Polwan Cantik

Polwan Cantik
#101 SEASON 2


__ADS_3

" Jadi kamu ikut pemotretan tanpa ijin siapa-siapa dulu dek? " (kata Zayn)


Begitu Zayn di beritahu oleh Humaira bahwa adiknya tersebut melakukan kesalahan hari ini lewat telepon, ia langsung datang menemui adiknya yang selama ini telah tinggal di rumah pamannya. Kebetulan saat ini Zayn berada di kota C kembali, seharusnya saat ini Zayn sudah beristirahat di kota xxx tapi karena perubahan jadwal maka ia terbang kembali ke kota C, sebagai penerbangan terakhirnya hari ini.


Humaira hanya tertunduk melihat Zayn marah saat ini, Zayn benar-benar tak habis pikir dengan apa yang dilakukan adiknya saat ini, tak biasanya Humaira berani melakukan sesuatu tanpa seijin orang tua bahkan dirinya setidaknya atas ijin paman & tantenya atau bahkan Gibran karena saat ini adiknya tinggal bersama dengan mereka.


Sangking emosinya Zayn saat ini, bahkan ia memanggil Desta untuk menanyakan apakah Humaira ijin dengannya masalah ini atau tidak, pacar adiknya yang tak mengetahui perihal ini pun jadi kebingungan saat Zayn bertanya padanya.


Kebetulan malam ini pamannya tak ada di rumah karena sedang berada di klinik bersama dengan tantenya & akan bermalam di sana. Zayn menatap kearah Humaira yang sedari tadi hanya menunduk tak berani berkata apa-apa.


" seberapa susahnya sih minta ijin dulu, gue tau lo gak kenapa-napa tapi pikir kalo seandainya gak diminta-minta lo tadi kenapa-napa gimana? " (kata Zayn)


Saat ini Zayn, Humaira, Gibran serta Desta duduk di sofa yang berada di ruang tamu, tak ada yang berani bersuara saat ini karena melihat dirinya yang benar-benar nampak terlihat emosi sekali.


" gue tau lo udah gede tapi gak seharusnya segala sesuatunya lo putuskan sendiri, kita masih punya mami sama papi, lo masih punya gue, yang tentunya harus tau apa yang bakal jadi keputusan lo " (kata Zayn), " gue gak ngelarang lo kalo lo hobi poto-poto & mau jadi model silahkan, tapi alangkah baiknya lo minta pendapat kita juga dek " (kata Zayn lagi panjang lebar)


Saat ini Humaira hanya diam sambil menangis, Zayn membuang nafas kasar sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya, ia lalu berdiri mendekati Humaira yang duduk di hadapannya, ia memeluk adiknya & mengelus punggungnya.


" Huma kan tau kakak sayang sama Huma, kakak cuman gak mau Huma kenapa-napa dek " (kata Zayn lembut)


Zayn memang sangat menyayangi adik semata wayangnya ini, ia marah karena ia sangat menyayangi adiknya & takut terjadi apa-apa dengan adiknya tersebut.


" Kakak gak pernah loh marah yang segimana-mananya sama lo dek, karena selama ini emang Huma gak pernah ngelakuin kesalahan " (kata Zayn)


Ia yakin Humaira pasti paham kenapa Zayn marah padanya, marahnya Zayn pada Humaira semata-mata karena ia sangat sayang kepada adiknya tersebut, Humaira memeluk erat Zayn saat ini, Zayn tersenyum sambil mengelus-ngelus kepala adiknya.


" lain kali jangan gini lagi ya? " (kata Zayn)


Humaira hanya menganggukan kepalanya, Zayn melepaskan pelukannya dari Humaira, ia menghapus air mata yang telah membasahi pipi adiknya tersebut.


