki lah cuman ini lakinya yang bener-bener " (kata Abimana)
" ngobrolnya udah dulu ya kita makan aja dulu " (kata Safitri sambil membawa masakan buatnya ke atas meja makan)
Humaira ikut membantu ibunya membawa makanan yang baru saja selesai di buat oleh ibunya dengan sedikit bantuan darinya.
" waduh jadi gak enak nih mi, dateng langsung disuruh makan lagi " (kata Desta)
" gak papa Des, ini mami masak dari tadi khusus lo buat kamu " (kata Abimana), " dibantu juga sama Huma, walau cuman dikit, hahahaha " (kata Abimana lagi sambil tertawa)
__ADS_1
" ih dikitnya itu loh pi, kan yang penting ada usaha Huma buat bantu mami siapin ini, yakan mi? " (kata Humaira)
" iya dek " (kata Safitri tersenyum)
Saat masih sibuk menghidangkan makanan di atas meja makan tiba-tiba terdengar suara ucapan salam dari arah luar yang menunjukan kakaknya serta kakak iparnya yang baru sampai.
" Assalamuallaikum " (kor Zayn & Rindu)
" waallaikumsalam " (kata mereka bersama menjawab sambil melihat kearah kedatangan Zayn & Rindu)
Humaira tersenyum melihat kearah kedatangan kakak iparnya beserta kakaknya Zayn, kakaknya beserta kakak iparnya tak lupa menyalami kedua oran tua mereka.
Humaira juga ikut bersalaman dengan kakaknya Zayn serta kakak iparnya Rindu seperti biasa saat baru bertemu.
" tepat waktu lo kak, hampir aja ditinggal makan duluan " (kata Humaira)
" beruntung ya gue " (kata Zayn tersenyum)
" ya udah yu duduk dulu makan " (kata Safitri)
Mereka semua lalu menikmati makanan sore ini dengan tenang tanpa sedikit pun bersuara, setelah selesai mereka semua selesai menghabiskan makanan Humaira & Rindu serta ibunya membereskan piring-piring serta gelas kotor bekas makan mereka.
# Muhamad Desta Hamizan
Desta serta Zayn & Abimana berdiri menjauh dari meja makan menuju ruang tamu, setelah ini ia akan segera membahas tentang perihal hubungannya dengan Humaira.
Desta sangat berharap ia & Humaira mendapatkan restu untuk menikah, mengingat peraturan yang mengikat dirinya selama 2tahun ini sebagai seorang polisi telah berakhir.
Ia berani datang sendiri untuk menanyakan hal ini kepada keluarga kekasihnya karena kedua orangtuanya sangat mendukung keseriusannya saat ini.
" jam berapa kamu sampe kak? " (kata Abimana kepada Zayn)
" sekitar satu jam yang lalu lah pi, begitu sampe mandi ganti baju langsung kesini " (kata Zayn)
Desta hanya diam menyimak obrolan antara Zayn serta ayahnya, obrolan yang sangat familiar baginya karena orangtuanya juga sering menanyakan hal yang sama padanya saat ia telah berada di rumah.
" lo jam berapa sampe sini Des? " (kata Zayn)
" lebih cepet berapa menit dari bang Zayn yang jelas " (kata Desta menjawab)
" gercep juga lo " (kata Zayn tersenyum)
Desta hanya tersenyum sambil menggaruk-garuk tengkuknya kembali. Setelah beberapa menit asik mengobrol akhirnya kekasihnya beserta ibu & kakak iparnya keluar dari arah dapur mendekat kearah ruang tamu.
Karena saat ini semua telah berkumpul diruang tamu inilah saatnya ia mengatakan kepada keluarga kekasihnya tentang niat kedatangannya, sebenarnya ia yakin jika kedua orang tua Humaira beserta Zayn sudah tau niat kedatangannya tetapi tetap saja ia harus menyampaikan hal ini secara langsung.
" pi, mi, bang Zayn, kak Rindu, Desta minta waktu ya sebentar " (kata Desta)
" oh iya silahkan Des " (kata Abimana)
" mungkin sebelumnya papi, mami sama bang Zayn sudah tau maksud kedatangan Desta sore ini tapi secara langsung hari ini Desta mau meminta ijin jika diperkenankan Desta ingin meminang Humaira dalam waktu dekat ini " (kata Desta), " Desta harap keinginan Desta untung meminang Humaira mendapatkan restu dari papi & mami serta bang Zayn, sebelumnya Desta & Humaira sudah merundingkan hal ini sebelum Desta datang kesini, Desta harap papi sama mami & bang Zayn bisa merestui kami " (kata Desta lagi)
" papi sangat senang kamu ternyata benar-benar serius dengan anak papi Humaira Des, papi cukup kenal baik bagaimana kamu & keluarga kamu, papi sama orang tuamu sudah bersahabat lama, denger kamu ngomong begini tadi papi cukup terharu, kamu masih muda berani mengambil komitmen untuk serius, papi bener-bener setuju kalo memang kalian bener-bener mau serius melanjutkan hubungan kalian menuju pernikahan " (kata Abimana panjang lebar sambil tersenyum)
" terimakasi pi " (kata Desta)
Ia lalu menoleh kearah Safitri yang belum memberi jawabannya, jujur saja saat ini ia sangat tegang, berhari-hari ia mengumpulkan keberaniannya untuk membicarakan hal ini secara langsung kepada kedua orang tua kekasihnya. Dalam hatinya ia masih terus berharap jika ia & Humaira akan direstui.
" mami juga setuju Des, mami gak masalah sama usia Humaira yang masih muda, banyak orang menikah muda, banyak orang menikah muda tapi masih bisa menjalankan sekolahnya & mengejar cita-citanya, yang penting kalian harus terus berkomitmen, karena menikah itu bukan kaya pacaran bisa putus nyambung, nikah itu untuk selamanya kalo bisa seumur hidup " (kata Safitri juga panjang lebar)
" iya mi Desta sudah paham itu, terimakasih mami udah restuin Desta sama Huma " (kata Desta)
" yang penting kalian jangan suka mementingkan ego sendiri, banyak orang nikah muda masih bisa bertahan sampe tua, contohnya bunda kamu sama ayah kamu Des, papi percaya kamu bisa belajar banyak dari orang tua kamu " (kata Abimana)
" iya pi " (kata Desta)
Kini ia tinggal menunggu jawaban dari Zayn yang masih diam sambil menatap kearahnya lalu kearah Humaira secara bergantian, Desta berharap jika Zayn juga memberinya restu untuk menikah dengan Humaira.
__ADS_1
Ia menoleh kearah Humaira begitu juga Humaira yang melihat kearahnya, mata mereka saling bertemu, terlihat jelas ada kecemasan dimata mereka berdua sedikit khawatir jika Zayn tak akan merestui mereka berdua.
" maaf pi, mi, tapi Zayn gak bisa ijinin Huma nikah diusia muda kaya sekarang ini, seperti yang udah Zayn bilang dari beberapa hari yang lalu, Zayn tetap teguh sama pendirian Zayn " (kata Zayn terus terang sambil melihat kearah kedua orangtuanya)