Polwan Cantik

Polwan Cantik
#33 SEASON 2


__ADS_3

# Rindu Mentari


kring..............


Bunyi alarm yang dipasang Rindu beberapa saat lalu akhirnya berbunyi juga, ia segera mematikan & berdiri dari duduknya untuk membangunkan Zayn yang sedang tertidur pulas diatas tempat tidurnya, ia duduk ditepi ranjang disebelah Zayn tertidur, Zayn tidur sangat pulas sekali membuatnya tak tega membangunkan Zayn, dengan sangat amat terpaksa ia membangunkan Zayn karena Zayn harus segera kembali ke bandara.


" kak, kak... bangun kak " (kata Rindu)


Ia membangunkan Zayn secara pelan-pelan, karena pulasnya Zayn tak juga kunjung bangun, Rindu berusaha membangunkan Zayn kembali dengan menggoyangkan lengan Zayn secara pelan-pelan.


" kak, bangun kak " (kata Rindu)


" emm.... " (kata Zayn yang mulai membuka matanya sedikit)


" bangun kak sudah jam satu kurang lima belas menit " (kata Rindu)


Tanpa menjawab kata-kata Rindu akhirnya Zayn bangun & duduk disebelah Rindu, Zayn mengedipkan matanya sambil merenggangkan tubuhnya.


" boleh numpang ke kamar mandi gak? " (kata Zayn)


" boleh kak, kakak mau mandi? " (kata Rindu)


" gak pengen cuci muka aja, emang gue bau ya? " (kata Zayn)


" kayaknya enggak sih " (kata Rindu)


" kok kayaknya sih, coba cium deh " (kata Zayn)


Zayn duduk mendekat kearah Rindu sampai-sampai tak ada jarak sedikitpun diantara mereka, Rindu merasa canggung karena duduk terlalu dekat dengan Zayn.


" bau gak? " (kata Zayn)


" enggak kak " (kata Rindu)


" enggak gimana?, lo aja belum nyium " (kata Zayn)


Mendengar kata-kata Zayn sekali lagi Rindu tiba-tiba berdiri, kata-kata Zayn terasa aneh ditelinga Rindu karena sangat frontal, jika orang salah faham pasti akan mengira jika saat ini Zayn sedang meminta cium rindu padahal Rindu tau jika Zayn sedang menyuruhnya untuk mengendus aroma tubuhnya.


" iya tapi gak bau kok kak, udah sana gih, ke kamar mandi " (kata Rindu)


Rindu berdiri untuk menjauh dari Zayn saat Rindu akan melangkahkan kakinya tiba-tiba tangannya dipegang oleh Zayn, membuat dirinya terhenti ditempat.


" yakin? " (kata Zayn)


" yakin kak, sumpah deh gak boong, beneran gak bau & kakak masih wangi " (kata Rindu)


" kalo gue gak bau ngapain lo malah pergi? " (kata Zayn)


" astaghfirullah beneran kak, ini serius loh wangi, aku mau duduk di sofa aja kak, soalnya gak baik cowok cewek satu kamar duduk deket-deket diatas tempat tidur pula, takut ada setan " (kata Rindu)


" hemmm,... sorry " (kata Zayn melepaskan tangan Rindu sambil tersenyum)


" gak papa kak, kakak kalo ke kamar mandi sekalian wudhu aja, sholat dzuhur dulu kak " (kata Rindu)


" iya, makasih ya udah ngingetin " (kata Zayn)


Rindu akhirnya duduk di sofanya sedang Zayn telah masuk kedalam kamar mandi, Rindu merasa sangat canggung berdekatan dengan Zayn bahkan menurutnya jika berdekatan dengan Zayn perasaannya suhu ruangan menjadi agak dingin horor membuat bulu kuduknya berdiri semua.


" astaghfirullah, kenapa tadi tiba-tiba merinding ya pas deket-deket " (kata Rindu dalam hati)


Dilihatnya Zayn keluar dari kamar mandi dengan wajah yang masih basah, ia berdiri & mengambilkan handuk kecil untuk Zayn.


" nih kak " (kata Rindu menyerahkan handuk tersebut)


" makasih " (kata Zayn tersenyum)


Rindu hanya memanggutkan kepalanya sambil tersenyum, setelah mengelap wajahnya dengan handuk tersebut Zayn menyerahkan kembali handuk tersebut kepada Rindu.