" paling gak lo ijin sama uncle atau onty, atau gak lo ijin sama gue atau Gibran, & lo gak perlu sendiri pergi kan ada Desta yang bisa nemenin lo, gue rasa Desta juga gak keberatan buat nemenin lo " (kata Zayn)


" bang Desta kan kerja kak " (kata Humaira masih dengan wajah sedihnya & meneteskan air matanya kembali)


" kan ada Gibran " (kata Zayn)


" kak Gibran ada mata kuliah pagi " (kata Humaira lagi)


" ya udah yang jelas kakak gak mau lo ulangin lagi pergi sendiri tanpa ijin pula " (kata Zayn)


" iya, maaf " (kata Humaira menangis)


Zayn menghapus air mata adiknya kembali saat ini, Zayn paling tidak suka melihat orang yang ia sayangi menangi seperti ini.


" sudah jangan nangis lagi, malu di liat Desta, gue udah maafin lo, tapi gue minta jangan diulang lagi ya " (kata Zayn tersenyum)


" iya janji " (kata Humaira)


" sudah ah jangan nangis terus, senyum napa?, jelek lo kalo nangis gitu " (kata Zayn)


" biarin, orang lagi sedih juga " (kata Humaira)


" minta maaf tuh lo sama Desta, gara-gara lo dia kena semprot juga " (kata Zayn tersenyum), " Des kuat lo ya ngadepin Huma, gini memang nih anak manja yang sok dewasa " (kata Zayn pada Desta sambil menepuk-nepuk bahu Desta)


" iya bang " (kata Desta tersenyum)


" ya udah deh gue tinggal dulu " (kata Zayn), " ayo Gib lo ikut Gue " (kata Zayn mengajak Gibran)


Zayn berdiri berjalan kearah atas dengan diikuti oleh Gibran, saat ini ia ingin memberi waktu kepada Humaira & Desta yang ia yakin saat ini Desta sudah sangat shock karena terkena semprot olehnya padahal ia tak tau apa-apa.


# Muhamad Desta Hamizan

__ADS_1


Desta melihat kearah Humaira yang duduk tak jauh darinya yang tertunduk seolah takut jika ia akan ikut marah dengannya seperti Zayn, Desta memegang satu tangan Humaira sambil tersenyum saat Humaira melihat kearahnya, mata kekasihnya saat ini sudah terlihat sangat bengkak, bahkan hidung & pipi serta matanya juga sudah nampak sangat merah karena sedari tadi Humaira terus-terusan menangis.


" sudah jangan nangis lagi ya?, aku gak bakal marah kok sama kamu, lagian udah kejadian & sukurnya kamu baik-baik aja " (kata Desta tersenyum)


" bang Desta gak marah sama aku? " (kata Humaira)


" enggak sayang, buat apa aku marah sama kamu, tapi lain kali jangan gitu lagi " (kata Desta)


Desta memang tak menyangka Humaira bisa pergi tanpa ijin dari siapapun bahkan tak ijin dengannya juga, padahal sore tadi ia menjemput Humaira di kampusnya tetapi Humaira tak menceritakan perihal ini kepada dirinya.


" tadi pas bang Desta jemput kenapa gak cerita kalo habis pemotretan sama bang Desta? " (kata Desta)


" Huma takut bang Desta marah " (kata Humaira)


Desta mengelus rambut Humaira sambil tersenyum, ia tak akan pernah bisa marah pada Humaira hanya karena Humaira melakukan kesalahan seperti ini, ia mengerti diusianya yang masih tergolong muda pacarnya ini sedang mencari jati dirinya.


" dek, kamu harus inget ya kalo aku gak bakal marah sama kamu meskipun kamu ngelakuin kesalahan apapun asal kamu jujur sama aku " (kata Desta lembut), " jujur itu lebih baik dek, meskipun terkadang kenyataannya kejujuran itu menyakitkan " (kata Desta)


" bang Huma minta maaf ya, janji gak gitu lagi, gara-gara Huma bang Desta juga kena sama kak Zayn, maaf ya, bang Desta jangan benci sama Huma " (kata Humaira meminta maaf)


" bang Desta gak bakal benci kok sama Huma, mana bisa bang Desta benci sama kamu dek, tapi janji ya jangan gitu lagi, kasian tuh bang Zayn keliatan banget khawatirnya sama kamu " (kata Desta)


" iya janji bang " (kata Humaira)


Bersyukur Humaira adalah seorang gadis yang penurut bahkan saat di beri nasehat pacarnya tersebut hanya mendengarkan, bahkan kekasihnya saat ini nampak menyadari kesalahannya.


