Second Life Liliana

Second Life Liliana
Bab 186. Kembali bersama


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


"Lily, kita harus segera pergi dari sini," ajak Max pada Liliana.


Pemakaman Aiden telah dilakukan dan semua orang sudah meninggalkan makam itu. "Iya....tapi Maxim, apa yang akan kita lakukan selanjutnya? Setelah ini bagaimana kita?"


"Lily, kau sudah mengingat masa lalu kita... setelah ini ayo kita jalani hidup bersama. Kau mau kan?" Max memegang tangan Liliana, seraya menatap sendu pada wajah gadis cantik itu.


Dia berharap bahwa hubungannya dan Liliana kan kembali seperti dahulu, bahkan mungkin jauh lebih baik dari hubungan mereka dulu. Jujur, Liliana juga mengharapkan hal yang sama. Dia ingin membangun sebuah hubungan yang baru dengan pria yang ia cintai.


Pria yang sudah mengorbankan hidupnya demi memutar waktu, hanya demi melihat dirinya kembali hidup di dunia ini. Dia rela bersekutu dengan iblis, menderita karena segel iblis itu. Melalui banyak rintangan dan risiko yang mengancam nyawanya, demi wanita yang dia cintai itu.


"Maxim, aku juga ingin bersamamu... tapi kau tahu kan bagaimana keadaan kita saat ini? Masa lalu dan masa sekarang jelas jauh berbeda, di sini aku sekarang adalah seorang gadis miskin yang berasal dari rakyat jelata, sedangkan dirimu adalah seorang raja yang agung. Kita tidak bisa bersama dan mengabaikan semua itu."


"Lily.... jika masalahnya hanya itu. Aku bisa menyelesaikannya untukmu, kau hanya perlu mengatakan iya."


"Menyelesaikan? Bagaimana caranya?" Liliana mengerutkan keningnya, matanya memicing menatap Max.

__ADS_1


"Aku hanya tinggal memberikan Nobel status kepadamu dan semua masalah akan selesai. Lily, Setelah semua ini aku tidak ingin berpisah dengan dirimu lagi...cukup satu kali aku kehilanganmu, aku tak mau kehilanganmu lagi..." Pria itu menatapnya dengan sendu.


Tidak mampu lagi jika dirinya harus berpisah lagi dengan Liliana. Jika itu sampai terjadi lagi, maka hatinya akan hancur.


"Aku juga tak mau kehilanganmu, Maxim. Jadi...baiklah, mari kita kembali bersama."


Liliana tak punya alasan untuk menolak ajakan Max, karena dia juga ingin dirinya kembali bersama pria itu. Mereka pun berpelukan satu sama lain dengan penuh rindu.


Kemudian Max merogoh sesuatu dari saku celananya. Di tangannya kini ada kalung berlian merah berbentuk hati. "Kalung ini...masih ada??" Tanya Liliana sambil melihat kalung itu di tangan Max.


"Iya, aku juga tidak tahu mengapa benda masa lalu bisa berada di masa depan. Tapi, aku merasa bahwa semua ini adalah takdir dari Yang kuasa...bahwa cinta kita murni,"


"Pakaikanlah kalung itu kembali kepada pemiliknya," ucap Liliana sambil menyingkap rambut panjangnya ke depan. Ia memunggungi Max.


Max paham, ia langsung memasangkan kalung itu di leher Liliana. Pertanda bahwa cinta mereka bersatu dan mereka akan kembali bersama.


Keduanya saling melempar senyum, kemudian berpegangan tangan. Mereka pun bergegas untuk segera kembali ke Istvan, namun saat berpamitan pada ibu suri. Ibu suri meminta untuk bicara dengan Liliana.

__ADS_1


Max dan Liliana memberi hormat pada ibu suri, begitu mereka melihat eksistensinya disana.


"Apa kau gadis yang bernama Liliana?" Tanya ibu suri kepada Liliana. Matanya sembab dan merah, terlihat wajahnya yang sedih. Tentu saja dia sedih karena kehilangan putra satu-satunya yang ia sayangi.


"Benar, yang mulia ibu suri." jawab Liliana yang masih membungkukkan badannya.


"Raja Istvan, apa boleh saya meminta waktu untuk bicara dengan nona Liliana." Ibu suri menatap Liliana.


"Baiklah yang mulia, saya akan menunggu."


Max tersenyum sambil melihat Liliana sekilas. Liliana mengganggukan kepalanya, kemudian dia mengikuti Ibu suri yang memasuki istana lebih dalam. Entah Mau dibawa ke mana dirinya.


Tak lama kemudian, Ibu suri sampai di depan sebuah kamar. Liliana dan seorang dayang setianya berada di belakangnya.


"Ayo masuk," ajak ibu suri sambil tersenyum getir.


Hatinya masih sedih, berduka, kehilangan anak satu-satunya, pewaris kerajaan itu juga.

__ADS_1


Liliana patuh, dia mengikuti Ibu suri berjalan ke dalam ruangan itu.


...*****...


__ADS_2