" kakak sholatnya disini aja, aku biasanya sholat disini juga kok " (kata Rindu menunjukkan Zayn tempat biasa Rindu menunaikan ibadah sholatnya)


" oke, lo udah sholat? " (kata Zayn)


" udah kak, tadi pas adzan langsung sholat " (kata Rindu)


Zayn pun mulai melaksanakan ibadah sholat dzuhurnya, Rindu kembali duduk di sofa sambil sesekali memperhatikan Zayn, setelah beberapa menit akhirnya Zayn selesai menunaikan ibadah sholat dzuhurnya & mendekat kearahnya.


" gue mau balik Bandara dulu ya, takut terlambat " (kata Zayn)


" silakan kak " (kata Rindu)


" lo gak mau nanya sesuatu? " (kata Zayn)


" gak kak " (kata Rindu)


" lo harus nanya " (kata Zayn)


" tapi aku gak punya pertanyaan Kak " (kata Rindu)


" kalo gue pamit lo harus nanya gue bakal pulang jam berapa " (kata Zayn)


" kenapa? " (kata Rindu)


" ya gue kan calon suami lo, masa sih lo gak berusaha perhatian sama gue, sebelum kita nikah sebisa mungkin lo harus biasain lakuin hal-hal layaknya pasangan kekasih, ya termaksut perhatian, kirim pesan atau telpon kalau perlu " (kata Zayn)


" ya tapi aku gak biasa kak, canggung tau, kita juga gak beneran pasangan ini loh " (kata Rindu)


" iya tapi kita gak lama lagi bakal dinikahin, emang lo mau sampe nikah kita gak deket kaya gini " (kata Zayn)

__ADS_1


Yang dikatakan Zayn memang benar, karena cepat ataupun lambat mereka berdua akan segera dinikahkan hanya menunggu waktu saja, bahkan mungkin dalam waktu dekat ini.


" hem, iya kak, ya udah kakak berangkat aja gih dari pada telat entar " (kata Rindu)


" terus? " (kata Zayn)


" ya gak terus-terus " (kata Rindu)


" lo gak mau nanya? " (kata Zayn)


Rindu terdiam karena kata-kata Zayn, ia harus berusaha menuruti kata-kata Zayn, meskipun berusaha perhatian tak akan mengubah sedikitpun perasaan antara mereka menjadi cinta.


" hem " (kata Zayn)


" huft, oke..... balik jam berapa kak? " (kata Rindu)


" yang ikhlas dong nanyanya, lo kan pernah pacaran, masa gak tau sih gimana caranya perhatian " (kata Zayn)


" astaghfirullah " (kata Rindu)


" ok " (kata Zayn)


" balik jam berapa kak? " (kat Rindu)


Ia mengulang kembali pertanyaannya meskipun ia sebenarnya tak benar-benar ingin tahu Zayn akan selesai bekerja jam berapa.


" jam 8 malam kemungkinan " (kata Zayn)


" hahaaaa, seriusan kak? " (kata Rindu)


" iya lah serius, ya udah gue berangkat dulu " (kata Zayn)


Rindu menyalami tangan Zayn & mencium punggung tangan Zayn seperti biasa, ia telah membiasakan hal tersebut karena ia sangat menghormati Zayn sebagai seseorang yang lebih tua usianya darinya.


" kakak balik sama sapa tar malam? " (kata Rindu)


" udah gak usah khawatir ada Faiz, kalo gak naik taksi gue " (kata Zayn)


" oh gitu, ya udah hati-hati ya " (kata Rindu)


" iya, tar gue hubungin lo kalo gue udah sampe, gue berangkat dulu, assalamu'alaikum " (kata Zayn)


" Waalaikumsalam " (kata Rindu)


" astaghfirullah luar biasa banget nih orang " (kata Rindu dalam hati sambil menggelengkan kepalanya)


Setelah Zayn pergi menjauh & tak tampak lagi ia lalu menutup pintu kamarnya, ia mulai merebahkan kembali tubuhnya diatas tempat tidur miliknya yang beberapa saat lalu dipinjam Zayn, saat ini jiwa-jiwa mager Rindu kembali lagi, inilah yang kaum rebahan lakukan saat sedang dalam waktu senggang, bermalas-malasan seperti ini merupakan hal langka baginya.