" senyum dong " (kata Desta)


Desta menyuruh Humaira untuk tersenyum, sedari tadi ia hanya melihat wajah sedih Humaira & itu juga membuat dirinya sangat bersedih melihat keadaan Humaira saat ini. Baginya ia lebih suka melihat Humaira tersenyum bahagia dari pada melihatnya menangis seperti tadi, Humaira pun saat ini telah tersenyum melihat kearahnya.


" nah gitu dong, gini nih lebih cantik " (kata Desta mencium punggung tangan Humaira), " jangan nangis lagi ya " (kata Desta lagi)


Humaira hanya mengangguk kearahnya sambil tersenyum, ia sekali lagi mengelus rambut Humaira dengan lembut.


" suka bang, tapi gak suka-suka banget juga sih " (kata Rindu)


" kalo gitu mulai sekarang biar aku yang jadi fotografer kamu ya? " (kata Desta)


" maksudnya bang? " (kata Humaira)


" kamu jadi modelnya bang Desta, jadi biarin bang Desta jadi Fotografernya Huma, ya walaupun bang Desta cuman tukang foto abal-abal tapi seenggaknya kan hobi mu tersalurkan dek " (kata Desta)


Ia memang bukan lah seorang fotografer sungguhan bahkan hasil jepretannya pun tak sebagus yang dibayangkan tetapi ia akan terus belajar agar pacarnya tersebut senang.


" bang Desta gak suka sih sebenernya Huma jadi model, difoto-foto orang terus foto kamu di pajang dimana-mana, kalo Huma jadi model bang Desta kan otomatis fotonya yang majang cuma bang Desta & yang liat cuma bang Desta " (kata Desta tersenyum)


" jadi model bang Desta di bayar apaan emang? " (kata Humaira tersenyum)


" emang kamu mau bayaran berapa, abang bayar deh, tapi uang bang Desta gak sebanyak bang Zayn loh ya " (kata Desta tersenyum)


" Huma maunya dibayar yang banyak " (kata Humaira lagi)


" ya udah kamu boleh ambil semua gaji abang " (kata Desta)


" sapa yang minta di gajih pake duit, aku mau nya di gajih pake cinta abang " (kata Humaira tersenyum), " aku mau dibayar pake semua cinta bang Desta, boleh " (kata Humaira)


Desta tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, sikap manis pacarnya ini lah yang tak pernah bisa membuatnya bisa marah dengan Humaira.


" boleh banget " (kata Desta)


# Abdul Zayn Mikail

__ADS_1


Zayn & Gibran saat ini telah berada di kamar Gibran, mereka berdua terus mengobrol perihal adiknya Humaira, Gibran tak mengatakan padanya jika pagi tadi menjemput Humaira di studio pemotretan teman sekampusnya tepatnya seniornya.


" jadi lo juga taunya dari temennya Huma Gib? " (kata Zayn)


" ya gitu lah bang, pertama gue mau nemuin dia, jadi gue telpon dia tapi gak diangkat, di wa gak dibalas, gue pikir ada kelas dia, jadi gue ke kantin sendirian, di kantin ketemu teman satu fakultasnya yang biasa bareng dia, si Kevin " (kata Gibran)


" terus? " (kata Zayn)


" ya gue tanya lah sama Kevin tumbenan dia gak sama Huma, berdua doang ama temen Huma yang cewek satu lagi, Desi kalo gak salah namanya, na kata si Desi itu Huma lagi pemotretan makanya gak bareng gitu, jadi gue kaget kan, panik nih gue mulai nyariin kemana Huma, kata si Desi di studionya Narendra, jadi gue buka google map lah liat lokasi Huma, terus gue samperin dia " (kata Gibran panjang lebar)


Zayn hanya diam mendengarkan cerita Gibran tentang adiknya karena ia belum di ceritakan oleh Gibran bagaimana ia bisa sampai menjemput Humaira pagi tadi.


