
...🍁🍁🍁...
Setelah transaksi selesai, tiga orang preman itu pergi darisana dan tentu saja setelah mereka mendapatkan uang dari madam Morena.
"Bangun lah cantik! Sudah aman disini," ucap Madan Morena pada Liliana yang masih saja berbaring kata seranjang sambil menutup matanya.
Aman apanya?. Umpat Liliana dalam hati.
Akhirnya Liliana membuka matanya, dia beranjak duduk diatas ranjang itu. Didepannya sudah ada Madam Morena, pemilik tempat yang bernama club diamond itu.
Dia memperhatikan wajah Liliana, dari atas sampai bawah tanpa terlewat. "Kau sangat cantik, kau pasti akan menjadi primadona di tempat ini." Madam Morena menaikkan dagu Liliana, ia tersenyum melihat kecantikan Liliana.
"Bisakah nyonya membebaskan saya dari sini?" Tanya Liliana langsung pada intinya.
"PFut... hahaha.. sayangku? Kenapa kau mau pergi dari sini? Disini kau akan dapat uang banyak, kehormatan sebagai wanita penghibur, semua pria pasti akan tergila-gila padamu. Kau akan terkenal." Madam Morena membujuk agar Liliana tetap tinggal di sana.
"Saya tidak mau semua itu, saya hanya ingin pergi dari sini." Katanya polos.
"Sayang...kenapa kau tidak mau disini? Madam, bisa memberikan apapun yang kau mau. Tapi--kau harus tinggal di sini dan melayani para tamu." Madam Morena terlihat berusaha meluluhkan hati Liliana, itu saja dia melakukan itu karena dia tidak mau ikan yang segar keluar dari klubnya.
Liliana, ibaratkan berlian yang cantik dan belum tersentuh oleh siapapun juga.
"Apa saya akan dapat uang kalau disini?" Tanya Liliana dengan tampang memelas.
Aku tau, kalau aku menanyakan pertanyaan yang bodoh. Pertanyaan yang sudah kuketahui jawabannya. Tapi untuk bebas dari sini, tentulah aku harus punya uang. Belum lagi para penjaga di luar sana sangatlah banyak, akan sulit bagiku untuk keluar dari sini dengan mudah.
Madam Morena merangkul tubuh Liliana, "Tentu saja sayang, kau pasti akan dapat uang...kalau kau melayani para tamu."
"Melayani seperti apa? Maaf, tapi saya tidak bersedia melayani hal seperti itu!"
"Oh sayang, tenanglah... keperawananmu sangat berharga. Madam hanya ingin kamu menjadi teman ngobrol para tamu saja, tidak lebih dari itu." Bujuk Madam Morena lagi pada Liliana.
"Apa madam tidak berbohong pada saya?"
"Tentu saja tidak! Lagipula kau adalah porselen yang berharga, mana mungkin aku merusakmu. Hanya menjadi teman ngobrol saja."
Sebenarnya Liliana enggan bekerja disana, tapi dia butuh uang untuk melarikan diri. Ya, selama dia masih bisa menjaga kesuciannya. Dia akan bekerja disana, menetapkan batasannya sendiri. Ia dan Madam Morena membuat perjanjian tertulis tentang kontrak kerja.
Madam Morena setuju dengan syarat Liliana, dan salah satu syaratnya bahwa Madam haru melindungi Liliana dari pria hidung belang dan menjaga kesuciannya.
__ADS_1
"Oke, kau tenang saja ya sayang. Semua ini akan madam penuhi. Tapi kau juga harus memenuhi keinginan madam."
"Baik." Liliana menyanggupi permintaan
"Mulai malam ini, kau harus bekerja! Tunjukkan pesonamu, jika kau bisa menjadi primadona di club' ini. Madam akan memenuhi syaratmu tentang pembayaran itu juga."
"Baiklah, saya akan menjadi primadona disini dan nyonya--"
"Madam, sayang... panggil aku madam." Madam Morena meralat ucapan Liliana.
"Ya, dan madam harus melakukan apa yang tertera didalam surat kontrak kita."
Madam Morena mengangguk setuju.
Malam itu dua orang wanita muda datang ke kamar Liliana, wanita cantik dengan rambut panjang dan pakaian seksi layaknya wanita malam. "Apa kau Miss L?" tanya seorang wanita pada Liliana.
Miss L? Siapa? Apa itu nama femes ku?
Liliana hanya menganggukkan kepala. "Aku Teresa." kata wanita berambut coklat itu pada Liliana. Dia mengulurkan tangannya pada Liliana dan menunjukkan tatapan hangat, berbeda dengan wanita berambut hitam yang terlihat acuh padanya.
"Aku Liliana, kalian bisa panggil aku Lily saja."
