
Malam ini safitri mengemasi barang-barangnya bersama ibunya, ayah & Bripka Abimana hanya memperhatikan sambil mengobrol, jam kini menunjukan pukul 08.00 malam.
" nak Abi memangnya gak boleh bawa makanan ya, apa kue kering gitu? " (kata ibu)
" gak boleh bu, di sana makanannya sudah di atur giziny & gak sembarangan " (kata Abimana)
" padahal kue ibu juga bergizi ya nduk " (kata ayah)
" enak lagi ya yah, iya gak bang? " (kata Safitri)
" iya kue ibu memang enak, sayang banget adek gak bisa bikinnya tapi " (kata Abimana)
" hahahaha, tau makannya aja nak Abi " (kata ayah)
" makan aja juga kebanggan yah, dari pada kuenya gak habis dimakan bejamur kan jadi mubazir yah " (kata Safitri)
" paling bisa jawabnya " (kata ibu)
" hehehehe " (kata Safitri)
" sudah beres tuh dek, sini bang Abi masukin dalam mobil sekalian, jadi besok gak angkat-angkat lagi " (kata Abimana)
" iya nih sudah bang " (kata Safitri sambil menyerahkan travelbag miliknya)
" itu yakin nduk cuman segitu aja? " (kata ibu)
" bu di sana selimut ada sendiri, aku gak mau bawa banyak-banyak baju bu, kaya mau pindahan aja, jalan jongkok nyeret-nyeret tas itu susah banget lo bu " (kata Safitri)
" bener juga " (kata ibu)
" ayo bang kita taro dulu dimobil " (kata Safitri sambil mengajak kekasihnya menuju mobil)
" sayang sini kopernya, taro sini aja sayang " (kata Abimana)
" sudahkan, yuk masuk " (kata Safitri tersenyum sambil menggandeng tangan abimana)
" aduh pasti bang Abi bakal kangen deh " (kata Abimana)
" aku pasti yang lebih kangen bang " (kata Safitri)
" bang Abi pasti lebih-lebih kangennya, ahhhh lama lagi bakal ketemu " (kata Abimana )
" lebay " (kata Safitri sambil mencubit pelan pinggang abimana)
" au, geli sayang " (kata Abimana)
__ADS_1
" kok geli sih bukannya sakit? " (kata Safitri)
" cubitan kamu itu sama kaya gigitannya semut dek, sakit-sakit gatel kalau digaruk enak " (kata Abimana)
" apaan sih " (kata Safitri sambil tersenyum)
Diruang keluarga sudah ditata rapi tempat tidur & bantal beserta selimut, mereka beremapat akan tidur bersama dengan posisi ibu & Safitri ditengah serta ayah & Abimana disisi-sisi Safitri & ibunya.
" kok jam segini sudah ngantuk ya rasanya " (kata Safitri)
" tidur aja dek, besok pagi kamu bakal berangkat " (kata Abimana)
" iya Nduk kamu perlu tenaga ekstra besok " (kata ibu)
" ibu sama ayah sudah ngantuk belum? " (kata Safitri)
" ayah mu sudah tidur Nduk, ibu juga mau tidur duluan ya ibu ngantuk " (kata ibu)
" iya bu, bang Abi gak ngantuk? " (kata Safitri)
" bang Abi belum ngantuk sayang " (kata Abimana)
" bang tadi Abang sudah liat belum wa Bara, habis mandi "(kata safitri)
" Bara dek, adek balas apa? " (kata Abimana)
#*Bripka Abimana Prasetiya
Mendangar perkataan kekasihnya jika adiknya Bara telah mengirimkan pesan kepadanya ia langsung membuka pesan WhatsApp nya melihat balasan apa yang dikirim kekasihnya.
" astaga, gimana perasaan Bara sekarang yang bales wa gue Safitri " (gumam Abimana dalam hati)
Kekasihnya benar-benar menganggap Bara sebagai calon adik ipar saja.
" Bara kirim pesan WhatsApp sama kamu juga gak dek? " (kata Abimana)
" iya bang katanya, belum aku buka sih " (kata Safitri)
" coba mana hp adek, abang liat " (kata Abimana)
" nih bang " (kata Safitri sambil memberika ponselnya)
" hp kamu nonaktif sayang? " (kata Abimana)
" iya sayang " (kata Safitri)
__ADS_1
" boleh gak kalo bang Abi buka? " (kata Abimana)
" bolehlah sayang " (kata Safitri)
Bripka Abimana menekan tombol untuk mengaktifkan ponsel milik kekasihnya, ia sangat terkejut melihat banyak sekali pesan masuk dari teman-teman Safitri termaksut darinya juga, ia membuka satu persatu pesan masuk, sampai satu pesan masuk yang namanya berhasil membuatnya tersenyum "calon adek ipar", dibukalah pesan dari Bara.
***pesan WhatsApp name calon adek ipar
Bara: lagi apa nih
Bara: sibuk ya
Bara: hallo
Bara: dicuekin deh gue
Bara: p
Bara: p
Bara: p
Untung saja pesan dari Bara tidak memancing rasa cemburunya, hanya saja berhasil membuat raut wajahnya menjadi berubah, adiknya ternyata belum menyerah.
" kenapa bang?, habis senyum mukanya jadi kecut " (kata Safitri)
" gak papa dek bang Abi jadi inget Bara nih " (kata Abimana)
" kenapa memangnya Bara bang? " (kata Safitri)
" gak papa dke, ayo tidur sayang, ibu sama ayah sudah tidur tuh " (kata Abimana)
" kok rasanya seminggu di rumah gak bearas ya " (kata Safitri)
" iya sayang, belajar yang bener ya sayang, nanti kalau ada waktu bang Abi jenguk kesana " (kata Abimana)
" emang boleh sayang? " (kata Safitri)
" boleh lah " (kata Abimana)
" emang bisa? " (kata Safitri)
" apa sih yang gak bisa kalau buat kesayangannya bang Abi, ayo tidur " (kata Abimana)
" mm " (kata Safitri sambil menganggukan kepala)
__ADS_1
Sabelum memejamkan mata Abimana mencium kening Safitri, rasanya ia ingin waktu berhenti sampai disini saja untuk selamanya.