Second Life Liliana

Second Life Liliana
Bab 138. Apa itu seorang gadis?


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Setelah pembicaraan yang melelahkan itu, ibu suri kerajaan Gallahan alias ibu dari Aiden. Pergi meninggalkan perjamuan bersama para nona bangsawan.


Pembahasan mereka hanya tentang pernikahan dan pernikahan saja. Selalu saja membahas posisi permaisuri dan mendaftarkan anak mereka untuk menjadi istri Aiden.


"Ini tidak akan terjadi kalau anakku... aaahhhh...aku bahkan tidak tahu apakah anakku menyukai seorang wanita atau tidak?" Gumam ibu Suri sambil menundukkan kepalanya dengan gusar.


Dia sudah bingung dan mulai lelah mencari wanita untuk anaknya. Setiap wanita yang datang dan setiap wanita yang dijodohkan dengannya, pasti selalu ditolak oleh Aiden. Alasannya karena Aiden tidak tertarik, padahal dia alergi dengan wanita.


"Emma, menurutmu aku harus bagaimana? Aku tidak tahu bagaimana lagi harus menghadapi hidup ini? Aiden...apakah dia tidak akan bisa menikah? Hiks..." ucap ibu suri sambil menundukkan kepalanya, dia seperti akan menangis memikirkan masa depan anaknya.


Emma, pelayan setia ibu suri juga ikut sedih melihat kesedihannya. "Yang mulia, bukankah kita sudah mendengar ramalan pendeta kalau yang mulia Raja akan menemukan tambatan hatinya suatu hari nanti! Dia akan bertemu dengan seorang gadis yang tidak membuatnya alergi dan gadis itu adalah sosok yang kuat dan cantik." jelas Emma teringat ramalan sang pendeta tentang jodoh Aiden.


"Ya...itu memang benar. Tapi kapan? Kapan anakku akan menikah? Dia sudah menjadi Raja muda yang hebat, dia sempurna...tapi dia belum memiliki pasangan juga. Apa benar rumor yang beredar kalau putraku itu belok?" Ibu suri terlihat sangat mencemaskan keadaan putra semata wayangnya yang tak kunjung menemukan jodohnya. Bahkan ada gosip yang beredar karena Aiden tak kunjung menikah, Aiden disebut sebagai pria yang suka para pria lagi alis homo.


"Yang mulia, pendeta itu bilang kalau suatu hari nanti. Jadi, suatu hari nanti pasti yang mulia Raja akan menemukan jodohnya.


"Emma...aku sudah tak peduli, asalkan dia membawa seorang wanita dan mengenalkannya padaku. Aku berjanji akan segera menikahkan mereka! Tidak peduli apa statusnya, aku akan melakukan itu demi kehidupan negeri ini!" Ibu suri menangis meratapi nasib putranya.


"Baiklah yang mulia ibu suri, saya akan mengingat sumpah dan janji yang mulia ibu suri." ucap Emma sambil meringis sedih.


Ketika sedang duduk-duduk di balkon, ibu suri kedatang seorang prajurit. Pria bertubuh tegap itu menghadap dan memberi hormat pada wanita paruh baya itu.


"Salam hormat saya yang mulia ibu suri."


"Ya sir Fred, tumben pada jam ini kau sudah datang menemuiku? Apa ada berita penting tentang anakku?" tanya ibu suri dengan tatapan mata tajam mengarah pada ksatria itu.


Fred adalah kstaria bayangan yang ibu suri perintahkan untuk memata-matai Aiden.


"Yang mulia ibu suri saya ada berita penting yang harus segera disampaikan!"

__ADS_1


"Katakan, apa itu?"


"Akhir-akhir ini yang mulia Raja selalu berjalan bersama seorang wanita."


Ibu suri tercengang mendengarnya, tercengang bukan karena tak senang tapi karena bahagia. "APA? Apa aku tidak salah dengar? Anakku bersama seorang gadis? Apa kau yakin sir Fred?" ibu suri tidak percaya begitu saja dengan ucapan kstaria bayangannya itu.


"Benar yang mulia, selama satu bulan ini alasan Baginda raja pergi meninggalkan istana adalah demi menemui gadis ini." Jelas Fred sambil tersenyum. Dia juga senang karena Aiden yang tidak pernah dekat dengan wanita akhirnya bisa berjalan dengan seorang wanita.


"Benarkah? Emma...apa kau dengar itu? Apa akhirnya aku akan menikmati hari tuaku dengan menimang cucu!"