"Erika, sudahlah! Liliana akan menjadi teman kita mulai sekarang. Bersikaplah baik padanya." Kata Teresa ada temannya itu, dia meminta bersikap baik pada Liliana.
"Cih!" Erika memalingkan wajahnya dengan malas. Gadis itu terlihat judes pada Liliana yang masih baru disama.
"Hai kak, namaku Liliana." Akhirnya Liliana yang lebih dulu memberanikan dirinya untuk berkenalan dengan Erika. Namun Erika tidak menanggapinya dan malah menyisir rambut panjang merah Liliana.
Ya, baiklah...tidak apa-apa. Karena setelah dapat uang banyak. Aku tidak akan tinggal disini lagi. Liliana menarik kembali tangannya itu.
"Maafkan Erika ya, dia memang selalu begitu pada orang baru. Tapi dia sebenarnya baik."
"Ya, aku tau kak."
"Kau bisa panggil aku Teresa saja, tak apa." Teresa membantu Liliana merias wajahnya. Dia memang ditugaskan Madam Morena untuk mendandani Liliana karena ada tamu agung dengan banyak uang datang kesana.
Pastilah tamu agung itu adalah seorang bangsawan yang memiliki gelar tinggi.
"Wajahmu sudah cantik walau tanpa riasan, sungguh...tidak salah madam terus membicarakan kecantikanmu. Aku saja yang wanita, merasa iri dengan wajah cantikmu. Pasti semua pria di luar sana sudah antri untuk melihat dirimu." Teresa tersenyum lembut, dia mengangumi kecantikan Liliana.
__ADS_1
"Terimakasih." Liliana tidak banyak bicara, dia hanya tersenyum. Walau dalam hati dia merasa kasihan pada wanita wanita yang bekerja disini.
Tapi setelah mendengar cerita Teresa dan Erika tentang alasan mereka bekerja di club' diamond, Liliana merasa tidak kasihan lagi. Karena mereka memang suka bekerja disana dan secara sukarela.
1 jam kemudian, setelah Liliana dirias dan mengenakan baju berwarna merah. Rambutnya tergerai panjang, menambah keindahan tubuhnya.
Teresa terus membanjiri Liliana dengan pujian, sementara Erika cuek saja melihat Liliana cantik, seperti iri. Tak hanya Teresa yang membanjir Liliana dengan pujian, tapi Madam Morena juga memberinya pujian.
"Wow...wow...wow...sungguh mahakaryamu tidak dapat diragukan lagi, Teresa." Madam Morena bertepuk tangan, mengangumi kecantikan Liliana.
Sebentar lagi tempatku akan semakin ramai oleh pengunjung. Aku jadi tak sabar.
"Madam, ini bukan karena saya. Tapi memang Liliana terlahir cantik, saya hanya memolesnya sedikit." Teresa menjawab sambil tersenyum lebar.
"Baguslah, Miss L ayo kita keluar. Madam akan memperkenalkanmu pada semua pelanggan VIP madam." Madam Morena dengan bangga dan semangat, dia merangkul Liliana..
"Baik madam."
Liliana, kau harus kuat. Tidak akan terjadi apa-apa padamu. Kesucianmu akan terjaga.
Madam Morena keluar dari ruangan itu bersama Liliana dan Teresa. Sementara Erika masih berada disana dengan wajah kesal. "Awas saja kalau kau berani merebut pelangganku, sekalipun kau cantik dan menjadi kesayangan Madan Morena. Aku tidak akan membiarkanmu." Erika iri dan kesal pada Liliana.
Begitu keluar ke tempat hiburan, beberapa pria terlihat disana. Mereka takjub melihat Liliana dibalik cadar merahnya yang tipis. Melihat tubuhnya saja yang menggoda sudah membuat saliva pria-pria itu naik turun.
"Perkenalkan, ini adalah anak baru madam. Miss L namanya, dia tidak akan melayani pelayanan malam dan hanya mengobrol saja." Kata Madam Morena sambil tersenyum.
"Aku mau! Aku mau mengobrol dengannya semalaman!"
"Aku juga! Aku juga mau!"
Para pria itu berantusias ingin bersama Liliana. Liliana sebenarnya takut dengan hal itu, tapi karena keadaan dia terpaksa harus menurunkan harga dirinya.
"Aku mau membelinya! Apa dia dijual????" Tanya seorang pria bertopeng di barisan paling belakang sambil mengacungkan tangannya.
Sontak saja semua orang melihat ke arah pria itu, pria gila yang katanya ingin membeli Liliana. Liliana tercekat mendengar suara itu, entah kenapa hatinya berdebar.
Kenapa suara itu tidak asing?
"Membeli?" decak Madan Morena dengan kening berkerut.
__ADS_1
...****...