
...🍀🍀🍀...
Raja, Ratu dan putra mahkota kerajaan Istvan itu berdiri depan istana utama untuk menyambut kedatangan pendeta agung. Tak lama kemudian, 3 kereta mewah memasuki istana Istvan.
"Sepertinya kereta itu milik pendeta agung, yang mulia.." ucap Ratu sambil menatap ke arah suaminya dengan senyuman palsu seperti biasa.
Semoga saja si pendeta agung tidak bisa menyelamatkan gadis itu. Aku belum puas melihat anak sombong ini menderita.
"Kau benar Ratuku, salah satu kereta yang berada disana adalah kereta milik keluarga Geraldine." Raja membenarkan ucapan Ratunya itu.
Pengawal istana menyambut kedatangan pendeta agung itu dengan penuh rasa hormat. Keluarga kerajaan juga menyambutnya.
Terlihat Duke Geraldine turun lebih dulu dari kereta, dia membukakan pintu untuk sang pendeta agung. Tatapan semua orang tertuju pada siapa orang yang keluar dari kereta itu.
Pria muda memakai jubah berwarna putih dengan rambut pirang turun dari kereta itu. Max tercengang melihat pria muda yang disebut sebagai pendeta agung.
Bukan hanya Max saja yang tercengang melihat pendeta agung itu, Eugene, Adrian dan pengawal lain di istana juga kaget karena pendeta agung yang mereka cari itu ternyata ada pria muda berkulit eksotis dan berwajah tampan.
Apa dia benar-benar pendeta agung? Dia terlihat sangat muda...apa dia bukan penipu?
"Selamat datang pendeta agung, hormat pada pendeta agung...!!" Ucap semua orang yang ada disana sambil membungkuk hormat padanya.
Pendeta agung tersenyum menyambut semua orang disana. "Kemakmuran dan kesehatan selalu menyertai kalian semua,"
Raja dan Ratu berjalan menghampiri pendeta agung, "Selamat datang pendeta agung," ucap Raja dan Ratu penuh hormat pada pria itu.
__ADS_1
"Hormat pada yang mulia Raja dan yang mulia Ratu," ucap pendeta agung sambil membungkukkan badannya dengan sopan dan hormat.
"Apa kau benar-benar pendeta agung?" Tanya Max yang meragukan pendeta agung itu. Dia menatap si pendeta agung dari atas sampai ke bawah, dia sedang menganalisisnya.
Semua orang kaget mendengar pertanyaan dari Max.
"Putra mahkota apa yang kau katakan?!" Raja membentak putranya itu.
"Yang mulia putra mahkota, mohon jaga ucapan anda.." ucap Duke Geraldine mengingatkan.
Max meragukan identitas pendeta agung itu. "Sial, aku tak bisa berdebar dengan ayah dari wanita yang aku cintai."
"Hahahaha, tidak apa-apa Baginda Raja, tuan Duke...saya sudah terbiasa mengalami situasi seperti ini. Wajar jika yang mulia putra mahkota meragukan saya, karena wajah saya yang masih tampak muda. Tidak apa-apa," Pendeta agung itu tertawa kecil.
"Tidak bisa begitu pendeta agung, putra mahkota sudah tidak sopan pada anda. Sudah seharusnya putra mahkota meminta maaf, bukankah begitu Baginda Raja?" tanya sang Ratu pada suaminya.
Dengan terpaksa Max meminta maaf pada pendeta agung itu agar masalah cepat beres. Tiba-tiba saja pendeta agung itu memegang tangan Max.
"Apa yang anda lakukan?" Tanya Max pada pendeta agung dengan kening yang berkerut.
"Benangnya sudah kusut," gumam pendeta agung itu sambil melihat tangan Max. "Dimana wanita itu? Aku ingin melihatnya." Tanya pendeta agung sambil mendongakkan kepalanya.
Apa aku tidak salah dengar, dia bilang kalau benangnya sudah kusut? Benang apa?
Beberapa saat kemudian pendeta agung sampai di kamar Liliana dan disana ada semua orang yang ingin melihat pendeta agung menyembuhkan Liliana.
__ADS_1
Pendeta agung melihat gelang giok yang ada di tangan Liliana, gelang pemberiannya 3 hari yang lalu.
Sudah aku duga akan ada kemalangan yang menimpanya. Tidak disangka dia benar-benar akan seperti ini.
Pendeta agung memeriksa kondisi Liliana dengan kekuatan murninya. Cahaya keluar dari tangannya, menyinari tubuh gadis yang sedang terbaring itu. Max, Duke Geraldine dan semua orang yah berada disana fokus melihat Liliana.
"Bagaimana keadaan putriku, pendeta agung?" Ucap Duke Geraldine setelah melihat cahaya memudar ditubuh anaknya itu.
"Dia masih bisa kembali ke tubuhnya, akan tetapi saya membutuhkan bantuan."
"Bantuan apa itu? Akan aku lakukan apapun untuknya," ucap Max pada pendeta agung.
"Apa saya bisa meminta ketenangan disini? Maaf, apa semua orang bisa pergi dari sini?" Tanya Pendeta agung itu sambil melihat semua orang yang ada disana.
"Baiklah, kami akan keluar. Pergunakan waktu anda setenang mungkin pendeta agung." Ucap sang raja dengan sopan.
Dia memerintahkan semua orang untuk pergi dari sana.
"Semua orang pergi, tapi tidak dengan yang mulia Duke Geraldine dan yang mulia putra mahkota," ucap pendeta agung tegas.
Max dan Duke Geraldine menatap pendeta itu dengan tatapan penuh pertanyaan. Kira-kira apa yang akan dibicarakan oleh pendeta agung pada Duke Geraldine dan Max? Apakah tentang Liliana?
...*****...
Masih bersambung ya... jangan lupa author butuh asupan komen, like, gift dan vote nya ya 😍
__ADS_1
❤️❤️🙏🙏