Second Life Liliana

Second Life Liliana
Bab 195. Raja cemburu


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Satu hari telah berlalu, sampailah Max dengan kedua kakinya sendiri ke negeri Gallahan. Tujuannya hanya satu, membawa Liliana sebagai permaisurinya.


Di dalam perjalanan, Max melihat beberapa pedagang souvernir di jalanan, ada juga pedagang makanan dan yang lainnya. Saat melihat daging tusuk pedas dan mie goreng. Dia teringat bahwa kekasihnya itu sangat menyukai makanan tersebut.


"Wah... Lily pasti akan senang bila aku membawakan makanan ini untuknya. Dia kan sangat menyukainya." Max langsung mendekati pedagang daging tusuk lebih dulu.


Ia membeli satu bungkus dengan isi 5 tusuk daging, kemudian dia beralih pada pedagang mie goreng. Dia memesan satu bungkus mie goreng juga.


Setelahnya Max pergi ke istana kerajaan Gallahan. Akan tetapi usahanya untuk memasuki istana itu tidaklah mudah, lantaran dia lupa membawa undangan yang diberikan oleh Liliana padanya.


"Maaf tuan, tanpa undangan resmi dari Putri dan yang mulia ibu suri, anda tidak bisa masuk ke dalam!" Kata si pengawal tegas, sembari menghadang jalan Max.


Atensi Max begitu tajam pada semua orang yang ada di sana. "Kalian tidak tau siapa aku?! Aku adalah kekasih dari tuan putri, beraninya kalian menghalangiku masuk? Dan aku juga adalah seorang Raja!"


"PFut... hahaha."


Max tertegun manakala ia melihat para pengawal itu malah menertawakan dirinya. Ada apa dengan mereka semua? Kemudian Max menatap mereka dengan tatapan membunuh. Namun para pengawal itu meremehkan Max.


"Tuan, anda pasti orang gila?" Tanya seorang pengawal sambil melihat ke arah Max.


"Hey, kenapa kau bertanya pada orang gila bahwa orang itu gila? Sudah pastilah dia tak bisa menjawab."


"Haha benar juga, kenapa aku bertanya? Bodohnya aku...haha.." Gelak tawa masih terdengar diantara para pengawal itu.


"Kalian akan terus tertawa disini, atau mengizinkanku masuk, hah?!" Teriak Max emosi.


Sialan! Rasanya aku ingin membunuh mereka semua, kalau mereka berada di kerajaanku dan kalau saja mereka bukan orang di kerajaan ini. Sudah habislah mereka!


"Tuan, lebih baik kau pergi dari sini!" usir salah seorang pengawal pada Max.


"Sudah berapa puluh kali seseorang datang kemari dan mengaku sebagai kekasih putri, mereka ingin menikahi putri!"


"Mereka sama gilanya seperti kau, tuan! Hahaha..."

__ADS_1


Pria itu sudah tidak sabar lagi, kesabarannya sudah di batas maksimal. Akhirnya dia mengeluarkan pedang dari celananya. "Izinkan aku masuk, atau kalian akan mati!" Ancam Max seraya menadahkan pedang ke leher para pengawal itu.


Namun para pengawal membalas menodongkan pedang pada Max. Saat Max akan menyerang mereka, tiba-tiba atensinya tertuju pada Liliana yang sedang jalan bersama seorang pria. Gadis itu memakai pakaian agak terbuka.


"Hah! Apa-apaan itu?!" Desis Max kesal.


Apa aku diselingkuhi? Oh astaga!


Tak berselang lama, Max masuk menerobos ke dalam istana itu tanpa peduli dia berada dimana. Dia menghampiri Liliana dan pria yang tidak dia tau identitasnya itu.


Liliana terkejut mendapati Max telah berada di sana. "Kau?!"


Kenapa Maxim sudah datang? Astaga! Kenapa juga aku seperti kepergok selingkuh?


Pria tampan yang berada di samping Liliana melihat Max dengan kening berkerut. "Hey, siapa kau berani menatap kami seperti itu? Dasar tidak sopan!"


"Yang mulia pangeran, saya mohon undur diri dulu." Liliana membungkukkan badannya dengan sopan didepan pria itu. "Dorman, tolong ajak pangeran berkeliling sebentar.


Dorman mengangguk patuh, dia mengajak Pangeran yang datang entah dari mana itu pergi berkeliling istana. Sementara itu para pengawal mengejar Max, lalu dengan cepat Max mengajak Liliana bersembunyi di tempat sepi.