" masyallah, nikmat yang tiada tara ya Allah " (kata Rindu berkata sendiri)


Meskipun Rindu suka membaca novel tetapi ia tak pernah sebucin kisah novel saat memiliki pasangan, ia menjalani kehidupannya selayaknya kehidupan orang-orang pada umumnya, tetapi saat ini ia tak menyangka justru kisah hidupnya bak novel perjodohan, dalam novel alur kisah seperti ini biasanya akan berakhir bahagia tetapi ada juga yang berakhir dengan tidak bahagia.


Rindu sangat berharap jika hidupnya akan berakhir baik-baik saja bahkan sampai detik ini ia sangat berharap ada sebuah keajaiban agar perjodohannya dihentikan, setiap hari ia harus mencemaskan nasib masa depannya saat mengingat sebentar lagi ia akan dinikahkan, padahal banyak hal yang masih ingin ia capai dimasa mudanya saat ini.


kring.... kring....


📞 panggilan masuk Humaira......


Ponsel miliknya berdering panggilan WhatsApp dari Humaira sahabat dari adiknya, ia segera mengangkat panggilan tersebut.


" hallo assalamualaikum " (kata Rindu)


" Waalaikumsalam, kak Rindu dimana? " (kata Humaira)


" di kostnya kakak dek, kenapa dek? " (kata Rindu)


" Huma di rumah uncle Bara nih kak, kakak libur ya? " (kata Humaira)


" iya dek libur, mau main ke kost kakak gak? " (kata Rindu)


" tapi Huma gak tau kost kak Rindu dimana, lagian gak ada kak Gibran, lagi kuliah dia " (kata Rindu)


" ya udah naik gocar aja dek, atau mau kakak jemput " (kata Rindu)


" gak usah kak, nanti Huma ijin dulu sama uncle Bara dulu, kakak kirim alamat kakak ya " (kata Humaira)


" iya dek " (kata Rindu)


Panggilan telepon dari Humaira segera berakhir, ia meletakkan ponselnya kembali diatas meja belajarnya kembali.


# Humaira Shakila Najma


Beberapa jam yang lalu ia baru sampai di rumah pamannya, Humaira ditinggal sendiri di rumah karena paman & tantenya sedang pergi bekerja sedangkan Gibran sedang berkuliah, setelah beberapa saat lalu ia menghubungi Rindu yang kebetulan adalah kakak dari sahabatnya yaitu Bumi.


📞 calling is aunty Wid....


tut.... tut.... tut...


" assalamu'alaikum aunty " (kata Humaira)


" Waalaikumsalam, kenapa dek? " (kata Widia)


" onty maaf ya Huma ganggu, Huma mau minta ijin, boleh gak Huma ke kost kak Rindu? " (kata Humaira)


" onty sih bolehin aja dek, tapi Huma tanya aja lagi sama uncle Bara ya sayang, nanti kalo di ijinin minta anter sama supir aja ya dek " (kata Widia)


" iya onty, makasih ya onty, Huma telpon uncle dulu " (kata Humaira)

__ADS_1


Panggilan telepon segera dimatikan, ia segera menghubungi pamannya yang sedang bekerja.


📞 calling is uncle Bara......


*tut...... tut.......


" hallo assalamu'alaikum uncle " (kata Humaira)


" Waalaikumsalam " (kata Bara)


" uncle Huma bosen di rumah sendiri, boleh gak Huma main ke kost kak Rindu " ( Humaira)


" aduh maafin uncle ya dek, kesepian ya, kalo mau ke kost Rindu tar uncle suruh Gibran antar ya dek " (kata Bara)


" Huma sama supir aja uncle, kak Gibran juga masih kuliah " (kata Humaira)


" ya udah nanti uncle telpon pak Mansur supaya ngantar Huma ya, tar kalo mau pulang biar Gibran yang jemput " (kata Bara)


" iya uncle, makasih ya udah ngijinin Huma " (kata Humaira)


Setelah mematikan panggilannya ia segera bersiap-siap untuk pergi, ia keluar dari rumah pamannya & segera menghampiri pak Mansur sebagai supir pribadi di rumah pamannya.


