Second Life Liliana

Second Life Liliana
Bab 219. Ratu diculik


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Atensi tajam wanita hamil itu kini tertuju pada pria yang mendobrak pintu kamarnya secara sembarangan. Pria itu tak sendiri, dia bersama dengan beberapa orang bertubuh besar dan sepertinya mereka bukan orang biasa.


Lalu dimana Adrian saat ini? Adrian telah ditangkap karena dia kalah dengan orang ratusan orang yang menyerbu istana kerajaan Istvan itu. Sungguh! Max benar-benar kecolongan, dia juga belum tau bahwa Raja Lostier akan berbuat curang.


"Kau...beraninya kau melakukan semua ini? Kau tidak sadar diri dimana posisimu pangeran William?" Tanpa gentar dan rasa takut, Liliana berbicara dengan lantang pada pria itu.


Willian menaikan rambutnya ke belakang."Oh Ratuku yang cantik, janganlah engkau mengejekku seperti ini. Aku kan sudah bukan pangeran lagi karena kelakuan suamimu itu."


"Apa maumu? Kalau kau mau harta kekayaan di istana ini, silahkan ambil! Akan tetapi, jangan pernah kau menyakiti orang-orang yang ada di istana ini."


Sial! Kenapa dia bisa berada di pihak kerajaan Lostier? Mengapa tidak terpikirkan olehku? Licik!


"Tidak sayangku, aku tidak butuh harta...aku ingin lebih dari itu." Willian berjalan mendekati Liliana, sambil membawa belati ditangannya.


"Jangan beraninya anda mendekati yang mulia Ratu!" Dorothy berdiri di depan Liliana dan menghadang William. Ia berusaha melindungi Ratunya.


"Minggir kau!" William mendorong Dorothy hingga wanita itu jatuh ke lantai.


"Aw....yang mulai saya baik-baik saja." Dorothy bicara pada Liliana karena tidak mau wanita itu khawatir.


"Kau sangat kasar tuan William." ketus Liliana pada pria itu.


Willian mengarahkan belatinya ke leher Liliana, mengangkat dagu wanita itu dengan belati. Pandangan matanya tertuju pada perut buncit Liliana. "Ternyata kau sedang hamil ya? Baguslah, aku bisa melampiaskan dendam ku pada anak yang ada didalam sana."


"Jangan kurang ajar kepadaku!" Serunya marah.


Di dalam pikirannya dia sedang berusaha memutar otak, bagaimana caranya untuk mengatasi situasi ini sampai Max kembali. Tapi sepertinya itu tidak mudah.


"Kalian, bawa mereka dan kalian boleh menikmatinya dulu!" titah William tiba-tiba kepada orang-orang bertubuh besar di belakangnya. Tatapannya mengarah pada para dayang yang ada di dekat Liliana.


"Baik tuan!" jawab para lelaki itu patuh.


Mereka dengan wajah mesumnya mendekati para dayang muda, Liliana tidak tahan dengan niat jahat itu dan dia berteriak. "SENTUH MEREKA, maka kalian akan mati ditanganku!"

__ADS_1


"Hahaha..."


"Dia bilang apa? Kita akan mati ditangannya?" ejek seorang pria pada Lilliana


Pria-pria itu termasuk William malah menertawakan Liliana, menganggap ancaman itu adalah sebuah lelucon. Akhirnya Liliana menggunakan sedikit sihir yang diberikan suaminya untuk memberikan pria-pria itu pelajaran. Terlihat sinar dari tangannya, kemudian sinar itu diarahkan pada ke lima pria bertubuh besar hingga mereka terhempas ke tembok dengan cukup keras.


William terkejut ketika melihat Liliana bisa melakukan sihir, kemudian dia cepat-cepat mendekat Liliana saat wanita hamil itu kehilangan keseimbangannya.


"Yang mulia Ratu!" Teriak Dorothy dan dayang lainnya panik ketika melihat William berada di belakang Liliana dan menyodorkan pisau belatinya ke perut buncit Liliana.


"Tuan William!" Teriak Liliana.


Sial! Aku lemas setiap menggunakan sihir, kalau begini caranya aku tidak bisa menggunakan banyak sihir karena keadaanku.


