Polwan Cantik

Polwan Cantik
#63


__ADS_3

Malam ini safitri mengemasi barang-barangnya bersama ibunya, ayah & Bripka Abimana hanya memperhatikan sambil mengobrol, jam kini menunjukan pukul 08.00 malam.


" nak Abi memangnya gak boleh bawa makanan ya, apa kue kering gitu? " (kata ibu)


" gak boleh bu, di sana makanannya sudah di atur giziny & gak sembarangan " (kata Abimana)


" padahal kue ibu juga bergizi ya nduk " (kata ayah)


" enak lagi ya yah, iya gak bang? " (kata Safitri)


" iya kue ibu memang enak, sayang banget adek gak bisa bikinnya tapi " (kata Abimana)


" hahahaha, tau makannya aja nak Abi " (kata ayah)


" makan aja juga kebanggan yah, dari pada kuenya gak habis dimakan bejamur kan jadi mubazir yah " (kata Safitri)


" paling bisa jawabnya " (kata ibu)


" hehehehe " (kata Safitri)


" sudah beres tuh dek, sini bang Abi masukin dalam mobil sekalian, jadi besok gak angkat-angkat lagi " (kata Abimana)


" iya nih sudah bang " (kata Safitri sambil menyerahkan travelbag miliknya)


" itu yakin nduk cuman segitu aja? " (kata ibu)


" bu di sana selimut ada sendiri, aku gak mau bawa banyak-banyak baju bu, kaya mau pindahan aja, jalan jongkok nyeret-nyeret tas itu susah banget lo bu " (kata Safitri)


" bener juga " (kata ibu)


" ayo bang kita taro dulu dimobil " (kata Safitri sambil mengajak kekasihnya menuju mobil)


" sayang sini kopernya, taro sini aja sayang " (kata Abimana)


" sudahkan, yuk masuk " (kata Safitri tersenyum sambil menggandeng tangan abimana)


" aduh pasti bang Abi bakal kangen deh " (kata Abimana)


" aku pasti yang lebih kangen bang " (kata Safitri)


" bang Abi pasti lebih-lebih kangennya, ahhhh lama lagi bakal ketemu " (kata Abimana )


" lebay " (kata Safitri sambil mencubit pelan pinggang abimana)


" au, geli sayang " (kata Abimana)

__ADS_1


" kok geli sih bukannya sakit? " (kata Safitri)


" cubitan kamu itu sama kaya gigitannya semut dek, sakit-sakit gatel kalau digaruk enak " (kata Abimana)


" apaan sih " (kata Safitri sambil tersenyum)


Diruang keluarga sudah ditata rapi tempat tidur & bantal beserta selimut, mereka beremapat akan tidur bersama dengan posisi ibu & Safitri ditengah serta ayah & Abimana disisi-sisi Safitri & ibunya.


" kok jam segini sudah ngantuk ya rasanya " (kata Safitri)


" tidur aja dek, besok pagi kamu bakal berangkat " (kata Abimana)


" iya Nduk kamu perlu tenaga ekstra besok " (kata ibu)


" ibu sama ayah sudah ngantuk belum? " (kata Safitri)


" ayah mu sudah tidur Nduk, ibu juga mau tidur duluan ya ibu ngantuk " (kata ibu)


" iya bu, bang Abi gak ngantuk? " (kata Safitri)


" bang Abi belum ngantuk sayang " (kata Abimana)


" bang tadi Abang sudah liat belum wa Bara, habis mandi "(kata safitri)


" Bara dek, adek balas apa? " (kata Abimana)


#*Bripka Abimana Prasetiya


Mendangar perkataan kekasihnya jika adiknya Bara telah mengirimkan pesan kepadanya ia langsung membuka pesan WhatsApp nya melihat balasan apa yang dikirim kekasihnya.


" astaga, gimana perasaan Bara sekarang yang bales wa gue Safitri " (gumam Abimana dalam hati)


Kekasihnya benar-benar menganggap Bara sebagai calon adik ipar saja.


" Bara kirim pesan WhatsApp sama kamu juga gak dek? " (kata Abimana)


" iya bang katanya, belum aku buka sih " (kata Safitri)


" coba mana hp adek, abang liat " (kata Abimana)


" nih bang " (kata Safitri sambil memberika ponselnya)


" hp kamu nonaktif sayang? " (kata Abimana)


" iya sayang " (kata Safitri)

__ADS_1


" boleh gak kalo bang Abi buka? " (kata Abimana)


" bolehlah sayang " (kata Safitri)


Bripka Abimana menekan tombol untuk mengaktifkan ponsel milik kekasihnya, ia sangat terkejut melihat banyak sekali pesan masuk dari teman-teman Safitri termaksut darinya juga, ia membuka satu persatu pesan masuk, sampai satu pesan masuk yang namanya berhasil membuatnya tersenyum "calon adek ipar", dibukalah pesan dari Bara.


***pesan WhatsApp name calon adek ipar


Bara: lagi apa nih


Bara: sibuk ya


Bara: hallo


Bara: dicuekin deh gue


Bara: p


Bara: p


Bara: p


Untung saja pesan dari Bara tidak memancing rasa cemburunya, hanya saja berhasil membuat raut wajahnya menjadi berubah, adiknya ternyata belum menyerah.


" kenapa bang?, habis senyum mukanya jadi kecut " (kata Safitri)


" gak papa dek bang Abi jadi inget Bara nih " (kata Abimana)


" kenapa memangnya Bara bang? " (kata Safitri)


" gak papa dke, ayo tidur sayang, ibu sama ayah sudah tidur tuh " (kata Abimana)


" kok rasanya seminggu di rumah gak bearas ya " (kata Safitri)


" iya sayang, belajar yang bener ya sayang, nanti kalau ada waktu bang Abi jenguk kesana " (kata Abimana)


" emang boleh sayang? " (kata Safitri)


" boleh lah " (kata Abimana)


" emang bisa? " (kata Safitri)


" apa sih yang gak bisa kalau buat kesayangannya bang Abi, ayo tidur " (kata Abimana)


" mm " (kata Safitri sambil menganggukan kepala)

__ADS_1


Sabelum memejamkan mata Abimana mencium kening Safitri, rasanya ia ingin waktu berhenti sampai disini saja untuk selamanya.


__ADS_2