" non Huma sudah siap ya? " (kata pak Mansur)


" Iya Pak sudah " (kata Humaira)


" ayo silahkan masuk non " (kata pak Mansur)


" iya Pak " (kata Humaira)


Ia segera masuk kedalam mobil & duduk di bangku depan di samping kemudi, jam telah menunjukan pukul 03.00 sore, ini bukan pertama kalinya ia berada di kota C, Humaira sudah sering pergi ke kota C bersama kedua orangtuanya beserta kakaknya Zayn, tetapi walaupun begitu Humaira belum hapal dengan jalanan yang ada di kota tersebut.


Setelah berkendara beberapa puluh menit akhirnya ia sampai juga di kost Rindu, ia lalu turun dari mobil & berpesan kepada pak Mansur agar tidak menunggunya tak lupa juga ia mengucapkan terimakasih kepada pak Mansur, setelah pak Mansur mengendarai mobilnya menjauh Humaira menelpon Rindu untuk memberitahu bahwa dirinya sudah berada dibawah.


Humaira hanya menunggu didepan kost-an Rindu karena ini untuk pertama kalinya ia pergi ke kost calon kakak iparnya tersebut, tak berapa lama akhirnya terlihat Rindu menuruni anak tangga sambil tersenyum kearahnya.


" yu naik, kamar kakak ada diatas " (kata Rindu)


Humaira hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, kedua orang tua Rindu memang tidak salah memilihkan tempat kost untuk Rindu karena hunian tersebut termaksut mewah. Mereka berdua akhirnya sampai juga dikamar Rindu.


" yuk, anggap aja kaya kamar sendiri, ya walaupun gak sama kaya yang dirumah " (kata Rindu tersenyum ramah)


" iya kak, enak ya tempatnya kak " (kata Humaira)


" iya dek, kamu berangkat ke kota C sama sapa dek? " (kata Rindu)


" sendiri kak, tapi tadi bareng pesawat kak Zayn " (kata Humaira)


" kok kak Zayn gak ngomong kalo ada kamu dek, kalo tau ada kamu tadi kan bisa jalan bareng " (kata Rindu)


" emang tadi kak Zayn kesini kak? " (kata Humaira)


" iya dek, bentaran doang tapi habis itu balik Bandara dia " (kata Rindu)


" kakak sama kak Zayn mulai PDKT ya? " hahahah " (kata Humaira)


" PDKT gimana?, yang ada kak Zayn tuh selalu memaksakan kehendak tau " (kata Rindu)


kring.......


📞 panggilan masuk my brother ❤......


Panggilan masuk dari kakaknya yang membuatnya berhenti bertanya.


" panjang umur nih nelpon, tar ya Huma angkat dulu kak " (kata Humaira)


" iya dek " (kata Rindu)


Humaira lalu mengangkat telpon dari kakaknya tersebut.


" hallo assalamu'alaikum kak " (kata Humaira)


" Waalaikumsalams dek, lo lagi apa? " (kata Zayn)


" lagi ngobrol sama kak Rindu " (kata Humaira)


" emang lo lagi dimana? " (kata Zayn)


" di kost kak Rindu kak, kenapa sih nanya mulu? " (kata Humaira)


" lo tadi kesitu sama sapa? " (kata Zayn)


" diantar pak Mansur kak, lo baru sampe kak? " (kata Humaira)


" iya baru sampe, bisa kasih Rindu dulu gak teleponnya " (kata Zayn)


" tar kak " (kata Rindu)


Kemudian ia menyerahkan ponselnya kepada Rindu yang hanya menatap dirinya dari tadi, terlihat Rindu agak kaget saat Humaira menyerahkan ponsel miliknya.


" kak Rindu, kak Zayn mau ngomong nih " (kata Humaira)


" mau ngomong apa? " (kata Rindu)


" kakak tanya aja sendiri, soalnya kak Zayn gak ngomong " (kata Humaira tersenyum)


Ia memberikan ponsel miliknya kepada Rindu, Humaira tersenyum melihat calon kakak iparnya menerima telepon dari kakaknya, mungkin saat ini kakaknya sudah mulai dekat dengan calon kakak iparnya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2