"Iya yang mulia, saya mendengarnya. Selamat!" Emma tersenyum lebar, dia memberikan selamat pada ibu suri dan ikut bahagia akan berita itu.


"Fred, seperti apa wanita itu? Coba kau ceritakan garis besarnya!" kata ibu suri sangat penasaran tentang sosok gadis yang bisa membuat Aiden terus menemuinya.


🍀🍀🍀


.


.


.


"Apa kau tidak bisa cerita sedikit saja tentang mantan suamimu itu? Bagaimana percintaanmu?" Aiden ingin tau siapa pria yang pernah berada di dalam hati Liliana.


Lebih tepatnya, dia ingin tau siapa pria brengsek yang sudah mencampakkan istrinya yang sedang hamil.


Jika saja aku tau siapa pria brengsek itu, aku akan menyiksanya, lalu memotong anunya!


Wanita itu malah bertanya balik. "Lalu kau, apa kau mau menceritakan tentang kisah cintamu pada orang lain?"


"Jika aku punya kisah, aku pasti akan cerita." jawab Aiden jujur dari dalam lubuk hatinya.

__ADS_1


Liliana menoleh, dia memicingkan mata ke arah Aiden. Dia tidak percaya bahwa Aiden tak punya kisah cinta. "Apa kau bercanda? Tidak ada yang tidak punya kisah cinta. Apalagi pria sepertimu ini, mana mungkin tidak punya!"


"Pria sepertiku ini? Apa maksudmu? Memangnya aku seperti apa?" tanya Aiden dengan kening yang berkerut.


"Kau...kau terlihat seperti playboy."


Aiden terperangah, "Hah? Playboy? Aku?" Dia menunjuk pada wajahnya sendiri. "Aku bukan Playboy dan aku tidak punya kisah cinta." Aiden mengklarifikasi bahwa dirinya tidak punya kisah cinta dan dia bukan Playboy.


Pria paling setia dan anti wanita ini, dia anggap playboy?


"Haahh...sudahlah aku minta maaf kalau kau memang bukan Playboy."


"Kemudian bagaimana dengan kisah cintamu? Kenapa kau berpisah dari suamimu?" tanya Aiden mencoba mencari tau. "Kau tidak perlu mengatakan seperti apa suamimu itu, cukup katakan saja bagaimana kau berpisah...aku ingin tau seperti apa kisah cintamu?"


"Aku kan sudah bilang kalau aku dan dia adalah bumi dan langit. Dia adalah orang yang dekat dengan hatiku, namun sebenarnya kami sangat jauh dan aku tidak bisa menggapainya, ke tempat yang paling tinggi dimana dia berada."


Ini sudah jelas, bahwa dia mencintai seorang bangsawan. Mungkin dengan pangkat Marques atau Duke. Aiden mengartikannya seperti itu.


"Sejauh apapun kamu berusaha selalu ada celah, makanya aku pergi meninggalkannya dan berharap agar aku bisa lebih kuat. Tapi, nyatanya aku salah." ucap Liliana sambil tersenyum pahit. "Setelah salah paham kami dan kepergianku, sepertinya dia sama sekali tidak memikirkanku. Aku dengar dia akan menikah dengan wanita lain, ya wanita itu memang pantas untuknya."


Aiden tersenyum, dia mendengarkan cerita Liliana dengan fokus. Rupanya wanita itu telah mengalami hal pahit dalam cinta dan membuat dia bersikap cuek terhadap pria. Kini Aiden memahaminya, bahwa Liliana masih ada hati dengan mantan suaminya itu. Liliana lega karena dia sudah menceritakan beban hatinya pada Aiden.


"Terimakasih kau sudah mendengarkan aku."


"Tidak, aku yang harusnya berterimakasih karena kau sudah percaya kataku dan membiarkanku mendengar ceritamu." Aiden menatap Liliana penuh perasaan.


Tiba-tiba saja angin berhembus kencang ke arah mereka berdua yang sedang duduk di atas bukit.Topi yang dikenakan Liliana terlepas, hingga rambutnya yang terurai panjang melambai-lambai ke wajah Aiden secara tak sengaja.


"Ma-maaf, apa kau geli?"


Liliana berusaha merapikan rambutnya yang mengenai wajah Aiden. Namun keduanya malah bertatapan satu sama lain saat berusaha merapikan rambutnya yang panjang itu.

__ADS_1


...****...


__ADS_2