Second Life Liliana

Second Life Liliana
Bab 211. Hukuman Mati


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Tubuh Liliana ambruk karena rasa sakit di perutnya, padahal dia belum sampai pada tujuannya yaitu menolong Dorothy.


"Kumohon jangan lakukan itu Maxim...jangan..." Liliana memegang perutnya, dia meringis menahan sakit. Kemudian dia berusaha kembali bangkit, berjalan terhuyung-huyung ke depan sana. Dimana Dorothy akan di hukum gantung.


Mata Liliana berubah menjadi mata elang, saat menatap suaminya. Dia bersumpah di dalam hatinya, bahwa dia tidak akan memaafkan Max jika Dorothy di hukum gantung.


"Baiklah, di depan semua orang yang ada disini. Aku akan menghukum seorang penjahat yang sudah--" ucapan Max terhenti disana manakala suara seorang wanita menghentikannya.


"Yang mulia RAJA!" teriak Liliana yang berada diantara kumpulan rakyat di sana.


Sontak saja atensi semua orang tertuju pada Liliana, termasuk tatapan Max. "Lily?" gumamnya.


Dorothy juga tercekat melihat Liliana berada disana. Liliana langsung berjalan cepat menuju ke depan. Dengan cepat Max menyusulnya, karena langkah sang istri yang terguyung-huyung.


"Ratu ku, kenapa kau datang kemari?" Tanya Max dengan tangan yang memegang erat tangan Liliana, seraya menopang tubuhnya yang masih lemah.

__ADS_1


"Kenapa kau bertanya begitu? Kalau aku tidak datang kemari, kau pasti sudah membunuhnya!" mata Liliana berkaca-kaca, menatap suaminya.


Max paham bahwa Liliana kini sedang salah paham kepadanya, padahal dia tidak pernah berniat untuk membunuh Dorothy. Tapi akan lebih baik jika menjelaskannya nanti saja.


"Dia harus mendapatkan hukuman karena dia sudah mencelakaimu!"


"Tidak! Dorothy tidak bersalah, dia tidak mencelakai ku..." ucap gadis itu lirih sekali.


Max menuntun istrinya untuk duduk di atas kursi. Lalu dia mengatakan pada semua rakyatnya bahwa Dorothy akan dihukum gantung. Liliana mencoba menghentikan Max, dia marah pada pria itu bahkan sampai mengancamnya.


Namun sesuatu mengejutkan terjadi ketika ini suri ,seorang dayang dan seorang pria di bawa ke tengah-tengah rakyat dan semua orang melihat mereka.


"Yang mulia Raja! Mengapa kau berani menangkapku seperti ini?!" teriak Freya seraya meronta-ronta minta di lepaskan. Sorot mata elang menatap tajam pada Max dan Liliana.


"KAU! Mengakulah! Siapa orang yang sudah menyuruhmu meracuni putri Laura dan Ratu!" tegas Max pada dayang yang berada disamping Freya. Dia bahkan meletakkan pedang di lebarnya dan bersiap kapan saja menghunus leher itu.


Wajah Freya kini menjadi pucat, manakala ia melihat si dayang suruhannya itu hendak membuka mulut. Freya memberikan isyarat pada dayang itu untuk bungkam, akan tetapi dayang itu tidak mendengarkan Freya dan mengindahkan semua isyaratnya.

__ADS_1


Setelah menggunakanku, ibu suri membuangku dan hampir menghabisiku! Maafkan aku ibu suri, kali ini aku tidak akan diam.


Dayang itu pun menatap ke arah Max, dengan penuh keyakinan dia pun membuat pengakuan didepan semua orang. "Saya telah diperintahkan oleh Baginda Ratu untuk meracuni putri Laura, tapi racun penggugur kandungan itu malah Baginda Ratu yang meminumnya!"


Semua orang tersentak kaget dengan apa yang dikatakan oleh dayang itu.


"Tidak! Itu tidak benar, itu salah! Itu semua salah dan ini fitnah. Hey kau dasar pelayan rendahan! Beraninya kau memfitnah diriku." Freya melotot ke arah dayang itu.


"Yang mulia ibu suri, anda yang memilih ini. Anda yang mengkhianati saya lebih dulu. Anda ingin menghabisi saya setelah menggunakan saya? Jangan mimpi, jika saya harus jatuh ke jurang, maka yang mulia ibu suri juga harus ikut dengan saya." dayang itu menatap ibu suri dengan emosi.


Freya tak kalah emosi. "Kurang ajar! Sialan! Aku sudah membayarmu dan kau berani menusukku?!"


"Baiklah karena semuanya sudah jelas, maka aku akan memberikan hukuman kepada ibu suri. Hukuman YANG PANTAS karena dia telah berani mencelakai Ratu negeri ini. Tidak peduli apa statusnya,"


Suara Max bagaikan petir yang menggelegar, semua orang terdiam mendengar suaranya seakan takut olehnya. Tidak ada yang berani menjawabnya.


"Hukuman MATI!"

__ADS_1


Freya menengadah ke arah Max dan Liliana yang menatapnya dengan tajam. Tak ada keraguan di wajah mereka, mereka sudah bertekad akan menuntaskan Freya supaya wanita itu tidak membuat ulah lagi.


...****...


__ADS_2