" Huma tuh kayaknya emang tertarik banget di bidang modeling, gue gak keberatan asal kuliahnya gak terganggu & pemotretannya masih dengan pakaian yang wajar-wajar aja " (kata Zayn)


" gue juga gitu sih bang " (kata Gibran)


" eh menurut lo, gue tadi keterlaluan gak sih marah kaya gitu sama Huma?, sampek nangis loh dia, gak tega gue, jadi ngerasa bersalah gue " (kata Zayn)


" gak kok bang, wajar lah namanya khawatir " (kata Gibran)


" tapi gue gak pernah marah sama Huma sampe kaya gin tau, bikin dia nangis begini, ah nyesel gue " (kata Zayn)


Zayn mengusap-ngusap wajahanya lalu mengacak-ngacak rambutnya merasa menyesal telah marah kepada Humaira sampai menyebabkan adiknya menangis tadi.


" gue tuh sayang banget sama Huma, lo kan tau itu Gib, makanya gue gak bisa tahan emosi gue tadi " (kata Zayn)


" marah lo masih wajar kali bang, namanya juga sayang, gue juga sayang kan sama Huma " (kata Gibran)


Zayn menatap kearah Desta karena mendengat Desta mengatakan sayang kepada adiknya, beberapa hari belakangan ini Gibran baru mengatakan kalau ia sedikit memiliki rasa dengan Humaira.


" astaghfirullah, kali ini beneran sayang karena dia adek kita bang bukan yang gimana-mana, hahahaha " (kata Gibran tertawa karena merasa ditatap dengan tatapan aneh dari Zayn)


" gue kaya aneh sekarang kalo denger lo bilang sayang sama Huma, jadi suuzhon gue " (kata Zayn)


" Asem, kali ini beneran bang, gue tuh sayang sama Huma ya sama kaya lo sayang sama Huma, bukan karena gue baper ama dia ya kali ini " (kata Gibran tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya)


Zayn tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, ia juga tau Gibran juga sangat menyayangi Humaira layak adiknya sendiri mengingat dia hanyalah anak tunggal.


" bang gimana kabar kakak ipar? " (kata Gibran)


" baik, sehat, & yang pastinya makin sayang gue sama dia " (kata Zayn tersenyum)


" dih lebay, gue gak nanya lo makin sayang atau gak sama dia, gue cuman nanya apa kabarnya doang " (kata Gibran)


" gue kan nambahin biar lo tau kalo gue makin sama istri gue & sekarang kita berdua makin bahagia " (kata Zayn)


" masya allah bucin gini lo sekarang, jiji gue " (kata Gibran)


" hahahhaha sirik amat lo jomblo, gue kan mendeskripsikan bagaimana keadaan rumah tangga gue ke lo Gib biar lo tau " (kata Zayn sambil tertawa)


" apa gunanya lo ngomong ama gue bang, lo sengaja kali pamer ama gue ya, mentang-mentang gue jomblo " (kata Gibran), " eh ngomong-ngomong kalo lo bahagia berati udah dapet dong lo? " (kata Gibran lagi penasaran)


" ya udah lah, lo kira gue laki apaan, gue tuh laki-laki sejati ya Gib, sekali tusuk bini gue minta lagi " (kata Zayn)


" anj*ir bahasa lo gila, hahahhahah " (kata Gibran sambil tertawa)


" hahahah, buruan lo lulus habis itu cari bini sono " (kata Zayn)


" kambimg lo bang, lo pikir cari bini gampang apa? (kata Gibran)


" hahahaha " (Zayn hanya tertawa menanggapi Gibran)

__ADS_1


Ia hanya beruntung bisa dijodohkan dengan Rindu & ternyata bisa mencintai Rindu yang memang seorang wanita yang baik, mungkin jika bukan Rindu rumah tangganya juga pastinya tak akan sebahagia ini pikirnya.


__ADS_2