
...πππ...
Raja dan pendeta agung melirik ke arah Lucifer yang sedang berjalan mendekati mereka. Sayap hitamnya menghilang, begitu kakinya menginjak tanah di bumi. Kini pria tampan itu lebih terlihat seperti manusia yang sangat tampan, dia memiliki ketampanan yang agak mirip dengan Max. Terutama bagian matanya.
"Pendeta agung, pergilah. Aku akan bicara dengan makhluk ini sebentar." kata Raja berbisik pada pendeta agung.
"Yang mulia, saya tidak bisa meninggalkan yang mulia sendirian disini bersama dengannya." Pendeta agung menolak titah sang raja untuk pergi dari sana. Itu karena dia takut sama khawatir terjadi sesuatu pada Raja, jika mereka dibiarkan berdua saja.
"Aku akan berteriak kalau terjadi sesuatu dan pendeta agung pasti tau kalau ada bahaya yang mendekat padaku." Raja tersenyum, dia tetap meminta pendeta agung pergi.
Pendeta agung pun pergi dari sana. Hanya tinggal Raja dan Lucifer saja yang berada di wilayah istana sepi itu.
"Lama tidak bertemu, ayah." Lucifer menatap tajam ke arah Raja, dia menyapa pria tua itu.
"Berhenti memanggilku ayah, kau sangat menjijikkan." Raja tersenyum menyeringai, tak terima Lucifer memanggilnya dengan panggilan ayah.
Lucifer tersenyum menyeringai,"Tapi kan aku memang anakmu."
"Anakku hanyalah Maximilian dan Laura." kata Raja ketus.
"Ayah sama sekali tidak berubah, selalu saja bersikap ketus padaku. Kenapa ayah? Apa karena aku adalah iblis?" Lucifer tersenyum pahit.
"Kau sudah tau alasannya, kenapa masih bertanya?" ucap sang raja sinis.
"Ayah, aku datang untuk menemui keluargaku." Kata Lucifer sambil tersenyum sinis.
"Siapa keluargamu? Kau tidak punya keluarga!" Seru Raja tidak mengakui Lucifer sebagai keluarganya.
Kenapa dia bisa kembali lagi kemari? Padahal aku sudah menyuruh iblis itu membawanya.
__ADS_1
"Yang mulia Raja yang terhormat, apa kau menolak diriku sebagai darah dagingmu? Jangan lupa, aku adalah anakmu. Anak yang kau buang 17 tahun yang lalu." Kata Lucifer dengan tatapan tajam pada pria yang disebutnya sebagai ayah. "Sebenarnya apa salahku? Aku hanya seorang anak yang tidak berdosa, saat itu aku tidak tahu apa-apa. Dan kau membuatku di asuh oleh iblis!"
"Jangan pernah menyalahkan diriku! Aku menyerahkanmu padanya karena kau bukan manusia. Kau adalah iblis, satu bangsa dengan mereka. Lebih baik kau bawa pasukanmu pergi dari kerajaan ku dan jangan pernah kau kembali lagi."
Raja mengabaikan Lucifer, dia melangkah pergi meninggalkan Lucifer. Akan tetapi, tiba-tiba saja tubuh Raja membeku. Dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya kecuali bagian bibir.
Lucifer mengunci pria itu dengan sihirnya, dia menatap ayahnya penuh kebencian. "Lepaskan aku! Apa kau sudah gila?!" Raja murka. Didepan iblis itu, kekuatan Raja tidak berkutik.
"Kenapa ayah? Kau tidak bergerak ya? Minta saja bantuan pada anak kesayanganmu itu," ucap Lucifer meledek.
"Lucifer.. apa kau tau? Aku menyesal, kenapa dulu aku tidak membunuh pembawa bencana sepertimu. Kenapa aku berbelas kasihan padamu? Seharusnya aku-"
Lucifer menahan amarah. Dia mencekik Raja dengan sihirnya. Hingga pendeta agung datang untuk membantu, disana juga ada Brietta.
"Lepaskan Baginda Raja, wahai Raja iblis!" kata pendeta agung memohon pada Lucifer.
*****
Di sisi lain istana, Ratu Freya sudah dibebaskan karena keadaan yang sedang gawat. Iblis iblis mulai berdatangan dan mendekati istana. Ratu Freya diberikan otoritas sementara untuk mengatur istana karena tidak adanya putri mahkota disana.
"Sir Kyle! Bawa semua wanita di istana ini untuk bersembunyi di ruang bawah tanah, cepat!" Ujar Ratu memerintah.
Semoga saja putra mahkota dan istrinya tidak kembali ke kerajaan ini lagi. Aku tidak mau posisiku kembali terancam.
"Baik yang mulia!" Kyle tersenyum, dia patuh pada perintah ratunya.
Kyle dan beberapa prajurit lainnya, membawa para wanita yang ada di istana untuk bersembunyi di tempat yang aman. Laura masih ada bersama Annie di istananya, disaat semua orang sudah mulai bersembunyi dari iblis.
"Putri Laura, kenapa kau masih ada disini?" tanya Ratu Freya sambil menghampiri anaknya. Wanita itu kesal karena melihat anaknya terus memegang perut. Hal itu memperkuat dugaannya, bahwa Laura sedang hamil.
__ADS_1
"Ibu.. aku dengar ibu sudah dibebaskan."
"Kau sudah tau aku dibebaskan, tapi kau masih tetap disini dan bukannya menemuiku?" Tanya Ratu Freya dengan mata yang tajam pada Laura.
"Ma-maafkan aku ibu." Laura masih terlihat terancam dengan kehadiran ibunya. Dia memiliki rasa takut kalau sang Ratu akan mencelakainya, jika dia tau kalau dirinya sedang hamil.
"Kalau begitu, ayo kita pergi dari sini!" Ratu Freya memegang tangan anaknya.
Maafkan ibumu Laura, ibu terpaksa harus mengambil pilihan ini. Jika kau ingi menjaga anakmu, maka orang itu harus mati.
Freya pergi bersama Laura dan para wanita lainnya ke tempat persembunyian yang aman. Sementara itu didepan istana, Eugene dan kstaria lainnya sedang mati-matian berjuang melawan iblis yang ingin masuk ke istana.
Kerusuhan masih terjadi dimana-mana, jumlah iblis kini semakin banyak.
"Sir Adrian, tutup gerbang!" Teriak Eugene pada Adrian yang berada didekat gerbang.
"Baik!"
Adrian dan beberapa prajurit menutup pintu gerbang istana yang besar itu. Setelahnya orang-orang yang selamat, berlindung didalam istana yang masih aman dan belum terkontaminasi dengan iblis.
Saat Eugene sibuk menyelamatkan orang-orang yang terluka. Tiba-tiba saja sebuah panah menancap ke jantungnya.
Tubuh Eugene ambruk, saat dia terkena panah itu. Dia memuntahkan darah. "Ohok...ohok.."
"Sir Eugene!!" Teriak Adrian panik melihat Eugene yang terluka. Dan anak panah itu entah datang dari mana.
...*****...
Hai Readers maaf up nya segini dulu, besok dilanjutkan lagi ya. Author lagi sibuk RL β€οΈβΊοΈπ jangan lupa dukungan kalian, vote, komen, like atau giftnya.
__ADS_1