Sebelum selesai bicara, bibir itu sudah dibungkam oleh Maximillian dengan intens. Tangan Max melorotkan resleting gaunnya. Liliana terkejut, lalu dia menahan tangan Max.


Tiba-tiba saja di teringat dengan masa lalu...


#FLASHBACK


Max dan Liliana masuk ke dalam ruangan itu berdua saja. Sementara Eugene dan Pierre menunggu di depan pintu ruang kesehatan, disana juga terlihat beberapa pengawal yang menjaga selain mereka berdua..


Max menatap tajam pada kekasihnya, kemudian dia menggendong Liliana hingga gadis itu terduduk diatas ranjang. "Yang mulia.."


"Pandai sekali kau membuatku marah, kita baru saja jadian.. dan kau sudah menggoda pria lain!"


"Maaf, menggoda maksudnya?" Liliana menangadah kearah Max.


Max membuka jubah yang sebelumnya dia lilitkan pada rok Liliana. "Yang mulia!" Pekik wanita itu terkejut, saat paha mulusnya terlihat. Pasalnya, gaun Liliana robek dibagian itu.

__ADS_1


"Kenapa? Malu? Lalu kenapa tadi kau seperti ini didepan para bajingan itu?" tanya Max sambil tersenyum menyeringai, tangannya menyentuh paha mulus kekasihnya dengan perlahan.


"Yang mulia.. tadi aku benar-benar tidak sadar kalau keadaanku seperti ini," ucap Liliana dengan suara gemetar karena menahan geli sentuhan Max.


Dia ini kenapa? Apa dia kerasukan setan cemburu?


Max mendekatkan wajahnya pada wajah cantik sang kekasih. Tangannya masih bergerilya di paha putih yang cantik itu. "Masih berani keluar seperti ini? Katakan padaku, bagaimana aku harus menghukum mu?" ucap Max berbisik ditelinga Liliana.


Napas panasnya berhembus di leher cantik yang jenjang itu, membuat sekujur tubuhnya menjadi panas. Gadis itu menggelinjang dan menggeliat kegelian. Saat jari-jari Max mulai menyusuri punggungnya dengan perlahan.


"Yang mulia...hen-hentikan.."


"Masih mau berpakaian seperti ini didepan bajingan itu? Tampaknya kau masih belum tau bagaimana marahnya kekasihmu ini, Liliana.." dengan sengaja, Max melepas tali-tali yang mengikat gaun Liliana hingga terlepas.


Liliana merasakan longgar pada gaun bagian atasnya, korset di perutnya sudah terlepas. "Maximilian! Apa kau sudah gila?" kesopanannya musnah saat Max sudah mulai berniat menelanjanginya.


Apa dia ingin menelanjangiku?


Max mendorong tubuh Liliana ke bawah ranjang. "Maximilian!" tangan Liliana mendorong tubuh yang menindihnya itu. Dia ketakutan melihat sosok Max yang sedang marah itu.


"Apa kau sudah jera? Masih mau berpenampilan seperti itu lagi? Masih mau membahayakan dirimu untuk orang lain? Aku kan sudah pernah katakan, aku tidak suka kau cantik didepan orang lain! Apalagi memamerkan pahamu seperti ini?" ucap Max dengan suara dingin dan tajam sampai menusuk ke hati Liliana.


Kenapa dia semarah ini? Ya ampun, dia benar-benar raja cemburu. Kemarahannya seperti api yang terus menyambar, bagaimana aku menghentikannya?


"Dengarkan aku, yang mulia.. aku tidak sengaja. Aku tidak bermaksud mempertontonkan diriku didepan mereka semua, aku berdandan cantik seperti ini juga untuk dirimu kan? Lihat, aku memakai kalung dan jepitan yang kau berikan padaku.. aku tidak bermaksud memamerkan tubuhku pada mereka, kumohon jangan marah.." ucap Liliana menjelaskan dengan lembut.


Max terdiam sejenak, tapi tatapannya masih saja tajam karena marah. Seakan ada api yang membakar wajahnya.


#END FLASHBACK


"Dasar si Raja cemburu, dari dulu sampai sekarang kau tidak berubah ya?" Tangan Liliana masih mengalung di leher Max.


"Huh!" keluh Max kesal karena Liliana memakai baju agak terbuka didepan pria lain.


...******...

__ADS_1


__ADS_2