"Diam, atau akan aku bunuh bayimu! Ikut aku dan jangan melawan!" ancam William para Liliana.


Jika hanya aku seorang saja, aku bisa melawan mereka. Tapi aku tidak sendirian, ada anak-anak yang harus ku lindungi.


"Aku ikut denganmu, tapi tidak boleh ada seorang pun yang menyentuh mereka yang ada disini!" ujar Liliana tegas dan tenang.


"Baiklah sayangku. Inilah yang membuatku sulit melupakanmu..." William tersenyum menyeringai.


"Yang mulia...saya--" Adrian terluka parah, seluruh tubuhnya babak belur, bahkan dia kehilangan tangannya yang dipotong begitu saja oleh orang-orang Lostier.


Aku telah gagal...aku gagal melindungi yang mulia Ratu.


"Sir Adrian..." lirih Liliana yang tak tega melihat tangan kanan Adrian yang sudah tidak ada dan hanya ada lumuran darah disana.


"Kau bilang kau tidak akan menyakiti siapapun!" Sergah Liliana emosi pada William.


"Sayangku, maafkan aku...itu kan tadi sebelum kita melakukan perjanjian." ucap William santai.


"Kau benar-benar kejam!" dengusnya marah.


"Jangan marah-marah begitu sayang, mari kita pergi sebelum aku memotong sesuatu lagi disini." William tersenyum menyeringai, dan senyuman itu sangat dibenci oleh Liliana.

__ADS_1


Liliana membeku, lidahnya kelu. Dia tidak bisa berbuat apa-apa sama ini, hanya suaminya harapan satu-satunya.


"Baiklah, kita pergi!" Liliana membalikan badannya.


"Yang mulia...."lirih Adrian memanggil Liliana, dia tidak bisa berbuat apa-apa saat ratunya akan di bawa pergi.


"Dorothy, Daisy, obati luka sir Adrian...bawa dia pada Brieta dan tabib Chris. Mereka pasti bisa mengobatinya."titah Liliana pada para dayangnya.


"Tidak, yang mulia!!"


Semua dayang menangis sedih saat Liliana pergi dibawa oleh kereta. Seketika Adrian tidak sadarkan diri setelah mengucapkan kata maaf.


Liliana dibawa pergi dengan kereta yang mewah, dia bersama dengan Wiliam di dalamnya. "Kenapa kau melakukan ini? Apa untungnya buatmu?"


"Pertama-tama aku bisa balas dendam dan kedua aku bisa mendapatkanmu juga."


"Hahaha...jangan gila kau! Mana mau aku bersama dengan pecundang seperti dirimu yang menggunakanku sebagai tameng untuk mengancam suamiku." Liliana terkekeh menertawakan pria pengecut di hadapannya itu.


"Terserahlah kau mau bilang apa, yang penting aku pasti menang!" kata William percaya diri.


Maxim, aku berharap kau tidak melakukan hal yang bodoh. Jangan lakukan hal bodoh karena emosi. Karena aku akan baik-baik saja.


*****


Di Medan perang, Max baru mendapatkan kabar bahwa William datang ke istana dan menculik istrinya.


"Apa? Ratu DICULIK?!" kedua mata Raja Istvan itu terbelalak mendengar berita buruk itu dari seorang pengawal istana.


"Benar baginda Raja, pangeran William--maksud saya tuan William pelakunya." tutur seorang pengawal istana.


Max langsung mengeluarkan sihirnya, dia membuat Raja Lostier yang tadinya tersenyum jadi tercekik kesakitan. "Le-lepaskan aku Raja Istvan!!"


Tubuh Raja Lostier itu melayang ke udara, mata Max berubah jadi merah menyala. Tidak peduli dia harus menghabiskan MANA yang ada di dalam tubuhnya, yang jelas saat ini dia sangat emosi.


"Cukup bermain-mainnya! Dimana... ISTRIKU?!" matanya gemetar emosi menatap Raja Lostier dengan tajam.

__ADS_1


Sungguh! jantung Max berdebar, dadanya bergemuruh hebat ketika mendengar istrinya diculik oleh si brengsek William.


...*****...


__ADS_2